
Aaron berdiri dari takhtanya dan berjalan mendekati adik perempuannya yang sedang berteriak melampiaskan kemarahannya dan memeluknya dengan lembut.
Meskipun tubuhnya tidak memiliki kehangatan, tubuhnya yang dingin seperti es masih bisa menenangkan Alice.
Sebenarnya, sebelum Alice menggunakan sihir `Dark Reminiscence` pada Conley, dia sudah menggunakannya pada dirinya sendiri dan mengalami semua keburukan yang dirasakan oleh korban.
Pada dasarnya Alice sudah mengalami secara langsung penyiksaan, pemerkosaan dan pembunuhan yang telah dilakukan oleh orang-orang ini puluhan kali tanpa bisa melawan dan hanya bisa pasrah.
Mungkin karena {Sin} yang dia miliki belum sempurna, yang membuatnya masih merasakan penalti dari sihir tersebut, tetapi tidak seperah yang Conley rasakan. Itulah kenapa dia masih bisa bertahan dan melampiaskan semua kemarahannya pada orang-orang itu.
"begitu rupanya, Sin yang kita miliki masih belum sempurna. jadi, bukan hal yang baik untuk menggunakan sihir terlarang terlalu sering. Meskipun efek penaltinya masih bisa ditahan, itu masih sangat berbahaya" kata Aaron sambil membelai rambut hitamnya yang panjang.
“…. Un. " Dia mengangguk dengan ringan.
Aaron terus melanjutkan menasehati adiknya dengan lembut.
"Kekuatanmu jauh lebih kuat daripada milikku. Saya tahu kamu terkadang ke sulitan untuk mengendalikannya, tetapi kamu tidak boleh menyalahgunakan kekuatanmu itu dengan sembarangan.
Kamu dapat menggunakan kekuatan itu pada lawanmu tanpa ampun. Namun, kamu perlu mempertimbangkan dengan hati-hati ketika menggunakannya kepada orang-orang yang seharusnya kamu lindungi. Seperti pada pelayan yang kita miliki saat ini”
“… Un. "Dia mengangguk lagi.
“karena kamu sudah paham, Kamu harus berbicara dengan Conley nanti. " kata Aaron sambil memeluk adiknya.
“… Un. Maaf, kak. "Alice meminta maaf dengan lemah lembut.
"setiap orang pasti pernah melakukan kesalahan, tetapi orang yang bijaksana tidak akan melakukan kesalahan yang sama berulang-ulang. kamu bisa mengambil ini sabagai pembelajaran. jadi tidak perlu minta maaf padaku."
Aaron terus berusaha untuk menenangkan adiknya. sejujurnya Aaron beberapa kali berfikir untuk meninggalkan Alice ditempat yang tenang agar dia bisa menjalani hidupnya dengan baik dan berniat untuk melakukan pembalasan dendam sendiri.
dia merasa sedih setiap kali melihat adiknya terluka, Alice masih terlalu muda untuk menanggung semua penderitaan ini. tetapi disisi lain, dia juga tau kalau kekuatannya sendiri tidak akan cukup. kekuatan Alice dibutuhkan untuk menyukseskan rancana pembalasan dendam mereka.
dia sedang barada dipersimpangan jalan saat ini dan sulit untuk memilih, jalan mana yang harus dia lalui.
Ketika dia melihat Alice sudah merasa lebih tenang, dia berpisah dengannya dan berjalan menuju para bandit.
'uhh.. hh..'
'uhk.. uh'
'ugh.. hhh.. '
jika bukan karena suara rintihan kecil yang masih terdengar sesekali dari mereka, kau mungkin mengira kalau mereka sudah mati. sebagian besar kulit, daging dan tulang mereka telah menghilang, Menyisahkan organ-organ vital mereka yang masih utuh tak tersentuh sedikit pun.
untuk mengakhiri penderitaan yang mereka rasakan, Aaron melepaskan mantra kematian kepada para bandit yang masih mengerang ke sakitan dilantai.
“––– Death Magic, kiss of death. ”
Asap gelap keluar dari tubuh Aaron dan bergerak menuju para bandit.
Menyaksikan kedatangan asap itu, tikus-tikus hitam yang sedang berkerumun di tubuh para bandit berlari menjauh karena takut.
Asap itu perlahan-lahan berkumpul dan membentuk siluet wanita yang memiliki paras yang cantik dan senyum yang menawan.
Dia menggenggam pedang di lengan kirinya dan timbangan di lengan kanannya. setiap kali dia bergerak, suara lonceng yang menenangkan jiwa akan terdengar. Dia adalah `messenger of death` dari dunia bawah.
Saat wanita itu memandangi pria yang tergeletak ditanah, timbangan yang ada dilengan kanannya mulai bergerak. Sepertinya dia sedang mengukur dosa dan pahala yang dimiliki orang-orang itu.
Setelah pengukuran dosa selesai, wanita itu perlahan-lahan menutup mata para bandit satu per satu dan mencium kening mereka dengan lembut, seperti seorang ibu yang mencium kening anaknya saat mereka ingin tidur.
__ADS_1
Wajah para bandit yang sebelumnya terlihat sangat menderita, perlahan-lahan menjadi tenang dan senyum bahagia muncul di wajah mereka, seolah-olah telah mengalami mimpi yang sangat indah.
Wanita itu mengulurkan lengan kanannya dan sebuah bola putih seukuran kelereng keluar dari mulut orang-orang itu, bola itu adalah organ magis {life core} atau jiwa dari mahluk hidup.
dia mengumpulkan semua {life core} itu dengan hati-hati dan menyimpannya ke dalam sebuah box yang dipenuhi dengan simbol-simbol yang aneh. bahkan Aaron yang memiliki pengetahuan luas dan telah menguasai banyak bahasa kuno tidak tau, apa yang terukir dipermukaan box itu.
tapi Aaron dapat menebak kegunaan dari box itu, kemungkinan besar itu berfungsi untuk menjaga kemurnian dari {life core}. karena, dia dapat melihat energi lain yang mencoba untuk mencemari {life core} terhalang oleh box.
Dia sangat tertarik pada box itu, karena ini pertama kalinya dia melihat material fisik yang dapat menahan energi, selain organ magis.
Setelah mengumpulkan life core para bandit, wanita itu mengalihkan perhatiannya kepada Aaron dan Alice.
Merasakan tatapan dari wanita itu, Aaron merasa tidak enak dan berusaha untuk menyembunyikan Alice di belakangnya. Alice yang merasakan tatapan wanita itu juga merasa takut dan memeluk kakaknya dari belakang, berusaha bersembunyi darinya.
Setelah beberapa saat, wanita itu membuka mulutnya dan mulai berbicara. Suaranya terdengar sangat indah tetapi tanpa emosi didalamnya, dia sedang memperingati Aaron dan Alice.
[aku tau penderitaan yang telah kalian rasakan dan kemarahan kalian terhadap musuh-musuh kalian. tetapi, Death Monarch paling membenci orang-orang yang merusak life core mereka.
Aku harap sebelum kalian meninggal, life core kalian sudah utuh kembali. jika tidak, hukuman berat akan menimpa kalian.
Kalian lahir di dunia ini dengan life core yang utuh dan harus meninggalkan dunia ini dengan life core yang utuh juga]
Setelah menyampaikan peringatan kepada keduanya, wanita itu menghilang dan menyisakan Aaron dan Alice di ruang Takhta sendirian.
Aaron mengepalkan tangannya dengan kuat, sejujurnya dia menganggap dirinya sangat kuat saat ini dan memiliki keyakinan besar dapat mengalahkan musuhnya dengan mudah.
Tetapi setelah bertemu dengan wanita itu dan merasakan tekanan yang dia miliki, Aaron menarik kembali kata-katanya. Kekuatan yang dimiliki wanita itu mengingatkannya kepada pria aneh yang menghadiahi ayahnya dungeon core dimasa lalu.
sampai sekarang, Aaron masih belum tau siapa mereka sebenarnya dan alasan mereka menghadiahi ayahnya.
Orang-orang yang memiliki kekuatan superior, yang dapat menghancurkan sebuah kerajaan dengan mudah seorang diri.
Setelah menyemangati dirinya sendiri, dia mengelus kepala adiknya sekali lagi dan menenangkannya.
Dia tidak menyangka kalau sihir yang dia gunakan akan memiliki efek yang luar biasa seperti ini. Awalnya dia menganggap kalau sihir itu hanyalah sihir sederhana, karena para Warlock menggunakannya untuk mengantar teman mereka yang akan meninggal dimasa lalu, tetapi sepertinya tidak sesederhana itu.
Setelah mendapatkan pembelajaran baru hari ini, Aaron mencatat dalam ingatannya untuk tidak menggunakan sihir dengan sembarangan sebelum melakukan riset dengan teliti terlebih dahulu.
***************
Setelah beberapa waktu berlalu.
Aaron memanggil Bodil, Amara, dan pemimpin goblin, Raluk untuk datang ke ruang takhta.
Karena Conley masih dalam kondisi yang buruk saat ini, dia hanya bisa terbaring di kamarnya, mungkin butuh beberapa hari sebelum dia bisa kembali ke kondisinya yang sebelumnya.
Alice juga sedang tidak ada di ruang takhta saat ini, dia sedang fokus membuat ruang khusus dengan semua kekuatan sihir yang telah dia simpan sebelumnya.
Dia sedang menyibukkan dirinya untuk melupakan apa yang sudah dia alami hari ini.
"Raluk, berapa banyak tentara yang kita miliki yang mampu bertarung saat ini?" Tanya Aaron kepada pemimpin goblin.
“Jika kita menambahkan prajurit dari suku lain yang sebelumnya datang, jumlah kita akan melampaui seratus orang. Saya pikir jumlahnya akan terus bertambah dalam waktu dekat. ”Raluk melaporkan.
"Bagus. Cobalah untuk menemukan seseorang yang kompeten untuk mengisi posisi komandan pasukan goblin besar di masa depan saat Anda bertindak sebagai kepala suku. "
"Ya tuan!"
"Amara, bagaimana kondisi Conley sekarang?"
__ADS_1
“Dia sudah jauh lebih baik. Setelah beristirahat sebentar, dia sudah bisa makan ketika dia bangun. "
"Saya mengerti. Tolong katakan padanya untuk tetap beristirahat dalam beberapa hari kedepan. "Aaron mengangguk sebelum beralih ke orang terakhir yang dia panggil.
"Bodil, bagaimana perkembangan pelatihan para goblin saat ini?"
“Yah, angkatan pertama sudah belajar cara menggunakan senjata. Saat ini, aku sedang melatih para goblin yang baru lahir. Bayi yang baru lahir lebih mudah dilatih karena memiliki ingatan yang kuat."
"begitu rupanya, saya akan menyerahkannya padamu kalau begitu. "
Pertemuan berakhir setelah mereka menyampaikan laporan mereka masing-masing. Aaron kemudian mulai membahas alasan sebenarnya mereka dikumpulkan ditempat ini.
“Saya punya pengumuman penting. … dalam waktu dekat, saya ingin memulai perang. ”
"OO !?" Seru Raluk bersemangat.
"…Akhirnya . "Amara mengangguk.
“aku sudah menunggu hal ini untuk waktu yang lama. "kata Bodil sambil menyeringai.
“Satu minggu dari sekarang, kita akan menghancurkan kelompok Bandit bernama 'Rotten Fangs' yang berbasis di gunung Torli. Karena itu, tugas ini akan berbeda dari tugas-tugas yang sebelumnya kalian lakukan.
Saya sudah memiliki semua informasi tentang musuh. Selain itu, monster yang akan menyerang markas mereka juga akan segera siap. Dengan semua potensi perang yang kita miliki, saya pikir itu akan cukup untuk menghancurkan kelompok bandit itu. ”
"Bagaimana dengan kota Bacau?" Tanya Amara.
Semua orang sepertinya memikirkan pertanyaan yang sama. awalnya mereka berpikir kalau Aaron akan menyatakan perang dengan kota Bacau, tapi sepertinya tidak seperti itu.
“Untuk saat ini, akan sulit bagi kita untuk mengatasi kekuatan tempur yang mereka miliki. sederhananya, prospek menang kita sangat rendah.
Jika kita secara membabi buta menyerang mereka, kita pasti akan dikepung oleh pasukan mereka dan kalah. ”
Setelah mendengar penjelasannya, semua orang yang hadir segera mengerti maksud dari perkataannya.
Meskipun Bacau hanyalah kota kecil di antah berantah, jika kamu melihatnya secara keseluruhan, ada banyak kota dengan pasukan yang jauh lebih kuat daripada Bacau.
Jika mereka tau kalau kota Bacau telah ditaklukkan, kota-kota lain tidak akan tinggal diam dan akan mengirim pasukan mereka untuk menyerang balik labirin dan memusnahkan semua orang.
“oleh karena itu, kita harus bergerak selangkah demi selangkah untuk mendapatkan tanah ini. ”
'Seperti yang diharapkan dari tuan Aaron.'
{ket: Sasuga Aaron-sama...!!! Nihh... Goblin versi Lite dari Demiurge}
'… aku harap perangnya dapat dimulai lebih cepat'
Raluk dan Amara berpikir dalam hati.
Untuk penyerangan kota Bacau, tubuh ajudan itu dibutuhkan untuk menyukseskan rencana yang telah dia siapkan, tetapi karena Raluk tidak terlalu pintar seperti pelayan iblis dari tetangga sebelah, dia tidak menyadarinya.
Juga, karena Amara tidak hadir ketika mereka memusnahkan pasukan ekspedisi kota Bacau, tidak mungkin dia tahu tentang rencananya.
Master labirin berbicara dengan sungguh-sungguh.
“tetapi, kamu bisa mendapatkan pengalaman tempur dari pertarungan kali ini. Untungnya, target kita tidak terlalu kuat, Saya akan menyampaikan strategi yang telah saya susun untuk mengalahkan bandit-bandit itu.
Selain itu aku juga akan memberi kalian artefak tingkat rendah untuk meningkatkan kemungkinan kalian untuk menang. ”
Setelah mengatakan itu, Aaron menampilkan senyum dingin di wajahnya yang datar.
__ADS_1