Labyrinth Kingdom

Labyrinth Kingdom
Chapter 05. Pengejaran


__ADS_3

Di tengah hutan.


Suara denting armor yang saling bergesekan dapat terdengar jelas disebuah reruntuhan yang awalnya adalah desa goblin.


Ada banyak prajurit yang berlalu-lalang di tempat itu, mereka terlihat sangat sibuk saat ini.


Ada yang sedang menggeledah gubuk kayu untuk mencari harta, ada yang sibuk mengumpulkan makanan di gudang penyimpanan dan bahkan ada yang sibuk menggiring ternak yang dipelihara oleh para goblin sebelumnya.


Para prajurit ini sedang sibuk mengumpulkan harta rampasan perang, mereka mengambil apa pun yang dapat ditukar menjadi uang.


Jika mayat goblin dan Ogres dapat dijual, mereka juga pasti akan membawanya tanpa pikir panjang.


Pasukan yang menyerang desa goblin sebelumnya berjumlah sekitar 300 orang, jika ditambah dengan para petualang yang mereka pekerjakan dan para sukarelawan, totalnya akan mencapai sekitar 700 orang.


Belum lagi kekuatan tempur masing-masing prajurit lebih baik daripada para goblin.


Jadi hal yang wajar jika goblin kalah dalam pertempuran ini, jumlah musuh yang mereka lawan dua kali lebih banyak dan kekuatan tempur musuh juga lebih unggul.


Strategi yang gunakan para penyerang dalam penyerangan kali ini sangat sederhana.


Para petualang akan menyerang terlebih dahulu, mereka bertindak sebagai pengintai dan pengalih perhatian.


Disaat pertahan desa goblin mulai melemah, para prajurit akan maju dan mengepung seluruh desa.


Tentu saja para sukarelawan menyerang lebih dahulu sebagai garda terdepan yang dapat digunakan sebagai perisai daging untuk meminimalisir jumlah korban dari pihak prajurit.


Setelah itu, mereka akan menyerang dari segala arah dan membunuh semua pemimpin goblin terlebih dahulu untuk mengacaukan rantai komando mereka.


Setelah berhasil, langkah selanjutnya akan lebih mudah dilakukan, mereka hanya perlu membantai goblin-goblin yang sedang panik karena pemimpin mereka telah mati.


Karena desa goblin berada di tengah-tengah hutan, para prajurit yang datang tidak terdiri dari Cavalry atau infanteri berat.


Tetapi pasukan dengan pedang dan perisai kecil yang merupakan infanteri ringan dan ada juga sukarelawan yang dikerahkan dari desa-desa pertanian disekitar hutan.


Meskipun dikatakan sukarelawan, sebenarnya warga-warga desa ini diancam dan dipaksa ikut dalam pertempuran dengan dalih untuk mengamankan pinggiran hutan.


Lalu untuk para petualang sendiri, mereka berjumlah 10 tim yang dikirim oleh Adventurer Guild.


Selain para sukarelawan, mereka juga adalah pihak-pihak yang mengalami paling banyak korban.


Meskipun mereka berhasil menghancurkan desa Goblin, tetapi karena peran mereka di misi kali ini sebagai garda terdepan saat menghadapi ogres, maka korban jiwa dan yang terluka cukup banyak dipihak mereka.


Melihat desa goblin hancur, Jendral Rick, yang dipercayakan amanat untuk menaklukan desa goblin, tersenyum lebar mendengar laporan kemenangan dari ajudannya.


Dia pria yang akan berusia 40 tahun, tahun ini, seorang komandan ksatria dari kota terdekat, Bacau.


Dia memiliki rambut berwarna coklat muda dengan potongan rapi.


Selain itu, dia juga mengenakan satu set baju besi tua yang nyaris tidak mempertahankan martabatnya, dia tidak terlihat seperti seorang Jendral yang mampu memimpin 300 tentara.


Sejujurnya, walaupun sebenarnya ini adalah pertempuran di mana mereka bisa mendapatkan kemenangan penuh dengan sangat sedikit korban.


Dia beberapa kali membuat kesalahan dalam pemilihan waktu penyerangan yang membuat beberapa anak buahnya mati sia-sia.


Tentu saja untuk menutupi kesalahannya ini, dia telah memikirkan banyak alasan yang akan dimasukkan ke dalam laporannya untuk tuan feodal.


“Kerusakan pada prajurit adalah: 51 tewas, 80 cidera ringan dan 30 orang mendapatkan luka serius.


Adapun untuk para sukarelawan, hampir 70 persen dari mereka meninggal dan sisanya mendapatkan luka ringan dan serius.

__ADS_1


Sedangkan untuk petualang, 60 orang meninggal dan beberpa mendapat cidera ringan.


Itu laporan korban untuk saat ini tuan. ”


Terlihat tidak tertarik, Jendral Rick hanya mengangguk beberapa kali sebelum bertanya tentang tujuan sebenarnya mereka menyerang desa ini.


"Baikalah, baiklah. daripada itu, bagaimana dengan hasil jarahannya?"


“Tuan, kami berhasil menyita ternak dan biji-bijian dari gudang. Dikombinasikan dengan koin emas dan permata, saya pikir mereka semua dapat dihargai 27.000 dukat. ”


“Bagus sekali. ”


Komandan rick menggosok janggutnya dan mengangguk puas.


Dengan 10.000 dukat, 100 petani dapat bertahan hidup selama musim dingin tanpa harus kelaparan.


Tentu saja, Komandan rick tidak pernah berniat membagi uang-uang itu kepada para sukarelawan.


Setelah mendengar hasil yang didapatkan cukup memuaskan, dia langsung mendiskusikan bagiannya dengan ajudannya.


"Apakah akan baik-baik saja jika kita menulis telah mendapatkan sekitar 17.000 dukat kepada tuan feodal dalam laporan?"


"I, itu agak sedikit …, Jika kita memprioritaskan untuk menyerahkan koin emas dan permata pada tuan feodal, maka 22.000 dukat, mungkin baik-baik saja?"


“Hmm..., meskipun bagian yang ku dapat agak sedikit. baiklah. ”


Hal yang wajar di dunia ini untuk menyerahkan semua jarahan yang diperoleh dalam pertempuran ke tuan feodal.


Kemudian, tuan feodal akan membagi rampasan itu di antara bawahannya.


Rampasan yang dibagikan dapat berupa berbagai hal, mulai dari uang atau permata, bisa juga makanan, ternak, senjata, barang antik, atau bahkan budak.


Semua rampasan itu dihitung dalam satuan yang disebut dukat, Itu adalah nama mata uang yang berlaku di benua ini.


Dengan kata lain, setelah dikurangi dengan biaya operasional, mereka mendapatkan sekitar 25.000 dukat sebagai rampasan perang kali ini, itu adalah nominal yang cukup banyak.


Tentu saja, jika kau melihat secara menyeluruh, kerugian yang ditimbulkan akibat penyerangan ini lebih besar daripada keuntungan yang didapatkan.


Sebab, para pria yang seharusnya bekerja di pertanian dan beberapa prajurit yang awalnya bertugas melindungi kota telah mati konyol di dalam pertempuran.


Namun, Rick tidak mempermasalahkan hal-hal seperti itu.


Saat ini dia hanya fokus untuk menghasilkan lebih banyak keuntungan untuk dirinya sendiri. dengan cara, menggelapkan sebagian hasil rampasan.


“Bagaimanapun, para goblin itu sepertinya telah banyak menabung. ” ucap Rick


“Ya, mereka telah menjadi sangat gemuk. ”


"Wahahahahahhh...., kamu benar, mereka telah menjadi babi gemuk. Hahahhahh...." Rick tertawa dengan suara keras.


Sementara itu ajudannya hanya tersenyum tipis dan melanjutkan menyampaikan laporannya.


“Aku juga telah memerintahkan Party petualang yang tersisa untuk mengejar para goblin yang melarikan diri. ”


“Kerja bagus, itu keputusan yang tepat. ”


Dalam hati, Rick berdoa untuk keselamatan para goblin yang dikejar oleh para petualang.


Jika goblin itu berhasil selamat, mereka pasti akan membangun desanya kembali, lalu dia bisa datang dan menjarah mereka seperti ini lagi.

__ADS_1


Para petualang yang melakukan pengejaran tentu saja tidak akan tahu apa yang sedang dipikirkan Rick.


Tetapi salah satu dari mereka sedang mengutuknya saat ini.


"Sialan, kita tidak akan mendapatkan keuntungan apapun dari mengejar goblin yang kabur. Jendral pasukan itu juga sangat menyebalkan, aku yakin dia pasti sengaja melakukan hal ini! Sejak awal, dia ingin memonopoli hasil rampasan "


"Berhenti, Tieres. Mengeluh tidak akan memberi hasil apa-apa. ”


"Tapi, para prajurit itu mungkin sedang mengumpulakan jarahan di desa sekarang? padahal kita adalah orang yang telah membunuh para Ogres dan memastikan tempat itu telah aman! ” keluh Tieres.


"Itu memang benar …, tapi kita adalah petualang yang dipekerjakan. Jika klien memerintahkan kita untuk pergi, kita harus pergi.


Kita telah di bayar sebelumnya untuk mematuhi perintah klien selama itu tidak membahayakan nyawa kita”


"Aku tahu itu, tapi masih... "


Orang yang terus mengeluh sejak tadi adalah Tieres, dia adalah seorang pria berusia pertengahan dua puluhan.


Seluruh tubuhnya dibalut dengan full armor dan dipersenjatai dengan pedang serta perisai.


Matanya dapat terlihat melalui celah di helm yang menutupi Seluruh wajah, dia sedang memandang sekelilingnya dengan motivasi yang memudar.


Mereka adalah salah satu kelompok petualang yang telah membunuh banyak goblin dan Ogres dipertempuran sebelumnya.


Sedangkan orang yang berusaha untuk menenangkan Tieres adalah seorang pria yang mengenakan pakaian Priest.


Dengan lambang suci yang tergantung di lehernya, dia dipersenjatai dengan gada logam.


Dia adalah seorang pria muda pendek dengan rambut berwarna coklat muda, Nama Priest pemuja dewa suci itu adalah Conley.


Setelah mendengar perkataan Conley, gerutuan Tieres terganggu oleh suara wanita.


"Diam! Saya telah menemukan jejak para goblin! "


"Tch..."


Tieres mengerucutkan bibirnya dan memandang wanita itu.


Dia adalah seorang gadis jangkung dan ramping dengan kuncir hitam serta pandangan mata yang dingin.


Dia mengenakan baju kulit ketat dan membawa busur komposit di punggungnya serta dua belati berkilauan, tergantung di pinggangnya.


Gadis itu bernama Amara, seorang Ranger yang unggul dalam hal pelacakan dan keahlian tangan lainnya.


Sebelumnya, dia berhasil melacak jejak kaki yang ditinggalkan para goblin menggunakan skill [Humanoid Tracking] miliknya.


"Berdasarkan jejak kaki yang ditinggalkan, mereka berjumlah sekitar 20'an, mereka juga telah kabur cukup jauh, tetapi kita masih bisa menyusulnya. ”


“Terima kasih atas usahamu, kalau begitu kalian semua bisa pulang sekarang! Kelompok Party kami akan menangani sisanya sekarang. ”


Setuju dengan perkataan Tieres, pria lain yang juga mengenakan baju besi berteriak.


“Itu benar, itu benar”.


"kami yang akan mengurus goblin-goblin itu"


"kalian boleh kembali ke desa goblin"


Conley tampak gelisah setelah melihat reaksi teman-temannya, dia merasa bersalah saat ini, tetapi dia juga tidak menunjukkan tanda-tanda ingin membantu Amara.

__ADS_1


Sebelum Amara sempat mengatakan sesuatu, tiba-tiba suara wanita lain terdengar dengan nada sedikit marah.


“Tieres! Meninggalkan bagian yang buruk pada kami dan menikmati bagian yang baik untuk dirimu sendiri. kau tidak ada bedanya dengan Jendral yang telah kau kutuk sebelumnya! Apa kau sedang mengutuk dirimu sendiri saat ini”


__ADS_2