Labyrinth Kingdom

Labyrinth Kingdom
Chapter 39. Penyerangan Markas Bandit 4


__ADS_3

"tidak apa-apa, aku hanya menggunakan terlalu banyak energi, setelah beristirahat sebentar, semuanya akan kembali normal. Bagaimana kondisi medan perang saat ini? "


"tidak terlalu baik, sebagian besar anggota kita telah mati dan sisanya hanya menunggu waktu sebelum menyusul mereka" jawab penyihir


"goblin-goblin itu jauh lebih kuat dari yang kita kira, sepertinya master labirin itu telah melatih mereka dengan baik. Meskipun mereka juga mengalami banyak korban jiwa. tetapi, mereka tetap dapat menampilkan kualitas mereka sebagai tentara elit di medan perang yang kacau" kata Warrior


"begitu rupanya, rasanya akan sia-sia jika kita membunuh mereka semua secara langsung. Coba tangkap mereka dan lihat, apakah mereka dapat ditaklukkan secara paksa atau tidak."


"siap boss" jawab warrior


"apa aku boleh membunuh goblin yang terus melawan dan tidak mau tunduk dibawah perintah kita"


"lakukan apa pun yang kau inginkan pada mereka, aku tidak peduli. Tetapi kau hanya boleh melakukannya, setelah mereka selesai memperbaiki seluruh kerusakan yang telah mereka lakukan ditempat ini" kata Zarkhan


"tentu saja, mereka harus membayar ganti rugi sepuluh kali lipat, hehehhehh" kata penyihir


"bagaimana kalau kita pergi menculik gadis-gadis baru di desa sekitar sebagai perayaan setelah perang ini selesai? Aku sudah bosan dengan tumpukan sampah yang ada di gudang" saran Warrior sambil menunjukan senyum yang menjijikkan


"Ide yang bagus" kata Zarkhan sambil tersenyum kejam


"siapa bilang kalian dapat pergi bersenang-senang setelah ini"


"perang masih belum usai"


"kami belum kalah"


"kami akan memastikan kalau hari ini akan menjadi hari pemakaman kalian"


Sementara Zarkhan dan pengawalnya sedang sibuk mendiskusikan rencana jahat yang akan mereka lakukan setelah perang.


Suara serak dan dingin terdengar dari belakang mereka.


Sontak ketiganya membalikkan badan mereka dan melihat musuh yang sebelumnya mereka lawan belum mati.


Meskipun Corpse golem berhasil selamat, tetapi kondisinya saat ini sangat berantakan. Penampilannya sangat berbeda dengan saat pertama kali dia muncul.


Sekarang dia memiliki bentuk tubuh humanoid yang sangat kurus dengan tingginya yang kira-kira sekitar dua setengah meter. tangannya sangat panjang sampai menyentuh tanah.


Tempat dimana seharusnya wajah berada dihiasi oleh mulut besar yang berbentuk vertikal dengan gigi-gigi tajam yang mencuat keluar. Dibagian badannya terdapat 4 wajah yang menunjukan ekspresi yang menakutkan seolah-olah ingin menelan ketiganya secara utuh.


Melihat kondisi tubuh Corpse golem secara keseluruhan, dapat disimpulkan bahwa, dia telah melakukan banyak pengorbanan hanya untuk memulihkan sebanyak mungkin luka yang telah dia terima.


Bahkan saat ini, tubuhnya masih terus terluka karena efek dari [Flamebringer] yang terus aktif


"kalian sekelompok serangga berani menentang kami"

__ADS_1


"ini adalah penghinaan terbesar yang pernah kami alami"


"disaat kalian berani menentang Tuan, kematian kalian telah ditetapkan saat itu. Jadi, silahkan mati dan jadilah pengorbanan untuk master"


"[Meteor Jab]"


Dia memusatkan semua api yang telah membakar tubuhnya ke tinjunya dan mengayunkannya dengan kuat ke arah ke tiga bandit itu.


Melihat serangan monster itu datang ke arah mereka, Warrior mencoba bergerak kedepan berencana untuk melindungi yang lainnya. tetapi, dihalangi oleh Zarkhan.


Corpse golem menargetkan Zarkhan terlebih dahulu, mungkin karena dia menganggapnya sebagai yang terkuat diantara ketiganya.


'Jlebb...'


'Ouch!.... '


Disaat pukulan Corpse golem hampir mengenai wajah Zarkhan. Warrior itu melihat kalau pukulannya tiba-tiba terhenti tepat 5 cm di depan wajah Zarkhan.


Zarkhan yang menjadi target serangan monster itu, dapat melihat dengan jelas apa yang sebenarnya sedang terjadi.


Sesaat sebelum dia terkena serangan, sesosok pria perlahan-lahan muncul dibelakang Corpse golem.


Dia menancapkan Wakizashi miliknya kepunggung monster itu dan menembus tubuhnya.


{ket: Wakizashi adalah katana tapi versi pendeknya}


"B, bagaimana mungkin"


"kenapa kau bisa menemukannya"


"sakit... Sakit sekali"


"aku mungkin akan kesulitan untuk menemukan titik lemahmu ini, jika tubuhmu masih sebesar sebelumnya. Tetapi sekarang berbeda, kau sudah menjadi sangat lemah dan tubuhmu menjadi mengecil. Kau bahkan tidak menyadari keberadaan ku saat aku mengendap-ngendap ke belakangmu"


Sambil berjalan dengan santai, pria itu mengambil kristal abu-abu yang masih menempel diujung Wakizashinya dan melemparnya ke Zarkhan.


Pria itu adalah pelayan terakhir yang dimiliki oleh Zarkhan, dia seorang Assassin yang ahli dalam pembunuhan.


"aku menyelesaikan dengan sempurna boss"


"kerja bagus" kata Zarkhan sambil menyeringai


"kenapa kau ada disini? Bukankah kau sedang menjalankan misi pembunuhan di kota?" kata penyihir


"itu selesai lebih cepat dari yang ku kira, jadi aku langsung kembali ke markas. Karena situasinya sangat kacau, aku menggunakan skill [Vanish] milikku untuk mengamati situasi sekitar sejak tadi. "

__ADS_1


"jadi kau sudah ada di dekat sini sejak tadi?" kata Warrior


"tentu saja, tetapi sepertinya hanya boss yang menyadarinya"


Melihat kalau dia sedang diabaikan dan inti kehidupannya telah diambil, Corpse golem menjadi sangat marah.


"kembalikan... "


"bere*gsek.... Kembalikan benda itu"


"kembalikan... serangga bodoh"


"sia*an... "


Melihat Corpse golem yang mulai panik, Zarkhan tersenyum menghina dan mulai mempermainkannya dengan kristal yang ada ditangannya


"bukankah sebelumnya kau sangat ingin membunuhku, kenapa kau diam saja sekarang? Huhhh... Dimana semangatmu yang sebelumnya? "


Corpse golem hanya menahan amarahnya dan mengabaikan semua ejekan Zarkhan. Saat ini dia fokus pada kristal yang ada ditangannya.


"Apa kau menginginkan kristal ini? Kalau begitu, tangkaplah"


tiba-tiba Zarkhan melempar kristal itu ke arahnya. melihat hal ini Corpse golem refleks menangkapnya dengan hati-hati. Disaat dia berhasil menangkapnya, rasa bahagia dan lega muncul di wajahnya.


Dia membuka tangannya perlahan-lahan dan melihat, kristal yang dia tangkap telah terbelah dua.


Sontak, dia mengalihkan pandangannya dan melihat ke arah Zarkhan yang sedang memegang pedang dengan senyuman mengejek di wajahnya.


"bere*gsek...."


"Mati...! Mati...! "


"aku akan membunuhmu... serangga sialan! "


"Uhk!... "


Corpse golem berusaha untuk menyerang kelompok Zarkhan, tetapi gerakannya tiba-tiba terhenti dan dia jatuh tersungkur ke tanah.


Mungkin karena inti kehidupannya telah rusak, perlaha-lahan energi kehidupan meninggalkan tubuhnya.


Sebenarnya, kristal itu adalah organ magis yang dimiliki para undead untuk menampung energi yang mereka gunakan untuk tetap hidup, bahkan setelah kematian.


Sebagai mantan mahluk hidup, Undead sudah tidak memiliki yang nama life core. itu sudah diambil oleh messenger of death setelah mereka mati, karena mereka tidak memiliki life core mereka sudah tidak bisa mengakses energi will power lagi.


Jadi, sebagai gantinya Undead dapat menggunakan energi kematian yang disebut {Nero} sebagai sumber kehidupan baru, dengan bantuan organ magis yang disebuat {Arwa}.

__ADS_1


Jadi, kristal yang Zarkhan hancurkan adalah {Arwa} milik Corpse golem.


__ADS_2