
Awalnya, dia mengira sumber suara itu berasal dari mangonel yang sebelumnya musuh gunakan untuk menghancurkan benteng markasnya. Tetapi entah bagaimana, itu berbeda.
Pada saat ini, Zarkhan menyesal telah berbalik ke arah sumber suara ledakan itu.
'sialan... '
Dia benar-benar sangat menyesalinya, mengutuk dirinya sendiri mengapa dia harus berbalik sebelumnya.
Dia merasa takut, karena apa yang dia lihat saat ini adalah sosok monster yang hanya akan muncul di dalam mimpi terburukmu.
“Arghhh! Tolong aku! "
" Tidaaaak. . !"
"Berhenti! Jangan... "
"Itu menyakitkan! Rasanya sakit! "
"Maafkan aku... "
" Maaf, tolong … Jangan bunuh aku! "
" HAHAHA! Bunuh aku! Silahkan! HAHAHA !”
Tinggi monster itu sekitar lima meter.
Itu adalah monster yang terlihat seperti gumpalan daging yang terbuat dari gabungan tubuh manusia. Mereka dijahit satu per satu, menjadi sesosok entitas yang mengerikan.
Disekeliling tubuh monster itu, terdapat wajah yang tak terhitung jumlahnya yang terus menerus berteriak kesakitan.
Selain itu puluhan tangan menggeliat dari tubuh mahluk itu seperti tentakel anemon. tangan itu dapat memanjang dan memendek sesuka hatinya.
Jika kau memperhatikannya dengan teliti, kau juga dapat melihat puluhan kaki yang menopang tubuh gendut mahluk itu seperti serangga kaki seribu
Secara keseluruhan monster itu terlihat sangat mengerikan.
Saat ini dia terlihat sedang asik memburu bandit yang melarikan diri, rumah-rumah yang menghalangi jalannya dapat dia hancurkan dengan mudah.
Jika ada seorang Necromancer yang hadir ditempat itu, dia pasti dapat menebak kalau monster itu adalah [Corpse Golem].
Itu adalah monster tipe undead yang memiliki pertahanan yang kuat, kecepatan yang lambat dan daya serang yang biasa-biasa saja.
Tetapi sebagai makhluk tipe undead, dia adalah senjata penghancur yang cukup kuat.
karena mereka tidak dapat merasakan rasa sakit sedikit pun, monster itu akan terus mengamuk sampai dia mati atau tugas yang telah diberikan berhasil mereka selesaikan.
Zarkhan memandangi monster mengerikan itu dari kejauhan, dan menemukan sebuah kenyataan yang mencengangkan.
__ADS_1
Entah kenapa, dia dapat menebak dari tubuh siapa monster itu tercipta.
Mekipun monster itu memiliki banyak wajah yang menempel diseluruh tubuhnya, sebenarnya hanya 7 yang dapat berbicara. sisanya hanyalah pajangan, dan Zarkhan sangat mengenali ke 7 wajah itu.
Mereka adalah orang-orang yang sebelumnya dia kirim untuk menyelidiki labirin.
Awalnya dia berfikir kalau orang-orang itu telah mati dan menjadi makanan dari monster-monster labirin.
Tidak pernah terlintas sekalipun dibenaknya kalau anak buahnya akan kembali sebagai monster yang mengerikan dan membantai teman-temanya.
'apa yang sebenarnya sedang ku lawan saat ini? Apa orang itu mengubah mereka menjadi monster mengerikan seperti itu?'
Zarkhan merasakan ketakutan timbul didalam dirinya, tetapi itu hanya sesaat. Sebagai pemimpin dari kelompok bandit yang cukup terkenal, dia telah melalui banyak pertarungan hidup dan mati sebelumnya.
Ini bukan pertama kalinya dia melawan musuh yang lebih kuat darinya, dia menarik nafasnya dalam-dalam dan mengaktifkan skill [lion's roar] dan [determination] secara bersamaan untuk meningkatkan semangat juang anak buahnya.
"angkat senjata kalian, lawan musuh sampai titik darah penghabisan. Jangan perlihatkan punggung kalian dihadapan musuh. kabur bukanlah jalan keluar dari masalah ini, Manang...!!! Kita harus menang agar dapat bertahan hidup, buang rasa takut kalian ketempat sampah dan ikuti aku menuju kemenangan."
Sambil meneriakkan deklarasi perangnya, Zarkhan berlari memasuki medang parang dengan wajah yang tersenyum. Di ikuti oleh para pengawal setianya, dia berlari menuju corpse golem.
Para bandit yang sebelumnya panik dan ketakutan, berhenti berlari. Mereka mengambil kembali senjata yang telah mereka buang dan mulai melawan balik. Setelah mendengar teriakan bossnya, mereka menjadi bersemangat dan melupakan rasa takut yang sebelumnya mereka rasakan.
"ikuti boss... Kalahkan semua musuh"
"ini adalah rumah kita, bunuh semua penyusup"
"goblin bodoh, tempat ini akan menjadi kuburan kalian"
Goblin yang sebelumnya mendominasi medan perang, mulai mendapatkan perlawanan yang berat dari musuh. Semakin lama perang berlangsung, jumlah korban yang mereka terima semakin meningkat.
Meskipun jumlah korban yang diterima para bandit jauh lebih banyak, tetapi mereka tidak menunjukan tanda-tanda untuk mundur ataupun menyerah.
Malahan mereka menjadi lebih agresif dan semakin gila, mereka tidak peduli dengan nyawa mereka sendiri dan terus menyerang secara membabi buta.
"———Interference, vines bond"
Tanaman merambat tiba-tiba muncul dari bawah tanah dan mengikat para bandit yang ada disekitarnya.
"Ummm... "
"Umm...umm"
"U... Mmm"
"Mummm"
bandit yang terjerat, mulutnya ditutup dan tubuhnya diikat dengan kuat oleh tanaman merambat. Mereka terus meronta-ronta, berusaha untuk membebaskan diri dari jeratan vines, tetapi tidak bisa.
__ADS_1
"Berisik... "
Goblin yang sebelumnya mengaktifkan mantra itu mulai mengendalikan tanaman merambat yang mengikat para bandit. Dia melilit leher mereka dengan kuat dan mencekiknya sampai mati.
"Raluk, ini berbahaya. Jika seperti ini terus, korban akan semakin bertambah banyak. Tuan tidak akan menyukainya"
Goblin yang sebelumnya menggunakan sihir tanaman adalah Shaman Gula, dia berteriak ke arah goblin yang sedang bertarung tidak jauh darinya.
'Slashh.... '
Darah memancur keluar dari leher bandit yang dia tebas, armor coklat yang dia gunakan dipenuhi dengan darah musuhnya.
Sebelum perang dimulai, dia sudah berlatih sangat keras untuk meningkatkan kekuatannya sebanyak mungkin sebagai persiapan untuk pertarungan yang akan terjadi.
Selain itu, Alice juga memberikan tiga sihir penguatan kepada pasukan goblin sebelum mereka meninggalkan labirin.
Peningkatan kekuatan, peningkatan pertahanan dan peningkatan refleks.
Berkat ketiga sihir ini, pasukan goblin berhasil bertarung dengan baik di medan perang. Tetapi, setelah para bandit mendengar teriakan boss mereka. Mereka menjadi agresif dan bertingkah seperti orang gila yang tidak takut mati.
Hal ini yang membuat para goblin mengalami ke rugian besar.
Mendengar teriakan Gula, Raluk memperhatikan medan perang yang sudah menjadi kacau. Dia melihat beberapa goblin yang sudah kelelahan dan mati ditangan para bandit.
Tidak ada mayat yang utuh, tubuh mereka tercabik-cabik seperti telah dimangsa oleh hewan buas.
Dia menarik nafasnya dalam-dalam, sebelum berteriak dengan keras.
"Semuanya berkumpul, waktunya menjalankan rencana B.
Shielder berdiri dibaris depan dan buat formasi bertahan.
Lancer berdiri dibelakang Shieder dan bunuh semua bandit yang mencoba untuk menerobos pertahanan.
Saber bagi menjadi dua kelompok dan lindungi sisi kanan dan kiri formasi.
Caster berikan sihir support kalian kepada seluruh pasukan.
dan Archer tetap dibelakang formasi dan bunuh semua penyerang jarak jauh musuh. "
Sebelumnya, Aaron sudah mengajari Raluk dasar-dasar strategi perang dan cara terbaik untuk menggunakan pasukan. Jadi, saat ini Raluk sedang mengimplementasikan apa yang telah dia pelajari.
Ini adalah debut pertamanya sebagai jendral di medan perang, jadi dia ingin memenangkan perang ini dengan sempurna dan seminimal mungkin korban.
Pasukan goblin yang mendengar perintahnya, mulai berkumpul bersama dan perlahan-lahan membentuk formasi yang telah diperintahkan oleh pemimpin mereka.
Sementara itu Raluk yang berada diluar formasi bergerak ke arah goblin yang terpisah dari kelompok dan menyeret mereka ke dalam formasi.
__ADS_1
Tentu saja semua ini tidak mudah untuknya, dia harus menghadapi serangan bandit setiap saat. Tetapi, berkat bantuan sihir tanaman Gula, dia berhasil menyelamatkan goblin-goblin itu.
Setelah formasi berhasil terbentuk, para goblin sekali lagi mendominasi medan pertempuran.