
Ada dua kota di bagian utara Kerajaan Liberas yang hanya memiliki populasi lebih dari sepuluh ribu orang. Salah satunya adalah Bacau, sedangkan yang lainnya adalah kota Ra'Vella.
Ra'Vella terletak disebelah timur kota Bacau, meskipun itu hanya kota kecil, tetapi itu jauh lebih maju dibandingkan dengan kota Bacau.
Karena jarak kedua kota tidak terlalu jauh, biasanya pasukan yang dipimpin oleh Jasper akan berpatroli antara dua kota ini.
Mereka akan mengamankan jalan utama yang menghubungkan keduanya dari serangan monster ataupun bandit dan melindungi para pelancong yang sedang berpergian.
"Namun, mengapa sang putri tiba-tiba ingin mengunjungi Bacau?" tanya Jasper
"A, aku tidak tahu. Ketika aku ingin menanyakan alasannya, aku ditolak … "
“Cih..., masalah yang merepotkan. ”
Wajah Jasper menjadi masam setelah mendengar laporan bawahannya.
Sebelumnya, dia menjalankan tugasnya seperti biasa. berparpatroli, mengamankan jalan utama yang biasa dilewati para pelancong.
Setelah menyelesaikan tugas hariannya, biasanya dia akan beristirahat di kota Ra'Vella untuk sementara waktu sebelum kembali ke kota Bacau.
Tetapi hari ini agak berbeda, disaat dia ingin pulang, tiba-tiba pengawal pribadi sang putri menghampirinya dan memberinya tugas untuk mengawal sang putri ke kota Bacau.
Jasper yang mendengar ini tentu saja terkejut, biasanya tugas penting seperti ini akan dilakukan oleh pasukan pertahanan kota yang memiliki kekuatan tempur yang kuat.
Selain itu, jumlah prajurit yang dia miliki saat ini, tidak memenuhi standar minimum.
Saat menjaga anggota keluarga kerajaan, seharusnya jumlah tentara yang mengawal setidaknya minimal 50 prajurit atau setara dengan satu pleton pasukan.
Tetapi kelompoknya saat ini hanya berjumlah 26 orang, jauh dari jumlah minimum yang dibutuhkan.
Karena merasa ada yang aneh, Jasper mencoba untuk menambahkan prajurit kota Ra'Vella sebagai pasukan pengawal tambahan untuk menutupi kurangnya jumlah personil.
Tetapi, entah kenapa pengawal pribadi sang putri malah melarangnya dan mengatakan kalau ini permintaan khusus dari sang putri.
Putri tidak ingin kalau keberadaannya dikota sampai diketahui oleh tuan feodal, selain itu tuan putri juga berjanji akan memberinya keuntungan yang melimpah jika dia menjalankan tugasnya dengan baik.
Karena ini permintaan dari tuan putri sendiri, mau tidak mau dia hanya bisa menerimanya.
Selain itu, dia juga sangat tertarik setelah mendengar akan mendapatkan hadiah.
"Lalu, bagaimana dengan Kondisi jalan utama? " tanya Jasper
"Para prajurit pengintai sudah dikirim sebelumnya dan tidak ada tanda-tanda yang mencurigakan. Meskipun beberapa hewan liar sesekali terlihat disekitar jalan, tetapi kami belum melihat tanda-tanda kemunculan monster atau pun bandit. " kata bawahannya.
"Huumu... Humu... "
"Sudah beberapa hari belakangan ini kondisi jalan utama menjadi sangat aman, biasanya kita akan bertarung melawan bandit atau monster sekali atau dua kali setiap kali melakukan patroli, tapi belakangan ini mereka tidak muncul sekalipun" bawahannya melanjutkan
"Hal ini mungkin berkaitan dengan aktivitas para petualang yang semakin aktif dipinggiran hutan.
__ADS_1
Selain itu insiden di gunung Torli yang terjadi beberapa hari yang lalu, mungkin juga menjadi alasannya.
Ayah ku sudah mengirim pak tua Hector untuk menyelidiki masalah ini, seharusnya tidak akan lama lagi sebelum kebenaran akan muncul" kata Jasper
"Sejujurnya aku merasa cukup bersyukur dengan situasi saat ini, berkat insiden itu pekerjaan kita menjadi lebih mudah. Hahahahhh... " jawab bawahannya.
"Ya, semuanya menjadi lebih mudah"
Meskipun intuisinya mengatakan kalau ada sesuatu yang aneh tentang masalah itu, dia memilih untuk mengabaikannya.
Saat ini dia memiliki masalah yang lebih penting untuk dipikirkan.
'Melihat situasi saat ini, seharusnya tidak akan jadi masalah jika hanya kami yang mengawal tuan putri. selain itu, aku mungkin bisa memanfaatkan kesempatan ini untuk memberikan kesan baik pada tuan putri.
Jika semuanya berjalan baik, aku mungkin bisa membentuk koneksi dengannya dan peluang untuk menjadi ahli waris akan menjadi lebih besar.
Benar, Aku harus memanfaatkan kesempatan ini sebaik mungkin. '
Mekipun dia masih memiliki peluang menjadi ahli waris sebagai anak kedua, tetapi kakaknya membuatnya putus asa.
Kakaknya jauh lebih baik darinya, dia lebih kuat, lebih pintar, lebih disukai orang-orang, selain itu ayahnya juga lebih mendukung kakaknya dibandingkan dengannya.
Selama kakaknya masih ada, dengan semua kelebihan yang dia miliki, mustahil baginya untuk mewarisi posisi ayahnya sebagai tuan Feodal.
Rasa inferioritas yang kuat akan membanjiri dirinya, setiap kali dibanding-bandingkan dengan kakanya.
Tatapi, saat ini sebuah peluang muncul dihadapannya, selama semuanya berjalan sesuai dengan rencana, kemungkinan peluang untuk menggeser kakaknya sebagai ahli waris akan terbuka lebar.
Setelah meyakinkan dirinya sendiri, dia memerintahkan bawahannya untuk bersiap dan memulai perjalanan.
Dikawal oleh pasukan ekspedisi, sang putri yang menunggangi kuda bersama dengan pengawal pribadinya, perlahan-lahan bergerak menuju gerbang barat kota Ra'Vella.
Jika Jasper adalah seorang Jendral yang baik, dia benar-benar tidak akan membiarkan tuan putri dikawal dengan jumlah pasukan yang kecil, bahkan jika tempat yang akan dia datangi terbukti sudah aman sekali pun.
Seharusnya, dia mengajukan permintaan ke tuan Feodal meskipun dilarang olehnya, karena ini semua demi keselamatan sang putri.
Namun, saat ini, Jasper tidak melakukan hal itu.
"Tuan Jasper, apa anda akan pergi sekarang? Tidak seperti biasanya... "
Salah satu penjaga gerbang berjalan menghampiri mereka setelah melihat rombongan pasukan Jasper berhenti didepan gerbang yang dipenuhi dengan antrian orang.
"Ya, ada beberapa urusan penting yang harus ku selesaikan, bisakah kau membuka gerbang samping untuk ku? " jawab Jasper terlihat terburu-buru.
Disaat Jasper sedang berbicara, penjaga gerbang itu terus-menerus memperhatikan anggota pasukannya, seolah-olah sedang melakukan penyelidikan.
"Bolehkah aku tau siapa wanita yang ada didalam rombonganmu? " tanya Prajurit itu dengan curiga.
Disaat dia mendengar pertanyaan dari prajurit itu, Jasper langsung memutar otaknya dengan keras, mencari alasan yang dapat meyakinkan pria itu.
__ADS_1
"Mereka berdua adalah petualang dari kota Cervi yang ingin mengunjungi labirin yang baru-baru ini ditemukan didekat kota Bacau" jawab Jasper dengan percaya diri.
"...., Petualang !? Lalu, kenapa mereka ada... "
"Ahh..., anggap Itu sebagai hadiah pertemanan dariku " kata Jasper.
Sebelum prajurit itu sempat menyelesaikan kata-katanya, bawahan terdekat Jasper langsung menyodorkan kantong kecil kearahnya sebagai biaya tutup mulut.
Tidak perlu membuka kantong itu untuk mengetahui apa isinya, dari suara gemericik yang dihasilkan oleh kantong itu sudah membuat orang dapat menebak apa isinya.
Prajurit itu langsung mengambil kantong yang diberikan diberikan oleh bawahan Jasper tanpa sungkan sedikitpun.
"Hahahahhh... Sepertinya tuan Jasper sedang terburu-buru saat ini, maaf telah menghambatmu, Aku akan segera membuka gerbangnya dan membuat surat izinnya" kata prajurit itu
Dia berlari menuju gerbang kecil yang berada disamping gerbang utama dengan senyum lebar diwajahnya.
“Cihh... Lintah darat sialan " Jasper mengumpat sambil memandangi prajurit itu.
{ket: kau juga sama saja bjirrr.. }
Tanpa memikirkan konsekuensi yang akan terjadi padanya, jika dia sampai gagal melindungi sang putri.
Jasper bahkan berani menyogok prajurit yang menjaga gerbang, Untuk melancarkan rencananya.
Dia telah sepenuhnya terpikat oleh keuntungan dan masa depan cerah yang akan dia dapatkan, jika berhasil menjalankan tugasnya dengan baik.
Jeanne yang sejak tadi mengawasi tiangkah laku mereka, merasa pahit melihat praktek korupsi yang terjadi didepan matanya sendiri.
Sejujurnya dia sangat tidak menyukai perbuatan seperti ini terjadi di kerajaannya.
Tetapi disaat yang sama, dia juga merasa senang karena kebodohan dan keserakahan yang mereka miliki.
Karena hal itu, dia dapat mengendalikan mereka jauh lebih mudah.
Setelah menunggu beberapa saat, gerbang samping akhirnya tebuka dan surat izin untuk meninggalkan kota telah didapatkan.
Jasper yang melihat ini, memerintahkan anak buahnya bergerak dengan cepat, dia tidak ingin membuang-buang waktu lebih lama lagi.
Jeanne menurungkan tudung jubahnya lebih dalam lagi, untuk menyembunyikan wajahnya sebanyak mungkin.
Ditemani oleh pengawal pribadinya, Ingrid, mereka memacu kudanya dengan cepat menuju kota Bacau.
"Aku sudah tidak sabar menantikan pertemuan kita, setelah sekin lama, akhirnya aku bisa bertemu denganmu lagi"
Mengabaikan Jasper yang sedang menginstruksikan bawahannya dengan suara keras.
Jeanne berkata pada dirinya sendiri, sambil memegang permata indah yang ada didadanya.
Dia terlihat sangat senang saat ini, orang yang awalnya dia anggap telah mati ternyata masih hidup.
__ADS_1