Labyrinth Kingdom

Labyrinth Kingdom
Chapter 65. Gadis Penyendiri


__ADS_3

Pertemuan besar


"Bagaimana rasa tehnya... "


"Enak, sangat enak. Teh apa ini... "


"Hehehh..., itu teh keluaran terbaru. Sangat sulit mendapatkan teh itu dipasaran... "


"Ehhh, benarkah. Luar biasa..."


"Tentu saja, jika kamu mau aku bisa memberimu sekotak... "


"Benarkah, terima kasih. Aku akan membalas kebaikanmu nanti, kebetulan aku melihat tokoh perhiasan sebelumnya. Mau pergi kesana melihat-lihat... "


"Kalau begitu, ayo pergi besok... "


"Oke... "


*************


"Rasakan pukulan ku ini..."


"Gerakanmu terlalu lambat, sangat mudah untuk dihindari.... "


"Sial, rasakan ini... "


"Sepertinya, Kamu tidak belajar dari kesalahanmu yang sebelumnya. kalau begitu, makan ini.... "


"Akhh, tangan ku... "


"Bagaimana, apa kamu mau menyerah sekarang? .... "


"Sial, aku mengakui kekalahan ku kali ini. Tapi selanjutnya aku pasti akan menang, lihat saja..."


"Hahahahh... Aku tidak takut pada tantangan, datanglah kapan pun kamu mau... "


***************


"Hei, buku apa yang sedang kamu baca... "


"Tidak ada yang menarik, hanya buku sejarah tua... "


"Hahh, kamu membaca buku tebal dan membosankan itu. Luar biasa.... "


"Lalu, buku apa yang kamu baca? ... "


"Bagus, kamu telah bertanya. Ini, buku tentang perkembangan ekonomi dan politik disetiap negara. Sebaiknya kamu juga membacanya, ini sangat menarik... "


"Mendengar judulnya saja sudah membuat ku mengantuk. Lupakan, aku tidak akan pernah menyentuh buku itu... "


"Ehhh, padahal buku ini sangat bagus... "


****************


"Kena kau! kamu melakukan kesalahan lagi. Hahahahhh, Sepertinya pemenang sudah ditentukan sekarang... "


"Apa kau bilang? Permainan belum selesai. Aku masih memiliki pasukan Cavalry yang utuh... "


"Percuma saja, tanpa pasukan Infanteri beratmu. Strategi yang akan kamu gunakan tidak akan sempurna, hanya menunggu waktu sebelum aku menang... "


"Sial, pasti masih ada jalan. Jika aku menggerakkan pasukan infanteri ringan ku kesini dan para pemanah ke sayap kiri... "


"Aku sudah bilang, kamu sudah tidak memiliki cara untuk menang. Kepala jendralmu adalah milikku, haahhahhh... "

__ADS_1


"Hei, tunggu sebentar, tidak bisakah kamu sedikit mengalah padaku. Kau tau, bukankah kita teman baik... "


"Omong kosong, dalam pertaruhan tidak ada yang namanya teman. Jangan lupakan janjimu, kamu harus memperkenalkan ku pada Lisa... "


"Berengsek, jadi itu yang kau incar selama ini. Woow, aku tidak akan kalah, tidak akan pernah. Terutama dari orang sepertimu... "


"Hahahahhh... Sudah terlambat sobat... "


Suara anak-anak yang sedang berbicara satu sama lain dengan antusias dapat terdengar jelas dari salah satu aula terbuka kerajaan Aria.


Ditengah-tengah Aula itu terdapat kolam air mancur yang indah dan disekelilingnya terdapat taman bunga mawar yang cantik.


Para generasi muda setiap kerajaan berkumpul disana untuk membentuk koneksi mereka masing-masing.


Ada yang sedang asik membaca, ada yang sedang menikmati tea party mereka, ada yang bermain board game dan ada juga yang sibuk berlatih tanding.


Aaron juga sedang berada ditempat itu dan berusaha membangun koneksinya.


Tetapi...


"Pangeran Aaron, bagaimana menurutmu gaun yang ku pakai?"


"Pangeran Aaron, coba lihat cincin ku ini, apa itu terlihat indah di jari ku?"


"P, pangeran Aaron, apa menurutmu gaya rambut baru ku cocok untuk ku?"


"Aku memetik bunga ini khusus untukmu pangeran Aaron, ini adalah bukti rasa cintaku padamu. Terimalah! "


"Hahahh hahh, terima kasih atas bungannya, gaun yang kamu gunakan terlihat indah, model gaya rambut apa pun yang kamu pakai itu terlihat cocok untukmu dan cincin itu terlihat indah dijari-jarimu, itu menambah kecantikanmu" ucap Aaron sambil memuji gadis-gadis itu.


'Sial, kenapa saya bisa berakhir seperti ini? Dan mau sampai kapan mereka mengerumuni ku? Saya tidak bisa berbicara dengan orang lain kalau begini terus. ' Aaron mengumpat dalam hati.


Saat ini Aaron sedang berada dalam situasi yang genting, dia sedang dikerumuni oleh gadis-gadis yang sedang mencoba untuk dekat dengannya.


Dia benar-benar terjebak dalam kerumunan itu dan tidak bisa keluar, bukannya Aaron tidak menyukai hal ini.


Dia datang ketempat ini untuk membangun koneksi dengan orang lain, bukannya untuk menambah musuh.


'Seseorang tolong bantu aku' ucap Aaron dalam hati.


Setelah menunggu beberapa saat, seorang pria dengan kulit yang agak ke coklatan berjalan ke arahnya dan berteriak.


"Ahhh, disitu kau rupanya. Aku sudah mencarimu kemana-mana, waktunya pergi Aaron! "


"Ohhh, Arya. Apakah saya membuatmu menunggu lama? "


"Tidak juga, tapi yang lainnya sudah menunggu disana, Kita harus pergi sekarang?" ucap Arya.


"Tunggu sebentar. Maaf ya gadis-gadis, saya sudah memiliki janji sebelumnya, jadi saya harus pergi sekarang. Maaf ya! " ucap Aaron sambil berjalan keluar dari kerumunan wanita.


"Ehhh, kamu sudah mau pergi."


"Padahal kita belum banyak berbicara. "


"Benar! Benar! Masih banyak yang ingin ku bicarakan denganmu"


"Hahahh hahh, kita bisa melanjutkannya lagi nanti, oke. Saya memiliki urusan penting yang harus diurus sekarang. " ucap Aaron dengan ramah.


"Kalian dengar itu, kalian gadis-gadis nakal sebaiknya pergi melanjutkan Tea Party kalian dan berhentilah mengganggu Aaron " ucap Arya dengan nada mengejek.


"Hahh, apa yang dikatakan pria ini? " ucap salah satu wanita dengan nada sedikit kesal.


"Kamu masih belum mendengarnya. Aku bilang, kalian para kera betina sebaiknya kembali ketempat asal kalian. Aaron itu adalah milik ku, jadi berhentilah mengganggunya. ~Ayo pergi Aaron-chan " ucap Arya dengan nada gemulai.

__ADS_1


"Ahhhh... Ayo! " jawab Aaron terlihat bengong.


Arya menggandeng tangan Aaron dan cepat-cepat membawanya pergi dari kumpulan gadis-gadis itu.


Melihat keduanya berjalan menjauh sambil bergandengan tangan, para wanita mulai marah.


"Kiii... Siapa sih pria sialan itu? "


"Aku mengenalnya, dia adalah si perusak suasana. Dia selalu muncul didekat pangeran Aaron"


"Cihh... Masukkan dia ke dalam black list pria yang tidak mungkin untuk dikencani"


"Sebarkan berita ini ke gadis lainnya juga"


"Baiklah... "


Setelah keduanya berjalan cukup jauh, Aaron tiba-tiba berbicara.


"Saya sangat berterima kasih dengan bentuanmu sebelumnya. Tapi, bisakah kamu berhenti bertingkah menjijikkan sekarang, kamu mulai membuatku takut " ucap Aaron sambil menatap sahabatnya.


Mendengar perkataan Aaron, Arya langsung melepaskan tangannya dengan tampang yang jijik.


"Cih..., Jika bukan karena terpaksa, siapa juga yang ingin melakukan itu? Aku ini pria sejati, Oke... "


"Baiklah! Baiklah! Tapi saya benar-benar berterima kasih sebelumnya, kamu benar-benar telah menolong ku"


"Tidak perlu berterima kasih pada ku, bukankah itu gunanya teman. Tapi, jika kamu benar-benar ingin berterimakasih padaku. Kamu bisa mengenalkan ku pada gadis yang baik menurutmu" ucap Arya sambil berbisik-bisik pada Aaron


"Roro mungkin akan membunuhmu, jika dia sampai tau kalau kamu berani berkata seperti itu dibelakangnya" ucap Aaron.


"Hahahh hahh, aku hanya bercanda. Sebagai teman baik, seharusnya kamu sudah tau sifat ku dengan baikkan " kata Arya sambil mengelap keringat di dahinya.


"Baiklah, saya akan menganggap kamu tidak pernah mengatakan itu. Tapi, mau pergi kemana kita?" tanya Aaron


"Sebelumnya, Timoty mengatakan kalau akan diadakan sebuah pelelangan dikota tiga hari yang akan datang. Kita akan pergi kesana untuk melihat barang-barang yang akan dilelang, siapa tau kita bisa menemukan sesuatu yang menarik disana! " ucap Arya.


"Ahhh, pelelangan itu. Aku juga sempat mendengar kabar tentang hal itu"


"Kalau begitu ayo cepat pergi, yang lainnya sudah menunggu di depan gerbang istana"


"Baiklah! "


Keduanya berjalan menyusuri koridor istana yang luas, sesekali mereka akan melewati gazebo-gazebo kecil yang berada ditengah-tengah hamparan bunga.


Disaat dia sedang berjalan, tanpa sengaja Aaron melihat seorang gadis yang sedang duduk sendirian disalah satu gazebo yang berada dipinggiran istana.


Aaron menghentikan langkahnya dan memandang gadis itu.


'Apa yang sedang dia lakukan sendirian disana?'


Saat Aaron memperhatikannya baik-baik, dia dapat melihat kalau ada sebuah board game tepat di depan gadis itu.


'Ehhh, jangan bilang kalau dia sedang memainkan 'WarZone' sendirian. Apa dia tidak mempunyai teman untuk diajak bermain?' ucap Aaron dalam hati.


"Ka... "


Disaat Aaron ingin beteriak ke arah gadis itu untuk menyapanya, suara teriakan Arya tiba-tiba mengganggunya.


"Aaron, apa yang kamu lakukan disana? cepat kemari. " teriak Arya


"Baiklah! Baiklah! Aku datang. " jawab Aaron.


Dia memandang gadis itu beberapa saat sebelum mengalihkan pandangannya dan berjalan menuju Arya.

__ADS_1


Gadis yang berada di gezebo itu juga mendengar teriakan Arya, dia berbalik kebelakang dan melihat siluet Aaron yang berjalan menjauh.


Mata gadis itu berwarna merah, seperti api yang membara.


__ADS_2