
Setelah berkata Draka lansung merubah wujudnya ke wujud seekor naga yang berwarna keemasan, tampa banyak tanya lagi Manggala dan Laras lansung melompat ke punggung naga itu, dan mereka lansung melesat meninggalkan tempat itu.
.
Tidak butuh waktu lama Draka dalam wujud naga nya melesat meninggalkan tempat itu, mereka melesat ke arah Pagoda Lima pilar dengan kecepatan yang hampir tidak bisa di lihat oleh mata biasa.
.
Tampak di kejauhan sebuah Pagoda besar dengan lima pilar di sekeliling nya. Draka memperlambat gerakannya dan berhenti sekitar seratus meter dari pagoda itu.
.
Wuss..!
Sebuah bayangan hitam, tiba-tiba melesat ke arah Draka dan Manggala. Manggala dan Laras secepat kilat melompat dari atas punggung naga emas perwujudan Draka itu.
.
Hoaaarrr....!!"
Draka mengembor marah, ia lansung menyemburkan api merah kebiru-biruan ke arah mahluk hitam itu.
Blaaarrr....!!
Bayangan hitam itu ternyata adalah seekor mahluk mengerikan dengan tiga tanduk di kepalanya. Draka lansung merubah wujud nya ke bentuk seorang panglima dengan pakaian perang keemasan.
.
Wuss...!"
Draka mendatangkan sebuah senjata berbentuk tombak hitam di ujung nya terdapat sebuah pedang berwarna kuning keperakan. senjata itu adalah senjata andalan Draka, yang bernama 'Tongkat Pedang Emas.
.
"Iblis Hitam Tanduk tiga!!" Draka melesat ke samping Manggala dan Laras. Ia berdiri dengan memegang tombak emas nya.
__ADS_1
.
"Siapa dia Draka? Kau seperti mengenalnya?" Tanya Manggala sambil menatap ke arah Iblis Tanduk tiga itu.
.
"Dia adalah kepala pasukan Iblis yang pernah hamba Kalahkan Tuanku. Tapi kali ini dia punya kekuatan yang di luar dugaan hamba!" Jawab Draka tanpa mengalihkan pandangan nya.
.
"Ho ho ho...! Draka.. Setelah ribuan tahun akhirnya aku bisa membunuhmu, di bumi tempat pembuangan mu ini, nasib mu memang buruk Draka. Kau harus mati di tengah mahluk bumi yang lemah ini..!" Tawa Iblis Tanduk Tiga. Suaranya menggema, di tangan nya tampak sebuah senjata berbentuk kapak besar bermata dua.
.
"Iblis Tanduk Tiga! Kau memang telah bebas dari hukuman yang pernah ku berikan padamu. Kali ini aku tidak akan membiarkan Kau hidup lagi, karna kesempatan mu sudah habis!" Jawab Draka dengan begitu sengit. Draka merubah wujud seperti wujud Iblis Tanduk Tiga.
.
Kini mereka saling berhadapan dengan wujud raksasa yang jauh di atas wujud Manggala dan Laras.
.
Para orang bertopeng tengkorak hitam itu tampaknya bekerja sama dengan prajurit siluman Kerajaan Awan Hitam Atas Langit itu. para prajurit siluman Kerajaan Awan Hitam Atas Langit itu lansung bergerak maju mengepung Manggala dan Laras.
.
"Bangsat! Ku kira kita bisa menyaksikan pertarungan dua musuh bebuyutan itu Kak, ternyata ada cecunguk ini yang mau menggangggu kesenangan kita!" Ujar Manggala sambil menatap lekat ke arah para prajurit siluman yang menngepung mereka itu.
.
"Ya, seperti nya kita harus membagi tugas dengan Draka Manggala!" Jawab Laras tanpa mengalihkan pandangannya, diam-diam Laras meningkatkan tenaga dalam nya ke arah kedua tangannnya, ia mempersiapkan pukulan jarak jauh.
.
"Sebaiknya Kalian tidak menghalangi pandangan kami, karna kami tidak ingin melihat Kalian berdiri di depan Kami!" Bentak Laras dengan suara menggema, karna tenaga dalam yang ia pakai cukup tinggi.
__ADS_1
"Ho ho ho...! Ada manusia yang mau mati, namun mulutnya masih besar," Jawab salah seorang prajurid siluman yang memakai baju perang berwarna keperakan, tampak nya dia adalah salah seorang pimpinan rombongan prajurit siluman itu.
.
"Jangan hanya berkoar siluman tengik! Hari ini aku akan memulai pembalasan atas apa yang kalian lakukan di istana Galuh Kencana dua puluh tahun yang lalu!" Laras menatap tajam penuh kebencian ke arah para prajurid siluman Kerajaan Awan Hitam Atas Langit itu.
.
"Kau pun akan menyusul mereka ke alam kubur, gadis cantik!" Para prajyrit siluman itu mulai bergerak mwngelilingi Manggala dan Laras.
Set..!
Manggala yang dari tadi hanya diam, kini mengeluarkan tongkat mustika Dewa dari balik bajunya dan segera merubah nya ke dalam bentuk sebuah tongkat besar dengan ukuran panjang sekitar dua meter setengah.
.
"Kalian dengar manusia bertopeng! Jika Kalian tidak ingin ikut para prajurit siluman itu ke akhirat, sebaiknya Kalian cepat mennyingkir!" Ujar Manggala Surya Kencana sambil memutar tongkat mustika Dewa di sekeliling tubuhnya.
.
Wut! Wut! Wut...!"
Putaran tongkat mustika itu begitu cepat, sehingga yang terlihat hanya bayangan tongkat yang bergerak bagai puluhan tongkat di sekeliling tubuh Manggala.
.
"Manusia yang mau mati, Masih saja banyak bicara! Seraaaang....!"
.
.
.
.
__ADS_1
Bersambung...
Jangan lupa like Koment Vote dan favorit nya ya.. Terima kasih banyak. Tanks.