Labyrinth Kingdom

Labyrinth Kingdom
Chapter 74. Cursed Soul


__ADS_3

Keesokan harinya, aula terbuka kerajaan Aria.


"Hei, apa kamu sudah mendengar info tentang penyerangan semalam? "


"Ya, ku dengar semalam sekelompok Assassin berhasil menyusup ke istana. "


"Dari info yang ku dapat, sepertinya mereka berniat menculik bangsawan muda seperti kita. Tapi, untungnya pangeran Aaron berhasil menghalau mereka sebelum beraksi. "


"Benar! pangeran Aaron sangat kuat. Berkat dia, kita semua berhasil lolos dari insiden penculikan. "


"Memang benar, kalau kita semua berhasil selamat... tetapi, beberapa bangsawan muda yang semalam masih berada di luar istana dinyatakan menghilang. "


"Apa? Benarkah? Jadi, para penyerang masih memiliki kelompok lain yang beraksi di luar istana. "


"Sepertinya begitu, aku juga sudah mengonfirmasi kebenaran dari info ini dan ternyata benar, ada beberapa orang yang telah menghilang. "


"Ahhh, aku juga sudah mengumpulkan beberapa info tentang hal itu. Sepertinya putra kedua dari presiden negara Tance menghilang semalam. "


"Putri pertama dari kerajaan Loid dan kerajaan Mecro juga ikut menghilang semalam. "


"Ehhh, benarkah? Bukankah ketiganya selalu dijaga oleh pengawal pribadi mereka setiap saat. "


"Benar! Benar! Aku sering melihat mereka dikelilingi oleh pengawal pribadi di manapun mereka pergi. "


"Memang benar kalau mereka selalu dilindungi para pengawal! tetapi sayangnya... Semalam, para pengawal pribadi itu ditemukan telah meninggal disebuah gang oleh prajurit Crusader yang sedang mencari jejak para penyerang. "


"Ehhh, bukankah para penyerang ini sangat berbahaya, mereka bahkan dapat mengalahkan para prajurit terbaik sebuah negara. "


"Aku akui mereka memang hebat! tetapi, tidak sehebat pangeran Aaron. "


"Benar! Benar! Pangeran Aaron adalah yang terbaik. Hehehehh, seperti yang diharapkan dari calon suamiku. "


"Haah, Apa kau bilang? Pangeran Aaron adalah calon suamiku, kucing garong. "


"Pangeran Aaron adalah milikku, aku bahkan pernah berdansa dengannya. "


"Kalian bertiga berhenti berkhayal! Kalian bahkan belum pernah dicium olehnya, tetapi berani menyebutnya sebagai calon suami. Cih... Pergi sana! "


"Emangnya kamu pernah? "


"Tentu saja pernah, meskipun itu hanya ditangan. "


"Kalau itu sih ciuman rasa hormat, bukan ciuman kasih sayang. Kamu yang seharusnya berhenti berkhayal. "


"Tapi setidaknya aku pernah dicium olehnya, tidak seperti kalian yang menyedihkan. Hohohohohhhh. "


Mendengar perkataan menyebalkan gadis itu, gadis lainnya terlihat kesal dan mengabaikannya.


"Lalu, bagaiman dengan perkembangan masalah itu? "


"Aku juga tidak terlalu tahu akan hal ini. Tetapi, sepertinya setiap petinggi negara sedang mendiskusikan masalah itu diruang pertemuan. "


"Kamu mungkin benar, Ayahku juga terlihat sibuk sejak tadi pagi. "


"Mau bagaimana lagi, ini adalah masalah serius. Sepertinya kerajaan Aria akan mendapatkan banyak masalah karena hal ini. "


"Kamu benar... "


Saat ini, sebagian besar bangsawan muda sedang mendiskusikan tentang insiden penyerangan yang terjadi semalam.


Banyak dari mereka yang berterima kasih pada Aaron, karena telah menggagalkan rencana penculikan yang akan terjadi di dalam istana.


******************


Sementara itu, ditempat lain.


"Apa kamu menemukan informasi terbaru tentang para penyerang? " tanya Aaron sambil berjalan menuju kamar Arya.


"Tidak ada yang menarik. Tetapi, sepertinya kelompok Assassin yang semalam kita bunuh adalah bagian dari 'Cursed Soul'. " jawab Timoty.


"'Cursed Soul'? Mereka sepertinya mulai makin aktif belakangan ini. Apa yang sebenarnya sedang terjadi? " gumam Aaron sambil mencari jawaban dari setiap pertanyaan yang ada di dalam kepalanya.


"Selain itu, sepertinya mereka secara khusus menargetkan orang-orang yang memiliki garis keturunan Elf. " ucap Timoty.


"Apa? " Aaron terkejut mendengar info terbaru ini.


"Ya, dari data yang telah ku kumpulkan. Orang-orang yang menghilang semalam sepertinya memiliki atau dicurigai memiliki garis keturunan Elf. " jelas Timoty.


"Kenapa mereka secara khusus menargetkan para Half-Elf? Ini jadi semakin aneh. " ucap Aaron terlihat bingung.


"Entahlah, aku juga tidak terlalu yakin. Tetapi, aku memiliki kecurigaan kalau kelompok 'Cursed Soul' sedang mengumpulkan bahan pengorbanan, daripada menjalankan misi penculikan sederhana seperti ini. " ucap Timoty dengan serius.


"........"


Aaron terlihat sedang berpikir keras, ada banyak hal yang mengganggu pikirannya saat ini.


'Apa itu berarti Jeanne juga memiliki garis keturunan Elf? Tetapi, kalau aku tidak salah ingat, kedua orang tuanya seharusnya seorang manusia. Ini sangat aneh.


Seharusnya kelompok Assassin itu telah menyelidiki latar belakang targetnya terlebih dahulu sebelum menjalankan misi, tidak mungkin mereka akan melakukan kesalahan sebodoh ini. ' gumam Aaron dalam hati.


Waktu perlahan-lahan berlalu.


Disaat keduanya hampir sampai ketujuan mereka, Arya tiba-tiba membuka pintu kamarnya dan berjalan keluar.

__ADS_1


Aaron yang melihatnya tampak sehat, terseyum dan menyapanya.


"Selamat pagi! Apa kamu beristirahat dengan baik semalam? " tanya Aaron.


"Hump...! " dengus Arya.


Dia melirik keduanya sekilas, lalu membuang muka dan berjalan pergi.


Disaat yang bersamaan, Roro yang ditemani oleh Alice juga berjalan keluar dari kamar Arya.


Melihat tingkah Aneh Arya, Aaron menjadi bingung.


"Apa yang terjadi padanya? " tanya Aaron pada Roro.


"Entah, dia mungkin sedang memasuki masa pemberontakan. " jawab Roro.


"Ahhh, dia sedang dalam masa pubertas rupanya, aku mengerti! " ucap Timoty sambil menganggukkan kepalanya.


Mendengar perkataan Timoty, Arya tiba-tiba berbalik dan berteriak.


"Masa pubertas ku sudah lewat setahun yang lalu berengsek. " ucap Arya dengan kesal.


"Lalu, kenapa tingkahmu seperti wanita yang sedang PMS? " Tanya Aaron.


"Siapa yang bertingkah menyebalkan seperti... "


"Ahem... " Roro memandang Arya sambil tersenyum.


"I, itu... Lu, lupakan. Jangan ajak aku berbicara. " ucap Arya berjalan pergi.


"Hei, tunggu! mau pergi kemana kau? " tanya Timoty sambil mengejarnya.


"Jangan ikuti aku. " jawab Arya dengan kesal.


Roro dan Alice juga berjalan mengikuti keduanya dari belakang.


Tujuannya sudah jelas, mereka akan pergi ke markas rahasia mereka.


Aaron berjalan menyusuri koridor sambil memikirkan masalah sebelumnya, ada banyak hal yang masih membuatnya bingung.


'Kenapa mereka menargetkan para Half-Elf? Apa ada sesuatu yang istimewa dari mereka? Jika tujuan mereka sejak awal hanya untuk mengumpulkan bahan pengorbanan. Lalu, apa yang ingin mereka panggil? Huft... Sebaiknya saya mendiskusikan hal ini dengan ayah nanti. ' ucap Aaron dalam hati.


Disaat dia berjalan melewati hamparan bunga mawar, senyum ceria tiba-tiba muncul diwajahnya.


'Seperti biasa, kamu selalu bermain sendirian disana. ' ucap Aaron sambil memandang Jeanne yang bermain sendirian di taman.


Dia berjalan menghampirinya dan menyapanya dengan ramah.


Dia duduk dihadapan Jeanne yang sedang menikmati permainan solonya.


"Ahhh, Aaron. Selamat pagi! Apa kamu punya waktu luang saat ini? " tanya Jeanne dengan semangat.


"Hmm? Emangnya ada apa? " jawab Aaron terlihat bingung.


"Aku ingin mengajakmu bermain 'WarZone', aku sudah banyak berlatih semalam. Aku yakin dapat mengalahkanmu hari ini. " ucap Jeanne dengan percaya diri.


Melihat Jeanne yang memiliki semangat tinggi di pagi hari, Aaron hanya tersenyum.


'Jadi, itu yang membuatmu terlihat lebih ceria hari ini, memiliki teman memang hal yang baik. Tapi maaf, saya bukanlah tipe orang yang akan mengalah pada teman. ' ucap Aaron dalam hati.


"Baiklah, saya juga penasaran sampai sejauh mana perkembanganmu hanya dalam semalam. " ucap Aaron menanggapi ajakan Jeanne.


Dia mulai mengatur pasukannya dengan santai. Sementara itu disisi lain, Jeanne terlihat sangat serius saat ini.


Keduanya menghabiskan waktu bersama seharian penuh bermain 'WarZone'.


Sesekali suara tawa bahagia Aaron akan terdengar, diikuti dengan suara rintihan frustrasi dari Jeanne.


Sudah tak terhitung jumlah kekalahan yang Jeanne miliki. Tetapi, dia tidak menyerah dan terus berjuang.


Dia memperbaiki strategi cacat yang dia gunakan sebelumnya dan mengubahnya menjadi strategi baru yang membuat Aaron merasa sedikit kesulitan.


Waktu perlahan-lahan berlalu dengan cepat disaat keduanya sedang asik bermain.


*****************


Sementara itu di dalam gua rahasia.


Arya dan Timoty sedang duduk dipinggir danau dengan tenang, mereka sedang memancing saat ini.


Disisi lain, Roro dan Alice terlihat sedang menikmati Tea Party mereka sambil menikmati pemandangan yang indah dan tenang di dalam gua.


"Kemana Aaron pergi? Kenapa dia belum datang? Apa kera-kera betina itu berhasil mencegatnya di tengah jalan? " Arya bertanya-tanya tentang keberadaan temannya saat ini.


"Entahlah... Strike! " jawab Timoty dengan singkat.


Dia sedang fokus menarik joran miliknya yang disambar ikan dengan kuat.


"Apa sebaiknya aku pergi menjemputnya? " tanya Arya.


"Tidak perlu, sebelumnya dia mengatakan padaku akan menyusul setelah menyelesaikan urusannya. " jawab Timoty sambil tersenyum.


"Begitukah! Hei, ikan apa yang berhasil kau tangkap? " tanya Arya.

__ADS_1


Dia mengalihkan perhatiannya pada hasil tangkapan Timoty.


"Sepertinya aku cukup beruntung hari ini, aku berhasil menangkap Golden Salmon. Hahahahahhh... " ucap Timoty dengan bangga.


"Apa? Sial, aku belum pernah menangkap ikan jenis itu. " ucap Arya dengan kesal.


Dia sudah memancing selama seharian. Tetapi, belum berhasil mendapatkan ikan satu pun.


Dia melihat hasil tangkapannya dan menemukan kalau dia hanya mendapatkan hal-hal aneh.


Satu-satunya yang berhasil dia tangkap hari ini adalah seekor kura-kura berlumut, yang entah sudah berapa lama dia hidup di danau itu dan beberapa Akuatik Spider yang tidak jelas.


"Apa kau lihat-lihat kura-kura jelek? Apa kau ingin ku ubah jadi sup? " ucap Arya.


Arya menjadi semakin kesal setelah memandang wajah menyebalkan kura-kura itu, entah kenapa dia terlihat sedang mengejeknya.


Langit yang awalnya cerah perlahan-lahan menjadi gelap, Aaron yang sedang bermain dengan Jeanne memutuskan untuk menghentikan permainannya.


"Sekali lagi! ku mohon, sekali saja. Kali ini, aku merasa dapat mengalahkanmu. " ucap Jeanne yang enggan mengakhiri permainan.


"Tidak, hari sudah mulai gelap. Sudah waktunya kamu kembali ke kamarmu dan beristirahat. Kita akan melanjutkan permainannya besok. " jawab Aaron menolak permintaannya.


"Buuu... Aaron pelit! lihat saja besok, aku pasti akan mengalahkanmu. " ucap Jeanne sambil mengejeknya.


Dia berlari meninggalkan Aaron yang terdiam di belakang.


"Kamu bisa bertingkah imut juga rupanya, hehehehhh, menarik! " gumam Aaron sambil tersenyum.


Setelah menikmati angin segar malam hari, Aaron berjalan menuju kamarnya.


Disaat dia membuka pintu, dia disambut oleh Alice yang berlari kearahnya.


"Kakak! Aku merindukanmu. " ucap Alice sambil memeluk kakaknya dengan erat.


"Apa kamu bersenang-senang hari ini? " tanya Aaron sambil mengelus kepalanya dengan lembut.


"Ya, kak Roro menceritakan banyak hal menarik padaku. " jawab Alice sambil tersenyum.


"Begitukah, baguslah! Lalu, kenapa kalian semua berkumpul di kamar ku hari ini? " ucap Aaron memandang teman-temannya yang ternyata sudah ada di dalam kamarnya.


"Aku yang seharusnya bertanya disini, dari mana saja kau seharian ini? " tanya Arya sambil melipat tangannya di dada.


"Kenapa nada bicaramu terdengar seperti seorang istri yang mencurigai suaminya pergi berselingkuh? " ucap Roro.


"Diam! Aku tidak bertanya padamu. " bentak Arya.


"Haah...? Kau bilang apa barusan? " ucap Roro terdengar marah.


"Ehhh, I, itu... Ahem, Kamu salah paham Honey, kata-kata ku sebelumnya untuk Timoty. Benar, tutup mulutmu Timoty. " ucap Arya sambil menunjuk Timoty yang berdiri disampingnya.


"Sialan! Apa kau menantang ku gelud hari ini? " ucap Timoty sedikit kesal.


"Ahem, jawab pertanyaan ku sekarang Aaron? " tanya Arya mengabaikan perkataan Timoty.


"Tidak ada yang spesial, saya hanya pergi bermain dengan seseorang. " jawab Aaron dengan samar.


Arya terlihat makin curiga, dia mengendus pakaian Aaron untuk membuktikan kecurigaannya.


"Aku mencium Aroma bunga dan parfum..., apa kamu pergi bersama seorang gadis? " tanya Arya dengan tegas.


"Ya, saya bermain dengannya seharian ini. " jawab Aaron dengan jujur.


Mendengar jawaban Aaron, Arya mendekat kearahnya dan berbicara dengan suara pelan.


"Apa dia cantik? " bisik Arya.


"Arya...! Apa yang kau bisikkan disana? " ucap Roro dengan niat membunuh.


"T, tidak honey, aku hanya penasaran. Kenapa Aaron tidak memperkenalkan teman barunya pada kita? " tanya Arya.


"Ahhh, gadis itu sangat pemalu. Mungkin butuh beberapa waktu sebelum aku bisa mengajaknya bermain dengan kalian. " jawab Aaron.


"Begitukah! Kalau begitu, kita hanya bisa menunggu. Apa dia suka memancing? " tanya Arya.


"Entah! Tapi, dia pandai bermain 'WarZone'. " jawab Aaron.


"'WarZone' ? He he, penantang baru telah datang, aku tidak sabar menghancurkan semua strategi yang dimiliki gadis itu. " ucap Arya dengan sombong.


"Menghancurkan apanya, kau bahkan tidak bisa mengalahkan Alice dan ingin berlagak sombong. Palingan seluruh pasukanmu akan mengalami pemusnahan total diawal permainan. " ejek Timoty.


"Berisik! Aku tidak meminta komentarmu. Lihat saja nanti, aku akan membuktikan kehebatan ku. " ucap Arya dengan percaya diri.


"Kepercayaan diri itu memang penting. Tetapi, kura-kura siapa ini? Dia memakan kaki sofa ku. " tanya Aaron sambil menunjuk kura-kura yang mengunyah kaki sofanya.


"Ahhh, dia Ugly Bastard. Wajahnya terlihat menjengkelkan, jadi aku membawanya pulang. " jawab Arya terlihat tidak peduli.


"Kenapa kau membawa benda aneh ini pulang? " tanya Aaron.


"Entahlah, aku hanya merasa kalau dia unik, jadi aku ingin melestarikannya. " Jawab Arya dengan malas.


"Kalau begitu, jauhkan dia dari sofa ku. Wajahnya benar-benar terlihat menyebalkan, aku yakin dia pasti dikucilkan oleh spesiesnya sendiri. " ucap Aaron sambil memandang kura-kura aneh itu.


Setelah itu, Arya mengurung Ugly Bastard ke dalam pot dan hampir membunuhnya.

__ADS_1


__ADS_2