Labyrinth Kingdom

Labyrinth Kingdom
Chapter 68. Pelelangan


__ADS_3

Di balai pelelangan.


Hari ini, pelelangan yang akan diadakan dikota akan segera dimulai.


Kelompok kecil Aaron, saat ini sedang duduk disalah satu kamar pribadi yang telah disediakan oleh pihak penyelenggara untuknya.


Mereka dengan sabar menunggu pelelangan dimulai.


Ada berbagai macam orang yang menghadiri pelelangan itu.


Tetapi sebagian besar dari mereka adalah para petualang dan bangsawan muda dari kerajaan lain yang juga menghadiri pertemuan besar.


Bahkan ada beberapa ras lain, seperti Elf, Dwarf dan Demi-Human yang juga datang untuk mengikuti pelelangan.


'Tok.. Tok.. Tok.. '


Disaat Aaron dan yang lainnya sedang menikmati waktu bersantai mereka, tiba-tiba suara ketukan pintu terdengar.


"Maaf telah mengganggu anda tuan, aku datang kemari untuk menyampaikan kalau pelelangan akan segera dimulai dan bertanya, Apakah ada sesuatu yang anda inginkan? " ucap pelayan yang berdiri diluar ruangan dengan sopan.


Mendengar perkataan pelayan itu, Aaron menatap teman-temannya dan bertanya.


"Apa ada sesuatu yang kalian butuhkan? "


"Tidak ada. " ucap Timoty sambil menggelengkan kepalanya.


"Kita sudah memiliki banyak camilan dan minuman enak disini. Jadi, aku tidak butuh apa-apa lagi! " kata Arya sambil memakan kue yang ada diatas meja.


"Aku juga tidak butuh apa-apa lagi! " ucap Roro


"Tidak! " jawab Alice dengan singkat.


Setelah mendengar jawaban teman-temannya, Aaron berjalan menuju pintu masuk dan membukanya, dia berbicara dengan pelayan itu.


"Terima kasih atas kerja kerasmu. Tapi, kami tidak membutuhkan sesuatu untuk saat ini. Jadi, kamu bisa kembali mengerjakan tugasmu yang lain. " ucap Aaron.


"Sesuai dengan keinginanmu pangeran Aaron. " jawab pelayan itu sambil menundukkan kepalanya dan berjalan pergi.


Aaron kembali ke tempat duduknya setelah melihat pelayan itu pergi.


Tidak lama setelah itu, pelelangan akhirnya dimulai.


Seorang pria yang umurnya kira-kira berada diakhir 30'an menaiki podium dan menyapa para peserta lelang.


"Pertama-tama aku sangat berterima kasih pada tuan-tuan dan nyonya-nyonya sekalian yang sudah menyempatkan diri untuk menghadiri pelelangan yang perusahaan kami adakan.


Perkenalkan namaku adalah Jacobin, aku akan bertugas sebagai Afslager dipelelangan kali ini.


Untuk mempersingkat waktu, mari kita lihat barang pertama yang akan dilelang. " ucap Jacobin dengan semangat.


Seorang wanita cantik dengan pakaian seksi menaiki panggung setelah mendengar aba-aba Jacobin.


Gadis itu membawa botol kristal bening ditangannya dengan hati-hati.


Botol itu berisi cairan merah pekat yang memancarkan aura kuat disekitarnya.


"Barang pertama yang akan kita lelang kali ini adalah Essence Blood milik Mystic Beast Yel'Ata. Makhluk tipe burung yang berkuasa atas angin, dia adalah salah satu penguasa langit.


Essence Bloodnya memiliki banyak kegunaan, salah satunya adalah dapat digunakan untuk membuat magic item tipe angin yang sangat kuat.


Penawaran minimum untuk barang ini adalah 300 dukat, jika ada yang tertarik silahkan dimulai penawarannya. " ucap Jacobin dengan nada provokasi.


Setelah mendengar penjelasan dari barang yang akan dilelang, para peserta pelelangan menjadi lebih semangat.


"350... "


"400... "

__ADS_1


"500 dukat... "


Harga penawaran terus meningkat dengan cepat, persaingan antar peserta menjadi lebih sengit.


"Aku tidak menyangka kalau mereka akan mengeluarkan barang berharga seperti itu diawal-awal. " ucap Arya terlihat bersemangat.


"Pembukaan yang cukup meriah, Jacobin menggunakan strategi yang tepat. " ucap Timoty.


Melihat antusiasme para peserta lelang membuat Jacobin tidak bisa menahan senyumnya.


Semakin tinggi harga penawaran barang itu, maka akan semakin besar juga komisi yang akan dia dapatkan.


"Apa ada dari kalian yang menginginkan Essence Blood itu? " tanya Aaron.


"Tidak tertarik. " ucap Arya.


"Benda itu memang cukup berharga. Tetapi, aku sudah punya banyak Essence Blood dari Mystic Beast Roc di gudang penyimpanan kerajaan ku." Ucap Timoty.


"Bagaimana dengan kalian berdua? " tanya Aaron sambil memandang adiknya dan Roro.


"Tidak dibutuhkan. " jawab keduanya serentak.


"Begitukah.. " ucap Aaron.


Setelah mendengar jawaban teman-temannya, Aaron kembali mengamati pelelangan.


Harga penawaran terakhir saat ini telah mencapai 1550 dukat.


"1550... Apa masih ada yang ingin melakukan penawaran? Seperti yang tuan-tuan dan nyonya-nyonya tahu, Essence Blood Yel'Ata sudah sangat sulit didapatkan sekarang.


Banyak orang yang memburu mereka karena bulu, cakar dan Essence Bloodnya yang memiliki banyak kegunaan.


Jumlah mereka turun drastis di alam liar karena perburuan besar-besaran ini. Jadi, jangan lewatkan kesempatan yang berharga ini. " ucap Jacobin mencoba untuk menarik minat para peserta lelang.


Setelah beberapa saat hening, salah satu peserta mengangkat tangannya.


"1700 sekali... 1700 dua kali... Apa sudah tidak ada yang ingin menawar lebih tinggi? " ucap Jacobin.


Dia menunggu beberapa saat untuk melihat respon orang-orang sebelum melanjutkan ketukan ketiganya.


"1700 tiga kali. Selamat, anda telah memenangkan Essence Blood Yel'Ata yang langka. " ucap Jacobin dengan senyum cerah.


Setelah pelelangan barang pertama selesai. sekali lagi, seorang wanita cantik berjalan menaiki panggung.


Dia membawa kotak perhiasan yang indah ditangannya, di dalam kotak itu terdapat enam mutiara yang berwarna biru.


"Barang kedua yang akan dilelang kali ini adalah mutiara laut biru, salah satu permata laut yang sangat indah. Mutiara ini berasal dari deep sea Beast Macxima, makhluk yang biasa tinggal di dasar laut terdalam dengan tekanan air laut yang tinggi.


Karena kebiasaannya yang tinggal ditempat ekstrem membuat kerang ini sulit ditemukan dan sangat langka.


Harga penawaran minimal untuk barang ini adalah 500 dukat, jika ada yang tertarik silahkan mulai penawarannya. " ucap Jacobin.


"510..."


"550..."


"650... "


"700...."


Persaingan untuk memperebutkan mutiara itu jauh lebih sengit dari sebelumnya, terutama bagi para wanita.


"1000 dukat... " ucap seorang wanita dengan suara feminim yang berasal dari salah satu ruang pribadi.


Mendengar harga penawaran yang tiba-tiba melambung tinggi, membuat peserta lain terkejut untuk beberapa saat.


"1100 dukat. " peserta lain meningkatkan harga penawaran.

__ADS_1


" 1500... " balas wanita itu.


"1600 dukat " peserta sebelumnya menaikan harga penawaran sekali lagi.


"2000 dukat. " ucap wanita itu, suaranya terdengar agak kesal sekarang.


Persaingan antara kedua wanita itu terus berlanjut.


Sementara itu, suasana di ruangan pribadi yang Aaron dan kelompoknya tempati juga menjadi lebih tegang.


"Sial, itu hanya perhiasan. Kenapa harganya malah meningkat sangat tinggi? Wanita-wanita itu benar-benar gila. " ucap Arya terlihat bermasalah.


"Arya, kamu akan mendapatkan mutiara itu untukku kan? " tanya Roro dengan suara dingin.


Roro memandang Arya dengan mata yang menakutkan.


"Glup..! T, tentu saja honey, tidak perlu khawatir."


Saat ini harga penawaran masih terus meningkat sampai ketingkat yang tidak wajar.


"3000 dukat, aku tidak tahu siapa kamu. Tetapi, mutiara itu pasti menjadi milikku." kata wanita yang berada di dalam kamar pribadi.


"Tidak semudah itu, 3100... " ucap wanita lainnya.


"Kiii..., 3500 dukat. " teriak wanita itu dengan kesal.


Jacobin yang menyaksikan pertengkaran keduanya menjadi lebih semangat.


'Bagus! Bersainglah terus. ' ucap Jacobin dalam hati dengan bahagia.


Disaat kedua wanita itu masih terus berdebat, suara asing tiba-tiba terdengar menginterupsi mereka.


"5.000 dukat. " teriak Arya.


Peningkatan harga penawaran yang melambung tinggi secara tiba-tiba, membuat kedua wanita itu terkejut.


"Nani...? "


"Aku tidak menyangka kalau masih ada orang yang lebih gila daripada aku. "


Jacobin yang mendengar ini menjadi lebih senang, senyumnya bahkan menjadi lebih cerah.


"5000 sekali... Apa masih ada yang ingin melakukan penawaran? " tanya Jacobin.


Peserta lain hanya diam membisu, bahkan kedua wanita yang sebelumnya berdebat ikutan diam.


"5000 kedua... Apa benar-benar sudah tidak ada yang ingin menambahkan penawaran? Ini kesempatan terakhir yang tuan-tuan dan nyonya-nyonya miliki. " tanya Jacobin.


'Pukul saja palunya cepat, berengsek. Hanya orang gila yang mau menawar lebih tinggi dari itu, bodoh. ' ucap Arya dalam hati dengan kesal.


Dia benar-benar ingin mencekik leher Jacobin saat ini.


"5000 ketiga..., Selamat bagi tuan yang ada diatas sana. Anda berhasil mendapatkan permata laut yang sangat berharga. " ucap Jacobin sambil bertepuk tangan.


Di dalam ruang pribadi yang Aaron dan temannya gunakan, Roro terlihat sangat bahagia saat ini.


"Horee! Terima kasih Arya, kamu memang yang terbaik. " ucap Roro sambil memeluk Arya yang terlihat lemas.


"Hahahh hahh, Selama kamu bahagia, itu sudah cukup bagiku. " kata Arya dengan lesu.


dia terlihat seperti tanaman yang layu karena kekurangan air.


Setengah dari nyawanya mungkin sudah terbang menjauh saat ini.


Timoty dan Aaron yang menyaksikan nasib sial temannya hanya bisa menggelengkan kepalanya dengan sedih dan berdoa dalam hati agar pria menyedihkan ini mendapatkan kebahagiaan di masa depan.


Mengabaikan nasib sial yang dimiliki Arya, pelelangan masih terus berlanjut.

__ADS_1


__ADS_2