
Di depan gerbang istana.
"Bagaimana? Pemandangannya sangat indah di dalam sana bukan? " tanya Timoty.
"Ya, Air danaunya juga sangat jernih, saya bahkan dapat melihat ikan-ikan yang berenang bebas dengan mudah " jawab Aaron.
Saat ini, mereka sedang dalam perjalanan pulang setelah puas menjelajahi tempat rahasia yang Timoty temukan.
Sebelumnya, Timoty mengajak mereka ke dalam sebuah gua tersembunyi dipinggiran kota.
Dibagian dalam gua itu terdapat Area kosong yang cukup luas dan danau kecil yang sangat indah berada tepat ditengah-tengah gua itu.
Dengan Luminous Crystal sebagai sumber penerangan gua itu, membuat pemandangan dibagian dalamnya menjadi lebih indah.
"Tapi, bagaimana caramu menemukan tempat itu? Bukankah sebelumnya kamu mengatakan kalau ini pertama kalinya kamu datang ke kerajaan Aria. " tanya Arya terlihat penasaran.
"Benar! Benar! Setiap kali kita berkumpul bersama, Kamu selalu menemukan tempat-tempat yang menarik untuk dijelajahi, bahkan jika itu pertama kalinya kamu disana. Sejujurnya, sudah lama aku penasaran dengan hal ini. " lanjut Roro.
Mendengar pertanyaan keduanya, Timoty terlihat sedikit bermasalah, dia tidak tau harus menjawab apa.
Aaron tiba-tiba berbicara setelah melihat ekspresi aneh Timoty.
"Setiap orang memiliki rahasianya masing-masing, tidak ada gunanya mengorek lebih banyak informasi tentang hal itu.
Jika itu memang bukanlah rahasia penting, Timoty pasti sudah memberitahu kita sejak lama. Jadi, berhentilah mencari tau. Bukankah begitu? " kata Aaron sambil menatap Timoty dengan penuh makna.
"Apa yang Aaron katakan benar! Hal ini sangat rahasia karena menyangkut masa depan kerajaan ku. Jadi, aku minta maaf karena tidak bisa memberi tahu kalian. " ucap Timoty merasa bersalah.
"Kalau memang seperti itu, maka lupakan saja perkataan ku yang sebelumnya" ucap Arya.
"Ya, kamu tidak perlu memikirkannya. Kami juga minta maaf jika pertanyaan kami membuatmu merasa terganggu. " lanjut Roro.
"Tidak! Tidak! Itu tidak menggangguku sama sekali. " jawab Timoty.
Melihat suasananya kembali menjadi normal, Aaron bertanya pada Timoty.
"Lalu apa yang akan kita lakukan besok? "
"Hmmm, bagaimana kalau pergi memancing? Danau di dalam gua itu memiliki banyak ikan besar, kita juga bisa mengadakan piknik di dalam sana. Bagaimana menurut yang lainnya? " jawab Timoty sambil memandang teman-temannya.
"Kedengarannya bagus. Heheeh, Aku tidak mau dianggap sombong. Tapi jujur saja, aku adalah master memancing. " ucap Arya sambil membusungkan dadanya.
Melihat tingkah menyebalkan Arya, yang lainnya mengabaikan perkataan pria bodoh itu.
"Kalau begitu, aku akan menyiapkan makanan yang akan dibawa besok. " kata Roro dengan semangat.
"A, aku juga ingin membantu memasak. " ucap Alice terlihat malu-malu.
"Benarkah! Kalau begitu kita akan mengadakan pesta piyama malam ini, Oke. " ucap Roro.
Alice terlihat sedikit ragu-ragu setelah mendengar perkataan Roro, dia berbalik menatap kakaknya.
Merasakan tatapan Adiknya, Aaron berkata.
"Tidak masalah jika kamu ingin menginap bersamanya. tapi, jangan tidur terlalu larut malam oke! " ucap Aaron sambil mengelus kepala adiknya.
{ket: begadang tidak baik untuk kesehatan para loli. }
__ADS_1
"Baiklah Kak! " jawab Alice.
"Hore! kita akan membuat banyak makanan enak untuk besok. " ucap Roro sambil memeluk Alice.
"Un un "
"Oii, apa kalian sedang mengabaikan ku sekarang? Lihat saja, aku pasti akan memperlihatkan keahlian memancing ku besok. " ucap Arya terlihat sedikit kesal.
"Hahh, palingan kamu hanya akan mendapatkan pakaian bekas atau sampah tidak berguna lainnya dari danau itu. " ejek Aaron.
"Omong kosong, aku tidak pernah menarik baju bekas saat memancing. Bahkan terakhir kali, aku berhasil mendapatkan armor berkarat setelah menunggu lama. " ucap Arya dengan bangga.
"Itu sama saja bodoh. " ejek Aaron
"Setidaknya itu bukan baju bekas. " balas Arya.
Dalam perjalanan pulang mereka bebicara satu sama lain dengan gembira, sesekali Aaron akan menjahili Arya dan membuatnya kesal.
Pertengkaran keduanya pasti akan berakhir dalam situasi yang konyol setiap saat.
Timoty yang menyaksikan kebodohan keduanya tersenyum dengan bahagia.
Pemandangan ini membuatnya melupakan masalah besar yang sedang dia hadapi untuk sementara.
'Aku berharap kalau kebahagiaan ini dapat berlangsung selamanya ' ucap Timoty dalam hati sambil memandang langit dikejauhan.
*****************
Keesokan harinya.
Mereka sedang berjalan menyusuri koridor yang biasa mereka lewati.
"Aaron, apa kamu mau bertaruh? Siapa yang paling banyak mendapatkan ikan diantara kita? " ucap Arya.
"Hahh, siapa takut. Tapi, apa taruhannya? "
Tanya Aaron.
"Taruhannya sederhana, yang menang akan mengambil salah satu barang berharga milik yang kalah. " ucap Arya dengan serius.
Dia menggigit jari jempolnya sampai berdarah dan mengulurkan tangannya kearah Aaron.
Melihat tindakan Arya, Aaron langsung mengerti maksudnya.
"Jadi, kamu ingin menggunakan perjanjian darah rupanya. Oke! Aku terima tantanganmu. " ucap Aaron dengan berani.
Sama seperti yang Arya lakukan, dia juga menggigit jari jempolnya sampai berdarah dan menjabat tangan Arya dengan kuat.
"Dengan begini kontrak telah dibuat, sebaiknya kamu tidak menyesali perbuatanmu ini. Hehehhehhh... " ucap Arya dengan senyum licik.
"Menyesal katamu? Tidak ada kata seperti itu dalam kamus ku. Malahan, kamu yang seharusnya bersiap-siap menerima kekalahan. Haahahhahhh... " jawab Aaron dengan senyuman mengejek.
"Oke! Oke! Kalian berdua berhentilah bertingkah bodoh. Sebaiknya kalian bantu aku membawa keranjang makanan ini. " ucap Roro sambil menyerahkan keranjang berat yang dia bawa ke duo idiot itu.
"Yes Ma'am " ucap ke duanya dengan serentak.
Setelah pertengkaran kecil keduanya berakhir, mereka melanjutkan perjalanan.
__ADS_1
Aaron berjalan menyusuri koridor yang sama seperti sebelumnya, dia melihat gazebo-gazebo kecil di tengah-tengah taman bunga.
Dan untuk ketiga kalinya, dia berhenti ditempat yang sama seperti sebelumnya.
'Hahh, kenapa gadis itu masih ada disana? Apa dia tidak bosan bermain sendirian? ' ucap Aaron dalam hati.
Mungkin karena merasakan tatapan seseorang ke arahnya, gadis itu berbalik kebelakang secara perlahan dan bertatapan langsung dengan Aaron.
Meskipun jarak keduanya cukup jauh. Tetapi, Aaron yakin kalau gadis itu sedang menatap langsung ke matanya.
Kedua orang itu saling memandang selama tiga detik, sebelum gadis itu menundukkan kepalanya sedikit sebagai sapaan.
Aaron juga menundukkan kepalanya sebagai balasan.
"Mata yang indah " tanpa sadar dia menggumamkan kata-kata itu dari mulutnya.
"Aaron, berjalanlah lebih cepat, berhenti bermalas-malasan. " ucap Roro.
Mendengar panggilan Roro, Aaron kembali tersadar dari lamunannya. Dia mengalihkan pandangannya dari gadis itu dan berteriak.
"Baikalah! Baiklah! Aku segera kesana. " ucap Aaron sambil berlari kearah Arya.
Disaat gadis itu melihat siluet Aaron yang berjalan menjauh, dia juga menggumamkan sebuah kata.
"Kamu juga memiliki mata yang indah. "
Jika Aaron mendengar kata-kata gadis itu, dia pasti akan sangat terkejut.
*****************
Setelah kelompok Aaron berjalan cukup jauh, dia tiba-tiba berbicara pada Arya yang berjalan disampingnya.
"Hey, ada sesuatu yang ingin ku tanyakan padamu? " ucap Aaron
"Apa itu? "
"Menurutmu, apakah seseorang dapat jatuh cinta hanya dalam waktu 3 detik? " tanya Aaron.
"Hahh, apa maksudmu? " ucap Arya terlihat bingung.
"Seperti yang ku katakan sebelumnya, apakah seseorang dapat jatuh cinta hanya dalam 3 detik. Kau tahu, aku cukup penasaran dengan hal ini. " kata Aaron
"Tentu sajalah tidak bisa, cinta hanya muncul setelah kamu merasa akrab dan mengenali pasanganmu dengan baik. "
"Ohhh..., Jadi, itu yang terjadi antara kamu dan Roro? " tanya Aaron
"Huft... Kasus yang ku miliki sedikit berbeda, tekadang paksaan dan ancaman dapat mengambil peran penting saat menjalin sebuah hubungan. " jawab Arya dengan ekspresi pasrah.
Setelah mendengar perkataan Arya, Aaron terlihat sedang memikirkan sesuatu.
'Kalau memang tidak bisa. lalu, apa yang sebenarnya sedang ku rasakan saat ini? ' ucap Aaron dalam hati.
Dia merasa kalau jantungnya berdetak lebih cepat setelah bertatapan langsung dengan gadis itu.
'Ahhh..., Lupakan! Lupakan! Aku mungkin hanya terlalu bersemangat untuk memancing setelah membuat taruhan dengan Arya. Ya, mungkin itulah alasannya.'
Dia berusaha menenangkan dirinya kembali dan fokus untuk memenangkan taruhan yang telah dibuat.
__ADS_1