Labyrinth Kingdom

Labyrinth Kingdom
Chapter 51. Insiden Tak terduga


__ADS_3

Liramus yang mendengar percakapan keduanya, merasa tertarik dengan topik yang mereka bahas.


Kebetulan, dia juga mengenal keduanya, yang terlihat sedang marah bernama Iras sedangkan yang sedang dikejar bernama Wiro.


Didalam kenangan yang dia dapatkan, sepertinya keduanya adalah teman baik dan selalu menghabiskan waktunya bersama.


Meskipun hal itu membuat Iras tidak pernah merasa tenang.


Iras awalnya adalah tipe orang yang penyendiri, penyabar dan baik hati, selain itu dia juga pintar dan dapat berfikir dengan tenang disegala jenis situasi.


Tetapi hidupnya berubah setelah Wiro muncul, mungkin karena keduanya adalah orang Desa. Jadi sebagai senior didalam pasukan Ekspedisi, dia merasa kasihan melihat Wiro yang diabaikan oleh prajurit lainnya.


Itulah kenapa Iras mengajaknya berpartner dan membentuk kelompoknya sendiri, tetapi dia mulai menyesali tindakannya dimasa lalu, karena disaat dia berteman dengan Wiro hidupnya mulai tidak tenang.


Setiap hari Wiro hanya membuatnya marah, dengan hal-hal bodoh yang sering dia lakukan.


Bahkan karena hal ini pula lah, Iras mengidap penyakit hipertensi yang sebelumnya dia anggap mustahil untuk menjangkiti tubuhnya.


{Keduanya terlihat akrab seperti biasanya, tapi apa yang dikatakan Wiro tidak sepenuhnya salah sihh... }


Memang benar para goblin yang telah membantai bandit-bandit yang mendirikan markasnya di gunung Torli.


Tapi mereka tidak melakukannya sendiri, mereka mendapatkan bantuan dari pelayan lainnya.


Sedangkan untuk ksatria aneh itu, dia memang bukan prajurit kerajaan sihir yang tersisa.


Tetapi orang yang memerintahnya untuk menyerang prajurit kota Bacau adalah master labirin, yang notabenenya adalah sisa-sisa dari kerajaan sihir.


{Sepertinya misi yang mereka jalankan berhasil dengan sukses. Tidak ada waktu untuk bersantai sekarang, aku harus fokus menyelesaikan misi pertamaku juga. Akan sangat memalukan jika misi segampang ini malah gagal. }


Setelah mengingatkan dirinya sendiri, Liramus mulai mempercepat langkahnya menuju kamar pribadi jendral Rick.


************


Dibagian timur barak.


Ada bangunan dua lantai sederhana yang dibangun disana, itu adalah kantor atau ruang pribadi milik Rick


'Tok... Tokk... Tokkk'


Saat ini Liramus sedang berdiri didepan ruang kerja milik Rick, dia mengetuk pintunya dan perlahan membuka pintu.


"Permisi. Maaf mengganggu tuan." Liramus mengumumkan.


"Jadi, kamu telah kembali Axel...., Kalau begitu, berikan laporanmu dengan cepat!" tanpa basa-basi sedikit pun Rick menuntut.


Sambil merasakan sedikit kemarahan dari pria yang meneriakinya, Liramus mulai memberikan laporannya dengan tenang.


“Ada banyak harta di dalam Labirin Bawah Tanah itu, Bahkan setelah petualang menjarahnya selama berhari-hari, harta yang tersimpan didalamnya tidak pernah habis.


Jika kita membandingkan harta yang ada disana dengan hasil jarahan yang selama ini kita dapatkan, itu akan menjadi seperti setetes air di danau ”


"Hoohoo? Untuk lebih spesifiknya, harta seperti apa yang ada disana? ” kata Rick


Dia terlihat sangat tertarik setelah mendengar laporan yang ajudannya katakan.


Seluruh perhatiannya terfokus pada harta, dia tidak peduli dangan nyawa anak buahnya yang telah dikorbankan untuk mendapatkan harta itu.


"Ini ….."


Liramus melepaskan tas pinggang kecil yang sebelumnya telah disiapkan oleh Aaron untuk dia bawa.


Dia menempatkan tas itu dihadapan Rick, tentu saja kita sudah bisa memprediksi apa isinya.


"itu adalah harta yang berhasil kami kumpulkan saat menjelajahi pinggiran labirin. Sayangnya saat kami mencoba untuk menjelajahi bagian dalam, monster yang menyerang kami terlalu kuat dan membuat prajurit lainnya mati menyisahkan aku sendiri. "


"Ya..Ya..Ya..., Itu kesalahan mereka karena terlalu lemah. " kata Rick terlihat tidak peduli


{Pria bere*gsek ini..., sekarang aku paham perasaan yang dirasakan Axel.}


Ketika Rick membuka tas itu dan melihat apa isinya, dia menelan ludahnya.


Dia mengeluarkan sesuatu yang dibungkus dengan hati-hati menggunakan kain.


Itu adalah permata, berlian yang ukurannya sebesar kepalan tangan bayi, dengan kilau cemerlang dan dipotong sempurna.


Bahkan para kurcaci yang ahli dalam kerajinan tangan akan merasa kesulitan untuk meniru keindahan dari berlian itu.


Rick memandangi berlian itu dangan matanya yang keruh, ini pertama kalinya dia melihat perhiasan yang seindah ini, tidak ada satupun kecacatan yang dapat ditemukan.

__ADS_1


Rick meletakkan permata itu dengan hati-hati di atas meja, takut akan merusaknya. Dia benar-benar terpesona dengan keindahan berlian itu.


“Masih ada lagi yang lainnya. " Kata Liramus sedikit kesal.


{Itu hanya sedikit harta, kenapa harus bertingkah seheboh itu. Dia mungkin akan terkena serangan jantung jika melihat planet Damoras yang keseluruhannya terbuat dari permata. Tch..tch..tch..., Inilah kenapa orang-orang udik terlihat menyedihkan}


Rick yang mendengar perkatan ajudannya kembali sadar dan buru-buru memeriksa isi tas lainnya. Tentu saja, ada lebih banyak permata di dalam sana.


Seperti: Ruby, Safir, Amethyst, Red Beryl, Alexandrite, Serendibite, Grandidierite, Traaffeite, Orpiment, Stibnite dan banyak lagi yang lainnya…


Ada berbagai jenis permata dan mineral yang dipotong dengan cantik untuk menampilkan keindahan mereka secara maksimal.


Kilau cemerlang yang mereka hasilkan membuktikan nilai mereka.


Rick yang menyaksikan kilauan-kilaun indah permata yang ada diatas mejanya terpesona sekali lagi.


“Masih ada lebih banyak harta di dalam labirin yang jauh lebih berharga sehingga mereka membuat permata-permata ini terlihat seperti kerikil di pinggir jalan. " kata Liramus sambil mengamati reaksi yang ditampilkan Rick.


"A, apa kau bilang....? "


Rahang Rick terbuka lebar setelah mendengar perkataan ajudannya, dia tidak bisa membayangkan harta karun seperti apa yang tersimpan di dalam labirin.


“Namun, aku memutuskan hanya membawa permata-permata itu keluar karena lebih mudah untuk disembunyikan, selain itu ada terlalu banyak petualang yang menjadi saingan disana. Aku khawatir akan di begal jika membawa terlalu banyak harta. '' Liramus melanjutkan.


"Fumu… " Rick melipat tangannya setelah mendengar kata-kata ajudannya.


Dia terlihat sedang memikirkan sesuatu yang penting.


“Jika aku memiliki harta sebanyak ini, aku dapat hidup dengan berfoya-foya Ibukota kerajaan… Tidak, aku bisa mendapatkan yang lebih. Jika aku bisa memanfaatkan harta-harta ini dengan maksimal, aku mungkin akan disambut dengan ramah di kerajaan Aria ”


"Betul sekali, seperti yang diharapkan dari tuan Rick. Anda memiliki rencana yang cemerlang " Ajudan menyahut.


Rick sudah terbiasa melihat sosok penjilat ini, dan tidak terlalu memikirkannya.


Namun, karena Liramus yang sedang menyamar sebagai ajudannya, dia tidak dapat memahami dengan pasti arti dari kata disambut dengan ramah oleh Kerajaan Aria.


Setelah merasa puas memandangi permata indah itu, dia memasukkannya kembali kedalam tas dan menyimpannya ke dalam laci untuk sementara waktu.


Jendral Rick bangkit dari kursinya dan berjalan kearah peta yang terpampang dibelakangnya.


Dia sedang memikirkan cara untuk menggunakan harta-harta ini sebaik mungkin, untuk memberinya lebih banyak keuntungan.


Tetapi Rick tidak tau kalau apa yang sedang dia lakukan saat ini sangat berbahaya, dia sedang membalikkan punggungnya yang tak berdaya kearah Liramus.


{Aku harus membunuhnya dalam satu pukulan mematikan dan memakan otaknya sesegera mungkin.}


Dia meletakkan tangannya di pedang yang tergantung pinggangnya dengan hati-hati, sambil memikirkan hal itu.


meskipun penampilan pedang itu mirip seperti yang digunakan Axel sebelumnya, sebenarnya pedang itu bukanlah pedang biasa melainkan Magic Weapon yang diberikan kepadanya oleh Alice.


Pedang itu memiliki kemampuan untuk membuat orang yang sebelumnya belum pernah menyentuh pedang sekali pun dapat menjadi pendekar pedang kelas satu.


Sekali pedang ini terhunus, tidak akan mungkin untuk menyarungkannya kembali kecuali kamu telah membunuh tergetmu.


Ketika Liramus hampir mencapai jarak ideal untuk menyerang, sebuah gangguan tiba-tiba muncul.


"Rick! Apakah kamu ada didalam !?” Seseorang berteriak dengan keras.


Tanpa menunggu persetujuan dari Rick, orang itu langsung membuka pintu kantornya tanpa permisi sekali pun.


Rick yang sebelumnya sedang memandangi peta yang terpasang di dinding, berbalik ke belakang dengan ekspresi terkejut.


{Tch... Siapa sih pria bere*gsek ini? padahal sedikit lagi misi pertamaku akan berhasil.}


Setelah melihat bahwa kesempatannya telah diambil, Liramus mengutuk orang itu di dalam benaknya.


Namun sebagai Actor papan atas, dia menunjukkan akting yang sempurna.


Dia berpura-pura terlihat terkejut melihat pengunjung yang tiba-tiba masuk ke dalam ruangan.


Seorang pria dengan tato tengkorak yang tampak jahat di kepalanya perlahan berjalan masuk.


Dia memiliki kepala yang dicukur plontos dan terlihat berusia sekitar pertengahan dua puluhan, Dia memiliki tubuh yang besar dan suara yang serak.


Penampilannya benar-benar terlihat mirip seperti bandit yang sering berkeliaran dipinggir hutan Lamas.


Setiap kali dia bergerak, kamu juga bisa melihat ototnya yang bergetar. Namun, sepertinya semua otot itu bukan hasil latihan.


Melihat lambang yang terukir di armor yang dia kenakan, ia tampaknya memiliki pangkat yang sama dengan Rick.

__ADS_1


Ada juga beberapa pria yang mengikut dibelakangnya, tampak seperti pengawal pribadinya.


{Orang ini…}


"Menyingkir dari hadapan ku bodoh.... " kata Rick sambil mendorong Liramus kesamping.


setelah mengetahui siapa yang sebenarnya telah menerobos masuk ke kantornya, Rick dengan ramah menyambut orang itu.


"Yah..., selamat datang tuan Jasper. Aku tidak menyangka anda akan berkunjung ketempat ku, Jika anda memberi tahu ku terlebih dahulu sebelum datang, aku mungkin bisa menyiapkan sambutan yang meriah. Apakah Anda sudah menyelesaikan inspeksi Anda? "


"Hentikan untuk basa-basinya, aku memiliki beberapa masalah penting yang ingin ku diskusikan denganmu" kata Jasper


Pikiran Liramus terputus ketika Rick mendorongnya ke samping dan membungkuk dengan sopan kepada orang yang disebut Jasper.


Ketika dia mendengar nama itu, dia tiba-tiba teringat bahwa dia telah mendengar nama ini dari masternya.


Itu adalah target selanjutnya setelah Rick.


{Jasper…, Apakah orang ini Jendral Pasukan Patroli ?}


Liramus curiga.


Di masa lalu, ketika Conley membocorkan informasi tentang orang-orang yang berpengaruh di kota Bacau, ia menjelaskan bahwa ada tiga Jendral yang merupakan tangan dan kaki penguasa kota, Julius.


Jendral Pasukan Ekspedisi, Rick.


Jendral Pasukan pertahanan, Hector.


Jendral Pasukan patroli, Jasper.


Jasper adalah Jendral pasukan patroli yang bepergian antara desa dan kota untuk melakukan Inspeksi rutin.


Dia adalah putra kedua dari penguasa kota, tetapi karakternya benar-benar tidak terpuji.


{ket: buah tidak jatuh jauh dari pohonya, ayah dan anak sama saja. }


Sambil mendengarkan diskusi keduanya diam-diam, Liramus masih bingung mengapa orang sekaliber sepertinya tiba-tiba muncul di sini.


“Tidak, itu berbeda. Masalah ini terlalu besar! ” Rick buru-buru menjelaskan.


"Lalu, apa kau ingin meninggalkannya begitu saja?" Pria itu menuntut.


Meskipun keduanya memiliki kedudukan yang sama, Rick tetap harus menunjukkan rasa hormat, karena Jasper adalah putra penguasa kota.


Tentu saja, itu tidak tulus, tetapi hanya sebatas sanjungan.


Namun, Rick memperhatikan bahwa ada sesuatu yang aneh dengan Jasper hari ini, jadi dia sedikit melembutkan kata-katanya untuk menghindari masalah.


“Tuan putri yang ingin mengunjungi kota Bacau diculik ditangah jalan! … Jika sampai pihak kerajaan mengetahui hal ini. Aku, tidak... kita semua akan bertanggung jawab karena insiden ini. Itu sebabnya, tolong beri aku bantuan Anda. “ Jasper menjelaskan.


Rick merasa sangat terganggu setelah mendengar kata-katanya.


Mendengarkan masalah yang sangat merepotkan membuat suasana hatinya yang sebelumnya baik menjadi sangat buruk.


Tapi, dia juga tidak bisa mengabaikannya begitu saja, hal ini menyangkut masalah keselamatan tuan putri.


Jika terjadi hal yang buruk padanya, mereka semua mungkin akan dieksekusi karena telah lalai saat bertugas.


Di sisi lain, Liramus yang mendengar percakapan keduanya menghela nafas karena kurangnya kesetiaan mereka.


Dia memutuskan untuk mengabaikannya karena dia sedang memikirkan apa yang harus dia lakukan selanjutnya.


{Apa sebaiknya aku langsung menargetkan Jasper? Lagipula ini akan mempercepat rencana ku untuk menguasai kota Bacau. }


Disaat Liramus sedang sibuk merancang rencana cadangannya, diskusi keduanya masih berlanjut.


"Penculikan itu … Meskipun beliau hanya putri dari negara kecil, siapa yang memiliki keberanian untuk menculik seorang putri dari kerajaan Liberas?" Rick menghela nafas.


“Aku juga tidak tau identitas asli orang itu. Tapi, aku mengenali ciri-ciri penculiknya. Dia adalah ksatria aneh yang telah di rumorkan belakangan ini, Dia mengenakan Armor biru tua dengan rantai yang mengantung dipinggangnya. ” Jasper membagikan informasinya.


Liramus yang mendengarkan percakapan keduanya akrab dengan ciri-ciri yang dijelaskan oleh Jasper.


Tentu saja, dia tidak cukup bodoh untuk mengungkapkannya.


{Pria bere*gsek itu, kenapa dia malah menculik tuan putri dan mengacau disaat aku sedang menjalangkan misi pertama ku.}


Liramus mengutuk Dustin dalam hatinya.


Meskipun dia belum pernah bertemu dengannya, entah kenapa dia mulai membenci orang itu.

__ADS_1


“P-Pokoknya! … Tolong jelaskan semua detail kejadiannya. " Rick berkata dengan lemah, kepalanya terasa pusing saat ini.


“Aah..., ceritanya mungkin akan sedikit panjang. Jadi, tolong dengarkan dengan tenang. Semuanya berawal dari beberpa hari yang lalu… " Jasper mulai berbicara tentang bagaimana semuanya dimulai.


__ADS_2