
Tieres merasa senang dengan keberuntungannya,
Awalnya dia berpikir jika mengejar goblin tidak akan memberinya banyak keuntungan. tetapi setelah melihat harta yang dia dapatkan saat ini, pikiran itu tiba-tiba menghilang.
Ini bukan pertama kalinya dia menjelajahi labirin bawah tanah, sebelumnya dia sudah pernah melakukannya tetapi mereka semua telah dieksplorasi hingga habis dan sudah tidak memiliki apa pun yang dapat disebut harta.
Namun, labirin bawah tanah ini berbeda.
Dia belum lama menjelajahi labirin ini, tetapi harta yang dia dapatkan sudah sangat banyak.
Ada koin emas di dalam vas dan peti mati untuk memulai, ada juga batu permata dari berbagai jenis seperti berlian, rubi, dan safir, bahkan lubung-lubang yang ada di pilar dihiasi dengan patung-patung logam yang tampak seperti karya seni.
Dia tidak bisa membayangkan berapa banyak harta yang akan dia dapatkan jika berhasil mengeksplorasi seluruh tempat ini.
"lupakan tentang goblin, ini bukan waktunya untuk mengejar mereka, kan.”
“Benar, tapi Tieres, jangan lengah. Kita belum melihat atau melawan monster sejak kami datang ke labirin ini. Ada banyak harta di tempat ini, tetapi tidak ada satupun monster yang menjaganya, ini sangat aneh. ”
"Aku tahu, aku tahu. Kau tidak perlu memperingati ku terus menerus, aku tau apa yang kau maksud. tetapi kita harus menanggung resiko jika ingin mendapatkan keuntungan yang lebih besar. ”
Tieres menanggapi peringatan conley dengan kata-kata kasar. dia berfikir kalau conley adalah seorang pengecut yang tidak berani menerima tantangan untuk mendapatkan apa yang dia inginkan.
dia memandangi teman-temannya.
13 anggota [holy sword], termasuk dia, sedang asik mengemas harta labirin ke dalam tas ransel dan karung goni mereka.
"Selain itu, jika kita mengendur para pelacur itu mungkin akan mendahului kita dan mengambil semua harta yang tersisa”
Beberapa waktu telah berlalu sejak mereka menuruni tangga menuju labirin dan mulai berburu harta karun dengan serius.
Labirin ini kemungkinan memiliki ukuran yang sesuai dengan gerbang masuknya yang besar. saat pertama kali masuk, tempat ini memberi mereka kesan seolah-olah sedang menjelajahi bagian dalam kota besar.
Karena jumlah mereka cukup banyak, mereka harus menghindari jalan sempit yang akan menyulitkan mereka saat bertarung.
Sebenarnya keahlian seorang ranger sangat dibutuhkan di situasi ini, tetapi sialnya anggota ranger mereka malah mati dipertempuran sebelumnya.
__ADS_1
Oleh karena itu, mereka hanya bisa mengabaikan pintu-pintu yang terkunci dan harus bergerak hati-hati untuk memastikan tidak terperangkap kedalam jebakan.
Sebagian besar kamar yang mereka temukan adalah kamar kosong tanpa perabotan didalamnya. tetapi ada juga kamar yang didekorasi dengan sangat baik hanya dengan memeriksa vas, peti mati, dan dekorasi di dalam kamar-kamar itu, mereka biasanya menemukan semacam harta didalamnya.
Masih ada banyak kamar yang belum mereka jelajahi, dan satu-satunya saingan mereka saat ini adalah [sword valkyrie] yang merupakan kelompok lain selain mereka yang berhasil menemukan labirin ini.
"Jika kita bertemu mereka lagi … sebaikanya kita bunuh kelompok pelacur itu. aku tidak ingin membagi harta yang ada di dalam labirin ini dengan mereka”
Mendengar apa yang dikatakan Tieres, conley mengerutkan kening.
Satu-satunya hal yang ada dalam pikirannya adalah sekali lagi meminta kerja sama kelompok [sword valkyrie]. Mereka tidak memiliki ranger, sehingga proses pengumpulan harta yang mereka lakukan menjadi tidak efisien.
“kita tidak perlu melakukan pertarungan yang tidak berguna, kan? Lagipula, bukankah akan lebih baik jika kita bekerja sama dengan mereka lagi dan membagi harta yang didapatkan dengan setara?
Ada begitu banyak harta di sini, Kita tidak akan rugi banyak bahkan jika kita menambahkan enam orang. ”
"Apa kau bilang ~?"
Pendeta conley tidak bisa melihat wajahnya, karena helm yang menutupi itu, tetapi mendengar nada marah dalam suaranya, dia bisa dengan mudah membayangkan wajah pemimpinnya sedang memerah karena marah.
Conley yang memiliki postur ramping melihat ke bawah untuk menghindari amarah pemimpinnya. Dia menyipitkan matanya yang berwarna cokelat seperti rambutnya, dan mengabaikan gerutuan pemimpinnya.
Setelah itu, Tieres mulai melemparkan penghinaan ke kelompok [sword valkyrie].
Conley ingin mengabaikannya, tetapi karena hal-hal sepele yang terus Tieres keluhkan, dia tidak bisa menahan diri untuk tidak menghela nafas.
'huft... , akan sangat berbahaya tinggal dengan orang yang tidak toleran seperti dia lagi. Aku mungkin harus pergi dan mencari kolompok lain begitu kita selesai dengan penjelajahan ini'
Tidak tahu apa yang sedang dipikirkan oleh pendeta, Tieres yang telah memulihkan suasana hatinya mulai berjalan dengan gembira.
Mereka melanjutkan penjelajahan untuk beberapa waktu, sebelum mereka tiba-tiba mendengar suara derak rantai yang saling bergesekan.
Suara itu berasal dari lorong gelap yang ada di depan mereka.
"Oi!"
__ADS_1
Tieres mengangkat satu tangan untuk memperingatkan anak buahnya yang ada di belakangnya.
Dimulai dengan conley, anggota lainnya mulai mengambil posisi bertarung.
"Siapa yang ada kesana!? [sword valkyrie] !? ”
mungkin karena mereka tidak bertemu monster sekalipun selama mereka menjelajahi labirin ini.
Tieres yang berteriak, berpikir kalau orang yang membuat suara sebelumnya adalah kelompok [sword valkyrie] yang dia hina sebelumnya.
"Jawab aku, atau kami akan memperlakukanmu sebagai musuh!"
Kemudian seolah menjawabnya, seorang ksatria membuat suara berderak dengan rantainya muncul dari lorong.
Dia mengenakan baju besi dan helm biru tua dan mengenakan jubah hijau muda.
Berbeda dengan baju besi yang dikenakan Tieres dan anak buahnya, pakaiannya tidak terlihat usang. Bahkan pedang panjang yang tergantung di pinggangnya dihiasi dengan baik tidak peduli apa pendapat seseorang tentang penampilannya.
"Seorang kesatria? Tidak, tidak mungkin ada kesatria di sini! ”
Setelah mengatakan itu, dia ingat bahwa ada seorang ksatria wanita di kelompok [sword valkyrie], tapi baju zirah yang dia kenakan agak kumuh dibandingkan dengan yang dikenakan oleh kesatria yang ada di depannya.
Tieres memiliki skill [keberanian] yang membuatnya tak kenal takut saat menghadapi bahaya apa pun, tetapi ketakutan muncul di dalam hatinya saat ini.
Untuk menghilangkan rasa takutnya, dia berteriak keras.
"Berhenti, atau kami akan memperlakukanmu sebagai musuh !!"
Selain skill [keberanian], Tieres juga memiliki skill yang disebut [Verifikasi Musuh Kuat] dengan skill ini dia dapat
mengidentifikasi seberapa kuat musuh yang sedang dia hadapi dan saat ini, skill itu memberi tahunya kalau kesatria yang berdiri dihadapannya adalah lawan terkuat yang pernah dia lawan selama ini.
Meskipun dia merasa takut, tetapi sebagai seorang petualang yang telah melewati situasi hidup dan mati beberapa kali, dia tidak akan meyerah begitu saja.
Mereka telah menemukan banyak harta didalam labirin ini, jadi mereka enggan untuk berpisah dengannya dan jika mereka berhasil membunuh musuh yang ada di depan mereka, mereka juga bisa mendapatkan baju besi dan pedang yang bagus.
__ADS_1
Menggunakan [perintah medan perang] dia berencana memberi perintah kepada teman-temannya untuk menyerang sekaligus, tetapi sebelum perintahnya keluar, ksatria itu meluncur ke arah mereka dengan kecepatan tinggi seolah-olah telah membaca niatnya.
"T, tahan dia!!"