
Didalam sebuah kamar.
seorang gadis terlihat sedang berdiri didepan meja, dia menatap peta yang ada dihadapannya dengan serius.
Gadis itu terlihat kesal sekaligus cemas, sepertinya dia sedang memiliki masalah yang tidak bisa dia selesaikan.
"Aku tidak suka perkembangan situasi saat ini. " gumam gadis itu
Dia terus menatap peta benua yang tergerai diatas meja, sambil memikirkan sesuatu.
Gadis itu adalah tuan putri dari kerajaan Liberas, Jeanne D'Hedwig, Tahun ini dia akan berumur 16 tahun.
Dia mengenakan gaun berwarna pink dengan bordiran berbentuk bunga mawar merah disekelilingnya.
Kulitnya yang putih bersih dengan rona-rona merah yang dipenuhi vitalitas, membuat gaun yang dia kenakan terlihat sangat cocok untuknya.
Dia tinggi dan dibeberapa bagian tubuhnya berkembang cukup baik.
Jika kau memandangnya sekilas, kau tidak akan percaya kalau dia adalah gadis yang berumur 16 tahun.
Dia berkembang terlalu cepat dibandingkan dengan anak-anak yang seusianya.
Wajahnya yang terlihat dewasa dan bentuk tubuhnya yang ideal, akan membuat orang-orang yang melihatnya mengira kalau dia adalah wanita dewasa.
Tidak ada nuansa kekanak-kanakan yang terpancar darinya sedikitpun.
Dibagian dada gaunnya, terdapat ruby merah besar yang telah diukir berbentuk mawar.
Permata itu terlihat seperti sebuah gerbang yang berfungsi untuk menyembunyikan belahan dadanya yang melimpah.
Wajahnya terlihat sangat cantik, bahkan ada beberapa gosip yang mengatakan kalau dia memiliki darah Elf digaris keturunannya.
Rambut merah mudanya yang indah seperti bunga sakura membuat kecantikannya semakin bertambah.
Dia mengikat rambutnya dengan model low Ponytail agar tidak mengganggu pekerjaannya saat ini.
Selain itu dia juga memiliki hidung yang mancung, bulu mata yang panjang dan Matanya yang berwarna cokelat kemerahan, tampak seolah-olah sedang memantulkan nyala api yang terang.
Dia dipenuhi dengan vitalitas masa muda, tetapi gadis yang cantik ini terlihat sedang memiliki masalah besar saat ini.
Ruangan yang dia gunakan sebagai kamarnya saat ini disebut kamar kerajaan, tetapi Sejujurnya, tidak ada yang istimewa dari kamar itu.
Meskipun ruangan itu besar, itu hanya sebuah ruangan sederhana.
Hanya ada lemari pakaian, meja besar tempat peta dibentangkan, meja dandan sederhana yang dia gunakan untuk menyimpan aksesorinya, dan kasur yang tidak terlalu besar.
Ruangan itu tidak berbeda jauh dengan kamar-kamar biasa lainnya, meskipun ada beberapa hiasan yang sedikit memperindah ruangan itu.
__ADS_1
Tetapi selain dari itu, yang lainnya hampir sama.
Saat ini dia berada di kota Cervi yang jauh dari ibukota kerajaan, Dia sedang diasingkan dikota ini.
"Jika situasi ini terus berlanjut, kerajaan akan hancur dalam waktu dekat …" kata Jeanne dengan nada marah.
Dia menggertakkan giginya dan secara tidak sengaja menggigit bibirnya.
"tidak, aku tidak boleh seperti ini"
Dia mencoba menenangkan dirinya setelah merasakan darah yang ada dimulutnya.
Selain peta, ada juga surat dan beberapa dokumen penting yang berada diatas meja.
Setelah merasa tenang, dia mulai membaca surat-surat itu sekali lagi dengan teliti, agar tidak melewatkan informasi penting sekecil apa pun.
Penyebab dari kemarahannya sebelumnya adalah isi dari surat-surat yang dikirim oleh Kerajaan Macbia dan Kerajaan Slovia untuknya.
Kedua surat itu memiliki konten yang sama.
Kerajaan Liberas akan menjadi kerajaan bawahan dan dia sebagai putri kerajaan, akan mengadakan pernikahan politik sebagai bukti persetujuan.
Berpikir tentang situasi sulit yang dihadapi kerajaan saat ini, pernikahan politik tidak bisa dihindari.
Tetapi siapapun tau kalau 'pernikahan politik' yang tertulis didalam surat, hanyalah kata-kata manis dari mulut busuk mereka.
Dia benar-benar tidak ingin mengalami nasib buruk seperti itu.
Tetapi ayahnya, Raja Liberas, mungkin akan berfikir berbeda. Demi menyelamatkan warganya dan kerajaan, dia mungkin akan menerima perjanjian itu.
Selain itu, tidak ada jalan lain lagi yang tersisa.
Mustahil baginya untuk melawan kedua kerajaan besar itu dengan kekuatan militer yang kerajaan Liberas miliki.
Perbedaan keduanya terlalu besar.
Isi surat yang mereka tulis mengatakan kalau, kerajaan Macbia telah mencalonkan seorang baron yang dekat Kerajaan Liberas sebagai mitra pernikahan.
Tidak ada rumor buruk tentang kandidat ini.
Dia adalah seorang pemuda yang baik yang selalu memikirkan nasib orang-orang yang hidup di wilayahnya.
Selain itu, Jeanne juga pernah bertemu dengan pria itu sekali dan tidak ada masalah dengan kepribadiannya.
Dia memiliki kesan yang baik tentangnya.
Tapi, statusnya adalah yang terendah di antara para bangsawan kerajaan Macbia, dengan demikian, dia tidak akan bisa memberikan nasihat kepada mereka yang memiliki status yang lebih tinggi, seperti Duke atau Marquis, apalagi Raja Macbia.
__ADS_1
Pria itu hanya akan menjadi pengikut dari salah satu bangsawan besar dan tidak memiliki kedudukan penting di kerajaan Macbia.
Jika Jeanne menikahinya, dia hanya akan berakhir sebagai bangsawan tingkat rendah yang perkataannya tidak akan didengar oleh bangsawan lain.
Para wanita bangsawan, pasti akan menjadikannya sebagai bahan olok-olokan dan cibiran karena status yang rendah.
Selain itu, wilayah yang pria itu kelola berbatasan langsung dengan kerajaan Ephes yang cukup kuat.
Jika suatu hari kerajaan Macbia tiba-tiba memiliki niatan untuk menjajah kerajaan Ephes, maka wilayah kekuasaannya kemungkinan besar akan menjadi garda terdepan saat perang pecah.
Selain itu, tidak akan menutup kemungkinan kalau kerajaan Ephes yang akan melakukan penyerangan lebih dahulu.
Karena, kekuatan militer yang mereka miliki cukup kuat untuk bersaing dengan Kerajaan Macbia.
Jeanne telah melakukan penyelidikan terhadap wilayah kekuasaan pria itu sebelumnya dan menemukan kalau, tidak ada kekuatan militer yang dapat menghentikan kekuatan serangan kerajaan Ephes saat perang pecah.
Wilayah yang dikelola oleh pria itu pasti akan hancur dan benar-benar berubah menjadi zona peperangan.
Selain itu, Jeanne juga tidak terlalu mempercayainya, meskipun dia bersikap baik dihadapan orang-orang setiap saat, siapa yang tau seperti apa sifat dia yang sebenarnya.
Di sisi lain, Kerajaan Slovia telah mencalonkan salah satu anggota keluarga kerajaan sebagai mitra pernikahan.
Statusnya tentu saja jauh lebih tinggi dibandingkan dengan pria yang dicalonkan oleh kerajaan Macbia.
Namun, tidak ada satu pun rumor yang bagus tentang orang ini.
Semua wanita yang telah dinikahinya entah kenapa, meninggal karena sebab yang tidak jelas.
Orang-orang tentu saja penasaran tentang hal ini, tetapi tidak ada yang berani bertanya langsung kepada pria itu karena statusnya yang tinggi.
Banyak rumor yang beredar tetang masalah ini, ada orang yang mengatakan kalau wanita-wanita itu disiksa dan dibunuh oleh pangeran yang merupakan suaminya.
{ket: pria yang dicalonkan oleh pihak Slovia adalah anak ke-4 dari raja yang sekarang. }
Ada juga yang mengatakan kalau wanita-wanita itu dibunuh oleh pangeran lain, lalu ada juga yang mengatakan kalau pengeran ke-4 telah dikutuk.
Ada berbagai jenis rumor yang beredar dimasyarakat, tetapi orang-orang lebih mempercayai rumor yang pertama.
Hal ini disebebkan karena, pangeran ke-4 memiliki sifat yang mudah marah dan kasar. Selain itu dia juga suka mabuk-mabukan dan berjudi.
Jadi, orang-orang tidak akan terkejut jika mengetahui kalau wanita-wanita itu mati karena disiksanya olehnya.
Karena rumor-rumor inilah, Jeanne memiliki kesan buruk padanya.
Terlebih lagi, kerajaan Slovia juga mengirim seorang prajurit pemabuk dan tidak sopan sebagai pembawa pesan.
Hal ini membuatnya semakin kesal, karena mereka telah menyepelekan dirinya.
__ADS_1