Labyrinth Kingdom

Labyrinth Kingdom
Chapter 02. Pembalasan Dendam


__ADS_3

Lima tahun sejak kerajaan Sihir runtuh.


Negara-negara aliansi yang dipimpin oleh Kerajaan Aria adalah dalang dari hancurnya kerajaan tersebut.


Mereka memperbudak orang-orang yg sebelumnya adalah warga kerajaan, menjarah rumah-rumah mereka dan membagi wilayah kekuasaan yang dimiliki kerajaan dengan senang hati.


Namun, di tempat yang tidak diketahui siapa pun, seseorang sedang mengawasi reruntuhan kerajaan sihir dari kejauhan.


Mereka adalah sisa-sisa dari kerajaan yang telah jatuh.


Pangeran dan puteri kerajaan sihir yang telah dianggap mati, sepasang saudara kandung yang merupakan ahli waris terakhir kerajaan.


**************


Di tengah hutan yang gelap.


Daun-daun pepohonan bergoyang tertiup angin, suara serangga yang berdengung seolah-olah saling menyapa terdengar di setiap sudut hutan.


Suara lolongan serigala dan raungan binatang buas yang sesekali terdengar, membuat suasana hutan yang awalnya sunyi menjadi ramai.


Bintang-bintang dan bulan yang bersinar terang di langit malam, tidak pernah berubah sedikit pun. Itu masih terlihat indah, sama seperti 10 tahun yang lalu.


“Kita tidak akan pernah sekalipun melupakan perbuatan keji yg telah mereka lakukan di hari itu! Kak!"


Di bawah bintang-bintang yang berkilauan di langit malam, ada seorang pria dan seorang gadis yang sedang berdiri di tengah hutan yang cukup jauh dari reruntuhan ibukota.


Gadis itu, memainkan rambutnya yang panjang sambil tersenyum.


Dia adalah gadis yang cantik.


Rambut hitam panjangnya tergerai indah sampai kemata kakinya, dia mengenakan gaun berwarna hitam dengan bordiran perak berbentuk bunga disekelilingnya.


kulit putihnya yang bersih memberikan kesan seperti salju yang akan mencair jika disentuh. Matanya yang bersinar seperti permata, berwarna merah ruby, memancarkan sinar seperti bintang-bintang dilangit.


Meskipun dia terlihat sedang tersenyum saat ini tetapi matanya tidak.


Di dalam mata yang dapat memikat setiap orang yang memandangnya, api kebencian sedang berkedip-kedip dan berkobar.


Gadis itu bernama Alice Burnhill Windson von Elam.


Dia adalah puteri dari kerajaan sihir yang telah hancur.


"Ya! Tentu saja.”


Jawaban yang singkat tapi tegas adalah jawaban pria yang berdiri disampingnya.


Dia adalah pria dengan wajah yang tampan dan tegas, bertubuh tinggi, rambut pirangnya berkilau ke emasan, dan sepasang pupil berwarna biru tua. Penampilannya agak mirip dengan Alice.


Seorang pria bangsawan.


Namun, ekspresinya tegas, nada suaranya berat, memberikan kesan berwibawa. Dibandingkan dengan seorang pria bangsawan, dia lebih mirip seperti tentara militer.


Tubuhnya yang tegap dan Otot-ototnya yang kuat seperti orang yang sudah terlatih, dapat terlihat bahkan dari bawah pakaiannya.


Pria itu bernama Aaron Sigebert Windson von Elam.


Dia adalah kakak dari Alice.


Pangeran dari kerajaan sihir yang telah hancur


“Dendam yang dimiliki Ayah dan Ibu, kebencian, serta jeritan mereka yang bercampur dengan ketakutan, tidak akan pernah ku lupakan, bahkan jika aku ingin.”


"Ya, tangisan para pengikut setia yang penuh penyesalan dan penderitaan, terus terdengar di telingaku. aku tidak akan melepaskan mereka kak!"


Alice, yang di penuhi dengan amarah, menggumamkan dendam yang dia miliki.


“—Translocate, kristal dungeon.”


Saat dia mengucapkan kata-kata itu, cahaya terang berwarna pelangi memancar ditangannya dan dari sana sebuah kristal seukuran kepalan tangan muncul.


Apa yang baru saja dia ucapkan adalah mantra sihir yang disebut {Translocate}. Sihir tingkat rendah yang dapat memindahkan benda yang sudah ditandai dari jarak jauh.

__ADS_1


Semakin kecil bendanya, maka jarak pemindahan yang dapat dilakukan juga akan semakin jauh.


Alasan keduanya datang ketempat ini sejak awal adalah untuk mengambil kristal itu.


Beberapa tahun sebelum penyerangan negara-negara aliansi ke kerajaan sihir, seorang pria misterius datang menemui ayahnya.


Penampilan pria itu sangat aneh baginya, dia mengenakan baju dan celana yang modelnya belum pernah dia lihat sebelumnya.


Dia mengenakan jubah berwarna hitam dengan titik-titik cahaya disekelilingnya, bagaikan langit malam yang dipenuhi bintang


Pria misterius itu memperkenalkan dirinya sebagai Teo. pria itu tidak datang sendiri, dia datang bersama dengan dua rekanya.


Kedua rekannya terlihat berasal dari ras demi-human.


Yang satu terlihat seperti manusia yang memiliki sayap burung besar berwarna putih di punggungnya dan memancarkan aura suci.


Sedangkan yang lainnya terlihat seperti manusia yang memiliki sayap kelelawar besar berwarna hitam di pinggangnya dan memancarkan aura jahat disekelilingnya.


Pria itu datang ke kerajaan hanya untuk memberi ayahnya sebuah kristal berwarna biru sebagai hadiah.


Dia menjelaskan kalau kristal itu adalah dungeon core dan dapat digunakan untuk meyelesaikan krisis yang akan mereka hadapi nantinya.


Mendengar perkataan pria itu, raja berterima kasih karena niat baiknya.


Tetapi sebagai raja, dia tidak bisa menerima hadiah pemberian dari orang asing yang tidak dikenal.


Disaat raja berencana untuk menolak pemberian dari orang misterius itu, tekanan besar tiba-tiba menghantam raja yang membuatnya berlutut di tanah tanpa perlawanan sedikit pun.


Jangankan untuk berdiri, mengangkat kepalanya saja sudah sulit. Raja mencoba untuk melawan tekanan itu berkali-kali, tetapi gagal.


Orang yang merasakan tekanan itu bukan hanya raja, tetapi semua orang yang hadir di ruang tahta saat itu, ikut berlutut mengikutinya.


Tekanan menakutkan itu baru hilang setelah, raja bersedia menerima hadiah pemberian dari pria misterius itu.


Disaat raja mendapatkan mobilitasnya kembali, dia mengangkat kepalanya untuk melihat pria itu.


Dia berencana untuk mendapatkan sebanyak mungkin informasi darinya.


Para Sorcerer saat itu sangat terkejut melihat fenomena aneh ini.


Karena ditempat pria itu menghilang, tidak ada sedikit pun tanda-tanda penggunaan sihir dan tidak ada pergeseran energi yang terjadi.


Ini adalah hal yang mustahil, karena sekuat apa pun kau dan sehebat apa pun kau dalam mengontrol penggunaan energi. Pasti akan tertinggal jejak-jejak energi yang kau gunakan meskipun itu hanya sedikit.


Meskipun merasa ragu menerima hadiah dari pria misterius itu, raja juga takut menanggung amarah darinya.


Jadi, dia enggan untuk membuang kristal itu.


Satu-satunya jalan adalah dengan menyimpan kristal itu ditempat terisolasi dan memberikan pengawasan yg ketat.


Ini untuk mengantisipasi kalau-kalau, kristal itu ternyata membahayakan untuk kerajaan.


Meskipun pria itu mengatakan kalau kristal itu akan berguna untuknya, raja tidak mungkin mempercayai perkataannya begitu saja.


Setelah semuanya beres, raja juga menghapus semua informasi tentang pria misterius itu dan hadiah yang dia bawa menggunakan sihir penghapus ingatan.


Hanya raja dan ratu, serta Sorcerer yang memiliki informasi tentang benda itu.


Saat ini Aaron dan Alice berencana menggunakan kristal itu untuk melancarkan rencana balas dendam mereka.


“Ayo, kak! Mari kita mulai balas dendam kita. ”


"Baiklah.”


Alice mengundang kakaknya dengan senyum lembut dan jahat di wajahnya.


Aaron mengangguk dengan muram, menjawab perkataan saudara perempuannya.


Belum lama sejak jatuhnya kerajaan sihir, tetapi bagi kedua saudara kandung, itu sudah sangat lama.


Ketika Ibukota kerajaan di kepung, kedua orang tuanya membuat tubuh pengganti sebagai tipuan dan menyuruh keduanya untuk melarikan diri.

__ADS_1


Mereka menyaksikan kastil yang begitu akrab dengan mereka terbakar dan ibu kota yang awalnya sangat indah dihancurkan oleh para penjajah.


Dibawah perlindungan sihir yang telah dirapalkan oleh ayah dan ibunya. mereka dibawa pergi oleh Sorcerer terakhir kerajaan, yang nantinya akan menjadi guru sihir mereka.


Dua saudara yang telah kehilangan segalanya hanya memiliki satu keinginan dihati mereka.


Balas dendam.


Balas dendam terhadap semua negara yang menyebabkan runtuhnya kerajaan sihir.


Mereka benar-benar tidak akan pernah memaafkan dosa-dosa yang telah di perbuat para penjajah itu.


Keduanya bersumpah.


Mereka akan menggunakan segala macam cara. Apa pun itu, untuk memberikan hukuman yang setimpal pada penjahat yang telah merenggut kebahagiaan mereka.


Keduanya mengabdikan diri mereka selama lima tahun demi balas dendam.


Untuk memenuhi tujuan balas dendam mereka, sihir biasa tidak akan cukup. karena itu, mereka mulai mengakses hal-hal yang disebut terlarang dan sesat.


Mereka mulai mempelajari banyak sihir-sihir terlarang, selama sihir itu memberi mereka kekuatan yang besar, mereka tidak peduli dengan apa yang harus dikorbankan.


Mungkin berkat bantuan dari {Sin} yang mulai terbentuk di tubuh mereka.


Jiwa mereka yang menjadi najis dan roh mereka yang mulai tercemar, karena telah mempelajari hal-hal yang terlarang dan terkutuk, tidak terlalu parah.


Jika seseorang yang mengenal keduanya sejak kanak-kanak, melihat kondisi mereka saat ini. orang itu mungkin akan menangis dan sedih, melihat bagaimana keduanya menjadi orang yang sangat berbeda.


Rambut Alice yang sebelumnya pirang seperti rambut kakaknya sekarang menjadi hitam legam, seperti langit malam yang kehilangan bintang-bintangnya, tidak sedikit pun sisa-sisa karakter pemalu yang sebelumnya dia miliki.


Senyum lembut yang sebelumnya menghiasi wajah Aaron setiap hari, sudah tidak terlihat. Kulitnya yang merah merona dipenuhi dengan vitalitas telah berubah menjadi pucat, seperti mayat.


Aaron meraih bagian kristal yang tidak ditutupi oleh tangan saudari perempuannya.


Dengan suara mendesis, energi yang meluap dari kristal membakar keduanya, tetapi tidak satupun dari mereka yang mengeluarkan erangan kesakitan.


Alice dengan senang hati melebarkan senyumnya dan mulai tertawa menatap kakaknya.


Aaron juga menatap adiknya dengan mata tanpa emosi.


Kemudian, mereka berdua saling mengangguk, dan mulai merapalkan kata-kata mantranya.


"Untuk memberikan kami … pembalasan yang kami inginkan. ”


Suara mereka berdua bergema di tengah hutan yang gelap.


"– Create, Labyrinth Kingdom, Elam”


Aaron dan Alice telah diusir dari kota asal mereka, dan selama 5 tahun sejak kerajaan sihir jatuh, mereka mendedikasikan diri mereka untuk melakukan balas dendam.


Mereka merangkak keluar dari tanah yang terkutuk hanya untuk menghukum orang-orang yang terlibat dalam pemusnaha kerajaan.


Sambil belajar kesesatan dan sihir terlarang, kedua saudara kandung itu terus mengasah pisau mereka sebagai persiapan untuk balas dendam yang akan mereka lakukan.


Selama bertahun-tahun, Mereka terus mempelajari buku-buku kuno dan terlarang.


Mereka berkali-kali mendapatkan kutukan, sampai-sampai tubuh mereka sudah terbiasa dengan hal itu dan membuat kutukan level menengah, tidak akan berefek banyak pada mereka.


Mereka terus melakukan Penelitian tanpa lelah sedikit pun, dendam menjadi sumber bahan bakar penyemangat bagi keduanya.


mereka mulai menemukan titik terang setelah secara tidak sengaja menemukan sebuah buku tua di dalam gua.


Mereka menemukan informasi tentang sihir terlarang yang mungkin akan meningkatkan kemungkinan rencana balas dendam yang telah mereka susun selama bertahun-tahun berhasil.


Tetapi, sihir itu membutuhkan item khusus untuk mengaktifkannya.


Item itu disebut, kristal dimensi atau kau juga bisa menyebutnya sebagai dungeon core.


Sekarang, bahan terakhir yang dibutuhkan telah di dapatkan dan semua persiapan telah diselesaikan jauh-jauh hari.


Keduanya menawarkan jiwa mereka sendiri sebagai langkah terakhir dan mulai mengaktifkan salah satu mantra sihir terlarang "labyrinth Creation".

__ADS_1


Tidak ada yang mengetahui bahwa, api balas dendam yang akan membakar seluruh benua hingga tidak tersisa apa pun, mulai berkobar.


__ADS_2