
Malam yang gelap, di tengah hutan
Suara langkah kaki kecil yang sedang berlari menyusuri semak-semak dapat terdengar dengan jelas di dalam hutan yang sunyi itu.
Cahaya bulan tidak dapat menembus rimbunnya pepohonan, hutan menjadi sangat gelap, yang membuat pandangan seseorang menjadi terbatas.
'Kresek... Kresek... '
Suara semak-semak yang bergesekan di dalam kegelapan hutan terdengar, dari dalam sana sekelompok mahluk berkaki dua melompat keluar dengan terburu-buru.
Saat ini, sekelompok goblin yang berjumlah sekitar 20'an terlihat sedang panik melarikan diri dari sesuatu.
Mereka adalah sisa-sisa dari suku goblin yang sebelumnya tinggal disekitar tempat itu.
Awalnya mereka berjumlah lebih dari 300'an orang. Tetapi sekarang, hanya mereka yang tersisa dan sedang panik melarikan diri untuk bertahan hidup.
Ketua Goblin Raluk, mengutuk berulang kali sambil terus berlari.
"Sialan! Bagaimana ini bisa terjadi… "
Beberapa jam yang lalu, Desa mereka telah diserang oleh pasukan manusia. para penyerang menamai operasi perburuan yang mereka lakukan sebagai perburuan mahluk liar atau perburuan monster.
Operasi perburuan seperti ini sering dilakukan oleh manusia, terutama orang-orang yang menyebut diri mereka sebagai petualang.
Mereka adalah penyebab utama hancurnya desa-desa goblin yang tersebar di dalam hutan.
Sebelumnya, desa Raluk juga sudah beberapa kali diserang oleh mereka, tetapi berhasil bertahan.
Raluk awalnya mengira kalau kelompok petualang itu sudah menyerah untuk menyerang desa mereka setelah gagal beberapa kali.
Karena orang-orang itu sudah tidak pernah terlihat lagi setelah pertarungan terakhir mereka dua bulan yang lalu.
Tetapi prediksinya ternyata salah.
Saat malam tiba, kelompok petualang itu sekali lagi muncul di desa. tetapi kali ini mereka ditemani oleh sekelompok pasukan bersenjata lengkap yang tiba-tiba datang mengepung dan menyerang desa.
Kelompok prajurit itu melakukan serangan kejutan yang kuat dan mematikan. mereka bahkan tidak memiliki waktu untuk menyerang balik.
Dalam sekejap, desa hancur dan sebagian besar goblin mati.
Ada beberapa goblin yang berhasil kabur, tetapi mereka sedang dikejar oleh para petualang.
Sama seperti yang dialami Raluk dan kelompoknya saat ini.
“Setidaknya bawa lebih banyak perempuan! Meskipun itu hanya satu! ” perintah Raluk.
Diantara goblin yang berhasil kabur, hanya lima yang dapat bertarung dikelompoknya, termasuk dirinya sendiri.
Dia tidak tahu seberapa jauh para petualang akan mengejar mereka, tetapi dia merasa sangat gelisah saat ini.
Dia harus melakukan segala macam upaya untuk memastikan para wanita selamat.
Di dunia ini goblin dianggap sebagai ras rendahan yang diperlakukan dengan buruk dimana pun mereka berada.
Mereka sering dijadikan sebagai target buruan oleh para petualang untuk mendapatkan bayaran dari Guild.
Goblin memiliki bentuk tubuh yang kecil dengan wajah jelek, mereka memiliki kecerdasan yang rendah, laki-laki dan perempuan mereka sama-sama berkulit hijau.
Mereka menjalankan kehidupan primitif mereka dalam kelompok yang agak besar di hutan atau gunung atau pun daerah terpencil lainnya yang jauh dari manusia.
Mereka memiliki karakter pengecut dan sifat inferioritas yang tinggi, tetapi mereka bisa bersikap keras terhadap musuh yang lebih lemah dari mereka.
Jika seseorang berbicara tentang fitur mereka yang paling menonjol, maka jawabanya adalah kemampuan reproduksi mereka yang tinggi.
Goblin adalah mahluk humanoid yang memiliki tingkat reproduksi tertinggi dibandingkan dengan mahluk humanoid lainnya di dunia ini.
Selama mereka memiliki laki-laki dan perempuan, hanya butuh waktu setengah tahun agar dapat memulihkan kembali jumlah populasi kelompok mereka.
Selain itu, Goblin juga merupakan ras yang unik. meskipun mereka lemah, Mereka adalah ras yang memiliki jumlah skill rasial terbanyak di dunia ini.
Setidaknya mereka memiliki lima skill, seperti: [Voracious], [Overwhelming Fertility], [Fast Growth], [Quick Birth] dan [Strong Fetus].
__ADS_1
Berkat skill-skill inilah mereka dapat dengan cepat meningkatkan jumlahnya. Tetapi Sebagai bayarannya, umur mereka diperpendek menjadi 10 tahun.
Ini cara dunia untuk menjaga jumlah mereka agar tetap terkontrol.
Selain umur mereka yang di perpendek, goblin juga memiliki banyak sifar buruk, seperti: pengecut, penakut, inferioritas, mudah marah, kikir, eksentrik, pemikir lambat dan banyak lagi yang lainnya.
Karena sifat-sifat mereka inilah, ras goblin tidak pernah berkembang dan tetap menjadi ras yang lemah.
Meskipun goblin hanya memiliki umur yang pendek, sebenarnya sangat jarang melihat goblin yang mati karena telah mencapai akhir dari rentang hidup mereka.
Sebagian besar dari mereka mati saat berburu makanan di alam liar atau mati terbunuh di dalam operasi perburuan monster yang telah di populerkan oleh Kerajaan Aria sejak lama.
Seperti yang sudah terjadi di desa Raluk saat ini.
Untuk mengimbangi kekuatan tempur mereka yang lemah, biasanya para goblin akan meminta perlindungan dari ras yang lebih kuat. Contohnya, Seperti: Ogre atau pun Troll.
Sebagai imbalannya goblin akan menawarkan sebagian makanan yang berhasil mereka dapatkan atau bahkan mengorbangkan goblin lain sebagai biaya perlindungan dari mereka.
Sebagian besar desa goblin melakukan hal ini, desa Raluk juga termasuk salah satunya.
Setidaknya ada 10 Ogres yang tinggal di desanya, melihat Ogres-Ogres ini berbaris melindungi desa merupakan tontonan yang cukup memuaskan.
Sebenarnya, desa Raluk yang dilindungi oleh 10 Ogres termasuk desa yang kuat, karena kekuatan tempur yang dimiliki oleh satu Ogres setara dengan 5 sampai 6 tentara manusia.
Berkat Ogres-Ogres ini juga lah, desanya berhasil menghalau serangan yang dilancarkan oleh para petualang sebelumnya.
Namun, serangan kali ini berbeda.
Puluhan petualang manusia tiba-tiba datang dan bertarung dengan para Ogres, Ksatria dan Penyihir memanfaatkan kesempatan ini untuk menyerang desa goblin yang pertahanannya melemah dan tentara lapis baja menghalangi rute pelarian untuk membunuh para goblin yang berhasil lolos dari pengepungan.
Serangan mereka kali ini sudah direncanakan dengan baik sejak awal, mustahil bagi goblin untuk menang.
Meskipun mereka sudah memiliki banyak pengalaman tempur melawan manusia yang disebut petualang.
Tetapi kali ini berbeda, bajingan yang datang untuk menyerang mereka kali ini adalah prajurit dari kota terdekat.
Mereka adalah sekelompok pasukan yang telah dilatih dengan baik, mustahil bagi goblin yang kekuatan tempurnya biasa-biasa saja dapat menang melawan mereka.
“Raluk! Api! Musuh datang !! ”
Mendengar teriakan salah satu goblinnya, Raluk kembali sadar dari lamunannya.
para petualang itu tentu saja masih mengejar mereka.
'Bisakah kita menahan pengejaran mereka di sini?' gumam Raluk
Jumlah obor tidak banyak.
Namun, itu masih melebihi jumlah mereka sendiri.
Jika perkelahian sampai terjadi, maka mereka pasti akan mati.
Tetapi mereka juga tidak bisa terus-terusan kabur seperti ini.
Para wanita tidak memiliki kekuatan fisik yang kuat, Lalu ada juga anak-anak, meskipun hanya sedikit.
Jika mereka berhasil menahan para pengejar di sini, para wanita dan anak-anak akan memiliki kemungkinan untuk hidup lebih tinggi.
Tetapi, begitu mereka semua dimusnahkan, para pengejar pasti akan mengejar sisanya dan pada akhirnya akan membunuh wanita dan anak-anak yang kabur.
“Aku tidak punya ide yang lebih baik selain mengulur waktu selama mungkin”
Dia melihat senjatanya.
Pedang yang sudah dia gunakan sejak lama, diolesi dengan darah dari musuh yang dia lawan dipertarungan sebelumnya.
Armornya sudah compang-camping, baru sekarang dia menyadari kalau pelindung dadanya telah terlepas.
Dia melihat goblin lainnya, tetapi mereka juga berada dalam situasi yang sama sepertinya.
"bawa sisanya per…"
__ADS_1
'Bruk...! '
Saat Raluk akan memberikan perintah kepada bawahannya, seekor kelelawar tidak sengaja menabrak wajahnya.
"A, apa !?"
"Raluk, lihat! kawanan kelelawar…"
Kawanan kelelawar yang jumlahnya sekitar ratusan, terbang keluar dari sebuah gua.
"Ehhh... Gua !? Jika semuanya berjalan dengan baik, kita mungkin bisa bersembunyi di sana untuk sementara waktu ! "
Jika mereka terus-terusan berlari tanpa tujuan seperti ini, cepat atau lambat para petualang pasti akan menyusul mereka.
Oleh karena itu, mereka setidaknya harus mempertimbangkan pilihan berlindung di dalam gua, meskipun berbahaya.
Raluk segera mengisyaratkan para goblinnya untuk bersembunyi di gua itu dan bergegas masuk kesana.
"I, ini …"
Dia awalnya mengharapkan sebuah celah kecil sebagai pintu masuk gua.
Namun, apa yang mereka temukan cukup mengejutkan, mereka menemukan sebuah pintu besar.
Pintu masuk raksasa itu memberikan kesan seperti gerbang dari puri tua, dihiasi dengan ornamen yang bentuknya tidak jelas dan memancarkan udara misterius disekelilingnya.
Mungkin itu adalah makam pahlawan, atau reruntuhan kuno. Bagaimanapun, pintu itu cukup lebar untuk dilalui oleh 20 goblin yang berjalan beriringan.
Terlebih lagi, Raluk juga melihat tangga yang menuju ke bawah, meskipun itu sudah terlihat tua dan berdebu.
"Apa-apaan ini …, tidak! Kalian cepatlah masuk! ”
Ketika dia berpikir bahwa, 'dia seharusnya tahu jika ada tempat seperti ini di dekat desanya.'
Dia tiba-tiba teringat kalau mereka masih dikejar oleh petualang saat ini.
Dia menyuruh goblin lainnya untuk cepat-cepat masuk.
Mereka sudah sampai sejauh ini, tidak ada lagi jalan untuk kembali.
Para goblin menuruni tangga dengan tergesa-gesa, awalnya mereka berpikir kalau tempat itu akan gelap dan pengap.
Tetapi bagian dalamnya ternyata cukup luas dan dipenuhi dengan cahaya obor, jadi tidak terasa gelap sama sekali.
Tangga Itu sangat panjang, membutuhkan waktu lebih dari 10 menit untuk berlari sampai ke dasar.
“Hah...hah...huft.. , oi! Apa semuanya ada di sini !? ”
Sambil terengah-engah kehabisan nafas, dia memanggil teman-temannya.
Yang lain segera menyahut, mereka juga terlihat sangat kelelahan saat ini.
"Di sini. Semuanya lengkap, kita baik-baik saja! ”
“Itu bagus …, bagaimanapun, sepertinya tempat ini lebih luas daripada yang kukira ”
“Ya, kita bisa menggunakan tempat ini sebagai tempat persembunyian baru kita ”
Bersyukur atas keberuntungan yang tak terduga ini, Raluk secara spontan tersenyum.
Selama mereka menggunakan tempat ini sebagai markas baru mereka, orang-orang itu tidak akan bisa menyerang mereka menggunakan taktik pengepungan seperti sebelumnya.
Merasa kalau dia sudah berada ditempat yang aman, detak jantungnya mulai tenang dan stabil.
Tetapi itu hanya berlangsung sesaat, di detik berikutnya, dia dan goblin lainnya membeku ketakutan.
“Selamat datang di labirin bawah tanah kami. Senang bertemu denganmu, bukankah begitu, kakak? "
“…… Ya. ”
"!!!"
__ADS_1