
Di alun-alun kota, kantor pejabat pemerintahan.
Saat ini seorang pria yang umurnya kira-kira sekitar 50 tahunan sedang sibuk memeriksa berkas-berkas yang menumpuk di mejanya.
"huft... "
Pria itu adalah Wiliam Winston, sekertaris dari Julius, penguasa kota Bacau.
Dia terlihat sedang kelelahan saat ini, berkas-berkas yang menumpuk di kantornya sudah menggunung tinggi.
Sebagian besar berkas yang ada dihadapannya saat ini adalah berkas ke uangan kota Bacau.
Biasanya Louis yang akan mengerjakan tugas ini, tetapi dia sudah meninggal beberapa hari yang lalu.
'Black Smoke, sialan...!!! Dan orang yang menyewanya juga sialan. '
Dia mengutuk kedua orang itu dalam hatinya, karena merekalah pekerjaannya semakin bertambah banyak.
Pengganti Louis belum ada, jadi untuk sementara waktu, dia yang harus mengerjakan tugasnya.
Siapa yang tau berapa lama ini akan berlangsung, Wiliam merasa pesimis akan hal ini. Karena dia tau, jumlah orang berbakat yang ada di kota Bacau sangat sedikit.
Belum lagi posisi Louis sebagai pejabat keuangan kota sangat penting, tidak sembarangan orang bisa menggantikannya.
Persyaratannya sangat ketat, Hanya orang-orang tepercaya dan terpelajar yang bisa menduduki jabatan itu.
Hal ini untuk mencegah terjadinya korupsi.
"Huhh... Kepala ku sakit"
Wiliam memijat pelipisnya dengan ringan, dia merasa kepalanya sangat sakit setelah membaca berkas-berkas itu.
Ada banyak kesalahan didalamnya, beberapa dokumen sepertinya telah dipalsukan, selain itu ada banyak kesalahan perhitungan di dalam berkas-berkas itu dan bahkan beberapa catatan anggaran pembangunan kota juga hilang.
Memikirkan semua masalah yang akan menimpanya jika tuan feodal sampai mengetahui masalah ini membuatnya gila.
Sepertinya ada pejabat yang sedang melakukan korupsi di kota ini dan jumlahnya juga sangat besar.
Wiliam mulai berfikir kalau orang yang menyewa Assassin untuk membunuh Louis mungkin orang itu.
Louis sepertinya sedang menyelidiki masalah korupsi yang sedang terjadi di kota ini.
Karena takut ketahuan, orang itu menyewa pembunuh bayaran untuk membunuhnya dan menghapus semua jejak kesalahan yang telah dia lakukan.
Kecurigaannya semakin menguat karena beberapa berkas penting telah menghilang dan banyak dokumen yang telah dipalsukan.
Disaat dia sedang fokus memikirkan masalah-masalah ini, perhatiannya tiba-tiba teralihkan oleh aroma bungan yang memenuhi ruangannya.
"Sruuuupp... Sruuuuupp.... "
Dia berbalik ke arah pelayan yang sedang menuangkan teh ke cangkirnya.
"Silahkan di minum tehnya tuan! "
"...., Terima kasih. "
Wiliam mengambil cangkir yang berisi teh dan mulai mengendus aroma bunga yang menenangkan dari teh itu.
Untuk sesaat, pikirannya yang dipenuhi dengan masalah, menjadi rileks dan tenang.
"Humm... aromanya sangat lembut dan menenangkan, teh apa ini? "
"itu adalah produk baru yang dijual di toko Laras, mereka menyebutnya teh Tulsi. Sepertinya teh itu terbuat dari kemangi suci yang tumbuh di kerajaan Aria, mereka bilang kalau teh itu memiliki khasiat untuk meredakan Stress dan kelelahan"
Setelah mendengar penjelasan dari pelayan itu, Wiliam meminum teh yang ada dicangkirnya perlahan-lahan sambil menikmati aftertaste yang tertinggal di mulutnya.
"Huhh... Tidak hanya harum, rasanya juga nikmat. bisakah kau mengisinya lagi untuk ku" kata Wiliam sambil menawarkan cangkirnya yang kosong
Pelayan yang melihat hal ini tersenyum dan mulai mengisi cangkir Wiliam sekali lagi.
"Teh ini sangat populer dikalangan wanita bangsawan belakangan ini, mereka sering menggunakannya di pesta teh yang mereka adakan"
Wiliam mengosongkan cangkirnya yang telah diisi dan menawarkannya ke pelayan itu sekali lagi, dia terlihat sangat menikmati tehnya.
"Benarkah... Hmmm, itu hal yang wajar, rasanya memang enak sejak awal. kenapa kau tidak mencobanya juga?"
"terimakasih atas tawarannya, tapi tidak, tidak pantas bagi pelayan seperti ku untuk melakukan hal itu"
"kau terlalu kaku Lucy, kau tidak akan menemukan jodohmu jika bertingkah seperti itu. Lagipula hanya ada kita berdua di ruangan ini, jadi bersikaplah lebih santai" kata Wiliam sambil menuangkan teh untuk pelayan itu
"Terima kasih atas kebaikan.... "
"Tidak perlu berterimakasih padaku, ayahmu meminta ku untuk merawatmu sebelum dia meninggal, jadi tidak perlu bersikap berlebihan seperti itu dihadapan ku, santai saja"
Sebelum Lucy sempat menyelesaikan perkataannya, Wiliam sudah memotongnya.
__ADS_1
Lucy adalah anak dari teman baik Wiliam, Raymond.
Raymond telah banyak membantunya saat dia masih hidup, Dia juga telah menyelamatkan nyawanya beberapa kali di masa lalu.
Selain itu Raymond adalah jendral dari pasukan patroli sebelum Jasper.
Dibawah kepemimpinannya, pasukan patroli saat itu, sangat disukai masyarakat.
Mereka bekerja dengan giat, melindungi dan membantu warga sipil yang kesusahan. Pasukan patroli benar-benar menjadi idola saat itu.
Tetapi sangat disayangkan, Raymond meninggal 10 tahun yang lalu.
saat itu, dia sedang berusaha untuk menangkap pembunuh berantai yang telah meneror warga kota kala itu.
Terjadi pertempuran hebat diantara keduanya.
Meskipun Raymond berhasil memenangkan pertarungan melawan pembunuh berantai itu, tetapi dia juga mengalami luka parah yang membuatnya meninggal beberapa menit setelah pertarungan usai.
Setelah kematian Raymond, banyak bangsawan bejat yang mulai mengalihkan perhatian mereka kepada Lucy, anaknya.
Sebagai sahabat Raymond, Wiliam saat itu langsung mengambil langkah tegas.
Dia mempekerjakan Lucy, sebagai pelayan pribadinya untuk melindunginya dari bangsawan bejat yang mencoba untuk melecehkannya.
Bahkan Jasper yang terkenal jahat, tidak akan berani untuk menyentuh pelayan pribadi dari tangan kanan ayahnya.
"Tokk... Tokk... Tokkk"
Disaat Wiliam dan Lucy sedang asik menikmati teh mereka di dalam ruang kerjanya, suara ketukan pintu terdengar.
"masuklah" kata Wiliam
Orang yang berada di luar ruangan membuka pintu, setelah mendapatkan izin dari Wiliam.
"maaf telah mengganggumu tuan, tapi kami baru saja mendapatkan surat yang dikirim oleh jendral Hector. ini dia..., silahkan tuan lihat. " kata pria itu sambil memberikan Wiliam sepucuk surat.
Di atas surat itu terdapat lambang keluarga Hector, yang menandakan kalau surat ini benar-benar darinya.
"Terima kasih, kau boleh pergi"
Setelah pria itu meninggalkan ruang kerjanya, Wiliam mulai membuka surat itu untuk mengetahui apa isinya.
'seharusnya isinya adalah laporan tentang kondisi gunung Torli saat ini'
Wiliam mulai membaca isi surat itu, awalnya ekspresi wajahnya biasa-biasa saja, tetapi beberapa saat kemudian ekspresinya berubah, dia terlihat bingung.
'apa yang sebenarnya sedang terjadi disana. '
Semakin dia membaca isi surat itu, semakin tidak masuk akal isinya.
Lucy merasa khawatir, setelah melihat Wiliam yang ekspresinya terlihat Aneh.
"apa tuan baik-baik saja?"
Mendengar pertanyaan Lucy, Wiliam kembali sadar dari lamunannya.
"Ahhh... Tidak apa-apa, aku baik-baik saja. Aku akan meninggalkan kantor untuk beberapa waktu. Jika ada yang mencariku, katakan padanya kalau aku sedang menemui tuan Julius" kata Wiliam
Dia terlihat sedang terburu-buru saat ini,
Tetapi disaat dia mencapai pintu masuk kantornya, Dia berbalik ke arah Lucy sekali lagi.
"Bisakah kau membantuku untuk merapikan berkas-berkas itu, kelompokkan saja sesuai dengan tahunnya. Aku akan membacanya lagi nanti"
"Baik tuan... "
"Terima kasih, itu akan sangat membantu, kalau begitu aku akan pergi sekarang"
****************
Di zona elit, mansion Julius
Saat ini Julius sedang berada di ruang kerjanya, Wiliam berdiri dihadapannya dengan sepucuk surat ditangannya.
Hanya mereka berdua yang saat ini berada di dalam ruangan itu, Julius sudah mengusir semua pelayan yang sedang melayaninya keluar.
"Ada Apa? "
"Aku baru saja mendapatkan surat dari Jendral Hector, aku sudah membacanya. Tetapi isinya terlalu membingungkan untuk ku, aku ingin tuan juga membacanya dan mendengar pendapat tuan tentang hal ini"
Wiliam menyerahkan surat yang dia pegang ke Julius.
"........"
Julius memandangi surat itu beberapa saat, sebelum mulai membacanya.
__ADS_1
Disaat dia membacanya, ekspresi yang dia tampilkan persis sama seperti yang Wiliam tampilkan saat pertama kali membaca surat itu.
"Apa-apaan ini? Hector sedang tidak dalam pengaruh halusinasikan? "
"Aku rasa tidak tuan, dia sepenuhnya sadar saat menulis surat itu"
"lalu apa ini? Isinya tidak masuk akal"
"Aku merasa, Hector sedang berusaha untuk menjelaskan apa yang telah dia lihat dengan mata kepalanya sendiri ke dalam surat itu. "
"....., kalau begitu, kita akan menguraikan satu persatu kata-kata yang dia tulis di surat ini.
pertama-tama dia menulis bahwa, markas bandit Rotten Fangs telah diserang oleh sekelompok mahluk yang tidak dikenal. Tetapi dibaris selanjutnya dia mengatakan kalau tidak ada jejak mahluk yang telah meyerang, di sekitar markas itu. Apa maksudnya ini? " kata Julius
"mungkin saja mahluk itu memiliki kemampuan Teleportasi atau sejenisnya dan tiba-tiba muncul ditengah-tengah markas bandit" kata Wiliam
"Tapi disini Hector juga menulis bahwa tembok pertahanan markas itu telah dirobohkan. Jika mahluk itu memang muncul ditengah-tengah markas bandit. lalu, untuk apa mereka mereka menghancurka tembok pertahanan.
Lalu ke anehan lainnya adalah kemana perginya mayat para bandit, jika motif penyerangan yang mahluk itu lakukan adalah untuk menjarah. Kenapa mereka meninggalkan semua harta itu tetap disana dan hanya mengambil mayat bandit itu. " kata Julius
"Aku rasa motif penyerangan mereka adalah untuk menyelamatkan para wanita yang ditahan oleh bandit, karena sepertinya anak buah Hector telah menemukan ruang rahasia tempat para wanita ditahan" kata Wiliam
"Bandit itu sekelompok pengecut mereka tidak akan berani menculik gadis-gadis yang memiliki kedudukan tinggi, jadi seharusnya hanya ada gadis desa yang ditahan disana.
Tidak ada gunanya mempertaruhkan nyawa untuk menyelamatkan gadis-gadis sekarat itu.
Kau lupa, kekuatan tempur Rotten Fangs menyamai kekuatan tempur prajurit patroli dan prajurit ekspedisi jika digabungkan.
Jadi seharusnya kekuatan tempur musuh yang mereka lawan, setidaknya menyamai atau bahkan lebih kuat daripada kekuatan tempur prajurit pertahanan kita.
Kekuatan tempur sekuat itu, dikirim hanya untuk menyelamatkan sekelompok gadis desa yang sekarat, itu tidak masuk akal" kata Julius
Keduanya benar-benar terlihat sangat bingung saat ini, semua jawaban yang mereka pikirkan tidak menemui titik cerah.
"Selain itu markas bandit Rotten Fangs telah menjadi medan perang yang brutal, bahkan ada lubang besar yang sangat dalam telah ditemukan oleh Hector. Seharusnya penyerangan ini dilakukan oleh banyak orang" kata Julius
"Tetapi tidak ada jejek tanda-tanda musuh meninggalkan tempat itu, seolah-olah mereka menghilang begitu saja. selain itu mustahil menggunakan sihir Teleportasi untuk memindahkan banyak orang sekaligus. Bahkan kerajaan sihir, yang ahli dalam sihir tidak bisa melakukannya."
Semakin mereka membahas isi surat yang Hector kirim, semakin bingung juga mereka.
"Kita tunggu saja Hector kembali, aku tidak bisa mendapatkan informasi yang jelas dari surat yang dia kirim. Beritahu dia untuk segera menemui ku saat dia kembali, aku ingin mendengar penjelasannya secara langsung"
"Baik tuan.... "
Setelah Wiliam menyelesaikan laporannya, dia berjalan keluar meninggalkan ruang kerja Julius.
Dia masih memiliki banyak pekerjaan yang menumpuk dikantornya, jadi dia tidak punya banyak waktu untuk dibuang-buang.
Saat ini hanya Julius yang berada diruang kerjanya, sendirian.
Dia terlihat sedang memikirkan sesuatu.
'Kejadian aneh mulai muncul satu per satu sejak kemunculan labirin itu, apa semua hal ini berhubungan dengannya'
Sejujurnya ini bukan pertama kalinya Julius mendapatkan laporan-laporan aneh seperti ini.
Ada beberapa laporan yang membuatnya bingung, seperti:
Laporan tentang goblin yang tiba-tiba meninggalkan desa mereka tanpa sebab yang jelas.
Sebelumnya pasukan ekspedisi berhasil menemukan desa goblin yang kosong, tidak berpenghuni.
Hal ini sangat aneh karena, tidak ada tanda-tanda kerusakan pada desa.
Yang artinya goblin tidak meninggalkan desa mereka karena diserang oleh mahluk lain.
Cadangan makanan yang mereka simpan di gudang juga masih ada, bahkan beberapa permata dan perhiasan yang telah mereka kumpulkan masih tertinggal ditempat itu.
Mengingat sifat kikir yang dimiliki goblin, mustahil mereka akan meninggalkan benda-benda itu begitu saja tanpa pengawasan.
Alasan goblin meninggalkan desanya masih menjadi misteri Sampai sekarang, bahkan belum ada yang tau kemana perginya goblin-goblin itu.
Selain itu, ada juga laporan tentang ksatria berarmor biru, yang muncul entah dari mana dan mulai menyerang prajurit patroli dan prajurit ekspedisi miliknya.
Ada banyak kerusakan yang ditimbulkan ksatria aneh itu pada pasukannya.
Hal ini tentu saja membuat Julius sangat marah, tetapi di saat dia memerintahkan prajurit untuk menangkap orang itu.
Ksatria itu tidak pernah ditemukan, dia sangat ahli dalam bersembunyi.
'Atau ada hal lain yang sedang terjadi disekitar ku tanpa aku sadari'
Dia sudah memikirkan masalah ini selama berhari-hari, tetapi belum menemukan jawabannya satu pun.
Julius memandangi surat yang ada diatas mejanya dan bergumam
__ADS_1
"Apa yang sebenarnya sedang terjadi disini? "