Labyrinth Kingdom

Labyrinth Kingdom
Chapter 36. Penyerangan Markas Bandit 1


__ADS_3

Bintang yang bertebaran dilangit malam dan cahaya bulan yang menerangi bumi adalah pemandangan yang sangat indah di dunia ini, Banyak orang yang sedang menikmati keindahannya.


Tetapi bagi para bandit, malam ini bukanlah malam yang indah melainkan malam yang kelam.


"BOOMMMM..."


Sebuah ledakan keras bergema di kegelapan malam.


Tanah ikut bergetar karena efek dari ledakan itu.


Anggota kelompok bandit [Rotten Fangs], yang menjadikan gunung Torli sebagai markas mereka, terkejut karena serangan mendadak itu.


"musuh menyerang"


"ambil senjata kalian, kita sedang diserang"


Suara teriakan bergema di seluruh kamp bandit. Bandit yang bertugas sebagai penjaga, berteriak sekeras mungkin untuk memperingati teman-temannya yang masih linglung.


Mendengar suara ledakan keras sebelumnya dan teriakan anak buahnya, Zarkhan berjalan keluar dari kamarnya dengan perlengkapan yang lengkap.


"Bos! Kita diserang! ”


"Aku tahu! Tidak perlu memperjelasnya lagi, Siapa yang berani menyerang kita ?! ”


"A, aku juga tidak tahu. Tapi, Saya pikir itu adalah orang-orang dari Labirin Bawah Tanah …. ”


"....."


Seminggu yang lalu, Zarkhan mengirim anak buahnya ke labirin bawah tanah yang dirumorkan itu. tetapi sampai sekarang, tidak ada satu pun yang kembali.


Dia merasa kalau labirin itu sedikit berbeda dari labirin lainnya.


Dia sempat mendapatkan informasi dari broker, kalau jumlah monster yang menjaga labirin itu jauh lebih sedikit dibandingkan dengan labirin normal.


Info itu sangat aneh menurutnya. Karena semakin banyak harta didalam labirin, maka akan semakin banyak pula monster yang menjaganya.


Ini adalah rahasia umum yang telah diketahui oleh para petualang sejak lama.


Kecurigaannya semakin bertambah kuat, setelah salah satu anak buahnya tidak sengaja menemukan goblin yang mencoba untuk memasuki labirin itu.


Di dunia ini, goblin dianggap sebagai mahluk tingkat rendah yang selalu diburu oleh para petualang.


Oleh karena itu, goblin memiliki insting untuk menjauhi tempat-tampat dimana para petualang atau pun manusia berkumpul.


Jadi melihat goblin disekitar labirin adalah hal yang sangat mencurigakan, itulah sebabnya dia mengirim anak buahnya untuk menyelidiki labirin itu.


Dia berharap kalau orang-orang itu dapat menemukan informasi yang berharga di dalam sana.

__ADS_1


Tetapi, setelah menunggu beberapa hari dan tidak ada satu pun kabar dari mereka.


Dia menganggap kalau orang-orang itu telah mati. apakah mereka mati ditangan para monster atau master labirin, dia tidak peduli.


Sejak awal dia hanya menganggap mereka sebagai pion yang dapat dikorbankan.


Lagipula dengan kematian orang-orang itu,


jumlah mulut yang perlu diberi makan menjadi berkurang.


Anggota lain juga tidak menunjukkan kesedihan atas kematian mereka, malahan menganggap hal ini sebagai peluang, karena salah satu posisi leader menjadi kosong.


Di dalam kelompok [Rotten Fangs] Zarkhan memiliki 6 leader yang merupakan pelayan setianya. Mereka bertugas untuk mengawasi dan mengontrol anggota lainnya secara langsung.


Terkadang, mereka juga dapat mengambil keputusan sepihak disaat Zarkhan tidak ada. Meskipun salah satu pelayan setianya telah meninggal, Zarkhan tidak terlalu peduli dengan hal itu. Lagipula orang itu adalah yang paling tidak berguna diatara pelayan setianya.


Awalnya semuanya berjalan baik-baik saja dan menganggap kalau orang-orang yang telah dia kirim tidak akan menyeretnya ke dalam masalah.


lagipula ada banyak petualang yang menyerbu labirin itu setiap hari, jadi perhatian dari master labirin seharusnya tidak akan diarahkan ke kelompoknya.


Tetapi, setelah melihat situasi kacau markasnya saat ini. Sepertinya dia telah salah memperhitungkan situasinya.


Jika pemimpin bandit lain berada dalam situasi yang sama seperti yang dia alami saat ini, mereka pasti akan mengumpulkan para pengawal setianya dan mulai merencanakan pelarian.


Meninggalkan anggota lainnya sebagai pion pengorbanan untuk menghambat pengejaran musuh.


Selain itu, dia juga memiliki kepercayaan yang tinggi pada kekuatannya sendiri.


Dia yakin dapat mengalahkan musuh-musuhnya dengan kekuatan yang dia miliki. Lagipula, mustahil bagi master labirin untuk memimpin pasukannya secara langsung untuk menyerang markasnya.


Hal ini juga berlaku bagi monster-monster kuat yang ada didalam labirin, mereka pasti sedang sibuk melindungi labirin dari serangan para petualang.


'jika ini memang serangan balasan dari master labirin, saharusnya hanya ada pion-pion level rendah yang datang menyerang. Selain itu, sepertinya mereka juga menggunakan mangonel untuk menghancurkan tembok pertahanan'


{ket: mangonel adalah sejenis ketapel raksasa atau pelontar yang digunakan untuk menghancurkan tembok saat perang di abad pertengahan}


Menurutnya, penggunaan alat perang adalah bukti kalau kelompok yang menyerangnya tidak memiliki kekuatan penghancur yang cukup kuat untuk merobohkan benteng secara langsung.


Yang artinya, master labirin dan monster level tinggi tidak ada di dalam jajaran pasukan musuh saat ini.


Prediksinya diperkuat setelah melihat sekelompok goblin menerobos masuk kedalam markasnya, dia tidak melihat monster lain selain mereka.


Meskipun perlengkapan yang digunakan oleh pasukan goblin jauh lebih baik daripada goblin yang pernah dia lihat sebelumnya.


Goblin tetaplah goblin, sebaik apa pun perlengkapan yang mereka gunakan, jika mereka tidak bisa menggunakannya dengan baik, itu hanyalah hiasan.


'sepertinya orang itu benar-benar meremehkan kekuatan kami, apa dia pikir goblin bodoh ini dapat mengalahkan ku'

__ADS_1


Zarkhan merasa tidak senang karena telah diremehkan oleh master labirin itu.


Dikejauhan dia dapat melihat pertarungan antara anak buahnya dengan pasukan goblin.


Dia menduga kalau pertarungan ini akan berakhir dengan pembantaian satu sisi dan anak buahnya akan memenangkan pertarungan dengan mudah.


Tetapi prediksinya salah, yang dibantai saat ini bukanlah para goblin, Melainkan pasukannya. dia melihat kalau anak buahnya tidak dapat menahan serangan gabungan dari para goblin.


Selain itu cara bertarung mereka sangat aneh, goblin-goblin itu terlihat seperti pasukan yang telah terlatih. Mereka memanfaatkan keunggulan jumlah mereka yang jauh lebih banyak dan dapat bekerjasama dengan baik untuk mengalahkan musuh yang lebih kuat daripada diri mereka sendiri.


"apa yang sebenarnya terjadi disini"


Zarkhan tercengang melihat situasi ini, awalnya dia berfikir kalau ini akan menjadi pertarungan yang mudah. tetapi, satu per satu anak buahnya tumbang di medan perang. Meskipun mereka juga berhasil membunuh goblin, itu bukanlah sesuatu yang dapat dibanggakan.


Bagaimana bisa anak buahnya yang sudah melalui banyak pertempuran dan memiliki pengalaman yang melimpah, dapat dikalahkan oleh goblin bodoh.


"Aaghhh... "


"tolong ak.... "


Ketika Zarkhan mendengar teriakan sekarat anak buahnya, dia kembali sadar. Dia mengamati medan perang dan melihat kalau situasinya tidak menguntungkan bagi mereka.


Jika ini terus berlanjut, mereka pasti akan kalah.


Dia melihat ke arah benteng yang sudah melindungi markasnya untuk waktu yang lama, meskipun benteng itu hanya terbuat dari campuran batu, tanah dan pohon. benteng itu cukup kuat untuk menahan serangan dari monster wave. tetapi, sekarang benteng itu telah hancur.


Alasan sebenarnya Zarkhan memilih tempat ini sebagai basis markasnya karena struktur geografisnya yang menguntungkan.


Di bagian belakang ada gunung terjal yang tidak bisa didaki, sedangkan dibagian sisi kanan dan kirinya terdapat gundukan-gundukan batu yang sulit dilalui oleh pesukan musuh dalam jumlah banyak. Jadi mustali bagi pasukan musuh untuk mengepung markasnya.


Satu-satunya cara bagi musuh untuk menyerang adalah lewat depan, tetapi dia sudah mengantisipasi hal itu dan membangun benteng yang cukup kokoh untuk menghalau serangan musuh.


Tidak hanya sampai disitu, Zarkhan dan anak buahnya juga telah memasang ribuan perangkap di jalan yang akan dilewati oleh musuhnya.


Jadi seharusnya, mustahil bagi musuh untuk menerobos markasnya dengan mudah. Kecuali, mereka tahu di mana jebakan itu berada, selain itu tidak ada cara lain untuk menghindarinya.


Tetapi…


"Sial!" Zarkhan mengutuk.


Entah bagaimana, musuh mampu menghindari semua jebakan yang telah dia pasang. Merasa kalau kekalahannya semakin dekat, Zarkhan memutuskan untuk memasuki medan perang dan berniat untuk membantai goblin-goblin bodoh itu sebagai bahan pelampiasan kekesalannya


'BOOMMM... '


Tetapi sebelum dia sempat mengambil langkah pertama, suara ledakan keras bergema sekali lagi.


"apa lagi kali ini!?"

__ADS_1


Merasa kesal, dia mengalihkan pandangannya ke arah suara ledakan itu berasal.


__ADS_2