
Melihat bandit-bandit itu mengabaikan peringatannya. Alice perlahan-lahan berdiri dari singgasananya dan memandang rendah orang-orang ini dengan mata merah darahnya yang mencarkan aura membunuh.
"Apakah aku bisa menganggap tindakan kalian saat ini adalah jawaban kalian?"
Setelah mendengar pertanyaan dingin Alice, bukannya menjawab. Pria itu malah berteriak dengan keras.
"BUNUH DIAAA...!"
Pria itu berteriak dengan marah dan menyerbu Alice bersama dengan teman-temannya.
Dia dengan cepat berlari menaiki tangga, dan mencoba untuk menebasnya dengan pedang yang ada ditangannya. Tetapi Tentu saja, dia tidak bisa mencapai Alice.
“____ Forbidden spell, Black Plague”
Segera, dari bawah kaki bandit tiba-tiba muncul sebuah tentakel hitam yang melilit seluruh tubuh bandit-bandit itu.
Ada beberapa orang yang mencoba menghindarinya tetapi gagal, tentakel itu bergerak sangat cepat dan dapat muncul dimanapun bayangan ada. setelah berjuang beberapa detik ke tujuh bandit itu tertangkap oleh tentakel hitam.
Mereka mencoba untuk melepaskan diri tetapi lilitan tentakel itu semakin kencang yang membuat mereka tidak bisa bergerak sedikit pun.
Setelah bandit-bandit itu diam tanpa perlawanan, tentakel hitam yang melilit mereka berubah bentuk.
Dan, suara teriakan kesakitan mulai bergema di ruang tahta.
{ket: ini adalah hukuman kalian karena telah mengganggu Alice yang imut}
"T, tikus !!!!"
"Sakit, ini sangat menyakitkan !!!!"
"Tolong, tolong aku, mereka menggigit masa depan ku !!! "
"TIDAK, Tidaaak !!!!!"
Tentakel hitam itu berubah menjadi tikus hitam yang jumlahnya sangat banyak, ini adalah wujud asli dari black plague.
Tikus-tikus ini hanya berukuran sekitar 5 sampai 7 sentimeter, tetapi gigi-gigi mereka sangat tajam dan cakar mereka seperti kail mata pancing yang menancap dengan kuat dikulit bandit itu.
Jika hanya satu, para bandit mungkin masih bisa menahan rasa sakitnya.
tetapi saat ini tubuh mereka dipenuhi dengan tikus,
Selain itu meraka hanya memakan bagian tubuh para bandit dan tidak memanjat ke bagian leher dan kepala mereka. Jika kamu mmemperhatikanya dari jauh, kau pasti akan melihat mereka seperti sedang mengenakan jubah hitam.
“___ Interference, Binding”
Setelah dia menggunakan mantra ini, semua orang yang sebelumnya berjuang melepaskan tikus-tikus itu dari tubuhnya berhenti, mereka tidak dapat menggerakkan tubuh mereka saat ini.
__ADS_1
Tentu saja tindakan Alice membuat tikus-tikus itu lebih leluasa memakan mereka. Suara tikus yang sedang mengunyah daging dan tulang bergema di telinga mereka.
Hal ini menambah rasa sakit yang mereka rasakan karena tingkat ke fokusan mereka meningkat.
**************
Kembali ke masa sekarang
“Huhu, sihir ini akan memberimu rasa sakit yang abadi dan kalian juga tidak bisa melakukan bunuh diri. Selain itu dengan skill [self refresh] kalian tidak akan bisa menjadi gila karena rasa sakit yang kalian rasakan dan ditambah dengan bonus skill [improve focus] yang membuat kalian tidak bisa pingsan. Kalian dapat menikmati rasa sakit ini selamanya”
Mendengar perkataan Alice, Conley yang berada didekatnya merasa kalau ini sudah terlalu berlebihan. Dia mencoba menasihati gadis yang sedang terlihat gila saat in.
Tapi sebelum dia sempat berbicara, Alice memanggil Gula yang sedang meringkuk ketakutan didekatnya.
"Hai, HI!"
Karena terkejut namanya dipanggil tiba-tiba, dia hanya bisa menjawab dengan suara konyal.
“tidak perlu tegang. Kau adalah pelayan kami sekarang, kau tidak akan mengalami apa yang mereka lakukan. ”
Sambil berkata begitu, Alice memandang rendah Gula.
“Kamu tidak perlu merasa bersalah karena telah mengundang mereka ke labirin bawah tanah. Pilihan untuk masuk atau tidak adalah milik mereka.
Mereka seharusnya paham akan hal itu, jadi, kamu tidak perlu merasa bersalah. Selain itu, mereka hanyalah penyusup yang masuk kedalam labirin, jadi hal yang wajar jika mereka mendapatkan hukuman.
"Y, Ya!"
“Jika kamu sudah mengerti maka itu bagus. Jika Anda menyebabkan masalah, Anda akan menderita lebih dari yang mereka rasakan, jadi berhati-hatilah. dan ini bukan ancaman. ”
Setelah mengatakan itu, dia mengedipkan mata seolah-olah sedang menggodanya.
Mungkin Alice mencoba untuk membuatnya lebih rileks dengan bercanda dengannya. Tetapi, melihat tragedi di depan matanya, bagaimana dia bisa santai sekarang.
"Lalu, Conley kamu sepertinya ingin mengatakan sesuatu?"
"Ya, aku ingin anda segera membunuh mereka. bukankah sebelumnya tuan Aaron sudah memperingatkan anda untuk menyimpan sebanyak mungkin mana?"
Kata-kata Conley terdengar seolah-olah dia sedang mengkhawatirkan Alice yang sedang menggunakan mananya dengan boros. Tetapi niatnya yang sebenarnya adalah dia hanya ingin mengakhiri penderitaan bandit-bandit itu.
Meskipun Conley bukanlah orang suci dan juga tidak menyukai bandit yang suka berbuat jahat. Tapi bukan berarti dia suka menonton orang yang sedang disiksa. ”
Mendengar perkataan Conley, Alice menyipitkan matanya dan menggelengkan kepalanya. Sepertinya dia sudah menyadari niat sebenarnya Conley.
“Terlalu baik, bagaimanapun, kebaikanmu terasa tidak menyenangkan sekarang. ”
"Eh?"
__ADS_1
Menatap Conley dengan senyum jahat, Alice mengucapkan sebuah mantra.
“____ Forbidden Spell, Dark Reminiscence."
Karena sebelumnya dia gagal mengaktifkan skill [Sinful Past], kali ini dia menggunakan sihir terlarang `Dark Reminiscence`.
Efek dari sihir ini hampir sama dengan Skill [Sinful Past] itu dapat memperlihatkan kejahatan yang sebelumnya telah dilakukan target.
Hanya saja efek dari [Sinful Past] membuatmu dapat melihat kejadian itu dari sudut pandang seorang penonton, sedangkan `Dark Reminiscence` membuatmu dapat melihat kejadian itu dari sudut pandang korban tersebut.
Dengan kata lain, kau juga dapat merasakan rasa sakit, kesedihan, ketakutan, keputusasaan dan kebencian mereka kepada pelaku kejahatan tersebut.
Ketika mantra itu dilemparkan kepadanya, tiba-tiba kepala Conley dipenuhi ingatan negatif dari para korban yang telah mereka bunuh, kebanyakan dari orang-orang itu adalah wanita.
Dia dapat mendengar tawa para lelaki vulgar, teriakan para wanita dan tangis anak-anak yang telah menjadi korban ke kejian mereka, dan banyak lagi adegan menyakitkan lainnya.
semua ini terasa sangat nyata, ingatan itu muncul dan menghilang di dalam benak Conley.
Mereka semua adalah ingatan para korban. tidak, ingatan itu bisa menjadi ingatannya juga sekarang, karena dia benar-benar dapat merasakan secara langsung apa yang dirasakan para korban.
Setelah merasakan semua kejadian menyedihkan itu secara langsung, Conley meneteskan air mata tanpa sadar.
"Bagaimana? bahkan setelah menyaksikan semua kejadian itu, apa kamu masih ingin aku melepaskan mereka dengan mudah? ”
Priest itu hanya bisa menggelengkan kepalanya dengan Lemah ke arah gadis yang tersenyum polos dihadapannya. Dia ke habisan energinya saat ini dan hanya bisa berbaring dilantai
"Itu benar! Mereka tidak memiliki rasa keadilan yang seharusnya dimiliki umat manusia. mereka seharusnya pergi begitu saja saat aku melepaskannya! Tetapi mereka malah menyerang ku dan mengabaikan kebaikan ku.
Sejak awal aku sudah tau kalau mereka adalah eksistensi yang tanpa tujuan dan memiliki kepribadian yang rusak. Mereka adalah manusia yang termasuk dalam golongan orang-orang yang terlaknat bukan? ”
“…. ”
“aku sudah mencoba untuk bersikap baik, tetapi mereka malah menolak kebaikkan ku dan menentang ku. Tidak ada yang namanya kesempatan kedua didalam kamus ku. mereka harus mempertanggungjawabkan semua kejahatan yang telah mereka lakukan, ini adalah karma mereka"
Menggunakan pisau yang sebelumnya dia gunakan untuk mencokel mata pria itu, dia perlahan-lahan ngiris wajah pria itu untuk menabah rasa sakit yang dia rasakan.
"sekarang, katakan padaku dimana markas kalian?"
Sambil menyiksanya, dia menanyakan pertanyaan yang sama seperti sebelumnya kepada pria itu lagi.
Conley yang meyaksikan hal ini menjadi linglung dan hanya bisa meneteskan air matanya, hatinya terasa hancur saat ini.
'kenapa semuanya menjadi seperti ini'
Dia merasa tubuhnya sangat lelah dan perlahan-lahan kesadarannya mulai memudar dan akhirnya menjadi gelap.
Conley pingsan karena tidak bisa menanggung semua ingatan negatif yang menginfeksi pikirannya.
__ADS_1
Tetapi sesaat sebelum dia pingsan, Conley membuat permohonan agar Aaron segera datang sebelum Alice benar-benar tenggelam ke dalam kegilaannya.