Labyrinth Kingdom

Labyrinth Kingdom
Chapter 93. Getaran labirin


__ADS_3

Berapa menit sebelumnya.


Dustin mengantar kelompok Raluk kembali ke desa goblin untuk beristirahat seperti yang diperintahkan Alice.


"Tubuh ku terasa aneh saat ini. " ucap Sarkas.


"Aku juga merasakannya, semuanya terlihat kecil sekarang. " balas Vancel.


"Tentu saja kau akan merasa seperti itu, lagipula tubuh barumu tingginya hampir dua meter. " ucap Macaron, salah satu Hobgoblin wanita.


"Tetapi, ini benar-benar luar biasa. " kata Roderick sambil memeriksa kondisi tubuh barunya.


Penampilan goblin-goblin itu benar-benar sangat jauh berbeda dari yang sebelumnya.


Beberapa dari mereka bahkan masih tidak percaya dengan perubahan yang mereka miliki saat ini dan menganggap kalau mereka sedang bermimpi.


"Butuh proses untuk membiasakan diri dengan tubuh baru yang kita miliki.


Mungkin untuk beberapa hari ke depan, kita akan mengalami beberapa masalah karena perubahan ras yang kita alami. Jadi, tujuan kita saat ini adalah mencari tau keunggulan yang dimiliki tubuh baru kita dan menguasainya secepat mungkin. " jelas Raluk.


"Ya! Ya! Terutama untuk skill rasial, sepertinya ada perubahan besar yang terjadi dibagian itu. " lanjut Gula.


Sementara para EX-Goblin mendiskusikan tentang perubahan besar yang telah mereka alami.


Para mantan petualang yang menyaksikan perubahan yang dimiliki para goblin juga sibuk berdiskusi satu sama lain.


"Tuan Alice benar-benar luar biasa, dia dapat mengubah goblin yang lemah menjadi Hobgoblin yang kuat dengan mudah. " puji Conley.


"Ya! Aku juga tidak menyangka kalau hal ini akan terjadi. Jika itu goblin-goblin normal yang tinggal di alam liar, mungkin butuh waktu yang sangat lama dan keberuntungan yang sangat besar agar mereka dapat berevolusi menjadi Hobgoblin yang lebih superior. " ucap Amara.


Goblin yang hidup di alam liar memiliki kemungkinan yang sangat kecil untuk berubah menjadi Hobgoblin.


Mungkin dari ratusan jutaan goblin yang hidup di alam liar, hanya satu yang dapat berevolusi menjadi Hobgoblin dan menyandang gelar sebagai king Goblin.


"Jika informasi tentang eksperimen ini sampai bocor kepublik, mungkin banyak negara yang akan panik dengan hal itu. " ucap Bodil.


"Kerajaan mana yang tidak akan panik saat mendengar informasi tentang seseorang yang telah berhasil memproduksi massal para Hobgoblin muncul. " balas Ingrid.


Dia mengingat kembali dongeng-dongeng yang pernah kakeknya ceritakan padanya.


Kisah itu berhubungan dengan raja Goblin pertama yang telah membuat banyak kekacauan di masa lalu.


"Bercerita tentang Hobgoblin, ini mengingatkan ku pada insiden yang terjadi 600 tahun yang lalu. " ucap Conley.


"Yang kamu maksud adalah rencana penaklukan yang dipimpin oleh raja Goblin pertama, bukan? " tanya Ingrid.

__ADS_1


"Ya! Raja Goblin Andior, salah satu anggota Naraku. Dia Hobgoblin pertama yang lahir secara alami di alam liar dan menjadi sumber masalah pada zaman itu. " ucap Conley.


"Kalau aku tidak salah ingat, Raja Goblin itu memiliki ambisi yang sangat besar dan berniat untuk menguasai seluruh benua.


Dengan bantuan anggota Naraku lainnya, dia berhasil menaklukkan banyak kerajaan saat itu.


Meskipun pada akhirnya dia dibunuh oleh Raja pedang dan organisasi Naraku juga dihancurkan tidak lama setelahnya. " ucap Ingrid.


"Ohhh! Kamu cukup tahu tentang cerita itu rupanya! " ucap Conley.


"Kakek ku pernah menceritakannya padaku dan aku juga sempat membaca beberapa buku sejarah di perpustakaan Kerajaan. " ucap Ingrid.


"Aku juga pernah mendengar cerita itu, awalnya aku hanya menganggapnya sebagai dongeng tetapi, sepertinya cerita itu benar. " ucap Bodil.


Dia memandang para Hobgoblin yang berjalan di depannya dengan seksama.


Bodil dapat dengan jelas merasakan energi besar yang dipancarkan para Hobgoblin itu.


Meskipun saat ini energi mereka terlihat tidak stabil tetapi, dia tau seberapa kuat kekuatan yang dimiliki para EX-Goblin jika mereka berhasil menguasai tubuh baru mereka.


'Meskipun begitu, yang membuat ku paling terkejut adalah perubahan yang dimiliki Raluk dan ketiga goblin betina lainnya. Mereka benar-benar berbeda dari yang lainnya, apa semua Ras Kosmik memiliki kekuatan sekuat ini? ' Bodil bertanya-tanya.


Disaat kelompok itu asik bercerita satu sama lain, akhirnya mereka tiba di desa goblin.


Para goblin yang sudah menunggu kedatangan mereka sejak tadi, berlari keluar untuk menyambut kelompok Raluk yang berhasil selamat.


"Siapa kalian? " tanya goblin yang paling tua di desa.


"Dimana tuan Raluk? " tanya goblin muda yang berdiri di sebelah goblin tua itu.


Dia memandangi kelompok yang datang dengan semangat tinggi.


"Apa yang kau katakan? Bukankah sudah jelas kalau dia sedang berdiri dihadapanmu. " ucap Macaron.


"Haah... Dimana? " Tanya Goblin muda itu.


Dia mengamati kelompok yang datang ke desa dan melihat sekelompok manusia serta anak manusia yang berdiri dihadapannya.


Tetapi, tidak ada satupun goblin diantara mereka.


"Dan siapa kau? " tanya goblin muda itu lagi dengan bingung sambil menatap orang yang berbicara padanya.


"Aku kakakmu, anak nakal. " ucap Macaron sambil menjitak kepala bocah goblin itu.


"Ouch...! Rasa sakit yang familiar ini, tidak mungkin... Apa kau kak Macaron? " tanya bocah goblin itu dengan tidak percaya.

__ADS_1


"Tentu sajalah bodoh! Menurutmu siapa lagi yang ingin repot-repot menghukum anak nakal sepertimu. " ucap Macaron sambil menjepit leher adiknya.


"Ugh... Berhenti! Wakatta! Wakatta...! " ucap bocah goblin itu sambil berusaha untuk melepaskan diri dari kuncian kakaknya.


Goblin tua yang mengamati pertengkaran kedua saudara itu, memandang ke arah Raluk yang berdiri di sebelah Dustin.


"Apa itu anda tuan Raluk? " tanya goblin itu terlihat ragu.


"Ya, Elder Lorus! apa penampilan ku sangat jauh berbeda, sampai-sampai kalian tidak dapat mengenali ku lagi? " ucap Raluk.


"Berbeda dengan para Hobgoblin yang masih memancarkan aura familiar meskipun penampilan mereka telah berubah.


Tetapi Anda, Tidak hanya penampilan, bahkan Aura yang anda miliki saat ini sangat berbeda dari yang sebelumnya. " jawab Elder Lorus.


"...., Kamu mungkin benar, lagipula Ras ku sudah benar-benar berubah sekarang. " ucap Raluk sambil menatap tangan kecilnya setelah berfikir sejenak.


Meskipun tangan itu terlihat lemah dan kurus, ada kekuatan besar yang tersembunyi di dalamnya.


Elder Lorus tiba-tiba bersujud di tanah dan Goblin lain mengikutinya.


"Selamat atas kekuatan baru yang kalian dapatkan para pejuang terpilih, takdir ras kita berada ditangan kalian sekarang.


Ras kita tidak akan ditindas dan dipandang rendah lagi, mulai sekarang kita dapat berdiri sejajar dengan ras lainnya tanpa rasa malu.


Tuan Raluk kami mohon bimbin.... "


"BOOOOMMMMM... "


Suara ledakan keras memotong perkataan Elder Lorus.


Tanah mulai bergetar kuat setelah ledakan keras itu.


"A, apa...? "


"Apa yang sedang terjadi? " teriak Raluk.


Sambil mempertahankan postur tubuhnya, dia memandang ke arah [Throne Room] yang menjadi sumber suara ledakan sebelumnya.


[Gale Movement]


Dustin yang berdiri dengan tenang sebelumnya berubah menjadi angin dan langsung berlari dengan cepat ke arah [Throne Room] tanpa mengucapkan sepatah katapun.


"....."


"Kalian semua tetap disini, aku akan pergi mengecek situasinya terlebih dahulu. " ucap Raluk

__ADS_1


Dia berlari dengan cepat mengikuti Dustin dari belakang menuju [Throne Room].


Sumber dari kekacauan saat ini.


__ADS_2