
Sementara itu diujung labirin
Aaron sedang berdiskusi dengan Raluk tentang apa yang harus dilakukan dengan mayat-mayat pasukan ekspedisi dari kota Bacau.
Goblin adalah mahluk yang dapat memakan apa pun, selama itu bisa dicerna oleh perut mereka tidak peduli apakah rasanya enak atau buruk.
Tetapi karena Aaron masih membutuhkan mayat dari kapten pasukan ekspedisi, dia memerintahkan para goblin untuk tidak memakannya.
Dan memberikan sisa mayat kepada para goblin sebagai hadiah karena telah memenangkan pertarungan pertama mereka sebagai pasukan tempur labirin. selain itu, mayat-mayat itu juga berfungsi sebagai kompensasi untuk goblin yang mati dipertempuran sebelum.
Karena sebelumnya Aaron menggunakan sihir untuk menghapus senjata dan armor yang mereka gunakan diawal pertarungan, jadinya goblin tidak mendapatkan jarahan lain selain daging.
Ini sangat disayangkan, meskipun perlengkapan yang mereka gunakan sudah usang, itu tetap akan berguna jika diberikan kepada goblin.
Sambil memikirkan keuntungan dan kerugian yang dia dapatkan dipertempuran kali ini, Aaron berjalan pulang menuju ruang tahta.
Merasa tidak pantas membiarkan master labirin berjalan sendirian, Raluk membagi pasukannya menjadi dua.
Satu untuk mengangkut bahan makanan ke gudang penyimpanan, sedangkan yang satunya lagi bertugas untuk mengawal Aaron.
Sejujurnya Aaron merasa kalau pengawalan ini benar-benar tidak diperlukan, terutama karena mereka sejak awal berada di dekat area [Throne room]. tetapi untuk menghargai usaha yang sudah Raluk lakukan, dia mengizinkan para goblin untuk mengawalnya.
Dia berjalan menyusuri lorong-lorong labirin yang agak gelap sambil memikirkan rencana selanjutnya yang akan dia lakukan.
Jumlah penantang labirin semakin meningkat setiap harinya, belum lagi kemunculan pasukan ekspedisi hari ini, manandakan kalau para pejabat kota Bacau mungkin sudah mengalihkan perhatiannya ke labirin.
'sepertinya aku harus menambah jumlah monster untuk melindungi labirin, sangat disayangkan sebelumnya tidak ada ratu serangga yang ikut terpanggil jika tidak, itu akan menghemat biaya pengeluaran ku. Tapi monster apa yang harus ku panggil kali ini, haruskah aku memanggil para Nomisma atau Gargoyle atau pasukan undead. '
Disaat Aaron sedang asik memikirkan masalah ini, dia tiba-tiba berhenti dan memandang sekelilingnya, dia terlihat sedang mencari sesuatu.
Raluk yang berada dibelakang Aaron bertanya setelah melihat perilaku anehnya.
"ada apa tuan Aaron? "
"apa kau mendengar suara itu?"
"suara...!?"
"Ya"
Raluk tidak mendengar suara apa pun saat ini, jadi dia berbalik dan memandangi anak buahnya. Tetapi goblin lain hanya menggelengkan kepalanya, mereka juga tidak mendengarnya.
Melihat hal ini, Raluk kembali menghadap Aaron dan berkata.
"maaf tuan, kami tidak mendengarnya. Emangnya suara apa yang tuan dengar? "
"suara itu terdengar seperti seseorang yang sedang memanggilku"
Mengetahui kalau para goblin tidak bisa mendengar suara itu, dia merasa sangat aneh. suara itu juga tidak terdengar seperti telepati dari orang lain.
'jika mereka tidak bisa mendengarnya, itu berarti hanya saya yang dapat mendengar suara itu atau sejak awal suara itu hanya ditunjukan padaku'
Aaron terus memperhatikan daerah sekitarnya dengan teliti tetapi dia tidak dapat menemukan dari mana sumber suara itu.
__ADS_1
Setelah mencoba beberapa saat dan tetap gagal, dia memutuskan menggunakan skill [Anomaly Tracking] miliknya kali ini.
Kali ini apa yang dilihat Aaron berbeda dari sebelumnya. Lorong yang sebelumnya agak gelap karena pencahayaan yang kurang sekarang dipenuhi dengan warna, ada biru, kuning, ungu, coklat dan lain-lain.
Warna-warna ini adalah energi yang beredar di dunia, setiap energi memiliki warna yang berbeda dan semakin kuat energi itu maka akan semakin terang warnanya.
Aaron memandangi sekitarnya sekali lagi dan perhatiannya terfokus pada energi berwarna putih yang mengambang tidak jauh darinya.
Dia merasakan kekuatan suci dari energi itu.
'energi ini terasa seperti Eloh, kenapa ada Eloh di dalam labirin? Apa orang-orang dari kerajaan Aria berhasil menyusup'
Karena merasa khawatir pada keselamatan adiknya, Aaron langsung menggunakan sihir teleportasi dan berpindah ke dalam ruang tahta bersama dengan para goblin.
Hal pertama yang dia lihat sesampainya diruang tahta adalah Amara dan goblin yang sedang berlutut dilantai dan terlihat ketakutan, serta adiknya yang sedang berteriak dengan gembira sambil menyiksa sekelompok pria yang penampilannya sudah berantakan.
Sepertinya Alice tidak menyadari kedatangan kakaknya, karena terlalu asik menyiksa orang-orang itu. Aaron yang melihat situasi kacau ini bertanya pada Amara yang berdiri tidak jauh didepannya.
"apa yang sedang terjadi disini? "
"hiii... "
Mendengar perkataan Aaron yang tiba-tiba, Amara sangat terkejut dan menjawab dengan suara konyol. dia berbalik kebelakang, melihat Aaron dan para goblin yang berdiri dibelakangnya.
"A, aku juga tidak tau tuan, sebelumnya aku pergi mengantar para goblin ke tempat tinggal mereka. Tapi saat aku kembali, semuanya sudah menjadi sekacau ini"
Kondisi ruang tahta sangat kacau saat ini, tikus hitam berkeliaran dimana-mana sambil memperebutkan bagian tubuh orang-orang itu.
Melihat dari perlengkapan yang mereka kenakan dan penampilan mereka yang acak-acakan, Aaron dapat menebak kalau orang-orang ini adalah kelompok bandit.
kata-kata yang keluar dari mulut mereka sudah menjadi sesuatu yang benar-benar tidak dapat dipahami.
Bahkan Amara, yang biasanya tidak mengekspresikan emosinya secara terang-terangan, menjadi pucat karena ketakutan ketika dia melihat pemandangan yang mengerikan itu.
Raluk dan para goblin yang datang bersamanya menjadi lumpuh karena ketakutan ketika melihat pemandangan ini juga.
Hanya Aaron yang tetap tanpa ekspresi saat ini, dia dengan tatapan acuh tak acuh memandang ke sekeliling dan melihat Conley yang tergeletak di lantai tidak sadarkan diri.
'begitu rupanya, aku mengerti sekarang'
Awalnya Aaron mengira kalau mata-mata dari kerajaan Aria datang menyerang labirin, tetapi semuanya menjadi jelas saat dia melihat Conley yang tergeletak di lantai.
Saat ini dia dapat melihat kalau tubuh Conley dikelilingi oleh Eloh, yang berarti suara panggilan yang sebelumnya dia dengar adalah suara yang berasal dari Conley.
Merasa kalau situasi kacau di ruangan ini tidak perlu dilanjutkan lagi. Aaron memanggil adiknya yang sepertinya belum menyadari kedatangannya.
"Alice, Apa yang terjadi?"
Tentu saja pertanyaan Aaron tidak merujuk pada para bandit yang sedang disiksa, melainkan kondisi Conley yang saat ini sedang pingsan.
Dia sedang mempertanyakan alasan kenapa Conley bisa pingsan.
Mendengar suara kakaknya. Alice tiba-tiba menghentikan gerakannya dan berbalik melihat kakaknya sedang berdiri dibelakangnya.
__ADS_1
Mungkin karena panik, bukannya menjawab pertanyaan kakaknya. Dia malah berteriak dan memerintahkan para pengikutnya yang berada di dalam ruangan itu.
“A, amara, bawa Conley ke kamarnya supaya dia bisa istirahat dan Raluk bawa dia bersamamu. ” kata Alice sambil menunjuk Gula yang masih berlutut gemetaran dilantai.
Mendengar teriakan Alice, Amara dan Raluk menjawab dengan serentak
"Y-Ya …. "Amara gemetar.
"Y, yes Mom!" Jawab Raluk, terguncang.
Setelah mendengar perintah dari Alice, keduanya langsung menjalankannya dengan cepat.
Setelah beberapa saat, hanya Alice dan Aaron yang tetap berada di [Throne Room] bersama dengan para bandit yang masih merintih kesakitan, tidak dapat mati bahkan ketika mereka dimakan oleh tikus.
Melihat suasana ruangan mulai sunyi, Aaron kembali bertanya pada adiknya.
"Jadi, apa yang terjadi, Alice?" Tanya Aaron.
Mengabaikan para bandit yang masih menderita rasa sakit yang disebabkan oleh gigitan tikus, dia berjalan dan duduk di atas takhta putihnya.
Alice mengikuti di belakangnya sambil menundukkan kepalanya seperti anak kecil yang ketahuan berbuat salah oleh ibunya. Dia duduk di atas takhta hitam dan menjawab kakaknya.
“Orang-orang itu menghinaku dan menyerangku dengan senjata mereka, jadi aku menghukumnya.
Karena Conley mencoba menghentikan ku dan malah berempati pada musuh, aku membuatnya melihat sedikit kejahatan yang telah mereka lakukan di masa lalu. ”
"Saya mengerti . "Aaron mengangguk.
“A, aku minta maaf kak, karena telah membuatmu menyaksikan pertunjukan menjijikkan orang-orang terlaknat ini. "Dia meminta maaf.
“Tidak, saya tidak keberatan. Bahkan saya akan melakukan hal yang sama seperti apa yang telah Anda lakukan dalam situasi itu.
Tapi, kenapa kamu belum membunuh mereka? "Aaron bertanya pada adiknya.
"A, aku pikir mereka akan berguna untuk kakak. Itu sebabnya aku tidak membunuh mereka secara langsung dan hanya meninggalkan mereka dalam kondisi ini. "Adik perempuannya menjawab dengan senyum canggung.
Melihat ekspresi aneh adiknya, Aaron mengajukan satu pertanyaan padanya dengan seringai yang tidak biasa, ini bukan senyum lembut yang biasa dia tunjukan dimasa lalu.
"Lalu mengapa kamu menggunakan mantra terlarang pada Conley?"
"kak, kakak …. ? ”
Mendengar pertanyaan kakaknya, Senyumnya menghilang dan Alice mulai bergetar.
Meskipun tubuhnya tidak bisa lagi merasakan perubahan suhu. tetapi, ketika dia merasa takut, tubuhnya masih merespon seperti saat dia masih manusia.
“Tolong beritahu saya, adik perempuan ku tersayang. "Dia bertanya dengan suara dingin.
"A-aku minta maaf!" Dia meminta maaf dengan gemetar.
"Kamu tidak perlu meminta maaf, Saya hanya ingin tahu kenapa kamu menggunakannya.
Dia sudah menjadi bawahan kita. Saya hanya ingin tahu kenapa kamu harus menggunakan mantra terlarang padanya. "Aaron terus menatapnya.
__ADS_1
“Ya-Yah, Conley … Dia mencoba menghentikanku! Dia memintaku untuk membunuh mereka dengan cepat! Aku benci mereka! Saya sangat membenci mereka! Saya ingin menyiksa mereka! Saya harus menunjukkan kepada mereka neraka kehidupan! Aku harus menunjukkan kepada orang-orang sampah ini rasa sakit dari korban yang telah mereka serang, kemarahan dari orang-orang yang mereka siksa! ”Dia berteriak dengan marah dan aura membunuh yang kuat memancar darinya