Labyrinth Kingdom

Labyrinth Kingdom
Chapter 79. Perpisahan


__ADS_3

Pertemuan besar yang diadakan di kerajaan Aria 2 bulan lalu dinyatakan telah berakhir hari ini.


Hasil akhir dari agenda pertemuan itu menyatakan kalau permintaan kerajaan Aria ditolak.


Tetapi, karena pertemuan itu juga membahas masalah perdamaian dunia.


Setiap negara sepakat untuk menyingkirkan monster-monster atau pihak-pihak lain yang perpotensi untuk mengganggu perdamaian benua.


Dan tidak akan secara membabibuta melakukan pembantaian terhadap ras lain.


Ada beberapa aturan baru yang tercipta dalam pertemuan itu dan setiap negara sepakat untuk mematuhinya.


Sebenarnya, pertemuan itu telah berakhir sejak 2 hari yang lalu, itulah kenapa beberapa petinggi negara lainnya telah meninggalkan kerajaan Aria sejak kemarin.


Aaron dan teman-temannya juga berniat meninggalkan kerajaan Aria hari ini.


Saat ini, mereka sedang berkumpul di dekat gerbang masuk istana untuk mengucapkan salam perpisahan.


"Setelah aku menyempurnakan skill berpedangku, aku akan datang menantangmu untuk pertandingan ulang. " ucap Timoty pada Aaron.


"Ya. Datanglah kapanpun kamu mau, saya akan menyambutmu dengan meriah saat itu. " ucap Aaron sambil tersenyum.


"Aku tidak sabar menantikannya, aku yakin dapat mengalahkanmu dipertarungan selanjutnya. " ucap Timoty dengan percaya diri.


"Hmm, Saya tidak yakin akan hal itu! Lagipula, bukan hanya kamu yang berkembang saat itu, saya juga akan menjadi jauh lebih kuat dari yang sekarang. Hahahahhh. " ucap Aaron sambil tertawa.


Disaat keduanya sedang asik mengobrol, seorang pelayang datang menghampiri Timoty.


"Maaf telah mengganggu pembicaraanmu pangeran Timoty! Tetapi, kereta sudah siap berangkat. " kata pelayan itu.


"Baik, aku mengerti! " ucap Timoty pada pelayan itu.


Dia memandang teman-temannya untuk terakhir kalinya beberapa saat sebelum berbicara.


"Sepertinya sudah waktunya aku mengucapkan kata perpisahan sekarang. Jaga diri kalian baik-baik dan sampai jumpa lagi. " ucap Timoty.


"Ya, sampai jumpa lagi! Jangan lupa perkenalkan aku pada tunanganmu nanti. Hehehehhh. " ucap Arya sambil menggoda Timoty.


"Tutup mulutmu Arya, kau merusak suasana. " ucap Roro menyiku sisi tubuh Arya.


"'Ugh... ' tulang rusuk ku, sepertinya ada yang patah. Tolong! Aku mengalami KDRT disini. " teriak Arya dengan akting jeleknya.


Tetapi Aaron dan yang lainnya mengabaikan tingkah si bodoh itu.


"Sampai jumpa lagi Timoty, hati-hati dijalan. " Ucap Roro.


"Sampai bertemu lagi sobat. " ucap Aaron.


Dia mengepalkan tangannya kearah Timoty untuk tos.


"Ya, kalau begitu aku pergi sekarang. " ucap Timoty berjalan pergi, sambil dituntun oleh pelayanannya menuju kereta kuda.


Disaat Aaron sedang memandang punggung sahabatnya yang berjalan menjauh.


Seseorang tiba-tiba memanggilnya dari belakang.


"A, Aaron! " panggil Jeanne.


Aaron berbalik kearah Jeanne untuk menyapanya.


"Ohh, Jeanne! Perhiasan itu terlihat sangat cocok untukmu, pilihan ku sepertinya tepat untuk menghadiahkan 'Red Rose' padamu. Kamu terlihat makin cantik saat menggunakannya. " Aaron memuji Jeanne.


"Te, terima kasih. " ucap Jeanne terlihat malu setelah mendengar pujian dari Aaron.

__ADS_1


Aaron menghadiahkan 'Red Rose' pada Jeanne setelah dia berhasil mengalahkannya dalam permainan 'WarZone'.


Setelah menantang Aaron bermain 'Warzone' selama dua bulan lebih, pejuangan keras Jeanne akhirnya terbayarkan.


Dia berhasil mengalahkan Aaron kemarin setelah banyak perjuangan dan itu membuatnya sangat bahagia.


"Apa kamu juga akan pergi sekarang? " tanya Aaron.


"Iya, kereta kuda ku sudah tiba. " jawab Jeanne dengan nada sedih.


Sejujurnya, dia masih ingin berkumpul dan menghabiskan waktu bersama dengan yang lainnya.


"Aku sangat senang karena saat itu kamu mau menemani ku bermain. Jika tidak, aku mungkin akan menghabiskan waktu ku bermain sedirian di taman. Aku sangat berterima kasih untuk hal itu. " Lanjut Jeanne.


"Hahahaahhh, tidak perlu berterima kasih, bukankah kita teman. " ucap Aaron sambil tersenyum.


Mendengar perkataan Aaron, Jeanne menjadi bahagia.


"Nee~ Aaron! " ucap Jeanne terlihat ragu-ragu.


"Ada apa? " tanya Aaron.


"Apa kita bisa bertemu lagi? " tanya Jeanne.


"Tentu saja bisa, datanglah berkunjung ke kerajaanku kapanpun kamu mau. " jawab Aaron.


"Benarkah? "


"Ya, saya akan menyambutmu dengan meriah saat kamu datang. " jawab Aaron.


"Hehehehhhh, terima kasih untuk niat baikmu. Aaron, bisakah kamu menutup matamu sebentar? " Jeanne meminta.


"Menutup mata? tidak masalah. " ucap Aaron sambil menutup matanya.


Tetapi, disaat dia sedang menunggu aba-aba untuk membuka matanya, tiba-tiba dia merasakan bibir lembut seseorang mencium pipinya.


Karena terkejut, dia spontan membuka matanya dan melihat kalau ciuman itu berasal dari Jeanne.


"A, ap.... "


"Aku akan pergi sekarang, sampai jumpa lagi. " ucap Jeanne sambil berlari menjauh dengan wajah memerah.


Mungkin dia terlalu malu untuk memandang Aaron saat ini, makanya dia melakukan hal itu.


Aaron yang masih terkejut karena tindakan berani Jeanne, hanya bisa terdiam membisu.


Ini adalah pertama kalinya wanita lain selain keluarganya menciumnya, dia merasa kalau jantungnya berdetak lebih cepat sekarang.


"Apa kamu yakin tidak ingin mengungkapkan perasaanmu padanya? " tanya Arya sambil merangkulnya.


"Mengungkapkan perasaanku? Apa maksudmu? " tanya Aaron terlihat bingung.


"Bukankah kamu juga menyukainya? Tidak perlu mengelak, kita sudah berteman sejak lama. Caramu memperlakukan Jeanne dan gadis lainnya sangat berbeda.


Jujurlah pada perasaanmu sendiri Aaron, katakan I Love You padanya. " ucap Arya menasehati temannya yang terlihat bingung.


"Hehehehhhh, Kata itu terlalu sederhana. Bahasa di dunia ini telah berkembang selama ribuan tahun, namun saya masih tidak dapat memilih kata yang paling cocok untuk menggambarkan seluruh perasaan yang saya miliki padanya. Kata I Love You tidak akan cukup Arya. " ucap Aaron sambil tersenyum.


Setelah mengatakan itu, dia berjalan pergi menuju kereta kudanya.


Arya yang mendengar perkataan Aaron sebelumnya hanya bisa terdiam.


"Cihh... Sejak kapan kau menjabat sebagai dokter cinta, kau bahkan belum pernah mengatakan I Love You padaku sekalipun, sialan! " ucap Roro sambil menyeret Arya pergi.

__ADS_1


Kebetulan kereta kuda keduanya diparkir di sebelah kereta milik Aaron.


"T, tunggu! Jangan menarik kerah baju ku... aku tidak bisa... bernafas. " ucap Arya.


"Kalau begitu, gunakan kakimu untuk berjalan sekarang. " ucap Roro melepaskan cengkramannya.


"Huft... Tidak bisakah kamu bersikap lebih lembut padaku. " Arya menuntut.


"Jika kamu masih terus mengeluh, selanjutnya aku benar-benar akan mencekikmu. " Roro mengancam.


"I Love You Honey. Daisuki! " ucap Arya sambil bertingkah imut.


Disaat keduanya sampai ke kereta kuda mereka, Aaron tiba-tiba memanggil.


"Arya, aku hampir lupa mengembalikan sesuatu padamu, tangkap itu. " Ucap Aaron.


Dia melempar sebuah bingkisan berbentuk lonjong kearah Arya.


"Apa ini? " ucap Arya menangkap bingkisan aneh itu.


Karena penasaran, Arya membukanya dan isinya adalah....


"GURA.... Bayi kecil ku. " ucap Arya sambil menggosok telur itu ke pipinya.


"Aku kembalikan Lil'Gura padamu, rawat dia baik-baik. Kalau begitu aku pergi sekarang, sampai bertemu lagi. " ucap Aaron.


Kereta kudanya bergerak dengan cepat, dia melambaikan tangannya kearah Arya dan Roro melalui portière.


"Hati-hati di jalan sobat. " teriak Arya sambil melambaikan tangannya juga.


"ARYA... "


Disaat dia masih memandangi kereta kuda sahabatnya yang berjalan menjauh, suara teriakan Roro tiba-tiba terdengar dari dalam keretanya.


Dia berlari masuk kedalam kereta itu dengan cepat karena khawatir.


"Ada apa? Ada apa? " tanya Arya.


"Kenapa kura-kura jelek ini ada disini? Lihat, dia menggigiti tempat duduk kita. " ucap Roro sambil menunjuk Ugly Bastard.


"Ahh, aku khawatir kalau dia akan merasa kesepian jika ditinggal sendiri di dalam gua itu. Jadi, aku memutuskan untuk membawanya pulang. " ucap Arya.


"Kalau begitu, awasi dia baik-baik, aku tidak mau melihat dia merusak properti lagi. " ucap Roro.


"Yes, Mom! Kau dengar itu Ugly Bastard. jika kamu masih bersikap nakal, aku pasti akan mengubahmu menjadi sup. " Timoty mengancam.


Setelah insiden kecil itu, kereta kuda milik Arya dan Roro juga mulai bergerak meninggalkan kerajaan Aria.


********************


Kembali ke masa sekarang.


'Sudah enam tahun berlalu sejak hari itu. Kami bersenang-senang bersama di dalam gua rahasia yang Timoty temukan.


Kami bermain 'WarZone', memancing bersama, berlatih tanding dan berbicara tentang masa depan cerah negara kami.


Itu adalah momen yang paling menyenangkan dalam hidupku. ' ucap Aaron dalam hati.


Ketika Aaron telah selesai mengenang masa lalunya, dia bergumam.


"Nahh, gadis yang menggunakan gerakan agresif pada waktu itu… Bagaimana dia tumbuh sekarang? " gumam Aaron.


Dia menyipitkan matanya dan mencibir sambil mengetukkan jarinya ke sandaran tangan White Throne. Suaranya tetap sedingin es.

__ADS_1


Tetapi, ketika Alice mendengar nada sedikit bahagia dari perkataan kakak laki-lakinya, sebuah senyum tipis muncul di wajahnya.


__ADS_2