Labyrinth Kingdom

Labyrinth Kingdom
Chapter 07. Summoning


__ADS_3

Beberapa saat setelah kelompok goblin yang dipimpin oleh Raluk tiba, party [Holy Sword] yang dipimpin oleh Tieres juga ikut memasuki labirin.


Party [Sword Valkyrie] yang dipimpin oleh Britt ikut masuk setelahnya.


Aaron dan Alice yang berada dibagian pusat labirin bawah tanah, [Throne Room], sedang berdiskusi tentang apa yang harus mereka lakukan selanjutnya.


Tempat mereka berada saat ini adalah tempat yang cocok bagi seorang raja untuk tinggal.


[Throne Room] cukup luas untuk menampung ratusan orang disaat yang bersamaan.


Pilar-pilar yang menopang langit-langit dihiasi dengan emas dan perak, karpet merah tersebar dari ambang pintu masuk ke takhta dan bagian-bagian lantai yang tidak tertutup karpet dilapisi dengan ubin transparan yang terbuat dari kristal yang indah.


Karena lampu-lampu ajaib terpasang disetiap sudut ruangan, tempat itu menjadi sangat terang sehingga orang-orang akan lupa bahwa mereka sedang berada di bawah tanah saat ini.


Selain itu, lampu gantung yang terpasang dilangit-langit ruangan dihiasi oleh permata yang tak terhitung jumlahnya dan masing-masing memancarkan kecemerlangan mereka sendiri.


Master labirin, Aaron, sedang duduk di atas takhta putih tulang miliknya.


Tahta itu tampak sulit dibuat, bahkan bagi seorang Dwarf sekalipun, yang Membanggakan kemampuan pengrajinan mereka.


White Throne, diukir dengan gambar malaikat agung yang sedang dimakan oleh ular bersayap enam. Itu tampak sangat realistis dan jika kau memperhatikan gambar itu dengan teliti, kau bahkan bisa merasakan keputusasaan yang dirasakan sang malaikat.


Sedangkan master lain dari labirin ini, Alice, yang merupakan adik perempunya, sedang duduk di atas takhta hitam obsidian.


Black Throne, diukir dengan gambar seorang wanita yang sedang tersenyum sinis dengan tatapan yang merendahkan, memandang orang yang sedang berjuang di bawah kakinya.


Kebetulan, wanita yang tersenyum itu terlihat persis seperti Alice.


Kedua tahta itu dipisahkan oleh sebuah meja bundar yang berwarna hitam dan putih, kedua warna itu berputar bersama membentuk simbol yin dan yang.


Bola kristal yang tak terhitung jumlahnya melayang di atas meja, salah satunya menunjukkan lokasi saat ini para penyusup.


"Apa yang akan kamu lakukan, kakak?" tanya Alice dengan penasaran.


"Saya ingin beberapa dari mereka ditangkap hidup-hidup. ” jawab Aaron.


Dia menjawab pertanyaan saudara perempuannya dengan terus terang.


"Dimengerti! "


Alice menyetujuinya dan memasang senyum jahat, sambil mengamati kristal proyeksi itu.


"Kalau begitu, Aku bisa membunuh sisanya, kan? " Tanya Alice.


"Ya…" Aaron menjawab dengan singkat.


Labirin yang mereka bangun menggunakan sihir terlarang berbeda dengan labirin lainnya.


Labyrinth Kingdom, Elam adalah jenis labirin yang dapat berkembang.

__ADS_1


Tetapi, harga yang harus mereka bayar untuk itu adalah jiwa mereka sendiri. Saat proses pembangunan berlangsung, jiwa mereka akan menyatu dengan labirin dan terus melebur sampai menjadi labirin itu sendiri.


Mantra terlarang "labyrint" adalah salah satu mantra yang diciptakan oleh para penyihir kuno untuk mendapatkan ke abadian.


Selama jiwa mereka menyatu dengan labirin, mereka tidak akan mati sebelum inti labirin itu hancur.


Labirin juga memiliki beberapa cara untuk berkembang, salah satunya adalah dengan mengorbankan para penyusup yang masuk ke dalamnya.


`Tetapi, jika keduanya memang telah mengorbankan jiwa mereka untuk mengaktifkan mantra "labyrint". lalu, kenapa mereka masih bisa mempertahankan wujud manusia mereka?`


Jawabannya adalah karena keduanya masing-masing hanya mengorbankan setengah dari jiwa mereka.


Sihir "labyrint" sejak awal adalah sihir skala besar yang diperuntukkan untuk dilakukan oleh satu orang.


Tetapi kedua saudara ini, melakukan sedikit kecurangan disana. Mereka malah mengaktifkannya berdua.


Jadi, mereka hanya perlu menawarkan masing-masing setengah dari jiwa meraka sebagai kompensasi.


Karena itulah, keduanya tetap mampu mempertahankan bentuk manusia mereka.


Tentu saja, penyihir biasa tidak akan bisa meniru apa yang telah keduanya lakukan.


Dibutuhkan pengetahuan yang luas tentang sihir terlarang dan terkutuk untuk menyukseskannya. Bukan perkara mudah untuk mencurangi aturan yang telah ditetapkan.


Jika bukan karena dendam yang mereka miliki menjadi bahan bakar penyemangat, keduanya mungkin sudah meyerah sejak lama.


Selama lima tahun, keduanya terus mempelajari dan meneliti sihir-sihir terlarang dengan sungguh-sungguh.


Bisa dibilang, niat balas dendam yang membuat mereka berhasil menggunakan sihir skala besar seperti itu.


Bagian pusat labirin di mana keduanya tinggal, sebagian besar telah selesai dibangun.


Tetapi, seperti yang telah dikatakan sebelumnya, labirin masih dalam tahap pengembangan.


Belum ada monster yang ditugaskan untuk melindungi labirin ini.


Jadi, setiap kali penyusup muncul, kedua bersaudara itu harus pergi menyelesaikannya sendiri.


"Ufufu, ayo cepat pergi membereskan mereka, kak! " ucap Alice.


Mendengar perkataan adiknya, Aaron terlihat sedang berfikir.


`Jika mereka sendiri yang pergi, keduanya pasti dapat dengan mudah mengalahkan para penyusup dan itu tidak akan menarik.`


Itulah yang ada di dalam pikirkan Aaron saat ini.


Ini bukanlah ke angkuhan, tetapi sebuah fakta.


Sebagai tanggapan atas permintaan adiknya yang mengajaknya untuk pergi, Aaron hanya menggelengkan kepalanya.

__ADS_1


"Tidak, pada akhirnya para penyusup tetap akan tertangkap bahkan jika kita tidak pergi. Alice, mari panggil monster kali ini. ”


"Ohh? Kita tidak akan menangkap mereka sendiri? "


"Ya, kita telah berjanji untuk merawat para goblin. Jika kita keluar dan bertarung dengan para penyusup diruang tamu tempat goblin tinggal, mereka pasti akan mati”


"Ehh!!! aku ragu para penyusup memiliki kesempatan untuk menyerang para goblin saat kita disana, aku dapat membunuh mereka semua dengan cepat, tanpa meninggalkan satu pun yang tersisa!"


Alice, yang mengira kalau kemampuan bertarungnya telah diragukan, menggembungkan pipinya. Tetapi, Aaron menjawab dengan suara datar.


"Saya tidak meragukan kemampuanmu tetapi..., Para goblin akan mati dengan mudah jika mereka tidak sengaja terkena efek serangan kita. " jelas Aaron


"Ahh! fisik para goblin terlalu lemah sejak awal. Mereka mungkin benar-benar akan mati jika terkena aura membunuh kita. " ucap Alice.


"Selain itu, sebagai pemilik labirin, kita tidak perlu mengurus para penyusup level rendah secara langsung setiap saat, kita hanya perlu memerintahkan para monster. ” ucap Aaron.


"Jika kakak mengatakan itu... ”


“Saya juga ingin melihat kekuatan tempur monster yang bisa kita panggil. Selama ini, yang kita tahu hanya penggambaran fisik dan nama mereka, kita tidak tau seberapa kuat mereka dan apa saja yang bisa mereka lakukan. ” jelas Aaron.


"Karena kakak telah membuat keputusan, baiklah, kita akan memanggil monster kali ini. ” ucap Alice.


Melihat Alice yang tampaknya masih tidak puas dengan semangat rendah, Aaron tersenyum tipis dan berkata.


"Jangan cemberut seperti itu, saya akan membiarkanmu memilih apa yang akan kita panggil kali ini. ”


"Benarkah!?"


"Ya. ”


Setelah mendengar perkataan kakaknya, Alice langsung mengaktifkan skill [translocate] dan memunculkan sebuah buku tebal ditangannya.


Buku itu memancarkan aura yang tidak menyenangkan disekitarnya, sampulnya mengeluarkan cahaya berwarna hijau.


Itu adalah Buku terlarang, yang disebut [Scriptures of catastrophe ], buku itu berisi berbagai pengetahuan tentang akhir dunia.


Selain itu, [Scriptures of catastrophe ] juga dapat merusak jiwa orang-orang yang membacanya.


Tetapi, Alice tidak memperdulikan hal Sepele seperti itu dan mulai membalik halaman untuk mencari apa yang dia ingin.


Setelah beberapa saat, Dia tersenyum.


"Saya ingin ini!"


“……, itu terlihat bagus dan sepertinya cukup kuat. ”


"Ufufu, kalau begitu, kakak… " ucap Alice menyerahkan buku yang ada di tangannya.


Aaron mengambil buku itu dan mulai melantunkan kata-kata pemanggilan.

__ADS_1


__ADS_2