
"kakak, lihat. Ada sekelompok prajurit yang menerobos labirin. apa penguasa Bacau ingin melakukan penyerangan!? "
Alice yang melihat ini terlihat sangat bersemangat, seolah-olah telah menemukan mainan baru yang menarik.
Aaron memandangi kristal yang ada didepannya dan melihat sekelompok orang yang memakai full body armor memasuki labirin.
"Conley, apa mereka pasukan ekspedisi yang sebelumnya menyerang desa goblin?"
"Ya, itu mereka. Tapi ini sangat aneh, kenapa mereka ada disini? "
"hah? Apa maksudmu? "
"penguasa kota Bacau terkenal sebagai orang yang sangat berhati-hati dan konservatif. Jadi sebelum dia mempunyai informasi yang jelas tentang labirin ini, dia tidak mungkin mengirim pasukannya.
Selain itu mustahil bagi prajurit itu datang ke tempat ini dengan kemauan mereka sendiri.
Jika tidak, mereka akan dihukum sangat berat karena telah melanggar peraturan militer"
"Jadi kamu mau bilang kalau mereka datang kesini karena mendapatkan perintah orang lain!"
"itu benar, dan hanya ada satu orang yang berani melakukan itu tanpa melapor kepada tuan feodal terlebih dahulu. Orang itu adalah Rick, pemimpin dari pasukan ekspedisi.
Dia terkenal sebagai orang yang sangat serakah, jadi hal yang wajar jika dia tertarik dengan labirin ini."
"Hmm... Jadi begitu rupanya. Karena mereka bukan pasukan penyerang yang dikirim tuan feodal, maka seharusnya jumlah mereka tidak akan terlu banyak.
Jika tidak, Rick pasti akan ditangkap karena menyalah gunakan jabatannya demi kepentingan pribadi"
"ehhhh... Jadi mereka datang kesini bukan untuk menyerang kita, melainkan mencari harta? "
"Ya, mereka hanyalah alat yang digunakan oleh bos mereka yang serakah untuk mengumpulkan harta"
"huuhh.... Membosankan"
Mendengar jawaban kakaknya, Alice kehilangan semangat dan terlihat kecewa.
"ku harap setidaknya mereka dapat menampilkan pertunjukan yang menyenangkan kali ini.
aku sudah bosan melihat para petualang yang tidak bisa memberikan perlawanan berarti"
Ketiganya fokus memperhatikan kristal proyeksi yang menampilkan lokasi para prajurit saat ini. Mereka cukup tertarik dengan strategi yang akan digunakan para prajurit.
Meskipun prajurit militer lebih terlatih dan kuat dari pada kebanyakan petualang, mereka tidak memiliki banyak pengalaman melawan monster dan menjelajahi labirin.
Setiap kali labirin baru ditemukan, tuan feodal biasanya akan mempekerjakan para petualang untuk menjelajahinya terlebih dahulu dan mengumpulkan sebanyak mungkin informasi.
Setelah mereka merasa labirin itu aman, barulah pasukan akan dikerahkan untuk menjelajahi labirin. Lagipula bagi tuan feodal, para prajurit adalah aset berharga mereka.
Butuh waktu lama untuk melatih mereka, selain itu kesetiaan mereka juga terjamin. berbeda dengan para petualang yang selalu menuntut kebebasan dan tidak ingin terikat oleh para pejabat.
***********
Sementara itu di dalam lorong labirin yang cukup besar, Suara dentang armor sedang bergema.
Suara itu berasal dari armor yang dikenakan oleh ajudan Rick dan anak buahnya, jumlah mereka sekitar 30 orang.
Mereka semua adalah adalah ksatria dari Bacau.
Dengan helm yang menutupi seluruh wajah mereka, armor yang menutupi tubuh mereka dari kepala hingga kaki, mereka dengan percaya diri memasuki labirin.
senjata yang mereka gunakan saat ini bukanlah tombak atau pun halberd, karena mustahil untuk menggunakan sejata panjang seperti itu di dalam labirin yang sempit.
__ADS_1
Agar dapat menyerang musuh dengan leluasa di labirin bawah tanah, senjata yang mereka gunakan adalah pedang dan kapak, selain itu mereka juga dilengkapai dengan perisai.
Jadi ketika mereka bertarung, mereka akan dapat menunjukkan kecakapan mereka sampai batas tertentu.
Tetapi, meskipun sudah dilengkapi dengan peralatan yang sangat baik, sejujurnya ajudan masih memiliki kekhawatiran dihatinya.
Sebenarnya dia sempat ingin mempekerjakan petualang sebagai penjaga atau pemandu.
Namun petualang yang biasanya akan menerima pekerjaan apapun meskipun dibayar dengan harga murah menolak untuk bekerja sama saat ini.
Mereka bahkan memasang tarif yang sangat mahal untuk mempekerjakan mereka.
Mustahil bagi ajudan untuk membayar harga semahal itu, apa lagi kapten mereka Rick, yang dikenal sebagai orang yang pelit, dia pasti tidak akan membayar.
Karena tidak ada jalan lain, terpaksa dia harus membawa anak buahnya dan datang ke labirin ini untuk mengumpulkan harta.
Mungkin karena rumor tentang labirin ini sudah menyebar cukup jauh dan telah menjadi rahasia umum. mereka dapat menemukan jalan menuju labirin ini dengan cukup mudah.
Bahkan orang biasa yang bukan seorang petualang pun tahu jalan ketempat ini. Selama kamu memperhatikan daerah sekitar dengan teliti kamu pasti dapat menemukan pintu masuk ke dalam labirin bawah tanah ini.
Namun, itu hanya sampai pintu masuk.
Ketika kamu masuk ke dalam Labirin, ceritanya akan lain lagi.
Petualang yang menantang Labirin ini jumlahnya tidak sedikit. setidaknya sudah ada puluhan party yang datang ke tempat ini untuk mencari peruntungan dan jumlahnya terus bertambah sehingga peta secara bertahap diselesaikan melalui pengorbanan mereka.
Beberapa peta area sekitarnya sudah selesai, area di mana 3 jenis monster berada serta zona aman di mana tidak ada monster sama sekali, dijual dengan harga tinggi di antara petualang.
Bahkan Aaron dan Alice yang merupakan pusat dari labirin bawah tanah ini tidak menyadarinya sama sekali. Conley yang awalnya juga seorang petualang tidak memikirkan kemungkinan kalau peta telah selesai dibuat seawal ini.
Munculnya peta itu merupakan tanda peringatan sederhana bagi mereka, meskipun sebagian besar rencana mereka telah berhasil, tetapi selalu ada celah kecil yang luput dari pengawasan mereka.
Jika petualang menyerahkan peta itu kepada ajudan, mereka mungkin bisa membayangkan seluruh gambaran labirin dikepala mereka atau mereka mungkin bisa mengembangkan peta itu lebih luas lagi.
Alasannya tentu saja karena para petualang tidak memiliki perasaan yang baik terhadap pasukan Bacau yang telah memperlakukan mereka dengan buruk.
Jadi ajudan tidak tau apa pun tentang peta labirin, karena dia juga berfikir mustahil untuk menyelesaikan peta itu dalam waktu singkat.
Untuk alasan ini, tanpa skill [Map Creation] dan [Trap Finder] yang biasanya digunakan saat menjelajahi reruntuhan.
Mereka hanya bergantung pada intuisi dan pengalaman yang mereka miliki, untuk menerobos maju ke dalam labirin bawah tanah.
"kapten, apa benar kita sudah memilih jalan yang tepat? "
"hmm... tentu saja, kenapa dengan itu? "
"tidak, mungkin ini hanya perasaan ku saja tapi aku merasa kalau kita sedang berjalan berkeliling ditempat yang sama berulang-ulang"
"aku juga berfikir seperti itu, meskipun lorong-lorong di labirin ini memiliki penampilan yang sama. Tapi, lihat... Ini adalah lah tanda yang sebelumnya ku tinggalkan"
Memandangi tanda yang ada di dinding labirin, ajudan mulai mempercayai perkataan anak buahnya. Sebenarnya dia juga sudah merasakan ke aneh ini sejak awal.
Saat pertama kali memasuki labirin, dia sudah bertarung melawan kelompok serangga beberapa kali.
Disetiap pertarungan dia pasti akan kehilangan beberapa anak buahnya dan perlengkapan mereka juga akan rusak
Itulah kenapa dia mencoba untuk menghindari sebanyak mungkin pertarungan. Tetapi karena kurangnya pengalaman, meskipun dia berhasil menghindari para serangga, dia tetap terkena jebakan yang telah dipasang di dalam labirin. Meskipun jebakan itu tidak membahayakan nyawa, tapi itu tetap membuatnya merasa frustrasi.
Dia beberapa kali berfikir untuk mundur, tetapi karena takut akan ancaman yang diberikan oleh jendral Rick, mau tidak mau dia hanya bisa memaksakan diri untuk terus melanjutkan penjelajahan ke bagian dalam labirin.
Setelah melewati banyak pertempuran, jumlah mereka sekarang hanya tersisa 13 orang dan peralatan yang mereka kenakan juga sudah rusak. Jika ini terus dilanjutkan mereka pasti akan dimusnahkan dipertarungan berikutnya.
__ADS_1
"K, kapten, apa sebaiknya kita mundur sekarang? "
Mungkin karena takut dimarahi oleh kaptennya, suara pria itu sedikit bergetar.
Ajudan memandangi anak buahnya dan menjawab.
"kamu benar. Jika kita terus melanjutkan penjelajahan dalam kondisi ini, kita mungkin akan semakin tersesat. Karena itu, kita akan beristirahat ditempat ini sebentar dan mengumpulkan tenaga sebelum mundur meninggalkan labirin"
Mendengar jawaban kaptennya, prajurit yang tersisa merasa senang dan lega dihati mereka.
Melihat ekspresi bahagia anak buahnya, dia merasakan sakit dihatinya. Karena perintah tidak masuk akal atasannya, mereka jadi harus membahayakan nyawa mereka ditempat ini.
'meskipun harta yang kita dapatkan tidak banyak, seharusnya itu dapat memuaskan jendral Rick untuk saat ini. ' ajudan berkata dalam hatinya
Setelah memenangkan suasana hatinya, dia berkata.
"Keluarkan perbekalan. setelah makan, kita akan meninggalkan tempat terkutuk ini"
"Yes, Sir... "
Dengan bersemangat para prajurit menjawab.
Mereka mulai mengeluarkan perbekalan yang mereka bawa dan mulai makan. Mereka juga bercerita satu sama lain untuk mencairkan suasana yang tegang di dalam labirin.
Setelah selesai makan, mereka mulai menelusuri jalan yang sebelumnya mereka lalui. Awalnya mereka merasa senang karena tidak menemui serangga dan perangkap disepanjang jalan. Dengan begitu mereka dapat meninggalkan labirin ini dengan tenang
Tetapi setelah berjalan sekitar satu jam, rasa bahagia Mereka perlaha-lahan sirna. Karena mereka kembali ketempat awal sebelumnya. Ada banyak sisa-sisa makanan ditempat itu, selain itu dia juga melihat tanda yang sebelumnya dia lihat di dinding labirin.
"apa yang sedang terjadi disini? Kenapa kita kembali lagi ditempat awal? "
"jangan tanya aku, aku juga tidak tau. Kita sudah mengikuti jalan yang benar sebelumnya, aku masih mengingat tanda-tanda yang ku tinggalkan"
"kalau begitu kenapa kita kembali ketempat awal? "
"sial, apa kita akan mati disini"
"tidakk..., anak ku akan segera lahir, aku tidak boleh mati disini"
"aku akan menikah bulan depan, aku tidak ingin mati"
"tidak... "
Setelah berputar-putar ditempat yang sama berkali-kali para prajurit mulai pesimis dan panik, mereka tidak bisa meninggalkan labirin.
Melihat situasi mulai tidak kondusif, ajudan berteriak keras karah anak buahnya yang panik.
"semuanya diam, tidak ada gunanya bersikap panik disituasi seperti ini. Ingat, kita adalah ksatria dari Bacau, kita telah dilatih oleh tuan feodal untuk memecahkan segala jenis rintangan.
Kita harus berfikir tenang dan menyatukan seluruh pikiran kita untuk mencari jalan keluar dari labirin ini, selama kita bekerja sama, aku yakin kita pasti dapat keluar"
Mendengar kata-kata penyemangat dari kaptennya, prajurit yang sebelumnya panik perlahan-lahan mulai tenang.
"benar kata kapten, kita harus bekerja sama untuk meninggalkan tempat ini"
"Ya, kau benar"
"ya, kita tidak boleh menyerah disini, ada orang yang sedang menunggu kita pulang"
"kita juga harus menyampaikan wasiat terahir teman kita yang mati ke keluarga mereka"
"benar... "
__ADS_1
"Ya"
Setelah semuanya mulai merasa tenang dan suasana mulai membaik. Ajudan mulai bernafas lega dihatinya, sejujurnya dia juga sedang panik saat ini. Tetapi dia tidak menunjukkannya di depan anak buahnya, agar tidak menimbulkan kepanikan yang lebih parah.