
Para mantan petualang dan anak buah Raluk dibawa menuju sebuah ruangan besar yang berada disudut labirin.
Dari luar, ruangan itu terlihat biasa-biasa saja.
Tetapi... setelah masuk, bagian dalam ruangan itu membuat mereka bingung.
Ruangan itu dipenuhi dengan tabung-tabung kaca besar yang mereka tidak tahu fungsinya untuk apa.
Beberapa alat-alat medis seperti jarum suntik, pisau bedah dan gunting juga ada ditempat itu.
"Selamat datang di taman bermain ku, tidak perlu terlalu tegang. Untuk beberapa jam kedepan, kita akan bersenang-senang ditempat ini. He he... " ucap Alice sambil tersenyum.
"Ano... Tempat apa ini, Tuan Alice? " tanya Raluk dengan penasaran memandang sekelilingnya.
Alice berpikir beberapa saat sebelum menjawab pertanyaan dari Raluk.
"Hmm, awalnya aku ingin menyebut tempat ini sebagai taman bermain. Tetapi, kakak mungkin akan marah.
Jadi, sebaiknya kita ganti namanya. Kalian dapat menyebut Tempat ini [Blood Refinement Room]. " jawab Alice.
"Apa itu? " tanya Raluk terlihat bingung.
"Pada dasarnya ruangan ini berfungsi untuk memurnikan dan memperkuat Primordial Bloodline yang kalian miliki.
Aku berencana merangsang potensi rahasia yang kalian miliki dengan cara mengaktifkan kembali darah kuno yang terkubur di dalam tubuh kalian.
Dengan catatan, eksperimen ini hanya berguna pada orang-orang yang memiliki darah campuran dari Ras yang lebih kuat. " Alice menjelaskan.
"Ehhh, emangnya Goblin adalah ras berdarah campuran? Aku belum pernah mendengar tentang hal itu. " tanya Conley.
"Ini juga pertama kalinya aku mendengar hal ini. Luar biasa! Sepertinya yang diharapkan dari Alice~sama, anda dapat mengetahui informasi yang aku sebagai goblin tidak mengetahuinya. " ucap Raluk dengan kagum.
Goblin lainnya juga memandang Alice dengan tetapan kagum.
Tetapi....
"Apa yang kau katakan? Mana aku tahu tentang hal itu. ini juga pertama kalinya aku melakukan eksperimen ini. Jadi, aku tidak tahu apakah kalian memiliki potensi tersembunyi atau tidak.
Itulah kenapa aku membawa kalian semua kesini untuk melakukan uji coba terlebih dahulu. " ucap Alice
"Ehhh! " ucap para goblin.
Mereka terkejut mendengar pengakuan dari Alice.
"Ja, jadi, anda tidak tahu apakah kami memiliki darah campuran atau tidak, saat membawa kami ketempat ini? " tanya Raluk terlihat tidak percaya.
"Tidak! " jawab Alice dengan singkat.
"L, lalu, bagaimana jika tidak ada satupun dari kami yang lolos di tes pertama? " tanya Raluk.
"Itu artinya, kalian kurang beruntung dan harus menunggu kesempatan berikutnya.
Sudahlah! kau tidak perlu memikirkan hal-hal yang tidak penting. Berbarislah dengan rapi, aku akan memulai tesnya sekarang. " perintah Alice
__ADS_1
Alice berjalan menuju salah satu meja yang ada di dalam ruangan itu dan mengambil beberapa peralatan medis yang tergeletak diatasnya.
Dia memandang para mantan petualang yang juga ada di dalam ruangan itu.
"Kalian bertempat! Jika kalian tidak memiliki hal penting yang dilakukan selain menonton, sebaiknya kalian bantu aku mengambil sampel darah mereka. " perintah Alice.
"B, baik Tuan Alice! " ucap Conley.
Alice memberi mereka masing-masing beberapa alat medis yang nantinya akan mereka gunakan untuk mengambil sampel darah para goblin.
Setelah mendapat perintah dari Alice, kelompok Conley mulai bekerja dengan cepat. Tidak butuh waktu lama, bagi mereka untuk menyelesaikan tugas yang diberikan.
"Ini dia, sampel darah yang anda minta. " ucap Conley.
Dia menyerahkan sebuah kotak yang berisi botol-botol kecil di dalamnya.
Setiap botol memiliki sampel darah para goblin dan nama mereka tertera Dimasing-masing botol.
Alice mengambil wadah botol yang berisi darah Raluk dan menuangnya ke dalam sebuah alat aneh yang ada ditangannya.
Benda itu berbentuk mangkuk dengan cairan putih bening seperti air di dalamnya.
"Benda apa itu, Tuan Alice? " tanya Raluk dengan penasaran setelah melihat Alice yang dengan serius mengamati alat itu.
"Hmm? Ahh, Alat ini disebut 'Blood Sorter', itu berfungsi untuk mendeteksi darah campuran yang ada dalam tubuhmu. " jawab Alice.
Dia melanjutkan mengamati alat itu dan memperhatikan reaksi yang dimiliki darah Raluk.
Perlahan-lahan darah yang awalnya menggumpal menjadi satu mulai berpisah dan menciptakan gumpalan kecil lainnya.
"Ayo kita lihat, darah ras apa ini. " gumam Alice sambil tersenyum.
Dia mengaktifkan fungsi lain dari 'Blood Sorter'.
•Komposisi darah: 90% Goblin, 2% manusia dan 8% Spriggan. •
Setelah Alice mengaktifkan fungsi lain dari alat itu, suara mekanik tiba-tiba terdengar dan mulai menjelaskan komposisi darah milik Raluk.
"Kau dengar itu! Selamat, kau lolos ke tes selanjutnya. " ucap Alice memberi selamat pada Raluk.
"Spriggan? Ras apa itu? Aku belum pernah mendengar tentang mereka. " tanya Raluk dengan bingung.
"Mereka salah satu ras kosmik yang cukup kuat diluar sana. " Dustin menggantikan Alice untuk menjawab.
"Ras kosmik? Ahh, aku ingat sekarang, Galenus sebelumnya sempat menjelaskan tentang hal itu. " ucap Bodil.
"Apa itu? " tanya Conley dengan penasaran.
"Kalau aku tidak salah ingat, seharusnya ras kosmik adalah sekelompok ras yang berhasil menjelajahi luar angkasa. " jawab Raluk.
"Ehhh, emangnya ada mahluk lain selain kita yang hidup diluar sana? " tanya Ingrid terlihat terkejut.
"Tentu saja ada, menurutmu aku berasal dari mana? " Dustin bertanya balik.
__ADS_1
Ingrid yang mendengar perkataan Dustin tiba-tiba menyedari sesuatu.
'Benar juga, monster ini seharusnya tidak berasal dari dunia ini. Jika monster kuat seperti dia sempat muncul di masa lalu, seharusnya ada catatan yang ditinggalkan tentangnya. ' ucap Ingrid dalam hati.
"Baiklah! Baiklah! Kembali ke topik utama, karena Raluk terbukti memiliki darah campuran dari ras yang lebih tinggi. Dia bisa mengikuti tes berikutnya.
Kalau begitu, aku akan mengetes darah milik Gula selanjutnya. " ucap Alice.
Sama seperti sebelumnya, dia menuangkan sampel darah milik Gula ke dalam 'Blood Sorter'.
Setelah menunggu beberapa saat, hasilnya mulai keluar.
•Komposisi darah: 89% Goblin, 1% Dryad dan 10% Spriggan. •
"Ohhh! Ras Spriggan lagi, apa jangan-jangan kalian berdua saudara. " ucap Alice memandang Gula dan Raluk yang berdiri bersebelahan.
"A, aku tidak tahu! " jawab Gula.
Gula dan Raluk saling memandang, terlihat bingung.
"Itu bukanlah hal yang mengejutkan, Tuan Alice. " Dustin tiba-tiba berbicara.
"Apa maksudmu? " tanya Alice.
"Sejak awal, Ras Spriggan adalah nenek moyang dari para goblin. Bagi mereka, goblin adalah produk cacat yang dihasilkan dari hubungan badan dengan ras yang lebih rendah.
Para Spriggan biasanya akan membunuh bayi-bayi cacat ini atau membuangnya begitu saja, karena itu adalah aib mereka.
Jadi, pada dasarnya setiap goblin memiliki darah Spriggan di tubuh mereka. " jelas Dustin.
Raluk dan Goblin lainnya yang mendengar penjelasan tentang asal usul mereka dari Dustin sangat terkejut.
"Hmm... begitu rupanya, itu artinya mereka semua lolos dari tes pertama.
Tetapi, meskipun mereka telah dinyatakan lolos, aku masih membutuhkan data komposisi darah mereka." gumam Alice.
Dia mengalihkan pandangannya ke arah mantan petualang sekali lagi.
"Kalian bertempat sebelumnya memperhatikan cara ku bekerja bukan? " tanya Alice
"Ya, tuan Alice. " jawab Conley
"Bagus! Kalau begitu, untuk mempersingkat waktu, bantu aku untuk mengumpulkan data-data yang ku butuhkan. " perintah Alice.
"Baik Tuan Alice. " jawab Conley.
Keempat mantan petualang itu mulai melakukan apa yang sebelumnya Alice lakukan, Dustin juga ikut membantu mereka untuk menyelesaikan tugas ini lebih cepat.
Setelah beberapa waktu berlalu, Conley melaporkan hasil kerjanya yang telah selesai.
"Di dalam catatan ini, semua data-data yang anda butuhkan telah lengkap tuan. " lapor Conley.
Alice membaca sekilas isi dari catatan itu dan mengangguk beberapa kali.
__ADS_1
"Baiklah! kalau begitu, kita akan melanjutkan ke uji coba berikutnya. " ucap Alice.
Dia memandang wajah para goblin yang terlihat sedang bersemangat saat ini.