Labyrinth Kingdom

Labyrinth Kingdom
Chapter 44. Kutukan Alice


__ADS_3

Di dalam Throne Room.


Aaron dan Alice saat ini sedang menyaksikan medan perang dari kristal proyeksi yang ada di depan mereka.


Karena kondisi tubuh Conley masih belum membaik setelah terkena kutukan dari Alice. jadi, hanya mereka berdua yang saat ini berada di dalam ruangan itu.


Kristal proyeksi menampilkan kondisi terakhir medan perang saat ini. Para goblin terlihat sedang sibuk mengumpulkan mayat para bandit yang telah mereka bunuh tanpa ampun di satu tempat dan mulai memotongnya kecil-kecil agar mudah mereka bawa nantinya.


Sebagian dari mereka juga terlihat sedang menaburkan healing dush yang tersisa, keluka wanita yang masih terbuka. Mereka berharap kalau hal ini dapat meningkatkan kemungkinan untuk wanita-wanita itu bertahan hidup.


Kelompok bandit Rotten Fangs yang kuat dan ditakuti oleh orang-orang kini menjadi debu dalam sejarah. tidak ada satu pun bandit yang berhasil kabur dari bencana pembantaian malam ini.


Markas mereka benar-benar hancur berantakan. darah menggenang dimana-mana, organ tubuh berceceran dipinggir jalan. Bahkan tidak ada satu pun bangunan yang masih berdiri disana, gudang tempat para wanita di kurung sebelumnya telah diratakan ke tanah oleh Bodil dan Amara.


Karena tempat itu baru saja menjadi lokasi pembantaian, energi kematian sangat padat disana. Jika goblin tidak membawa mayat-mayat itu pergi, hanya butuh waktu beberapa jam agar mereka bangkit kembali sebagai Undead.


“Kakak! Kita berhasil, hahahhh... Sekelompok pria busuk itu akan diubah menjadi kotoran goblin sekarang! ” Alice bersorak dengan senang.


“Hmm... Meskipun korban jiwa lebih banyak dari yang telah diprediksi. tetapi secara keseluruhan, ini adalah kemenangan yang sangat memuaskan. Kita bisa menjadikan pertempuran pertama ini sebagai pembelajaran untuk kedepannya. ” kata Aaron


"benar... Raluk juga dapat memimpin pasukannya dengan baik di medan perang, meskipun ditengah-tengah pertempuran terjadi beberapa masalah karena pria bermata satu itu.


Untungnya Raluk tidak kehilangan ketenangannya, dan berhasil menyusun rencana untuk membalikkan kembali alur pertempuran"


"Pria bermata satu? Maksudmu pemimpin bandit? Hmm... Dia memang cukup kuat untuk standar orang lemah"


Aaron mengkategorikan kekuatan tempur orang-orang di dunia menjadi tiga kelompok, Lemah, kuat dan sangat kuat.


Lalu, untuk Alice dan Aaron, keduanya masuk dalam kategori kuat. sedangkan untuk kelompok sangat kuat, hanya ada 4 orang yang Aaron tau masuk dalam kategori itu saat ini.


"benar... Benar, pria itu. aku cukup tertarik dengan pedang yang dia gunakan, sayangnya, Amara menghapus semuanya sampai tak tersisa apa pun. "


"pedang api itu memang cukup kuat, tapi itu hanya senjata sihir, Ada banyak item seperti itu di gudang."


"tapi, meskipun begitu.... " kata Alice sambil menggembungkan pipinya


"Saya lebih tertarik dengan kemampuan tempurnya, kerja sama timnya cukup baik. Dari awal sampai akhir, dia berhasil mendominasi pertempuran dan memenangkan pertarungan melawan Corpse Golem. Meskipun pada akhirnya dia tetap kalah ditangan Amara dan Bodil" kata Aaron


"dia kalah karena tidak menggunakan enam pedang petir dan menunggangi kuda harley di medan perang" gumam Alice

__ADS_1


{ket: here we go! let's party...!!!!!}


"apa yang baru saja kamu katakan? "


"hahh... Tidak, tidak ada. Aku tidak mengatakan apa pun, Kakak salah dengar"


"....., begitukah? Hmmm... Mungkin memang begitu"


'huftt...'


Mereka senang dengan kemenangan pertama mereka di luar labirin, meskipun mereka hanya melawan kelompok bandit. itu sudah dapat disebut sebagai prestasi yang membanggakan.


Selain itu, Aaron juga mendapatkan banyak ide baru yang bisa dia terapkan dalam strategi yang akan dia gunakan diperang-perang selanjutnya.


Setelah mereka merasa puas mengamati medan perang, gambar yang ditampilkan kristal proyeksi berubah menjadi gambar bagian dalam labirin.


Jumlah petualang yang menyerang labirin terus meningkat setiap harinya.


Meskipun jumlah orang yang mati di labirin bertambah semakin banyak, itu tidak membuat mereka takut. Malahan mereka menjadi lebih bersemangat untuk menjelajahi bagian dalam labirin.


Keduanya tidak membenci jumlah petualang yang semakin bertambah, karena semakin banyak pula pengorbanan yang mereka dapatkan karena hal itu. Hanya saja, entah kenapa jumlah harta yang berhasil mereka ambil juga meningkat drastis.


Meskipun serangga-serangga itu kuat dan mematikan, mereka tidak terlalu pintar. Selain itu, para petualang juga sudah terbiasa melawan mereka.


Bahkan ada beberapa party petualang yang mulai berkumpul bersama dan mendiskusikan cara untuk meminimalisir jumlah korban jiwa.


Peta juga sudah jadi, meskipun itu hanya peta kasar. Tapi setidaknya para petualang akan tau lokasi mereka di dalam labirin dan kemungkinan untuk tersesat menjadi semakin kecil.


Aaron dan Alice tidak tahu tentang hal ini. Mereka bahkan menduga kalau masalahnya terletak pada jumlah monster yang terlalu sedikit untuk menahan para petualang yang bertambah banyak.


“Kakak, sepertinya jumlah petualang semakin bertambah banyak. Pasukan serangga sudah tidak bisa menahan meraka, kita harus mengambil langkah tegas sekarang." kata Alice sambil tersenyum licik, memandangi para penyusup


Dia terlihat sedang memikirkan rencana jahat saat ini.


“....., sepertinya begitu. tapi kita tidak bisa memasang monster kuat disana, para petualang mungkin akan ketakutan dan tidak akan pernah datang lagi.


"Aku punya saran, Bagaimana kalau kita gunakan Corpse golem, mereka tidak terlalu kuat. Bahkan pria mata satu itu berhasil mengalahkannya" Alice mengusulkan


"Tidak, Corpse golem adalah monster sekali pakai, mereka tidak bisa di jadikan penjaga. Selain itu, biaya pembuatanya juga cukup mahal dan mereka tidak terlalu pintar. Aku khawatir mereka akan menghancurkan labirin saat mengamuk. Tapi karena ini masukan darimu, saya mungkin bisa mempertimbangkannya.

__ADS_1


Bagaimana? Apa kamu bersedia untuk memperbaiki kerusakan yang mungkin mereka lakukan nanti?" kata Aaron sambil menggoda adiknya.


Alice adalah orang yang bertugas melakukan perawatan pada labirin. Setiap hari dia akan Mengecek kondisi labirin dan memperbaiki bagian yang rusak.


Semakin banyak kerusakan yang terjadi, maka semakin banyak pula mana yang harus dia keluarkan.


Selain itu, pekerjaan utamanya sebagai master labirin adalah untuk membangun labirin.


Jadi, dia benar-benar membutuhkan banyak mana.


Jika setiap hari mananya habis hanya untuk melakukan perawatan, butuh waktu berapa lama agar labirin selesai dibangun.


Alice paling membenci yang namanya pekerjaan tambahan.


Saat diawal-awal kemunculan labirin, banyak petualang yang menghancurkan tembok labirin untuk membuat jalan pintas saat itu.


Hal ini tentu saja membuat Alice sangat marah, pekerjaannya bertambah semakin banyak karena perbuatan mereka. Jadi, dia mengutuk mereka semua menggunakan sihir kegelapan [bad luck].


Orang-orang yang terkena kutukan Alice mengalami kematian yang tragis, ada yang mati tenggelam karena tertidur saat makan sup, ada yang mati tersedak setelah makan bakso, ada juga yang mati karena mengalami dehidrasi setelah BAB tanpa henti selama berhari-hari dan bahkan ada petualang yang mati karena terpeleset setelah tidak sengaja menginjak mayat dari ulat pemakan tengkorak.


Awalnya petualang lain menganggap kematian orang-orang itu karena nasib mereka saja yang lagi sial. Tetapi, setelah beberapa hari berlalu, jumlah petualang yang mati konyol bertambah semakin banyak.


Para petualang merasa ada yang aneh, mereka mulai menyelidiki masalah ini dari awal dan berhasil menemukan kesamaan dari semua korban yang telah mati.


Sebelum orang-orang itu mati, mereka sempat menghancurkan tembok labirin.


Jadi, para petualang mulai menyebarkan rumor tentang tembok labirin yang telah dikutuk. Siapa pun yang menghancurkan tembok itu akan mengalami kematian tragis.


Tentu saja tidak semua petualang mempercayai rumor itu, bahkan ada seorang petualang yang dengan sombongnya ingin membuktikan kebenaran dari rumor itu.


Dia benar-benar menghancurkan tembok labirin.


Alice yang saat itu sedang asik bersantai setelah menyelesaikan pekerjaan berat, sangat marah setelah mengetahui hal ini. Dia langsung menggunakan skill [Instant Karma] untuk membunuh pria itu.


Disaat pria itu ingin memasuki lubang ditembok, reruntuhan dari tembok yang sebelumnya dia hancurkan menimpah tubuhnya dan menghancurkanya menjadi bubur daging.


orang-orang yang menyaksikan kejadian itu sangat terkejut, Sekaligus berterimakasih atas pengorbanan pria bodoh itu. Berkat dia, mereka tidak perlu membahayakan keselamatan diri mereka sendiri untuk membuktikan kebenaran.


Setelah insiden itu, tidak ada lagi petualang yang berani merusak tembok labirin dengan sengaja.

__ADS_1


Karena hal ini, pekerjaan Alice manjadi lebih ringan dan dia memiliki lebih banyak waktu luang untuk bersantai.


__ADS_2