
Dibagian Timur laut, pintu masuk Labirin.
"Sepertinya belum ada petualang yang berhasil menemukan gerbang ini, Baguslah! " ucap Dustin.
Secara teknis sebenarnya para bandit sudah menemukan gerbang masuk itu, tetapi mereka semua dibunuh sebelum sempat menyebarkan berita penemuan mereka ke publik.
berhubung sebelumnya Dustin sedang menjalankan misi, jadi dia belum tau tentang masalah itu.
Saat ini, dia sedang berjalan menyusuri lorong-lorong labirin tanpa bertemu satupun petualang.
Tentu saja, dia tidak takut dengan mereka. Hanya saja dia khawatir kalau teman-temannya akan terperangkap dalam pertempuran dan terluka.
Itu benar, dia punya teman seperjalanan sekarang.
"Putri, mari kita berhenti di sini. Jika kita terus maju, aku khawatir kita mungkin tidak bisa keluar lagi! ” Ingrid masih mencoba untuk membujuk Jeanne.
Sebelumnya, Ingrid membutuhkan banyak usaha untuk mengejar keduanya.
Bahkan ditengah-tengah pengejaran, kaki kuda yang dia tunggangi sampai patah karena tidak sengaja tersangkut di akar pohon.
Terpaksa dia harus berlari untuk mengejar mereka, tapi untungnya dia berhasil menyusul keduanya dan bertemu dengan sang putri di depan gerbang masuk labirin.
“Jangan memaksaku untuk mengatakannya lagi. Bahkan jika aku kembali hidup-hidup sekarang, tubuh ku dan kerajaan pasti akan digunakan oleh kerajaan besar itu sampai hancur.
Karena sejak awal tidak ada happy ending diujung jalur itu, maka izinkan aku untuk mengambil rute lain yang ending belum bisa ditebak. " ucap Jeanne
"Ta, tapi, belum tentu... "
"Berhenti, aku tau apa yang ingin kamu katakan. Bahkan jika rute ini juga terbukti gagal, Aku tidak akan menyesali pilihanku” ucap Jeanne sambil memandangi pengawal pribadinya.
Sementara percakapan semacam ini terjadi antara Putri Kerajaan Liberas, Jeanne dan pengawal pribadinya, Ingrid.
Suara rantai tiba-tiba bergema disepanjang lorong.
"Hiii... "
Mendengar suara itu, Ingrid menjadi terkejut dan mencoba untuk berdiri di depan sang putri.
Meskipun dia merasa ketakutan, Ingrid tidak melupakan tugasnya sebagai pengawal sang putri.
"Tidak perlu setegang itu. Bagaimanapun, kita sudah menjadi teman seperjalanan untuk saat ini. Bukankah begitu, Pochi! " ucap Dustin dengan nada mengejek.
“ 'untuk saat ini' katamu!? Putri, dia berkata 'untuk saat ini'! Aku benar-benar mendengarnya dengan jelas! Kita tidak bisa mempercayai orang ini” Pekik Ingrid.
"Tenanglah, dia hanya bercanda denganmu " ucap Jeanne.
Mengabaikan ksatria wanita yang terus melolong sambil menunjuk Dustin dengan kasar, Jeanne berkata kepada Azure Knight itu.
"Aku sangat menyesal atas keributan yang dia sebabkan. ”
__ADS_1
"Aku tidak keberatan. Seperti anjing yang sedang menggonggong untuk mencari perhatian tuannya… kau hanya perlu mengajaknya bermain atau sedikit melatihnya untuk membuatnya kembali tenang, aku tidak akan membenci tingkah laku seperti itu. ” ucap Dustin.
"Hy, hyii..... " Ingrid mundur lebih jauh ke belakang.
“Apakah kamu ingin melatihnya? Yah, mungkin itu bukan ide yang buruk! ''
Jeanne mengatakan itu dengan senyum sinis setelah melirik ksatria wanita yang terlihat menyedihkan.
"P, putri... !" Ingrid terlihat panik.
"Hehehehhh, aku hanya bercanda. Aku tidak akan menyerahkanmu secara gratis karena kamu adalah aset yang berharga untukku. Jadi, yakinlah dan berhentilah berdebat. " ucap Sang putri sambil tersenyum lebar.
'Ehhh... Bukankah itu berarti, anda akan menyerahkanku padanya jika dia berani membanyar?' kata Ingrid dalam hati
Ingrid langsung menutup mulutnya, setelah mengetahui pesan tersembunyi dari kata-kata tuannya.
Dengan mata merah kecokelatannya, sang putri melirik ksatria wanita itu dan membungkamnya.
Entah kenapa Ingrid dapat memahami makna dari tatapan sang putri, 'kalau kamu sudah mengerti, maka diamlah! ', setidaknya isi pesannya seperti itu.
Sambil menatap mata merah pekat itu, Ingrid tidak bisa mengatakan apa-apa.
Dia merasa bahwa apa yang dikatakan sang putri mungkin akan menjadi kenyataan jika dia terus melawan.
Setelah mendapatkan tekanan dari sang putri, dia sudah kehilangan minatnya untuk melanjutkan perdebatannya dengan Dustin.
Putri adalah orang yang bijak, Jika saja sang Raja memiliki cara berpikir seperti anda, kerajaan ini mungkin tidak akan terjebak ke dalam lubang berlumpur seperti sekarang“ ucap Ingrid sambil menghelah nafas.
Sebenarnya, Jeanne memiliki Skill rahasia yang disebut [Red Moon Eyes] dan dia menggunakan skill ini untuk membuat Corias terdiam sebelumnya.
Awalnya, itu adalah Skill rasial yang dimiliki oleh ras Moon Elf yang dulu tinggal di sekitar tempat ini.
Tetapi, entah kenapa dia juga bisa menggunakannya. Sepertinya, rumor kalau dia memiliki garis keturunan Elf adalah benar.
Karena kedua orang tua Jeanne sama-sama seorang manusia, kemungkinan besar salah satu leluhurnya yang memiliki darah peri.
Jeanne telah merahasiakan kemampuannya ini sejak lama, bahkan kedua orang tuanya tidak tahu tentang hal ini.
Keterampilan ini akan memberi penggunanya bonus besar ketika melakukan negosiasi dengan orang lain.
Tetapi, karena dia hanya mewarisi garis darah Moon Elf yang tipis, ada beberapa batasan dalam penggunaan skill tersebut.
Pertama, ada batasan tingkat kecerdasan target.
Setidaknya, target harus lebih bodoh darinya atau minimal memiliki kepercayaan padanya, jika tidak skill itu tidak akan bekerja dengan baik.
Sebelumnya, dia sempat menggunakan skill ini saat mencoba bernegosiasi dengan ayahnya dan para pejabat pemerintahan serta para ksatria sebagai bahan uji coba untuk melihat sejauh mana batasan skillnya.
Tetapi, hasilnya tidak terlalu baik, hanya beberapa ksatria terdekatnya yang berhasil terpikat.
__ADS_1
Mereka adalah orang-orang yang sebelumnya dia perintahkan menjadi agen rahasia untuk mengumpulkan informasi.
Yang kedua adalah jarak, dia perlu melihat mata targetnya dari jarak dekat.
Dia juga sudah melakukan uji coba tentang hal ini sebelumnya dan menemukan kalau jarak ideal agar skill berfungsi dengan baik adalah satu meter.
Semakin jauh target, maka akan semakin kecil juga kemungkinan skill dapat mempengaruhi target.
Dan yang terakhir adalah skill ini memiliki batasan berapa kali itu bisa digunakan dalam sehari.
Dari hasil uji coba yang telah dia lakukan sebelumnya, skill ini hanya bisa digunakan 5 kali dalam sehari.
Tetapi, jika target sejak awal memang tidak memiliki niatan untuk bernegosiasi sama sekali, maka bonus negosiasi yang dimiliki skill itu tidak akan berguna.
Ngomong-ngomong, ini keempat kalinya dia menggunakan skillnya hari ini.
Yang pertama adalah saat dia memerintahakan Jasper untuk mengantarnya ke kota Bacau.
Yang kedua adalah pada prajurit yang sedang mempersiapkan kuda, dan yang ketiga digunakan pada Azure Knight, Dustin.
'Sejujurnya, aku cukup terkejut setelah mengetahui kalau kemampuan ku ini efektif pada Dustin. Tapi, aku ragu kalau kekuatan ini akan bekerja pada Aaron, dia Sejak awal lebih pintar dariku ' ucap Jeanne dalam hati.
Sambil mengingat pangeran muda kerajaan sihir yang dia temui enam tahun lalu, sang putri dari negara kecil itu tersenyum dalam kenangan.
Pangeran yang memiliki mata biru tua dan rambut kuning ke emasan serta senyum ceria di wajahnya yang membuat orang-orang terpesona....
'Apa Aaron masih mengingat ku sekarang? Lagipula, dia adalah pria yang sangat populer saat itu. Bukan hanya wanita, bahkan para pria berbondong-bondong mendekatinya untuk mengajaknya berteman. ' ucap Jeanne terlihat ragu.
Bagi Jeanne, Aaron adalah teman pertama sekaligus spesial untuknya.
Sampai sekarang, dia masih bisa mengingat dengan jelas, saat pertama kali dia bertemu dengannya.
Disaat anak-anak lain menjauhinya karena statusnya sebagai putri dari kerajaan kecil, hanya Aaron yang dengan senang hati mengajaknya bermain tanpa memandang statusnya saat itu.
Itu adalah salah satu momen yang paling membahagiakan dalam hidupnya.
Tetapi, disaat informasi tentang kehancuran kerajaan sihir dan berita tentang kematian semua anggota keluarga kerajaan mulai menyebar keseluruh benua.
Hal itu membuatnya sangat sedih dan terpukul, karena itu artinya dia sudah tidak bisa bertemu dengannya lagi.
Tapi, setelah dia mendengar informasi tentang keberadaannya dari Ingrid, itu membuatnya sangat terkejut sekaligus senang.
Sebagai sisa-sisa dari kerajaan sihir yang besar.... Dia masih belum tahu mengapa Aaron dan Alice mendirikan tempat tinggalnya di negara kecil dan terpencil ini.
Tetapi, sebagai seorang putri dari kerajaan kecil ini, sudah sepatutnya dia menyambut mereka dan jika mungkin, dia ingin membangun hubungan yang baik dengan keduanya.
“…., Sepertinya negosiasi ini akan menentukan hidup dan matiku. " ucap Jeanne sambil bergumam dengan suara rendah.
Dibimbing oleh Dustin, dia berjalan menuju pusat labirin bawah tanah. tempat [Throne Room] berada.
__ADS_1