
Sementara itu di medan pertempuran yang lain.
"——— Attack, Fire Ball "
"——— Attack, Lightning Web "
'Boomm, Boommm...'
'Bzzzzrtt... Zrttt... '
'Aaarrggh'
Corpse golem yang terkena serangan sihir terlihat sangat marah saat ini, tubuhnya dipenuhi luka bakar dan bau daging gosong dapat tercium disekitar area itu.
Meskipun luka yang dia terima dapat disembuhkan dengan skill rasial yang dia miliki.
Dia tidak terima, karena telah dilukai oleh sekelompok serangga.
"sialan..."
"bunuh! bunuh mereka"
"musuh tuan harus dimusnahkan "
"jangan biarkan satu pun dari mereka tetap hidup"
"hahahhhh, mati...!!! Mati"
"jadilah bagian dari kami"
Disaat corpse golem terus berbicara satu sama lain, dia menarik seluruh tangan yang dia miliki kembali kedalam tubuhnya dan menggulung tubuhnya menjadi bola.
Setiap kali terluka, dia akan melakukan hal ini untuk mengurangi konsumsi energi yang berlebihan dan mulai fokus untuk melakukan penyembuhan.
"boss, ini kesempatan kita untuk menyerang, dia dalam kondisi terlemahnya saat ini"
"benar, ——— Attack, lightning spe..."
"Tidak..., semuanya menghindar...." teriak Zarkhan. Memperingatkan anak buahnya.
Tetapi...
'Swoosh'
'Ukh...!!! '
'Crack...crack...!!!'
Sebelum penyihir itu sempat menyelesaikan mantranya, pukulan kuat menghantam tubuhnya, menghancurkan seluruh tulang yang dia miliki dan mengubahnya menjadi daging cincang dalam sekejap.
Kesatria yang berdiri di depannya juga terkena pukulan telak, mungkin karena full body armor yang dia kenakan miliki pertahanan yang cukup kuat. Dia masih bisa bertahan hidup setelah terkena serangan mematikan itu.
Tetapi karena momentum yang dimiliki pukulan itu terlalu kuat, dia terlempar jauh ke belakang dan suara benturan keras terdengar dikejauhan.
__ADS_1
'Bannggg... '
Anggota lain yang berhasil menghindari serang dadakan monster itu dapat menebak nasib dari temannya. meskipun dia berhasil selamat dari pukulan mematikan, mustahil baginya untuk selamat dari benturan keras sebelumnya.
Kemungkinan besar tubuh ksatria itu telah hancur menjadi bubur daging.
"Lomus... Damian..., Sialan kau !! aku akan membunuhmu!!! aku pasti akan membunuhmu"
Zarkhan sangat geram saat ini, meskipun dia berhasil memprediksi serangan dadakan monster itu tepat waktu, tetapi beberapa anak buahnya gagal menghindarinya.
Zarkhan terlihat sangat marah karena telah kehilangan pengikut setianya.
"[Fire Swort Art, First Style] ayo kita lihat, apa kau dapat menahan seranganku yang satu ini!?"
Setelah mengaktifkan skill rahasianya, tubuh Zarkhan dipenuhi dengan energi panas yang terus bertambah kuat setiap detiknya.
Disaat energi itu telah mencapai titik tertingginya, dia meluncur ke arah corpse golem.
Gerakannya sangat cepat, dia terlihat seperti komet yang jatuh ke bumi.
Corpse golem yang menyaksikan ini tidak tinggal diam, dia menggabungkan seluruh tangan yang dia miliki menjadi satu dan melapisinya dengan tulang Femur, tulang terkuat yang dia miliki.
"[Gigantic Punch]"
{ket: Gear Third versi putih, hahahahh...}
Corpse golem mengayunkan tinju besarnya ke arah Zarkhan dengan sekuat tenaga. Kepalan tangan itu terlihat seolah-olah telah dilapisi oleh sisik naga berwarna putih.
Zarkhan yang melihat pukulan mematikan meluncur ke arahnya, bukannya merasa takut, dia malah menunjukkan senyum menghina dan mempercepat gerakannya.
Sebuah teriakan keras terdengar
"[War Cry]"
Pukulan kuat yang sebelumnya ditunjukan untuk Zarkhan, tiba-tiba berubah arah menuju Warrior yang berdiri dibelakangnya.
Ini adalah efek dari skill [War Cry] yang memaksa musuh untuk mengubah terget serangannya ke pengguna skill tersebut.
Warrior itu langsung mengaktifkan skill pertahanan terkuatnya, setelah melihat serangan dari Corpse golem datang ke arahnya.
"[Graphene Shield]"
Sebuah perisai energi berwarna hitam muncul di hadapannya dan melindungi seluruh tubuhnya.
'Boomm... '
Sesaat setelah perisai itu muncul, suara benturan keras terdengar. [Gigantic Punch] milik Corpse golem dan [Graphene Shield] milik Warrior itu saling bertubrukan satu sama lain dan menimbulkan efek sonik boom yang membuat telinga orang-orang yang ada disekitar area itu berdengung.
'Akhh... '
Meskipun Warrior itu merasa telinganya sangat sakit, dia tidak kehilangan ke fokusannya. Dia menancapkan kakinya dengan kuat ketanah dan berusaha untuk menahan pukulan dari Corpse golem.
Tetapi, meskipun perisai yang dia miliki sangat kuat, itu masih belum cukup untuk menahan momentum kuat dari pukulan Corpse golem.
__ADS_1
'Krakk... Krakkk...'
Perlahan-lahan sebuah retakan kecil muncul di permukaan perisai. dan retakan itu semakin melebar dan melebar.
'Ouch!!'
Darah mulai mengalir keluar dari sudut bibirnya dan will power yang dia miliki terkuras dengan cepat. Kulitnya mulai terlihat pucat, dia sudah tidak sanggup menahan serangan itu lagi.
Tetapi disaat-saat krisis, suara penyihir yang melantunkan mantra terdengar. Menggunakan seluruh mana yang dia miliki, penyihir itu mengaktifkan sihir terkuatnya.
"——— Extreme Magic, Frost Nova.
Disaat mantra itu diaktifkan, sebuah gelombang udara dingin mulai menjalar ke segalah arah dan membekukan apa pun yang di lewatinya.
Gelombang udara dingin itu terus menjalar hingga mencapai radius 30 meter, tanah yang sebelumnya gosong karena ledakan api dan petir sekarang menjadi daratan putih yang dipenuhi dengan salju dan kepingan-kepingan es yang bertebaran dimana-mana.
Semua orang yang berada di dalam radius efek dari Frost Nova menggigil kedinginan.
"Ba*gsat, apa yang sudah kau lakukan!? Apa kau ingin mengubahku menjadi es lilin, sialan"
"Berhentilah mengeluh, aku sedang berusaha untuk menolongmu bre*gsek. lihat, serangan monster itu mulai berhenti"
Mendengar perkataan temannya, Warrior itu mengalihkan pandangannya ke tangan raksasa monster itu dan melihat kalau tangan itu perlahan-lahan membeku.
selain itu proses pembekuanya juga berlangsung sangat cepat karena dapat dilihat dengan mata telanjang.
Tidak hanya tangannya, tubuh monster itu juga membeku jauh lebih cepat dibandingkan dengan makhluk hidup lainnya. Mungkin karena undead sudah tidak sistem homeostasis yang membantunya untuk mempertahankan kondisi konstan pada tubuhnya.
Disaat homeostasis tidak berfungsi maka reseptor suhu juga tidak akan berfungsi, yang membuat tubuh tidak bisa merespon perubahan suhu dan tidak bisa mempertahankan suhu normal.
Itulah kenapa Corpse golem membeku lebih cepat.
Disaat tubuh monster itu perlahan-lahan membeku dan gerakannya menjadi semakin kaku, Zarkhan memanfaatkan kesempatan ini untuk mendaratkan pukulan terkuatnya.
"hahahahh, bagaimana rasanya dibekukan menjadi es? Apa kau tidak bisa menggerakkan tubuhmu? Checkmate, ini adalah kemenangan ku.
Sekarang, rasakan serangan terkuatku dan matilah monster menjijikkan"
Dia mengangkat pedangnya yang terbakar dengan api merah tinggi-tinggi sambil mengumpulkan momentum yang kuat, sebelum mengayunkannya ke arah Corpse golem.
"[Flamebringer]"
'Slashh....'
Corpse golem yang tidak bisa menggerakkan tubuhnya terkena tebasan dari Zarkhan dan terbelah menjadi dua.
Selain itu, bekas tebasan pedangnya membawa api yang sangat kuat yang terus menerus membakar tubuh corpse golem.
Bahkan tanah bersalju disekitarnya perlahan-lahan mulai mencair karena panas dari efek tebasan pedangnya.
'Ukh... Ukh...'
"boss, apa kau baik-baik saja? " kata penyihir
__ADS_1
"apa yang terjadi? " kata Warrior
Zarkhan menutup mulutnya dan terbatuk beberapa kali, darah juga mulai keluar dari mulutnya. kulit coklat yang dia miliki berubah menjadi pucat seperti Warrior itu. Ini adalah kondisi tubuh, orang-orang yang menggunakan energi melebihi kapasitas yang dapat ditanggung tubuh mereka.