
Di sisi barat kota Bacau, Barak prajurit
Sesampainya di barak, dia segera berjalan menuju kamar pribadi Rick.
Dari kenangan yang ia dapatkan dari tubuh ini, sepertinya Rick bukanlah orang yang baik.
Dia adalah tipe orang yang bersikap egois dan gila harta.
Dia akan menggunakan segala macam cara untuk mendapatkan lebih banyak keuntungan, bahkan jika itu harus mengorbankan orang lain.
Selain itu, dia juga suka menindas anak buahnya dan mengancam mereka jika berani melawannya.
Tidak ada satu pun kesan baik tentang orang itu dari kenangan yang dia dapatkan.
{sepertinya pria ini sangat membenci orang yang disebut Rick, itu hal yang wajar jika dia membencinya. Lagipula dialah yang menjadi penyebab utama kematiannya di labirin. Huhhh.... nasib pria ini benar-benar menyedihkan}
Liramus hanya bisa bersimpati atas kehidupan kelam yang di jalani pria itu karena memiliki boss bere*gsek seperti Rick.
{Tch... Tch... Tch..., kasihan.}
Ada banyak prajurit yang saat ini sedang berkumpul di dalam barak, mereka terlihat sedang asik melakukan kegiatan mereka masing-masing.
Ada yang sedang sibuk berlatih, ada yang mengobrol satu sama lain, ada yang sedang asik makan, ada yang sedang mencoba untuk memperbaiki peralatannya yang rusak dan bahkan ada yang sedang tidur dibawah pepohonan.
Karena penyamarannya sedang tidak sempurna, dia merasa senang melihat orang-orang itu mengabaikannya.
Liramus mengamati prajurit-prajurit itu dari kejauhan, mencoba untuk mengingat nama-nama mereka.
{Huft... Syukurlah, masih ada yang ku kenal ditempat ini}
Dia merasa tenang setelah mengetahui masih banyak orang yang dia kenal di dalam barak itu.
"hei... Apa kau sudah dengar kabar terbaru tentang insiden itu"
"insiden...? Yang mana? Ada terlalu banyak masalah yang terjadi belakangan ini, seperti: menghilangnya para goblin, ksatria aneh yang muncul entah dari mana dan mulai meneror para prajurit, labirin yang baru-baru ini ditemukan di hutan atau gunung Torli yang terbakar.
Jadi insiden mana yang kau maksud? "
"Yang terakhir"
"Kenapa dengan itu"
"aku dengar kalau bandit-bandit yang menetap disana diserang oleh para goblin"
"Haah... Info bodoh macam apa lagi yang kau katakan ini. sebelumnya kau mengatakan kalau ksatria aneh yang menyerang para prajurit adalah sisa-sisa dari pasukan kerajaan sihir dan sekarang kau mekatakan kalau goblin yang menjadi dalang dari terbakarnya gunung Torli. Aku sudah mengingatkanmu berkali-kali untuk berhenti mempercayai teori-teori konspirasi yang beredar di jalan"
"Tapi kali ini aku yakin itu benar, dengarkan saja dulu penjelasan ku"
"......., kalau begitu ceritakan padaku, jika info yang kau berikan terdengar bodoh seperti sebelum-sebelumnya, akan ku tandang bokongmu"
"Percaya padaku, kali ini pasti benar"
__ADS_1
"Baiklah... Baiklah..., Cepat ceritakan, aku tidak punya banyak waktu untuk dibuang-buang"
"kau sudah taukan, kalau belakangan ini banyak desa-desa goblin yang ditemukan dalam kondisi kosong"
"Ya, aku tau. Aku mendapatkan banyak uang dari sana"
"sebenarnya goblin-goblin itu berkumpul bersama untuk menyerang para bandit yang ada di gunung Torli.
Para goblin merasa terancam setelah melihat para petualang yang semakin Aktif di pinggiran hutan karena kemunculan labirin.
Satu-satunya rute teraman yang dapat mereka lalui untuk memasuki bagian dalam hutan Lamas, ya, lewat Gunung Torli.
Mustahil bagi goblin-goblin itu untuk melewati rawa-rawa yang dipenuhi serangga mematikan dan buaya-buaya besar.
Jadi aku rasa goblin-goblin itu sudah berada di sebelah Gunung Torli sekarang.
Bagaimana menurutmu, itu terdengar masuk akal bukan? "
"Hmmm... Masuk akal, itu juga memecahkan misteri keberadaan para goblin yang hilang. Hey... Lihat, Jendral Rick datang. Yes sir...!!! "
Prajurit itu cepat-cepat bangkit dan memberi hormat.
Prajurit lain yang mendengar peringatan temannya juga ikut berdiri dan memberi hormat.
Tetapi disaat dia berbalik, tidak ada siapapun disana...
'Blamm! '
Suara tendangan kuat terdengar dan di detik berikutnya prajurit itu merasa pantatnya terasa sangat sakit.
"Itu hukuman karena telah membuang-buang waktu ku, untuk mendengarkan cerita bodohmu"
"B, bukankah tadi kau bilang kalau cerita ku masuk akal"
"Masuk akal biji loe kembar, mana bisa goblin-goblin bodoh itu mengalahkan bandit yang bahkan tidak bisa kita kalahkan bodoh!!! "
"T, tapi... "
"Bahkan jika jumlah goblin lebih banyak, mustahil bagi mereka untuk mengalahkan kelompok bandit Rotten Fangs. Selain itu, apa kau sudah pernah melihat kondisi desa goblin yang ditinggalkan? "
"Belum pernah"
"Kalau begitu aku akan menjelaskan kesalahan-kesalahan yang ada di dalam cerita bodohmu itu"
"kesalahan...? "
"Yang pertama, jika kau berasumsi alasan menghilangnya para goblin karena takut diserang oleh petualang, Itu tidak masuk akal. Karena cadangan makanan yang mereka simpan di gudang masih lengkap, Selain itu harta-harta yang telah mereka kumpulkan juga masih tertinggal disana. Jika mereka memang berencana untuk kabur sejak awal, untuk apa mereka meninggalkan semua barang-barang itu tetap di desa"
"......"
"Yang kedua, seperti yang aku katakan sebelumnya. Kekuatan tempur kelompok bandit Rotten Fangs terlalu kuat untuk dikalahkan oleh para goblin yang bodoh. Kemungkinan mereka untuk menang jauh lebih tinggi jika mereka berkumpul dan menyerang para petualang yang bergerak dalam kelompok-kelompok kecil"
__ADS_1
"........."
"Yang ketiga dan yang paling penting. Menurutmu, kenapa para goblin tetap tinggal dipinggiran hutan Lamas, padahal mereka sudah tau kalau petualang sering muncul ditempat itu?"
".........., karena mereka bodoh! "
"Kau yang bodoh bere*gsek, sekarang otakmu hanya sebesar upil karena kau terlalu banyak mendengarkan teori-teori konspirasi yang tidak jelas itu. "
"Haah... Emang apa salahnya jika kita mengumpulkan informasi dari berbagai sumber, hal itu bahkan memberi kita lebih banyak wawasan"
"Cara berfikirmu yang salah, karena menganggap semua sumber informasi itu benar. Huft... Berbicara denganmu membuat penyakit Hipertensi ku bertambah parah, Akhh... Atamagaitai! "
"L, lalu, apa alasannya? "
"Kau masih bertanya apa alasanya? "
Ksatria itu menatap temannya dengan wajah kesal, urat-urat mulai menonjol keluar dari dahinya.
'Tenang, aku harus tenang, aku mungkin akan mati jika terus seperti ini. berbicara dengan orang bodoh ini, benar-benar menguras banyak energi'
Setelah menenangkan dirinya sendiri, prajurit itu menjawab pertanyaan temannya dengan sabar.
"Itu karena bagian dalam hutan Lamas adalah tempat tinggal monster-monster yang berbahaya, goblin tidak akan bisa bertahan hidup di dalam sana"
"kalau itu sihh, aku juga sudah tau"
"lalu kenapa kau masih bertanya, kalau sudah tau? "
"Ku pikir kamu akan memberiku alasan baru yang belum pernah ku dangar. cihhh... Membosangkan, kamu mengecewakan ku Iras. "
Mendengar jawaban dari temannya, Iras yang sebelumnya sudah mulai tenang. Manjadi lebih marah, kali ini dia sudah tidak bisa membendung emosinya.
"Bere*gsek, aku akan menguburmu hidup-hidup hari ini, kemari kau. "
Iras melompat ke arah temannya, mencoba untuk menangkapnya. Dia terlihat seperti hewan buas yang sedang berburu mangsanya saat ini.
Tetapi temannya berhasil menghindar disaat dia hampir menangkapnya.
"Hiiii.... Tenang, kamu harus tenang Iras. Marah-marah tidak baik untuk kesehatanmu"
"Tenang... Tenang..., pala bapak kau tenang. Kau pikir gara-gara siapa penyakit ku menjadi semakin parah Haahhh... "
"A, aku minta maaf, jika aku sudah berbuat salah. Tapi ini bukan sepenuhnya salah ku, kamu saja yang sejak awal gampang marah"
"Aargh..... Anak setan, kemari kau bere*gsek. "
"Hiii.... Tolong aku, ada babi hutan yang mengamuk. "
"Jangan kabur kau"
Iras terus menerus mengejar temannya, sepertinya dia benar-benar marah kali ini.
__ADS_1
Keduanya berlari menjauh, sampai tidak terlihat lagi, sesekali kau akan mendengar suara teriakan dikejauhan.
Prajurit lain yang melihat pertengkaran antara keduanya terlihat biasa-biasa saja, sepertinya mereka sudah terbiasa melihat hal ini.