Labyrinth Kingdom

Labyrinth Kingdom
Chapter 52. Kerajaan Liberas


__ADS_3

Kerajaan Liberas adalah kerajaan kecil yang terletak dibagian utara benua Repel.


Kekuatan militernya tidak terlalu kuat dan luas daerah kekuasaan mereka juga kecil, hanya sekitar 824 km².


Karena tau kalau mereka lemah, kerajaan Liberas tidak pernah memiliki ambisi untuk memperluas daerah kekuasaan mereka.


Bahkan disaat penyerangan kerajaan sihir yang kemenangannya sudah dipastikan, kerajaan Liberas adalah salah satu negara kecil yang tidak tergoda untuk mengambil potongan daging berlemak yang negara-negara besar tawarkan.


Mereka lebih memilih hidup dengan damai jauh dari medang perang dan tetap mempertahankan sikap netral mereka dari awal hingga akhir perang berlangsung.


Seperti negara-negara kecil lainnya, karajaan Liberas telah bersumpah setia kepada negara-negara besar yang ada disekitarnya saat itu didirikan.


Setiap tahun mereka akan membayar upeti kepada negara besar sebagai biaya perlindungan.


Letak geografis Kerajaan Liberas tidak terlalu menguntungkan, mereka dikelilingi oleh kerajaan-kerajaan lain yang membuat mereka tidak memiliki pantai.


Karena hal ini lah, harga garam dan rempah-rempah lainnya sangat mahal, selain itu makanan laut juga sangat sulit didapatkan disana.


Disisi Barat kerajaan Liberas adalah kerajaan Korion yang merupakan kerajaan Demi-Human yang cukup besar.


Kerajaan ini dihuni oleh ras Demi-Human yang disebuat Lycan, mereka adalah ras setengah manusia dan setengah serigala.


Penampilan mereka sama persis seperti manusia biasa, tetapi mereka dapat berubah wujud menjadi serigala bipedal yang tingginya mencapai lebih dari 2 meter.


Dibagian timur ada, kerajaan Ephes yang merupakan kerajaan tertua yang ada disekitar Liberas.


Meskipun daerah kekuasaan mereka tidak terlalu luas, tetapi kekuatan militer yang mereka miliki cukup kuat untuk bersaing dengan kerajaan besar lain yang ada disekitarnya.


Sedangkan dibagian utara, ada gurun Birmus yang luas, tempat itu dihuni oleh suku-suku nomaden yang disebuat Merzou.


Mereka adalah orang-orang pribumi yang hidup di gurun, gaya hidup mereka sangat primitif dan belum mengenal bahasa. Selain itu mereka juga sangat teritorial dan akan menyerang siapa pun yang memasuki daerah kekuasaan mereka.


Disamping gurun Birmus, ada hutan hijau yang membentang luas sampai ke laut, Hutan itu adalah hutan besar Lamas.


Tempat itu dihuni oleh monster menakutkan dan haus darah.


Negara-negara yang berbatasan langsung dengan hutan itu akan membangun benteng tinggi dan kuat, untuk menghalau serangan monster yang mengamuk saat terjadinya Monster Wave.


Setiap tahun para raja akan mengeluarkan banyak dana dan kekuatan untuk menghalau bencana ini.


Sebelumnya mereka sudah berkali-kali mengirim tim ekspedisi gabungan untuk menaklukkan hutan Lamas, tetapi hasilnya sangat mengecewakan.


Setiap rencana yang mereka buat untuk menyelesaikan akar permasalahan, tidak ada yang berhasil.


Hanya kegagalan dan kegagalan yang muncul setiap saat.


Setelah berkali-kali mengalami kegagalan dan kerugian yang ditanggung setiap negara semakin besar.


Mereka memutuskan untuk berhenti mengirim pasukan ekspedisi dan fokus untuk membangun benteng kuat diperbatasan mereka masing-masing.


Sejujurnya rencana ini dieksekusi terlalu mendadak, tanpa memikirkan konsekuensi yang akan ditimbulkan nantinya.


Dan benar saja...


Diawal-awal pelaksanaan rencana, belum ada masalah yang terlihat.

__ADS_1


Tetapi disaat memasuki tahun ketiga dan keempat masalah perlahan-lahan mulai muncul.


Meskipun korban jiwa dan kerusakan yang diakibatkan oleh bencana Monster Wave berkurang drastis.


Tetapi Ada suatu masalah yang timbul akibat rencana mereka yang tidak sempurna.


Mungkin karena pasukan ekspedisi yang sebelumnya bertugas sebagai predator alami di hutan dan yang mengontrol jumlah monster agar tetap terjaga, sudah tidak ada.


Hal ini membuat, para monster dapat hidup dengan bebas didalam hutan dan terus-menerus berkembang biak tanpa terkendali.


Monster wave yang awalnya hanya terjadi sekali setahun, perlahan-lahan menjadi semakin aktif dan semakin sering terjadi.


Disaat mereka mulai menyadari kesalahan yang telah mereka lakukan, itu sudah terlambat.


Mereka sudah tidak bisa lagi mengontrol jumlah monster yang terus membludak kemana-mana, bahkan jika mereka mengirim pasukan ekspedisi kembali kedalam hutan besar Lamas.


Itu hanya akan menjadi misi bunuh diri dan membuat kekuatan militer setiap negara menurun.


Jadi mau tidak mau, mereka hanya bisa pasrah pada keadaan dan fokus untuk memperkuat benteng pertahanan yang telah mereka buat sebelumnya.


Disaat negara-negara lain dipusingi dengan masalah Monster Wave, Sebenarnya kerajaan Liberas termasuk yang beruntung kerena mereka dilindungi oleh barisan pegunungan Parbat.


Gunung itu berfungsi sebagai benteng alami yang memisahkan mereka dari bagian dalam hutan Lamas.


Barisan pegunungan Parbat sangat tinggi dan curam, sulit bagi para monster untuk mendakinya. Bahkan puncak tertingginya mencapai 33.462 ft.


Sedangkan Puncak terendah dan yang termudah untuk diakses oleh orang-orang adalah gunung Torli, tempat para bandit mendirikan markas mereka. Tingginya hanya mencapai sekitar 3.296 ft.


Lalu yang terakhir, dibagian selatan kerajaan Liberas ada dua kerajaan besar yang berbatasan langsung dengan meraka, kerajaan Macbia dan kerajaan Slovia.


Awalnya kedua kerajaan ini memiliki sikap baik, ramah dan bersemangat menjilat kerajaan sihir yang jauh lebih kuat dan besar daripada kerajaan mereka.


Sebenarnya kedua kerajaan ini melakukan hal itu semata-mata hanya untuk menarik perhatian dari kerajaan sihir dan membuat kerajaan mereka terlihat baik dimata Raja sihir.


kerajaan kecil seperti Liberas tidak akan menarik perhatian keduanya, mereka hanya tertarik pada kerajaan kuat, seperti kerajaan sihir.


Disaat kerajaan Aria mengajak keduanya bekerja sama untuk menjatuhkan kerajaan sihir, mereka langsung menolaknya.


Keduanya tidak yakin dengan kesuksesan rencana, yang dimiliki oleh kerajaan Aria.


Selain itu kerajaan sihir sangat kuat, bahkan jika mereka bergandengan tangan dengan kerajaan Aria untuk menjatuhkannya, kemungkinan untuk berhasil sangat kecil.


Tetapi.....


Meskipun mereka terlihat menolak ajakan kerjasama kerajaan Aria dipermukaan, itu hanya tipu daya, keduanya memiliki agenda mereka masing-masing.


Kerajaan Macbia secara diam-diam menghasut kerajaan-kerajaan kecil yang ada disekitarnya untuk mengumpulkan semua pasukan mereka dan mengikuti medan perang yang telah direncanakan oleh kerajaan Aria.


Kerjaan-kerajaan kecil ini diiming-imingi akan mendapatkan keuntungan yang melimpah setelah perang selesai.


Tentu saja, tujuan Raja Macbia yang sebenarnya adalah menggunakan pasukan-pasukan itu sebagai pion pengorbanan untuk melemahkan kekuatan militer kerajaan sihir yang terlalu kuat.


Sedangkan untuk kerajaan Slovia, mereka mengambil pendekatan yang berbeda saat itu.


Mereka berpura-pura menjadi teman kerajaan sihir dan membantu mereka di medan perang untuk melawan para musuh.

__ADS_1


Tetapi tujuan mereka sebenarnya adalah untuk menyusup kedalam kerajaan sihir.


Mereka berencana menghancurkan kerajaan sihir dari dalam, dengan cara menghasut para bangsawan untuk melakukan pengkhianatan.


Kerajaan sihir yang sudah kewalahan menghadapi pasukan Aliansi saat itu, tentu saja menyambut kerajaan Slovia dengan baik karena telah membantu mereka melawan musuh.


Tetapi tidak pernah sekalipun terlintas difikiran Raja sihir saat itu, kalau tamu yang dia jamu dengan ramah dirumahnya adalah serigala berbulu domba.


Hal ini terjadi karena image yang ditampilkan kerajaan Slovia sangat baik di mata Raja sihir.


Selain itu Raja Boston yang saat itu merupakan Raja Slovia berteman baik dengan Raja Ryle Windson yang merupakan Raja sihir.


Jadi, Raja sihir yang saat itu mengetahui kalau orang yang dia anggap sebagai teman adalah dalang dibalik penghianatan para bangsawan, merasa sangat marah tetapi juga sedih.


Dia merasa sangat kecewa karena telah dikhianati oleh teman seperjuangannya, teman yang telah melalui banyak pertempuran hidup dan mati di medan perang bersamanya.


Raja Boston meninggal ditangan Raja Ryle saat perang terakhir di kota Albion yang merupakan ibukota kerajaan sihir berlangsung.


Perang penaklukan kerajaan sihir berlangsung selama enam tahun.


Waktu yang cukup lama bagi aliansi kerajaan untuk memenangkan pertempuran melawan kerajaan sihir yang hanya sendiri.


Setelah kerajan sihir berhasil ditaklukan oleh kerajaan aliansi dan tanah serta harta mereka yang melimpah dibagikan kepada kerajaan lain sebagai kompensasi untuk perang.


Ambisi Raja Macbia dan Raja Slovia yang baru untuk memperluas wilayah kekuasaan mereka semakin besar.


Hal ini terjadi karena mereka telah mencicipi manisnya buah terlarang yang membuat mereka ketagihan dan tidak bisa berhenti.


{ket: maksudku disini adalah manisnya kemenangan, pada dasarnya mereka masih merasakan euforia kemenangan}


Mulai saat itu, kerajaan-kerajaan kecil yang ada disekitar mereka ditaklukkan secara paksa.


Keduannya menggunakan taktik yang sebelumnya digunakan saat menaklukkan Kerajaan Sihir.


Kerajaan Macbia dan kerajaan Slovia menekan kerajaan-kerajaan kecil dari segi politik, ekonomi dan militer yang membuat mereka tidak memiliki pilihan lain selain bertekuk lutut dihadapan keduanya.


Perlahan-lahan wilayah keduanya berkembang semakin luas dan kekuatan yang mereka miliki bertambah semakin kuat.


Orang-orang yang menolak untuk tunduk dan mencoba untuk melawan, akan dijadikan budak dan dipaksa bekerja di tambang atau dijadikan sebagai tentara sekali pakai medan perang.


Hal ini juga tentu saja berlaku bagi para bangsawan dan keluarga kerajaan.


Para Wanita bangsawan, tuan putri serta ratu dimasing-masing kerajaan yang menolak untuk tunduk, akan dijadikan sebagai budak s*x elit untuk kaum bangsawan kerajaan mereka.


Adapun nasib bagi para raja dan putra mahkota serta bangsawan berpengaruh lainnya, semuanya akan dieksekusi jika menunjukan tanda-tanda perlawanan.


Sekarang satu-satunya kerajaan kecil yang berhasil bertahan dibagian utara benua Repel adalah kerajaan Liberas.


Tetapi nasib mereka juga tidak terlalu baik. saat ini, kedua kerajaan besar itu sedang memperebutkan hak kepemilikan atas kerajaan Liberas.


Karena kekuatan kedua kerajaan tidak jauh berbeda, tidak ada dari mereka yang ingin memulai perang.


Hanya ada kerugian jika perang benar-benar pecah dan kerajaan lain yang akan mendapatkan untung dari hal ini.


Setiap diskusi yang keduanya lakukan tidak menemukan jawaban yang memuaskan, jadi mereka mengalami jalan buntu saat ini.

__ADS_1


Jika Kerajaan Liberas kebetulan jatuh ke tangan kerajaan Macbian atau kerajaan Slovia, maka api peperangan akan terus merambat kearah gurun Birmus dan hutan besar Lamas.


Ini tentu saja hal yang buruk untuk Kerajaan Labirin Elam yang masih dalam tahap perkembangan.


__ADS_2