Labyrinth Kingdom

Labyrinth Kingdom
Chapter 82. Laporan


__ADS_3

Pintu besar yang terhubung ke [Throne Room], yang dihiasi dengan ukiran indah para malaikat bertarung melawan para iblis terbuka perlahan-lahan seolah-olah menyapa para pengunjung yang datang.


Sebuah aula besar yang dapat menampung ratusan orang disaat yang bersamaan dan lantai yang terbuat dari kristal dengan karpet merah yang membentang dari pintu masuk hingga takhta menyambut mereka.


Ditambah dengan pilar yang tak terhitung jumlahnya yang dihiasi dengan patung-patung emas dan perak yang berfungsi untuk menopang langit-langit, membuat orang merasa kewalahan.


Untuk sesaat Jeanne sangat terpukau dengan pemandangan itu, tetapi dia segera menenangkan dirinya dan mengikuti Dustin dari belakang.


"Tuan ku, aku telah membawa putri dari Kerajaan Liberas kemari. " Dustin menunduk dalam-dalam ke arah Aaron dan Alice.


Dari tahtanya, Aaron berterima kasih kepada bawahannya atas kerja kerasnya.


"Saya merasa sangat puas dengan kinerjamu saat menjalankan misi di luar labirin. Berkatmu, kita mendapatkan cukup banyak pasukan Goblin yang dapat digunakan sebagai kekuatan tambahan untuk melindungi labirin. " ucap Aaron.


"saya sangat berterima kasih atas kata-kata pujian yang Anda berikan tuan... "


"Tetapi, saya tidak suka dengan perilakumu yang sebelumnya, saya tidak tahu dendam apa yang kamu miliki pada Galenus di masa lalu.


Tetapi, sekarang kamu adalah bagian dari Labyrint Kingdom dan saya tidak suka ada permusuhan diantara anggota kerajaan yang nantinya akan menimbulkan perpecahan. " ucap Aaron dengan suara dingin.


Salah satu hal yang Paling tidak dia sukai di dunia ini selain aliansi kerajaan adalah para pengkhianat.


Aaron sangat membenci para bangsawan yang telah mengkhianati Magic Kingdom disaat-saat terakhir dan dia tidak mau mengulangi kesalahan yang terjadi di masa lalu.


Maka dari itu, disaat benih-benih pengkhianatan akan muncul, dia akan memangkasnya dengan cepat sebelum itu tumbuh semakin kuat.


"Kesalahan pertama adalah ketidak tahuan, kesalahan kedua adalah kecerobohan, kesalahan ketiga adalah kebodohan dan kesalahan keempat adalah kesengajaan.


Karena ini adalah kesalahan pertama yang kau perbuat, maka aku akan mengampunimu kali ini. Ku harap kau tidak melakukan kesalahan yang sama berulang-ulang di masa depan. " lanjut Alice memperingati Dustin.


Sejujurnya, dia cukup marah saat ini. efek yang ditimbulkan dari pertarungan sebelumnya telah menghancurkan beberapa bagian dari labirin.


Tetapi, setelah melihat para Goblin yang sedang sibuk memperbaiki bagian-bagian labirin yang rusak itu.


Setidaknya dia dapat menahan amarahnya saat ini. jika tidak, Alice pasti akan menghukum Dustin dengan sangat berat.


Mendengar peringatan dari kedua masternya, Dustin maju ke depan dan berlutut dengan satu lututnya lalu menundukkan kepalanya dalam-dalam.


"Saya sangat berterima kasih atas pengampunan yang telah anda berikan padaku.


Sebagai rasa hormat ku kepada tuan dan sebagai penebusan dosa untuk kesalahan yang sebelumnya ku perbuat.

__ADS_1


Saya akan mengorbankan lengan kanan ku sebagai tanda penyesalan. " ucap Dustin dengan serius.


Dia mengayunkan pedangnya dengan kuat tanpa ragu sedikitpun ke arah lengannya sebagai bukti dari keseriusan kata-katanya.


Tetapi, sebelum serangan itu berhasil menyentuh lengannya. Sebuah perisai energi hitam tiba-tiba muncul menghalau pedang itu dan membuatnya terpental.


"Pengorbanan sia-sia seperti itu tidak dibutuhkan. Jika kamu memotong lengan kananmu sekarang, maka kemampuan bertarung yang kamu miliki akan berkurang. " ucap Aaron


"Dengan kata lain, kekuatan pertahanan labirin ini akan melemah dan itu tidak baik untuk rencana kedepannya. Jadi, jangan lakukan pengorbanan bodoh seperti itu. " lanjut Alice sambil memandang rendah Dustin karena kebodohannya.


"Sesuai dengan perintahmu tuan! " ucap Dustin dengan hormat.


"Apa masih ada hal yang ingin kamu laporkan atau tanyakan? " tanya Aaron pada Dustin.


Mendengar pertanyaan dari Aaron, Dustin terlihat berpikir beberapa saat sebelum berkata.


"Ini bukanlah hal yang terlalu penting tetapi, apa yang akan kita lakukan pada para prajurit yang kabur sebelumnya? " tanya Dustin.


"Prajurit yang kabur? " ucap Alice terlihat bingung.


"Jika yang kamu maksud adalah masalah prajurit patroli yang sebelumnya kamu lepaskan dan masalah tentang penculikan sang putri?


Ketika Aaron sedang melakukan percakapan menggunakan [Soul Link] dengan Dustin sebelumnya.


Dia sudah secara singkat mendengar penjelasan dari Dustin tentang apa saja yang terjadi dipermukaan saat itu.


Aaron tidak dapat berbuat banyak tentang situasi saat itu.


Jika itu adalah serangan gabungan dari dua puluh enam tentara Cavalry terlatih, maka Dustin, yang tidak memiliki variasi serangan jarak jauh, tidak akan bisa membunuh setiap dari prajurit itu.


Apa lagi kalau mereka sudah memutuskan untuk mundur, sulit untuk mengejar mereka jika berpencar.


Itulah penilaian yang Aaron miliki tentang situasi yang Dustin hadapi sebelumnya.


"Selama kamu telah menyelesaikan misi utama mu dengan baik, saya tidak akan menyalahkan mu tentang insiden kecil itu. Saya berharap kamu dapat mempertahankan kinerja luar biasamu di masa depan. ” Aaron tidak menyalahkan bawahannya, sebaliknya dia memberinya nilai tambah.


"Sesuai dengan keinginanmu tuan. " Dustin membungkuk penuh dengan rasa terima kasih.


"Jika sudah tidak ada yang ingin kamu laporkan, kamu bisa mundur sekarang. " ucap Aaron.


Tetapi, sebelum Dustin sempat bergerak, Alice tiba-tiba bertanya.

__ADS_1


"Kakak! Apa kamu sudah lupa dengan masalah itu? " tanya Alice dengan samar.


"Masalah?Ahhh... Benar juga, saya hampir melupakannya. Dustin! Karena sebelumnya kamu telah menjalankan misi diluar labirin dan misi seperti itu tidak akan dilanjutkan untuk saat ini.


Maka dari itu, untuk sementara waktu, kamu akan ditugaskan sebagai kapten pelindung labirin. " ucap Aaron


"Kau akan menjadi Boss field alternatif yang mengurusi para penyusup, yang datang menyerang labirin. Kau seharusnya sudah tahu apa yang harus dilakukan, bukan? " tanya Alice.


"Saya paham apa yang anda maksud tuan, saya akan menjalankan tugas ini dengan baik. " ucap Dustin dengan hormat.


"Bagus! Kalau begitu mundurlah. " perintah Aaron


Kali ini, Dustin mundur ke posisi sebelumnya tanpa halangan, Aaron mengalihkan pandangannya ke arah Conley yang berdiri diantara kelompok itu.


"Conley! Saya merasa senang melihatmu terlihat sehat sekarang, kamu dapat mulai bekerja besok! Ada beberapa tugas yang ingin ku berikan padamu untuk diselesaikan.


Jumlah penghuni labirin mulai bertambah banyak saat ini, aturan dibutuhkan untuk menjaga mereka agar tetap tertib.


Jadi, aku ingin kamu membuat draf aturan yang akan diberlakukan dalam labirin, berikan hasilnya padaku nanti untuk diperiksa. " perintah Aaron.


"Aku mengerti tuan Aaron. " ucap Conley dengan hormat.


"Bagus! " ucap Aaron.


"Lalu, untuk Raluk~ Pergi kumpulkan seratus goblin terkuat yang ada di desamu saat ini, tunggu aku dibagian timur labirin.


Aku akan mengabulkan permintaan yang sebelumnya kau minta, meskipun aku tidak yakin seberapa tinggi persentase keberhasilannya. Tetapi, tidak ada salahnya mencoba.


Jadi, pergilah bersiap-siap sekarang! " perintah Alice dengan senyum misterius diwajahnya.


"Baik, Tuan Alice. " jawab Raluk dengan singkat.


Setelah mendapat perintah dari Alice, Raluk pergi meninggalkan [Throne Room] bersama dengan anak buahnya menuju desa Goblin.


Para mantan petualang juga mengikuti mereka. Sejujurnya, Conley dan kelompoknya cukup tertarik dengan hal itu.


Sesaat kemudian [Throne Room] menjadi sunyi kembali, hanya ada Dustin, Jeanne dan Ingrid yang masih tinggal di dalam ruangan itu.


Setelah suasana menjadi tenang kembali, Aaron akhirnya mengalihkan pandangannya ke arah Jeanne yang sejak awal dia memasuki ruangan, terus memandangnya dengan mata yang berbinar.


Dia terlihat ingin menceritakan banyak hal padanya. Tetapi, itu untuk nanti.

__ADS_1


__ADS_2