Labyrinth Kingdom

Labyrinth Kingdom
Chapter 46. Julius B. Corias


__ADS_3

Sementara itu dikota Bacau.


Bintang-bintang yang bertebaran dilangit dan bulan yang bersinar dengan indah masih dapat dilihat dengan jelas. Tetapi tidak ada satu pun orang yang menikmati pemandangan itu saat ini.


Para penduduk kota Bacau ditakdirkan untuk tidak bisa tidur dengan nyenyak malam ini.


Ada sebuah bangunan besar dizona elit kota itu, bangunan itu adalah yang terbesar disana. Memiliki cat berwarna putih gading dengan taman bunga yang luas dipekarangannya.


Selain itu ada banyak penjaga yang berpatroli disekitar bangunan itu, untuk menjaganya tetap aman dari serangan penyusup. Bangunan itu adalah rumah dari penguasa kota Bacau, Julius B. Corias.


Dibutuhkan banyak pelayan untuk membersihkan rumah itu setiap hari.


Saat ini, rumah itu terlihat sangat sepi dan tenang, tetapi jika kau memperhatikan rumah itu dengan teliti.


Kau pasti akan mendengar suara erangan dan rintihan wanita yang tersiksa dari kamar terbesar rumah itu setiap malam.


"Ku mohon... berhenti, jangan pukuli aku lagi" kata seorang wanita.


suara wanita yang memohon sambil menangis dapat terdengar jelas dilorong-lorong mansion saat ini.


Ini adalah pemandangan normal didalam mansion, Julius memiliki hasrat seksual yang sangat besar.


Sebagian besar pelayan yang bekerja di mansion itu telah dilecehkan olehnya, bahkan ada beberapa pelayan yang hamil karena perbuatan bejatnya.


Wanita-wanita itu biasanya akan diusir keluar dari mansion, ditinggal begitu saja dipinggir jalan, tanpa uang sepeser pun.


Dia tidak pernah berfikir untuk bertanggung jawab sakali pun, bagianya wanita-wanita itu hanyalah alat pemuas nafsunya. Jika sudah tidak berguna, tinggal dibuang saja.


Bukan hanya Julius yang melakukan hal Ini, hampir semua pejabat melakukannya. kelakuan buruk ini dianggap normal di dunia ini.


Bahkan yang paling buruknya, ada beberapa bangsawan yang akan membunuh wanita yang telah mereka hamili tanpa merasa bersalah sedikit pun.


"Diam! Jika kau tidak ingin keluargamu dieksekusi besok pagi, sebaiknya kau dengarkan perintahku dengan baik. Kalian rakyat jelata hanyalah budak bagi kami para bangsawan"


Wanita yang saat ini sedang dip*rk*sa oleh Julius adalah pelayan yang baru saja bekerja ditempat itu, wanita itu sedang diancam.


Jika dia menolak keinginan pria bejat itu. keluarganya akan dalam bahaya.


{ket: pria ini terlihat seperti Ugly Bastard, ku tandai wajahmu, akan ku laporkan kau ke Alice ~chan}


Tidak hanya dilecehkan, wanita itu juga sudah mengalami penyiksaan selama berjam-jam, tubuhnya dipenuhi dengan bekas luka cambuk dan tanda memar, yang menandakan kalau dia juga telah dipukuli dengan benda tumpul.


Setelah merasa puas melecehkan wanita itu, Julius meninggalkannya dan berjalan menuju meja kecil yang ada disamping ranjangnya.


Dia mengosongkan Anggur yang ada diatas meja itu, dan memandangi wanita yang ada diatas ranjang dengan tatapan mesum.


"Kerja bagus gadis b*doh, selama kau mendengarkan perintahku. Keluargamu pasti akan aman. "


"Hikkk... hiikkk... hikkk... "


Wanita itu tidak merespon perkataan Julius, dia hanya bisa mengis tak berdaya diatas kasur. Seluruh tubuh dan jiwanya terasa sakit.


Julius tidak marah melihat hal ini, malahan dia merasa sangat senang melihat ekspresi sedih wanita itu.


Dia merasakan suatu pencapaian yang luar biasa karena berhasil merusak wanita polos dan lembut itu.


"Tokk.. Tokk.. Tokkk... Maaf telah mengganggu malam-malam, tapi aku memiliki sebuah laporan penting yang harus ku sampaikan pada tuan"

__ADS_1


Tepat setelah Julius menyelesaikan aktivitas malamnya, suara ketukan terdengar dari pintu kamar.


Sepertinya pria itu sudah hafal betul dengan aktivitas malam Julius dan tau kapan julius akan selesai. Jadi dia dapat menyesuaikan timing yang tepat saat ingin melapor, agar tidak mengganggu tuannya.


Mendengar suara asistennya, Julius berjalan meninggalkan wanita yang sedang menangis dan pergi menuju pintu kamarnya. Di hadapannya sedang berdiri seorang pria yang tampaknya berumur sekitar 50 tahunan


Wajah pria itu terlihat sedikit berkeriput, sebagian rambutnya telah berwarna putih, dia menggunakan kaca mata dan membawa sebuah berkas ditangannya.


"Wiliam..., Ahhh... Kalian berdua, bawa wanita itu keluar!"


Julius memerintahkan kedua pelayan yang berdiri tidak jauh dibelakang Wiliam, untuk membawa wanita yang telah dia lecehkan pergi.


"baik tuan... " Kedua pelayan itu menjawab dengan serentak.


Mereka bergegas masuk ke dalam kamar. Membungkus wanita yang kondisi tubuhnya sudah berantakan dengan selimut dan membawanya pergi meninggalkan kamar itu secepat mungkin.


Kedua pelayan itu terlihat sangat cekatan melakukannya, sepertinya mereka berdua sudah terbiasa melakukan tugas ini.


Dikejauhan, jika kau memfokuskan pendengaranmu. Kau dapat mendengar pelayan itu sedang membisikkan sesuatu ke wanita itu.


Keduanya sedang berusaha untuk menyemangatinya dan menghiburnya.


Meskipun mereka tau kalau kata-kata saja tidak akan cukup untuk menyembuhkan luka fisik dan batin yang wanita itu alami.


Tetapi apa yang keduanya ingin sampaikan adalah kalau dia tidak sendirian. Ada teman yang akan selalu berada di dekatnya untuk menghiburnya.


Keduanya tau apa yang saat ini wanita itu rasakan, karena mereka juga sudah pernah mengalami penyiksaan itu.


Bahkan keduanya sempat berniat untuk bunuh diri, karena merasa putus asa.


Tetapi berkat bantuan pelayan lain yang telah menghibur dan menyemangati mereka, keduanya mengurungkan niatnya untuk bunuh diri.


Apa yang sedang mereka lakukan saat ini, sama seperti apa yang telah dilakukan pelayan lain pada mereka dulu.


Keduanya tidak ingin kalau wanita itu mengalami nasib yang sama seperti mereka.


Meskipun hidup terasa berat, mereka harus tetap menjalaninya dengan lapang dada dan menyambut hari esok dengan senyuman.


Ini adalah cara bagi orang yang lemah untuk bertahan hidup di dunia. Mereka harus saling membantu satu sama lain, agar bisa tetap hidup di dunia yang kejam ini.


Setelah suasana kamar menjadi tenang, Julius mengajak Wiliam ke ruang kerjanya.


"lalu, apa yang ingin kau laporkan? "


"aku telah mendapatkan kabar dari kediaman Louis, kalau Louis telah meninggal beberapa jam yang lalu"


"Louis...? "


"Ya, Louis, pejabat keuangan kota"


"ahhh... Pria itu, apa yang terjadi? "


"Dari bukti-bukti yang telah ditemukan, sepertinya dia dibunuh oleh seorang pembunuh bayaran. Dia diserang secara tiba-tiba dikamarnya dan mati seketika, karena tidak ada tanda-tanda perlawanan darinya. Istrinya juga ditemukan meninggal ditempat kejadian. tetapi sebelum dibunuh, sepertinya dia telah dip*rk*sa oleh pembunuh itu"


"lalu, siapa yang kau curigai melakukan pembunuhan itu? "


"para petugas keamanan masih menyelidiki siapa orang yang telah menyewa pembunuh bayaran, tetapi kami memiliki kecurigaan siapa Assassin yang telah melakukan pembunuhan itu"

__ADS_1


"Hoho..., lalu, siapa dia?


"kami curiga kalau orang itu adalah Black Smoke, anggota dari Rotten Fangs. Karena hanya dia Assassin yang akan berbuat seperti itu pada wanita korbannya"


"Rotten Fangs...., sekelompok sampah itu lagi. Sepertinya sudah waktunya untuk memusnahkan orang-orang itu, apa masih ada laporan lain" Kata Julius sambil mengertakkan giginya.


"Ya, laporan ini mungkin berhubungan dengan Rotten Fangs"


"Huhh...? "


"Sekitar sejam yang lalu, beberapa warga melaporkan melihat gunung Torli telah terbakar hebat. Pohon-pohon yang ada disekitar gunung itu ikut terbakar, tetapi itu hanya berlangsung sesaat. cahaya yang sangat terang tiba-tiba muncul di puncak gunung dan mulai menghisap semua api yang membakar gunung itu dalam sekejap"


"huhh... Apa yang kau katakan? apa kau yakin orang-orang itu sedang tidak berkhayal?"


"meskipun terdengar aneh, sepertinya itu kenyataan, tuan. Setiap warga yang bersaksi melihat kejadian itu, mengatakan hal yang sama. Selain itu, beberapa pasukan patroli sepertinya melihat kejadian itu juga"


'Hmmm... Apa Kelompok Rotten Fangs telah diserang?' kata Julius dalam hati.


"Beritahu Hector untuk mengumpulkan pasukannya besok pagi dan suruh dia untuk pergi mengecek kondisi gunung Torli. Kita tidak bisa membiarkan sumber masalah baru muncul disana"


"Sesuai dengan keinginanmu tuan"


"Apa masih ada hal lain yang ingin kau laporkan? "


"Tidak ada tuan."


"Kalau begitu, kau boleh pergi! "


"Baik tuan. "


Setelah menyelesaikan laporannya, Wiliam meninggalkan ruang kerja Julius dan menyisahkan Julius seorang diri diruangan itu.


Ruangan itu menjadi sunyi dan tenang.


Julius berdiri dari kursinya dan berjalan menuju jendela yang ada di ruangan itu. Dia memandangi bulan yang saat ini bersinar terang dilangit, dia terlihat sedang memikirkan sesuatu.


Sejujurnya Julius tidak menganggap penting laporan yang sebelumnya dia dengar.


Apa yang saat ini dia khawatirkan adalah labirin yang tiba-tiba muncul didekat kotanya.


Dia sudah menjadi penguasa kota Bacau untuk waktu yang cukup lama, dia lahir dan tumbuh besar di kota ini. Jadi, dia hafal betul kondisi geografis yang ada disekitar kotanya.


Mungkin orang lain tidak akan menyadarinya, tetapi dia tau betul kalau labirin itu sebelumnya tidak ada disana.


Labirin itu tiba-tiba muncul dari udara kosong dan menetap ditempat itu.


Dia beberapa kali berniat mengirim pasukannya untuk menaklukkan labirin itu.


Tetapi dia khawatir akan membangunkan naga yang mungkin sedang tertidur didalamnya.


Itulah kenapa dia mengabaikannya begitu saja dan membiarkan para petualang untuk menyerang labirin itu terlebih dahulu.


Dia sedang mengumpulkan sebanyak mungkin informasi sebelum melakukan penyerangan.


'aku tidak tau siapa kau, tetapi karena kau sudah menginjakkan kakimu di tanah kekuasaanku, semua harta yang kau miliki akan menjadi milikku'


Seberkas cahaya niat membunuh memancar keluar dari mata Julius.

__ADS_1


__ADS_2