Labyrinth Kingdom

Labyrinth Kingdom
Chapter 83. Teman Lama


__ADS_3

Pov Jeanne.


Disaat dia memasuki [Throne Room] pemandangan yang dia lihat di dalam ruangan itu benar-benar membuatnya terkejut.


Dia sudah beberapa kali mengunjungi kerajaan lain saat menjalankan tugas luar negri dan belum pernah melihat ruang tahta yang semewah ini.


Bahkan jika dibandingkan dengan ruang tahta kerajaannya, itu seperti membandingkan rumah sederhana rakyat biasa dengan rumah mewah para bangsawan.


Perbedaannya terlalu jauh.


Selain itu, meskipun mereka sedang berada dibawah tanah saat ini, Jeanne tidak merasa kesulitan untuk bernafas dan udara disekitarnya juga tidak terasa lembab seperti ruang bawah tanah pada umumnya.


'Luar biasa, Apa ini pengaruh dari sihir? ' Jeanne bertanya-tanya.


Tetapi, bukan itu yang menarik perhatian Jeanne seutuhnya, melainkan dua orang yang sedang duduk di atas tahta saat ini.


Disebelah kiri, seorang gadis yang terlihat berumur 12 tahunan dengan rambut hitam panjang yang terurai sedang duduk di atas tahta berwarna hitam pekat.


Sedangkan disebelah kanan, seorang pria yang terlihat tegas dengan tatapan dingin di matanya sedang duduk diatas tahta berwarna putih susu.


Kedua orang itu terlihat sedang menegur Dustin saat ini.


Meskipun keduanya terlihat jauh berbeda dari apa yang ada dalam ingatannya. Tetapi, Jeanne dapat mengenalinya dengan jelas kalau mereka adalah Aaron dan Alice.


Jeanne memandang Alice yang duduk disamping Aaron.


'Alice~Chan terlihat jauh berbeda dari yang ku ingat, waktu itu dia adalah gadis yang pemalu dan cengeng. Dia biasanya akan bersembunyi dibelakang kakaknya jika berada di tempat yang ramai. ' ucap Jeanne dalam hati.


Dari ingatan masa lalu yang dia miliki, Alice adalah gadis pemalu dan penakut. Dia akan menangis setiap kali mengalami ke kalahan dan suka mengadu pada kakaknya.


Pada dasarnya, Alice adalah gadis polos yang pemalu dan ceria atau seperti itulah penggambaran Alice dalam ingatan yang Jeanne miliki.


'Sekarang, dia terlihat sangat jauh berbeda dari yang sebelumnya. Aku bahkan dapat merasakan aura jahat yang samar darinya. ' ucap Jeanne.


Perubahan paling mencolok yang membuat Jeanne heran adalah ekspresi kejam yang sesekali Alice perlihatkan dan rambut hitam pekat yang dia miliki saat ini.


Awalnya Alice memiliki warna rambut yang sama seperti kakanya. Tetapi, itu sudah berubah menjadi hitam pekat seolah-olah telah di rendam ke dalam tinta.

__ADS_1


'Huft... Sepertinya, Alice~Chan yang imut dan lucu telah menghilang sekarang. Aku tidak tahu kesulitan apa yang telah kamu hadapi selama ini. Tetapi, melihat dari perubahan besar yang kamu miliki.


Sepertinya, kamu telah melakukan banyak hal berbahaya sebelumnya. ' ucap Jeanne dalam hati sambil menghela nafas.


Sejujurnya dia merasa sedih melihat perubahan drastis yang Alice miliki. Tetapi, dia hanya bisa menerimanya.


Bahkan benua ini pun, telah mengalami banyak perubahan setelah pilar perdamaian runtuh.


'Kekuatan adalah hal yang paling penting di era kacau ini. ' ucap Jeanne dalam hati.


Setelah kehancuran Magic Kingdom lima tahun yang lalu, beberapa negara kuat yang ada di benua repel telah melancarkan serangan penaklukan ke segala penjuru.


Bahkan dibeberapa tempat, perang dan pembantaian masih terus berlangsung sampai sekarang.


Hanya butuh waktu lima tahun setelah kehancuran sang pilar, benua yang awalnya damai dan tenang berubah menjadi berantakan dan penuh kekacauan.


Perang perebutan kekuasaan ini tidak hanya terjadi antara manusia melawan manusia. Tetapi, gesekan antara manusia dan non-manusia juga semakin sering terjadi.


"Sigh~ " Jeanne menghela nafas saat memandang pria yang dia idolakan.


Aaron juga terlihat memiliki banyak perubahan saat ini.


'Senyum ceria yang sering Aaron tunjukkan di masa lalu, sudah tidak terlihat lagi. Selain itu, kenapa dia terlihat sangat pucat saat ini? ' ucap Jeanne dalam hati.


Bukannya Aaron kehilangan semua ekspresi miliknya, hanya saja dia kesulitan untuk menunjukannya sekarang karena itu adalah efek samping dari sihir terlarang yang sebelumnya dia pelajari.


Kulit pucat yang dia miliki juga bagian dari efek samping itu.


'Tetapi, itu tidak masalah selama kamu masih hidup, itu yang paling penting. Apa keduanya masih mengingat ku? Ku harap mereka masih mengenali ku. ' ucap Jeanne.


Jeanne terus menatap Aaron yang duduk di atas tahta dengan intens dan berharap kalau dia masih mengenalinya saat ini.


Waktu perlahan-lahan berlalu dengan lambat, beberapa anak buah Aaron telah meninggalkan [Throne Room].


Disaat Jeanne sedang berada di dalam lamunannya, suara bisikkan Ingrid tiba-tiba menyadarkannya kembali.


"Tuan putri, Lord Aaron sedang berbicara padamu. Sadarlah! " bisik Ingrid.

__ADS_1


Jeanne yang tiba-tiba tersadar dan memperhatikan kalau Aaron sedang menatapnya saat ini.


"Ahem... Aku minta maaf! ini kesalahan ku karena tidak fokus. " ucap Jeanne sambil menundukkan kepalanya sedikit.


“Tidak! Saya yang seharusnya minta maaf disini, kamu adalah tamu ku. Tetapi, saya malah mengabaikanmu dan sibuk berbicara dengan anak buah ku sejak tadi. Maafkan saya atas ketidaksopananku sebelumnya, Putri Jeanne. " ucap Aaron dengan suara datar sambil menundukkan kepalanya.


“Tidak! Tidak! aku tidak keberatan sama sekali. Sebaliknya, aku yang harusnya meminta maaf terlebih dahulu. Awalnya, aku seharusnya mengirim pesan kunjungan terlebih dahulu dan tidak datang secara tiba-tiba seperti ini. Maafkan aku atas ketidaksopananku. " Sang putri menundukkan kepalanya dalam-dalam setelah mengatakan itu.


"Tidak apa-apa, tidak masalah! Aku juga minta maaf untuk kesalahan ku sebelumnya. " ucap Aaron.


"Sigh~ melihat tingkah kalian berdua saat ini benar-benar membuat ku kesal, mau sampai kapan kalian meminta maaf satu sama lain baru merasa puas. " ucap Alice dengan nada kesal.


"Ehem... Benar yang dikatan Alice. Bagaimanapun, putri Jeanne adalah teman ku sejak masih muda. Jadi tidak perlu bersikap sungkan padaku. " ucap Aaron sambil mengangguk.


"K, kamu masih ingat … aku merasa terhormat. " ucap Jeanne dengan senyum bahagia di wajahnya.


Dia sangat senang saat ini.


"Nahh, kembali ke topik utama, saya yakin kamu pasti memiliki banyak pertanyaan yang ingin kamu tanyakan padaku saat ini. Tetapi, kita simpan itu untuk nanti.


Pertama-tama, aku ingin bertanya… Berapa banyak yang kamu ketahui tentang kami?" Tanya Aaron dengan nada serius.


“Sebelum datang kemari, aku sudah mendengar beberapa penjelasan singkat dari Ingrid. Selain itu, Aku juga telah mengumpulkan beberapa rumor yang beredar tentang kalian dari para petualang dan membuat beberapa tebakan. jadi haruskah aku mengatakan spekulasi yang ku miliki saat ini tentang kalian?" jawab Jeanne.


“Tolong katakan putri Jeanne, aku ingin mendengarnya. " Aaron meminta.


Mendengar permintaan dari Aaron, Jeanne berpikir beberapa saat sebelum menjawab.


"....., Your Majesty, Aaron dan adik perempuannya, Princess Alice. kalian berdua menggunakan kekuatan sihir untuk menciptakan Labirin Bawah Tanah ini, untuk membalas dendam terhadap negara-negara yang telah menghancurkan kerajaan kalian sebelumnya.


Atau mungkin saja, kalian bermaksud untuk menghidupkan kembali kerajaan Sihir menggunakan kekuatan labirin.


Karena labirin ini baru dibuat sekitar satu bulan yang lalu, itulah kenapa jumlah monster yang ada di dalamnya masih sedikit.


Dengan demikian, mau tidak mau, kalian perlu menarik orang-orang dari luar untuk masuk, baik untuk menjadikan mereka sebagai bawahan kalian ataupun menggunakannya sebagai bahan eksperimen. " jawab sang Putri.


Kedua saudara itu saling bertatapan beberapa saat setelah mendengar jawaban dari Jeanne.

__ADS_1


"Yes, Excellent! Hahahahahhh, seperti yang diharapkan dari wanita yang pernah mengalahkan ku. Meskipun masih ada beberapa bagian yang perlu dikoreksi. tetapi, sebagian besar tebakanmu sudah benar. " ucap Aaron sambil menganggukkan kepalanya.


Aaron menyukai orang pintar dan dia sangat senang karena temannya masih sama seperti yang dulu.


__ADS_2