
Aaron Meminta adik perempuannya untuk melengkapi beberapa informasi yang belum tepat dari jawaban Jeanne.
“Jawaban yang kamu berikan memang hampir semuanya benar. Tetapi, ada beberapa hal yang keliru disana.
Yang pertama, kami tidak pernah berniat membangun Kerajaan sihir kembali. Kami ingin membangun kerajaan yang jauh lebih kuat dan lebih solid dari yang sebelumnya.
Yang kedua, alasan mengapa kami menarik orang-orang memasuki labirin ini adalah untuk mengorbangkan tubuh dan jiwa mereka menjadi energi murni yang nantinya digunakan untuk memperkuat labirin.
Kami menggunakan beberapa cara untuk menarik mereka masuk ke dalam. Mulai dari memicu keserakahan mereka akan harta yang melimpah, rasa haus mereka terhadap pengetahuan yang tidak diketahui, keinginan mereka untuk menjadi lebih kuat, atau bahkan memperkuat ambisi mereka yang haus akan pujian dari orang lain.
Kami akan melakukan apa pun yang dapat memperkuat kerajaan kami ini dan akan menghancurkan siapa pun yang menghalangi kami.
Semua ini kami lakukan, untuk menyukseskan rencana balas dendam yang telah kami susun sejak lama. ” jelas Alice dengan tegas.
Dia menyipitkan matanya dan melanjutkan penjelasannya sambil memainkan rambut hitam legamnya yang panjang.
“Kami menggunakan beberapa sihir yang memiliki efek manipulasi bagi orang-orang yang terkena. Contohnya seperti: [Whisper of Hope], [Honey Trap] dan [Misguided Invitation].
Meskipun para pennyerang itu berpikir kalau mereka memasuki labirin dengan kesadaran penuh, sebenarnya mereka telah di bawah pengaruh sihir manipulasi.
Jika tidak, bagaimana mungkin para petualang yang sangat menghargai hidup mereka, mau memasuki tempat yang jelas-jelas berbahaya ini. ” lanjut Alice dengan senyum kejam diwajahnya.
Bukan sebuah kebetulan belaka bahwa para goblin, pihak petualang, dan Ordo Kesatria datang mengunjungi labirin ini.
Seperti bunga yang memikat lebah dengan keharumannya, [Whisper of Hope] akan menarik orang-orang kesusahan yang membutuhkan bantuan.
Contohnya seperti kelompok goblin Raluk, yang berpikir kalau mereka berhasil menemukan gerbang masuk labirin karena keberuntungan. Tetapi, sebenarnya tidak seperti itu.
Tanpa Raluk sadari, sebenarnya dia memimpin kelompoknya berlari ke arah gerbang masuk labirin karena di bawah pengaruh sihir [Whisper of Hope].
Hal ini juga berlaku pada kelompok goblin lain yang sebelumnya direkrut oleh Dustin.
Sementara untuk sihir [Honey Trap], itu berfungsi untuk memikat orang-orang yang tertarik dengan rumor harta berlimpah yang terkandung di dalam Labirin Bawah Tanah.
Sebagian besar orang yang terpengaruh oleh sihir ini tentu saja para petuang yang memiliki keinginan besar untuk menjadi kaya dengan cepat.
{ket: Ingin mengetahui cara untuk menjadi kaya dengan cepat, jadilah Afiliator jangan jadi trader. }
Jendral Rick juga salah satu orang yang terpengaruh oleh sihir itu.
Yang terakhir, dengan menggunakan sihir [Misguided Invitation], mereka yang memiliki ambisi tersembunyi perlahan-lahan akan tertarik juga.
Skill ini secara khusus menargetkan para bangsawan yang memiliki beberapa ambisi rahasia yang mereka rencanakan dibalik layar.
Dengan menggunakan kombinasi ketiga sihir di atas, kamu tidak akan bisa lolos dari jaring yang Aaron dan Alice tebar.
“Goblin terpikat menggunakan [Whisper of Hope]. ” ucap Alice.
"Sedangkan pihak petualang terpikat oleh [Honey Trap]! " ucap Aaron.
"Aku tidak perlu menjelaskan secara rinci tentang sihir [Misguided Invitation], seharusnya kau sudah tahu siapa yang ditargetkan oleh sihir ini. " ucap Alice memandang Jeanne dengan senyum licik.
__ADS_1
"Kalau begitu, dalam hal ini..... "
"Pikiran macam apa yang kamu miliki ketika memutuskan untuk mengunjungi Labirin Bawah Tanah yang berbahaya ini? " tanya Aaron memotong pembicaraan Jeanne.
Aaron dan Alice bertanya pada sang putri. Mereka bertanya dengan nada serius dan semangat masing-masing.
Setelah keheningan singkat, senyum murni muncul di wajah Jeanne ketika dia melihat senyum jahat yang Alice miliki.
Meskipun hidup dan mati akan diputuskan oleh jawabannya, dia tidak bisa tidak menikmati kesenangan dan ketegangan ini.
"Aku ingin memerintah atas Ibukota kerajaan, Dorbas. " Sang putri menjawab.
"Begitu rupanya! Tetapi, berbicara tentang Ibukota Dorbas, bukankah tempat itu adalah ibukota Kerajaan Liberas. Kamu sudah memerintah tempat itu, bukan? ” Tanya Aaron.
"Tidak, ayahku adalah penguasa tempat itu. Dan mungkin, dalam waktu dekat, itu akan dikuasai oleh Yang Mulia, Aaron-sama. " Jeanne berkata dengan nada kegilaan di matanya.
Ekspresi Aaron tetap datar seperti sebelumnya, sementara Alice tersenyum ceria tampak sangat bahagia.
"Apa yang kamu inginkan sebagai imbalannya? " Tanya Aaron.
“Aku hanya ingin memastikan keselamatan orang-orang yang tinggal di kerajaan ku.
Bahkan jika Yang Mulia Aaron tidak pernah berniat menghancurkannya, cepat atau lambat kerajaan Liberas pasti akan dirampok oleh Kerajaan Macbia, atau bahkan menjadi boneka untuk Kerajaan Slovia. Bagaimanapun, ayahku yang bodoh pasti akan mati dan sebagian besar orang yang tinggal di kerajaan juga akan ikut mati.
Aku ingin menghindari akhir buruk itu. Lagipula, aku menyayangi ayah dan rakyatku. " Putri Jeanne menjelaskan.
Alrac mendengarkan kata-katanya sambil menatap mata coklat kemerahan milik Jeanne sebelum beralih ke Alice. Adik perempuannya mengatakan 'Lakukan sesukamu, onii-sama' dengan matanya.
Setelah keheningan singkat, dia membuka matanya lagi dan bertanya.
"Apa harga yang kamu tawarkan untuk itu? " tanya Aaron dengan nada serius.
Kata-katanya seperti bilah es yang menembus hati Jeanne. Setelah mendengar pertanyaan ini, selama jawabannya salah, negosiasi akan selesai.
“Aku akan menawarkan tubuh dan jiwaku selamanya mengabdi padamu. Saya juga dapat membantu untuk menggoda orang-orang serakah ke Labirin Bawah Tanah untuk tujuan Yang Mulia. " Sang putri berlutut dan menundukkan kepalanya, menunggu jawabannya.
Jantungnya berdetak kencang ketika suhu tubuhnya naik untuk mengantisipasi. Jika negosiasi gagal, dia akan segera dibunuh.
"Baiklah! " Jawab Aaron dengan singkat.
“......... "
Keheningan memerintah di ruangan itu untuk sesaat.
"Apakah kamu baik-baik saja dengan itu, Alice? " Tanya Aaron pada adiknya.
"Tentu saja. Lagipula, negara ini bukanlah target balas dendam kita. " Gadis itu menjawab sambil mengangkat bahu.
Kerajaan Liberas diperlukan untuk membangun Labirin Bawah Tanah ini. Bagi keduanya, tempat ini adalah tanah suci. Jika perlu, mereka akan menghancurkan semua penyusup, tetapi jika ada manfaat, mereka akan menerimanya.
"Selain itu, orang ini terlihat seperti mawar merah. Aku pikir hal yang baik jika dia dekat dengan kakak. " ucap Alice dengan senyum misterius di wajahnya.
__ADS_1
“Kamu benar, dia indah. tetapi, memiliki duri yang tajam. " Aaron setuju.
"Eh?"
"Nn?"
Kedua saudara itu saling memandang. Entah bagaimana tampaknya ada kesalahpahaman.
Yahh, Alice sudah terbiasa dengan hal itu, dan bertanya langsung pada kakaknya.
"Um, onii-sama … Untuk bisa membuat seseorang yang memiliki kecantikan menggoda seperti Succubus tunduk. Tetapi, masih tidak mengerti maksudnya.... Mungkinkah kamu tidak puas hanya dengan satu gadis manusia muda? Atau jangan-jangan, kakak lebih tertarik dengan hubungan terlarang antara adik dan kakak. Itu tidak boleh kak! Tetapi, jika kakak memaksa.... " ucap Alice dengan malu-malu.
"Apa yang kamu bicarakan, Alice? Yang saya maksud tentang duri itu adalah … " Aaron berusaha menjelaskan.
Tetapi, kata-katanya dipotong oleh sang Putri berambut merah muda yang cantik dengan senyum indah seperti peri di wajahnya.
"Yang Mulia, orang-orang serakah yang akan saya tawarkan kepada Anda akan datang ke sini dalam waktu satu minggu. ” lapor Jeanne.
"Hah?" Alice mengangkat suaranya karena terkejut.
Jeanne memiliki ekspresi memikat, yang tampaknya tidak seperti seorang gadis berusia enam belas tahun.
Dia mulai menceritakan tentang keberadaan orang-orang yang akan menyerang labirin.
“Akan ada sekelompok Prajurit yang datang untuk mencariku di dalam labirin ini. Jendral pasukan Inspeksi dan Jendral Korps Ekspedisi kemungkinan akan membawa minimal tiga ratus tentara, dan maksimal seribu tentara.
Aku tidak berpikir petualang akan berpartisipasi dalam misi ini. Tetapi, untuk saat ini, mari kita anggap mereka sebagai probabilitas yang tidak pasti. ”
"Ah, hal seperti itu …" Alice tiba-tiba mengerti keseluruhan masalahnya sekarang.
Sementara Jeanne meminta aliansi dengan Aaron, dia juga menggunakan dirinya sebagai umpan pada saat yang bersamaan untuk memanggil para prajurit datang mencarinya ke dalam Labirin Bawah Tanah ini.
"Jika Anda bahkan tidak bisa mengusir kekuatan sebesar ini, maka kami tidak punya apa-apa untuk dibicarakan, Yang Mulia Aaron. " ucap Sang Putri sambil tersenyum.
Jika Aaron bisa menghancurkan pasukan kota Bacau yang datang, maka tidak ada masalah.
Di sisi lain, jika kekuatan Labirin Bawah Tanah dikalahkan, maka Jeanne kemungkinan akan mati, dan pasukan kota Bacau akan mendapatkan harta karun Labirin Bawah Tanah ini seutuhnya.
Dengan menggunakan uang itu, mereka bisa meminta kerajaan Aria yang jauh dari sini untuk menengahi pertempuran, dan mereka juga bisa menyewa beberapa tentara bayaran yang terampil.
Bahkan jika kedua rencana di atas tidak berhasil, tidak akan ada kerugian untuk Kerajaan Liberas.
Semua ini mungkin sudah direncanakan oleh Putri Jeanne sejak awal, bahkan sebelum dia datang ke labirin.
"Inilah kenapa bunga mawar yang indah, memiliki duri yang tajam di batangnya... " ucap Aaron dengan suara dingin.
Dia memandang Jeanne yang berdiri dihadapannya dengan serius. Tetapi, Aaron tidak marah padanya, malahan dia merasa senang dengan situasi saat ini.
'Ayo kita lanjutkan permainan yang telah tertunda sejak lama, Jeanne! ' ucap Aaron dalam hati.
Ketika Dustin mendengar percakapan antara keduanya dan mengetahui kalau penyerangan besar-besaran mungkin akan terjadi, itu membuat hati dan darahnya mendidih untuk perang.
__ADS_1