
Berbeda dengan [Holy Sword] yang menghindari jalan sempit, [Sword Valkyrie] secara proaktif berusaha bergerak di jalan-jalan kecil karena jumlah mereka yang lebih sedikit. Tentu saja, meskipun mereka masuk belakangan, jumlah harta yang mereka kumpulkan setelah menggeleda beberapa kamar kecil tidak jauh lebih lebih banyak dari pada [Holy Sword].
Mereka menemukan cermin logam yang bertatahkan berlian, zamrud berukuran kepalan tangan, patung anak anjing yang terbuat dari obsidian, beberapa perhiasan mewah dan sebagainya. semuanya adalah barang-barang mahal jadi tentu saja wajah mereka semua terlihat bahagia.
"kita belum lama menjelajahi tempat ini, tetapi sudah banyak harta yang berhasil kita dapatkan, labirin ini benar-benar gudang harta karun!"
Britt berkata dengan suara senang, semua orang disekitarnya mengangguk setuju.
Sementara berterima kasih kepada tuhan yang telah memberi mereka keberuntungan karena menemukan labirin yang belum dijelajahi dengan harta yang melimpah didalamnya dan menjadi penjelajah pertama yang menjelajahinya, [Sword Valkyrie] kembali melanjutkan eksplorasi mereka dengan suasana hati yang riang.
Mereka saat ini sedang barada disebuah jalan lurus dengan empat kamar kecil di sebelah kanan dan lima di sebelah kiri.
Jalan itu cukup lebar untuk dilewati oleh tiga orang secara berdampingan.
meskipun terlihat cukup besar jika dibandingkan dengan jalan-jalan yang ada dikota kecil, didalam labirin ini, jalan ini termasuk yang paling kecil.
Lalu, untuk kamar-kamar kecilnya sendiri, masing-masing dari mereka memiliki ukuran yang sama seperti kamar di penginapan murah yang biasanya digunakan oleh kelompok mereka.
Britt menduga kalau kamar-kamar kecil ini mungkin digunakan sebagai ruang penyimpanan sebelumnya.
mereka telah menggeledah setidaknya tiga kamar dan menemukan perabotan seperti sekop, sapu, kursi kayu, meja kayu, vas, meja rias, kotak kayu dan sebagainya. tetapi pada beberapa kesempatan langka mereka biasanya menemukan kotak permata yang dipenuhi permata indah didalamnya.
Kalau tidak, mereka biasanya menemukan hal-hal seperti tas kulit yang berisi koin emas, boneka tua yang matanya bertahtakan batu permata dan beberapa barang-barang antik lainnya.
hanya dari menggeledah satu kamar mereka sudah mengumpulkan kekayaan yang setara dengan penghasilan mereka selama 10 tahun sebegai petualang.
"aku ingin tahu siapa yang bisa membuat labirin yang besar ini ~"
Suara yang agak lembut itu berasal dari penyihir pendek Elo.
Elo, yang memiliki skill [Sains: Arkeologi] masih belum bisa mengetahui labirin apa ini, normalnya labirin tercipta dari sisa-sisa reruntuhan dimasa lalu.
Dia samar-samar melihat kalau, labirin ini terlihat seperti sebuah kerejaan.
Ada beberapa tempat yang memiliki dekorasi seperti kerajaan Elam, tetapi interiornya sendiri sudah sangat tua, setidaknya telah berumur sekitar seratus tahun.
"haha haha..., siapa yang peduli dengan mereka! Selama kita dapat mengumpulkan harta, itu sudah cukup"
Orang yang mengatakan itu dengan senyum lebar yang terlihat liar adalah prajurit wanita berotot bodil.
Bodil hanya mengenakan kain yang tampak seperti pakaian dalam seolah memamerkan otot-ototnya.
Dia sedang membawa kantong di pinggangnya dan tas di punggungnya yang dipenuhi dengan harta karun.
“Tapi setidaknya, aku ingin mengetahui namanya. ”
Seolah menjawab Bodil, priestess yang wajahnya tertutupi semacam cadar tipis, Elena, berkata.
Saat menggeledah kamar-kamar kecil sebelumnya, dia menemukan Potions disalah satu kamar. Elena yang tersenyum ketika dia menggunakan skillnya, "Identifikasi Item" menemukan bahwa Potions itu setara dengan "Ramuan penyembuh Sedang".
“labirin ini memiliki banyak harta didalamnya, jadi pemilik tempat ini pasti seseorang yang hebat dan sangat kaya”
__ADS_1
Sambil membuat suara dentang dengan armornya, Ksatria wanita Ingrid menatap langit-langit labirin.
Di atas lorong-lorong dan kamar-kamar kecil ada langit-langit yang cukup tinggi yang membuat orang tidak merasa sempit meskipun sedang berada di bawah tanah.
Selain itu jika kau memperhatikannya lebih teliti, langit-langit itu sebenarnya memiliki pola-pola indah yang terlukis diatasnya. Dari sudut pandang Ingrid yang tidak memiliki pengetahuan tentang seni rupa, mereka hanyalah gambar yang indah.
“Semuanya, mari kita hentikan obrolannya. Tetap waspada dan ayo keluar dari sini! ”
Britt bertepuk tangan dan memperingatkan teman-temannya yang mulai terlihat santai kembali berkumpul. Meskipun mereka belum bertemu satupun monster selama mereka melakukan pencarian,
tetapi karena para goblin juga memasuki tempat ini.
Mereka mengkin saja sedang bersembunyi di balik pilar, di sudut-sudut yang gelap, atau di dalam kamar kecil menunggu kesempatan untuk menyerang mereka saat lengah.
"Amara, bagaimana keadaan sekitar?"
"Aku belum merasakan bahaya apapun.”
Amara yang telah mengawasi daerah sekitar sejak awal menjawab dengan singkat pemimpin party nya.
Britt yang mempercayainya berkata sederhana, "tetap waspada," dan pergi untuk memberikan instruksi kepada anggota lain yang sedang melakukan eksplorasi.
“Semuanya, Amara sudah memastikan tidak ada musuh di ruangan itu, tapi kita tidak tahu dari mana musuh mungkin akan datang. Jadi lanjutkan pencarian Anda sambil tetap waspada dan berhati-hati! "
"B, baik!"
"tidak perlu khawatir. ”
"Dimengerti. ”
Mereka masing-masing menjawab dengan gaya mereka sendiri dan melanjutkan pencarian.
Ketika Britt mengawasi mereka, dia memilih salah satu sesuatu ruangan yang belum dijelajahi. Dia menemukan sebuah kotak kayu tua dan ketika dia memeriksanya, ada sebuah cincin logam di dalamnya. Ada beberapa kata yang terukir di kotak itu.
"untuk kakak laki-laki ku…, apa ini hadiah yang disiapkan oleh anak kecil untuk kakaknya?"
Britt bingung untuk sementara waktu tetapi berpikir bahwa cincin itu dapat dijual dengan harga yang mahal, dia menyelipkannya di saku mantelnya dan menutup kotak kayu itu kembali.
"Kakak, ya …"
Britt mempunyai banyak saudara.
Lima kakak laki-laki, dan dua adik perempuan. Itu mungkin terlihat agak banyak tetapi tidak aneh bagi keluarga petani di dunia ini. Ketika Britt berusia 10 tahun, tiga kakak laki-lakinya dan kedua adiknya yang lebih muda meninggal.
Mereka tewas dalam epidemi, kelaparan, dan serangan goblin atau bandit.
Dua kakak laki-laki nya yang tersisa dipilih sebagai milisi saat perang pecah dan tewas disana.
Kehilangan semua anak laki-lakinya yang membantunya bekerja diladang, orang tuanya juga meninggal karena kelelahan dan sakit-sakitan. menyisahkan dia seorang diri, dengan pedang yang diwarisinya dari salah satu kakak lelakinya, dia memutuskan untuk menjadi seorang petualang karena sangat sedikit pekerjaan yang dapat dipilih oleh wanita yang bisa menghasilkan banyak uang.
satu-satunya pekerjaan alternatif lain adalah menjadi pekerja dirumah bordil atau bandit. ia percaya kalau pilihannya saat ini adalah pilihan yang paling tepat untuknya.
__ADS_1
Untungnya, karena dia memiliki skill [Weapon Mastery] yang dilatih saat masih bekerja di pertanian, dia bisa menjadi prajurit yang cukup baik.
Tetapi dimasa-masa awal dia bekerja sebagai petualang, semuanya tidak berjalan terlalu baik.
Party pertamanya hanya terdiri dari laki-laki, ia terus mendapatkan pelecehan verbal dari anggota party lainnya dan bahkan hampir diperkosa, tetapi untungnya dia masih bisa melindungi dirinya, setelah kejadian itu dia meninggalkan party dan mencari yang lain.
Party keduanya adalah party pria sama seperti sebelumnya tetapi perilaku anggotanya lebih baik. Dia bahkan mendapat jabatan sebagai wakil ketua diparty itu, tetapi sayangnya sebagian besar anggota party mati saat melakukan misi pengintaian.
Dari 21 anggota hanya dia dan 2 lainnya yang selamat, karena jumlahnya terlalu sedikit dan kekuatan dari anggota yang tersisa tidak memadai, mereka sepakat untuk membubarkan party itu.
Party ketiganya juga tidak berakhir terlalu baik, itu adalah party campuran pria-wanita tetapi karena masalah cinta yang sepeleh party itu dibubarkan. Setelah mengalami beberapa pengalaman buruk dari party-party sebelumnya, dia memutuskan untuk membuat partynya sendiri yang semua anggotanya terdiri dari wanita dan menemainya sebagai [Sword Valkyrie].
Bersama dengan amara yang merupakan anggota dari party sebelumnya, dia mulai merekrut wanita-wanita yang memiliki nasib yang sama denganya. setelah beberapa saat, anggota party nya mulai bertambah, diawali dari Elo, Elena, bodil, dan ingrid.
Tiga tahun telah berlalu sejak itu.
Meskipun ada beberapa perkelahian sepele, tapi mereka memegang perasaan persahabatan yang kuat karena mempercayakan hidup mereka satu sama lain.
Dia berpikir bahwa setidaknya, rasa persaudaraan anggota party nya masih lebih baik daripada [Holy Sword] yang sebelumnya mereka ajak bekerja sama untuk mengejar goblin yang berhasil kabur.
“huft, Tidak baik …, ini bukan waktunya untuk mengenang masa lalu.”
Dia sebelumnya telah memperingatkan temannya untuk tetap waspada, tetapi sepertinya dia sendiri yang mulai bersantai setelah menemukan harta yang sangat banyak.
Ini adalah sifat yang buruk bagi seorang pemimpin yang seharusnya menjadi contoh bagi anggotanya.
"Yosh, mari kita lanju…"
“Semuanya, ada musuh …… !! AAaaaaAAAaaaa !! ”
Memotong perkataan Britt yang hendak mengatakan 'mari kita lanjutkan pencarian', teriakan Lorna terdengar sebagai peringatan.
"Semua, bersiap !!"
Britt yang merupakan pemimpin kelompok keluar dari ruangan lebih dulu dan memanggil semua anggota party nya kembali berkumpul.
Prajurit Bodil dan ksatria Ingrid keluar dari ruangan dengan senjata mereka di tangan, disusul dengan penyihir Elo dan priestess Elena bersiap untuk menembakkan sihir kapan saja.
Lalu, amara saat ini…
"amara !!"
Dia terlihat tidak sadarkan diri saat ini, mungkin karena luka parah yang dia terima dipundaknya.
Di sampingnya, berdiri seorang ksatria yang memegang pedang panjang dengan darah yang menetes darinya.
Ksatria itu mengenakan armor biru tua, dengan mantel berwarna hijau muda dipundaknya dan wajahnya disembunyikan di balik helm sehingga ekspresinya tidak bisa dibaca.
Ksatria itu berbalik ke arah Britt, dan pada saat yang sama rantai yang tergantung di ikat pinggangnya mengeluarkan suara berderak.
"Bodil, ingrid , jatuhkan dia!"
__ADS_1