
"Karena semua data yang ku butuhkan telah didapatkan dan kalian semua telah lolos dari tes pertama. Kita akan melangkah ketahap selanjutnya sekarang. " ucap Alice dengan semangat.
"Apa yang harus kami lakukan selanjutnya? " Tanya Raluk.
"Itu tugas yang sederhana, kalian lihat tabung-tabung kaca itu? " tanya Alice sambil menunjuk ke arah tabung kaca yang memenuhi ruangan.
"Ya, ada banyak dari mereka. " jawab Raluk.
"Tugas kalian selanjutnya adalah masuk ke dalam tabung-tabung itu, sederhana bukan! " ucap Alice.
"Ehhh, masuk ke dalam sana? " tanya Raluk sedikit ragu.
"Ya, masing-masing dari kalian. Apa lagi yang kalian tunggu, cepat bergerak? Jangan membuang-buang waktu ku. " bentak Alice.
Para goblin langsung berlari dengan cepat ke arah tabung-tabung itu dan satu persatu mulai masuk.
"Bagus! Kalau begitu, kita akan melanjutkan ketahap uji coba yang selanjutnya. He he... " ucap Alice sambil tersenyum jahat.
Dia menekan tombol merah yang ada pada 'Main Control Machine' untuk mengaktifkan alat-alat yang ada dalam ruangan itu.
Seketika, tabung-tabung kaca mulai tertutup dan mengurung para Goblin di dalamnya.
Setelah itu, sebuah cairan berwarna hijau mulai mengisi tabung-tabung itu perlahan-lahan sampai penuh.
"Mph...! "
"Mmmm...! "
"Buk...! Buk...! Buk...! "
"Mghh...! "
Disaat cairan hijau itu mulai memenuhi tabung, Goblin yang ada di dalamnya mulai panik dan mencoba untuk menahan nafas mereka agar tidak tenggelam.
Beberapa Goblin bahkan mulai memukul tabung kaca, mencoba untuk keluar. Tetapi, itu tidak berguna.
"Jangan buang-buang tenagamu, tabung itu tidak akan pecah sekeras apa pun kalian memukulnya.
Tabung itu terbuat dari kaca oksida yang dicampur dengan alumina, bahkan jika kau menggunakan sihir level menengah sekalipun untuk menyerangnya, tabung itu tidak akan hancur. " jelas Alice.
Mendengar penjelasan dari Alice, para Goblin mulai berhenti memukul-mukul tabung. Tetapi, mereka tetap berusaha untuk berkomunikasi.
"Mph...! Mph...! " (keluarkan aku!)
"Mghh...! Mghh...! Mghh...! " (aku tidak bisa bernafas.)
"Mghh...! Mph...! Mph...! Mghh...! " (Apa aku sedang ditipu, saat ini.)
Melihat para Goblin yang terus menerus mengerang dan membuat kegaduhan. Alice menghela nafas lalu berbicara.
"Sigh~ Diamlah! Lagipula, kalian tidak akan tenggelam di dalam cairan itu. Buka mulut kalian dan cobalah untuk bernafas. " perintah Alice.
Mendengar perintah Alice, Raluk dan Goblin lainnya mencoba membuka mulut mereka.
Tetapi....
'Glup... Glup... Glup... '
Seketika, caira hijau itu menerobos masuk ke dalam tenggorokan mereka dan membuat mereka tersedak.
'Ugh... Uhuk! Uhuk! Uhuk! '
Para goblin terbatuk beberapa kali. Tetapi, mereka bisa bernafas di dalam cairan hijau itu sekarang.
"Ehhh, Apa ini? "
"Luar biasa! Aku bisa bernafas. "
"Rasanya aku menjadi seperti ikan. "
Para Goblin cukup terkejut dengan fenomena aneh ini dan menikmati sensasinya.
"Kalian semua diam! " bentak Alice.
Para Goblin yang sebelumnya heboh dan berisik menjadi tenang setelah mendapat peringatan dari Alice.
"Cairan yang sebelumnya kalian telan adalah getah dari pohon Maldehyde. Cairan itu berfungsi untuk memperkuat tubuh dan menstabilkan kinerja organ dalam kalian.
Jadi, sebaiknya kalian meminum sebanyak mungkin cairan itu jika tidak ingin mati karena eksperimen yang sesungguhnya akan dimulai sekarang. " Alice memperingatkan.
Dia memandang para Goblin yang sibuk menelan sebanyak mungkin cairan getah Maldehyde.
Disaat dia merasa kalau waktunya telah tepat.
Alice menekan salah satu tombol yang ada pada 'Main Control Machine' (MCM) dan membuka katup dari selang yang menempel pada tabung.
Dari selang itu, keluar cairan merah pekat yang langsung memenuhi tabung kaca.
Dalam sekejap, para Goblin yang awalnya bersemangat dan ceria, mulai berteriak kesakitan.
"Argh! Tolong...! "
"Sakit sekali, Ggrrrtttkkk....! "
"Aaaarrrggghhhh.... Buk! Buk! Buk! "
"Akh... Badan ku terasa sangat panas. "
"Kulit dan daging ku mulai meleleh, Ugh...! "
"Tolong aku! Ini sangat menyakitkan..... "
__ADS_1
Suara teriakan rasa sakit dan minta tolong bergema dengan keras di dalam ruangan itu.
Bahkan beberapa Goblin terus menerus membenturkan kepalanya ke tabung eksperimen karena tidak tahan dengan rasa sakit yang mereka alami.
"Tetap fokus! Jangan kehilangan kesadaran kalian, lawan rasa sakit itu. " teriak Alice mencoba menyadarkan para Goblin.
Para mantan petualang yang menyaksikan semuanya dari awal, sangat ketakutan sekaligus terkejut melihat penyiksaan yang dialami para Goblin.
Mereka dapat melihat dengan jelas kalau tubuh Raluk dan anak buahnya perlahan-lahan hancur dan berubah menjadi ribuan benang merah yang sangat tipis.
Tetapi, bukan itu yang membuat kelompok Conley terkejut, melainkan jantung para Goblin yang saat ini masih berdetak meskipun tubuh mereka telah hancur.
"What The Hell....! " gumam Ingrid setelah melihat keanehan yang sedang terjadi di depan matanya.
"Apa mereka masih hidup, meskipun berada dalam kondisi seperti itu? " Amara bertanya-tanya.
"Entahlah... " gumam Bodil.
"......"
Conley memandang Alice yang saat ini berdiri di depan (MCM) mengamati proses eksperimen yang dia lakukan.
"Hmmm, sejauh ini proses penghancurannya sudah berjalan dengan baik, yang jadi masalah sekarang adalah proses pembentukan kembali setelah kehancuran. " Gumam Alice memantau kondisi para Goblin dengan serius.
Disaat dia merasa kalau proses penghancurannya telah sempurna.
Sekali lagi, Alice menekan salah satu tombol yang ada pada (MCM) untuk membuka katup selang lainnya.
Kali ini, dari selang itu keluar cairan berwarna biru terang yang mengikat benang-benang merah yang telah memenuhi tabung eksperimen.
Perlahan-lahan, benang-benang merah itu bergerak berkumpul disekitar jantung dan organ dalam lainnya untuk membentuk sebuah kepompong darah.
Melihat hal ini, Alice mulai merasa tenang.
"Bagus! Dengan begini tahap awal telah selesai. " gumam Alice.
Tetapi...
'Wiuuuu... Wiuuuu... Wiuuuu.... '
Tiba-tiba, suara sirine dan lampu emergency menyala dibeberapa tabung eksperimen.
"Ehhh, apa yang terjadi? suara apa itu? " ucap Ingrid dengan panik.
"Lihat ke arah tabung kaca yang ada disana! " ucap Conley menunjuk salah satu tabung yang lampu emergency menyala.
"Yang mana? Yang mana? " ucap Bodil.
Spontan anggota lainnya melihat ke arah yang ditunjuk oleh Conley.
Apa yang mereka lihat adalah Blood Cocoon yang sebelumnya sudah terbentuk di dalam tabung, hancur berantakan dan organ dalam yang dilindungi oleh kepompong itu mulai membusuk.
Hal ini menandakan kalau, Goblin yang ada di dalam tabung Eksperimen itu telah mati sepenuhnya.
"Sigh~ sangat disayangkan, 13 Goblin telah mati dalam waktu singkat. Aku harap sisanya dapat bertahan sampai akhir. " ucap Alice.
Dia berusaha menyelamatkan sebanyak mungkin Goblin saat ini.
**************
Waktu perlahan-lahan berlalu.
30 menit kemudian, jumlah Goblin yang telah meninggal mencapai 32 orang dan jumlah tabung eksperimen yang mengalami penolakan semakin bertambah.
Alice masih berusaha mencari jalan keluar dari masalah ini.
Satu jam kemudian.
"Berapa banyak yang telah mati? " tanya Ingrid.
"Setidaknya sudah ada 67 goblin yang mati secara keseluruhan. " jawab Conley.
"Tidak! sekarang sudah menjadi 68, lihat disana? " ucap Amara menunjuk ke arah tabung eksperimen yang Blood Cocoonnya baru saja hancur.
"......"
"Hey! menurutmu, Apakah ada Goblin yang dapat selamat dari eksperimen ini? " bisik Bodil.
"Sssssttt... Diam! Jangan katakan itu ditempat ini. " ucap Conley memperingatkan Bodil.
Mendengar peringatan dari Conley, Bodil langsung mengalihkan pandangannya ke arah Alice yang terlihat sibuk mengotak-atik (MCM) sebelum menghela nafas lega.
"Fuuuhh... Terima kasih! " bisik Bodil.
"Lain kali, berhati-hatilah! " balas Conley.
Waktu perlahan-lahan berlalu, 2 jam kemudian.
Saat ini jumalah goblin yang mati telah mencapai 87 orang. Tetapi, jumlah tabung eksperimen yang mengalami penolakan sudah tidak ada.
Alice berhasil menyelesaikan masalah itu sebelumnya.
"Seharusnya sekarang sudah baik-baik saja, aku hanya perlu menunggu sampai Goblin yang berhasil bertahan keluar dari Blood Cocoonnya dengan aman. " ucap Alice dengan lega.
Kali ini dia yakin kalau sudah tidak ada lagi kesalahan yang akan terjadi.
Alice menunggu dengan sabar ditempat duduknya, detik berganti detik dan menit berganti menit.
Setelah beberapa saat berlalu, akhirnya, apa yang dia tunggu-tunggu muncul.
'Crekk... Crekkk.... Crekkkk.... '
__ADS_1
Diawali dari tabung eksperimen milik Raluk lalu diikuti oleh yang lainnya, Blood Cocoon yang ada di dalam tabung mereka perlahan-lahan retak.
Dari dalam sana, memancar cahaya putih yang sangat terang.
"Akhirnya! Perlihatkan wajud baru kalian pada ku. " teriak Alice dengan semangat tinggi.
Kelompok Conley juga sangat menantikan momen ini sejak tadi.
Alice menekan tombol 'Open' untuk membuka tabung eksperimen agar Raluk dan anak buahnya dapat keluar dari sana.
Dari dalam cahaya, suara seseorang yang berbicara terdengar.
"Rasanya sangat aneh, tubuh ku terasa jauh lebih ringan dari yang sebelumnya. " suara pria a.
"Aku juga merasakan hal yang sama, kekuatan sihir yang ku miliki rasanya bertambah kuat. " suara wanita a.
"Rasanya tubuh ku juga menjadi semakin sehat. " suara wanita b.
"Lihat! kulit ku menjadi makin kencang dan halus sekarang. " suara wanita c.
"Aku merasa sedikit pusing saat ini. " suara pria b.
"Hoouah...! Rasanya aku sangat mengantuk. " suara pria c.
Setelah beberapa saat berlalu, cahaya terang yang menyelimuti tubuh mereka akhirnya menghilang.
Alice dan yang lainnya, bisa melihat wujud baru para goblin dan itu membuat mereka sangat terkejut.
"Ehh, siapa kau? " tanya pria a.
"Hmm! Mendengar dari suara dan gaya bicaramu, apa kau Raluk? " wanita a bertanya balik.
"Tu, tunggu dulu! Jangan bilang kalau kau adalah Gula. " ucap Raluk.
"Ya, itu aku. Kau terlihat sangat jauh berbeda sekarang. " ucap Gula.
"Kau juga sama, aku bahkan tidak bisa mengenalimu sebelumnya. " ucap Raluk.
Mendengar percakapan keduanya, Dustin tiba-tiba berbicara.
"Aku tidak menyangka kalau kalian berhasil berubah menjadi Spriggan dan Hobgoblin. Selamat! " ucap Dustin.
Dia tiba-tiba berbicara setelah melihat penampilan baru milik Raluk dan kelompoknya.
"Spriggan? Maksudmu Raluk dan Gula? " tanya Alice.
"Ya, itu wujud para Spriggan. " jawab Dustin.
"Hmm, semuanya jadi masuk akal sekarang. Jika wujud mereka seperti itu, pantas saja para Spriggan menganggap Goblin adalah produk cacat. Perbedaan yang mereka miliki terlalu jauh.
Itu seperti membandingkan sebuah berlian dengan batu kerikil di pinggir jalan. " ucap Alice.
Total Goblin yang berhasil bertahan dalam eksperimen kali ini adalah 13 orang.
4 dari mereka berhasil menjadi ras Spriggan setelah membangkitkan darah Spriggan yang mereka miliki.
Orang-orang itu adalah Raluk, Gula, Choco dan Candy.
Lalu, 9 sisanya berhasil menjadi ras Hobgoblin setelah sukses membangkitkan darah manusia yang mereka miliki.
Orang-orang itu adalah Sarkas, Zeckdal, Sternil, Macaron, Vancel, Roderick, Meses, Dictor dan Cookies.
Penampilan kedua ras ini sangat berbeda jauh dari yang sebelumnya.
Mereka benar-benar berubah dari ulat yang jelek, menjadi kupu-kupu yang cantik.
Spriggan memiliki wujud seperti anak manusia yang berumur sekitar 10 sampai 12 tahun.
Mereka memiliki kulit putih bersih dengan rona-rona kemerahan disekitarnya, wajah mereka terlihat sangat lucu dan imut.
Tidak akan ada yang mempercayai perkataanmu, jika kau mengatakan kalau sebelumnya mereka adalah Goblin.
Tetapi, meskipun penampilan mereka terlihat imut. kemampuan bertarung mereka sangat kuat, bagaimanapun Spriggan adalah ras kosmik.
Sedangkan untuk Hobgoblin, mereka memiliki wujud seperti manusia normal tetapi, berotot.
Tinggi mereka sekitar 170'an lebih, memiliki badan yang tegak dan wajah yang dapat dibilang tampan.
Setidaknya, jauh lebih baik dari penampilan mereka yang sebelumnya.
Kulit mereka tidak sehijau sebelumnya, melainkan berwarna Agak kecoklatan seperti tanah.
Secara keseluruhan, wujud mereka terlihat seperti prajurit veteran yang memiliki banyak pengalaman tempur.
"Aku turut berduka untuk para goblin yang mati dalam eksperimen kali ini. Berkat pengorbanan yang mereka lakukan, aku mendapatkan banyak data penting yang akan berguna nantinya.
Selain itu, aku juga mengucapkan selamat kepada goblin yang berhasil menyelesaikan eksperimen dengan baik.
Sejujurnya, aku tidak pernah menyangka kalau akan ada sebanyak ini yang berhasil bertahan hidup dipercobaan pertama ku.
Awalnya, aku berpikir kalau hanya ada satu atau dua yang berhasil bertahan. Tetapi, melihat yang terjadi sekarang, kalian benar-benar melebihi ekspetasi ku. Kerja bagus! " ucap Alice dengan semangat.
"Kami juga sangat berterima kasih karena telah diberi kesempatan untuk mengubah takdir ras kami yang menyedihkan. " ucap Raluk sambil menundukkan kepalanya dalam-dalam.
Anggota lainnya juga ikut menundukkan kepalanya mengikuti Raluk.
"Kalian mungkin saat ini merasa lelah setelah menjalani eksperimen panjang yang menyakitkan. Untuk sekarang, kalian semua pergilah beristirahat.
Aku ingin mendengar laporan tentang tubuh baru kalian besok. Kalau begitu, sampai jumpa lagi. " ucap Alice sambil mengaktifkan mantra Teleportasinya menuju [Throne Room].
Dia menghilang dari pandangan yang lainnya dengan cepat.
__ADS_1
Sementara itu, Dustin menuntun para mantan petualang dan kelompok Raluk keluar dari [Blood Refinement Room].
Dengan begitu, eksperimen penguatan pasukan yang pertama berhasil berjalan dengan sukses besar.