
Alice yang menyaksikan kedatangan kelompok itu dari kristal proyeksi, Memerintahkan Amara untuk mengaktifkan perangkap teleportasi untuk membawa mereka ke ruang tahta.
Tidak akan ada masalah jika itu hanya goblin. tetapi manusia juga berada diantara mereka, ini pemandangan yang sangat aneh.
Selain itu goblin berjumlah sekitar 50 orang, itu jumlah yang cukup banyak untuk satu kelompok.
Goblin memiliki kebiasaan untuk membuat kelompok-kelompok kecil yang berjumlah sekitar 10 sampai 20 orang untuk mencari makanan atau pun mengamankan daerah sekitar desa mereka.
Tetapi kelompok goblin yang saat ini muncul didalam labirin tidak terlihat seperti kelompok pemburu atau pun kelompok pertahanan melainkan seperti sekelompok pelarian yang berhasil lolos dari pemusnahan. Sama seperti kelompok Raluk sebelumnya.
Dan yang menjadi masalah disini adalah kenapa ada manusia yang ikut berkumpul didalam kelompok goblin yang sedang melakukan pelarian.
manusia itu juga terlihat lebih lusuh dan kotor daripada para goblin.
ketika mereka tiba di ruang tahta, Conley tanpa sadar menutup hidungnya karena bau mengerikan yang keluar dari tubuh mereka.
Sementara Amara yang biasanya memiliki wajah datar tanpa ekspresi, saat ini terlihat sedang tersiksa.
Dia menyipitkan matanya dan mencoba untuk mengabaikan bau tubuh mereka.
Conley tau apa yang sedang dirasakan pacarnya saat ini.
Meskipun goblin juga memiliki bau badan yang tidak harum, tapi bau tubuh goblin setidaknya tidak seburuk mereka.
Ketika mereka melewati pintu besar dan masuk ke ruang Tahta. goblin yang berdiri dibarisan depan kelompok berbicara.
"Kami datang ke sini karena kami diundang oleh tuan Dastin"
Goblin itu bersujud dilantai dan mengatakan maksud dari kedatangannya ke labirin ini.
Mungkin dia adalah pemimpin dari kelompok goblin ini karena peralatan yang dia kenakan jauh lebih baik dibandingkan goblin lainnya.
Selain itu, dia juga membawa sebuah tongkat dan mengenakan beberapa aksesoris tulang ditubuhnya, dia mungkin seorang Shaman.
Mengikuti pemimpin mereka goblin yang lainnya juga ikut bersujud dilantai.
Conley yang mendengar suara goblin itu meresa cukup terkejut. Dia tidak menyangka kalau goblin yang memimpin kelompok itu adalah seorang goblin wanita.
Goblin memiliki hierarki yang sangat ketat, para pria biasanya tidak akan membiarkan wanita untuk memimpin. bahkan jika mereka memiliki kekuatan yang lebih kuat dari pada pria.
Selain itu bagi para goblin, wanita hanya bertugas untuk melahirkan dan merawat anak-anak yang baru lahir.
Jika bukan karena suaranya, Conley mungkin menganggap goblin itu sebagai pria. Tidak banyak orang yang bisa membedakan jenis kelamin Goblin hanya dari penampilan luar mereka.
tetapi jika diperhatikan dengan seksama, dia memang memiliki bentuk tubuh yang terlihat lebih feminin dibandingkan dengan yang lainya.
“Bangun"
__ADS_1
Goblin itu mengangkat kepalanya setelah mendengar perintah dari gadis yang ada didapannya.
Dia melihat gadis itu sedang tersenyum dan menyapanya dengan ramah.
"perkenalkan, namaku adalah Alice, master dari labirin ini. Siapa namamu?"
“A, aku dipanggil Gula. ”
“Kenapa kamu memutuskan untuk datang ke sini? katakan padaku, Gula. ”
Dengan suara yang menyenangkan, Alice bertanya dengan lembut.
Ketika Conley melihat bagaimana Alice mencoba meniru gaya berbicara kakaknya, dia mengabaikannya dan fokus untuk mengawasi kelompok aneh ini.
“Ketika desa kami diserang oleh manusia, tuan Dustin datang dan membantu kami. Pada saat itu dia memberi tahu kami tentang Labirin Bawah Tanah ini.
Aku benci ditindas oleh manusia !! Aku benci manusia yang menghancurkan desa dan membunuh keluarga kami! Aku lelah berlarian kesana kemari untuk menghindari pengejaran musuh. Kumohon, bantu kami!"
"begitu rupanya, jadi kalian meminta perlindungan dari kami.
Bukannya saya tidak bisa menolongmu. Namun, apa yang bisa kalian tawarkan kepada kami? "
"kami akan menjadi apa pun yang anda inginkan, bahkan jika anda meminta kami menjadi perisai daging dimedan perang, kami siap melakukannya! Tapi ku mohon setidaknya selamatkan beberapa dari kami"
"ehhh... Tapi kami sudah memiliki banyak pasukan goblin saat ini. aku tidak yakin apakah menambahkan kalian kedalam pasukan dapat meningkatkan kekuatan kami"
Mendengar perkataan Alice, Gula merasa putus asa. Dia kembali bersujud ketanah dan memohon kepada Alice sambil membenturkan kepalanya kelantai.
Alice sepertinya menikmati situasi saat ini, dia terlihat sedang bersenang-senang mempermainkan perasaan goblin itu. Conley yang menyaksikan hal ini memiliki ekspresi rumit diwajahnya.
Dia ingin mengatakan sesuatu, tetapi menahan diri untuk melakukannya.
"baiklah, melihat ketulusanmu. Aku memutuskan menerima kalian dibawah perlindungan kami. Selama kalian bekerja dengan baik, kami akan memberimu bayaran yang setimpal. Jika kalian mati saat berjuang untuk kami, kami akan membantu kalian untuk membalas dendam."
Setelah mendengar jawaban Alice, Gula mengangkat kepalanya dengan senyum bahagia diwajahnya. Dahinya terlihat berdarah saat ini, mungkin karena dia membenturkan kepalanya cukup keras sebelumnya. dia tidak peduli dengan rasa sakit yang dia rasakan saat ini.
"Terimakasih, terimakasih banyak. kami berjanji tidak akan mengecewakanmu tuan Alice"
Mengikuti ketuanya, goblin lain juga mengucapkan rasa terimakasih mereka kepadanya.
Saat ini Alice terlihat sangat senang karena telah mendapatkan pasukan tambahan untuk menjaga labirin.
Conley yang sebelumnya hanya diam mulai berbicara.
"Aku mengucapkan selamat kepada kalian karena telah bergabung dengan kami.
Amara, tolong bawa mereka ke tempat para goblin tinggal. Namamu Gula bukan... , jika kau memiliki pertanyaan tentang akomodasi dan beberapa hal-hal lainnya yang tidak kamu mengerti, tanyakan saja kepada goblin yang tinggal disana."
__ADS_1
"Tidak, Gula akan tetap disini, aku masih memiliki beberapa pertanyaan yang ingin ku tanyakan padanya. Jadi Amara, urus mereka semua ~”
Mendengar perintah dari Alice, amara diam-diam mengangguk dan memimpin para goblin keluar dari ruang tahta. Meninggalkan gula dan kelompok manusia di belakang.
Saat para goblin telah pergi. Alice mengalihkan pandangannya kepada kelompok manusia yang tersisa.
Mereka berjumlah 7 orang.
Mereka memiliki penampilan yang menakutkan. Dengan bekas luka di wajah dan tubuh mereka, serta senjata yang tampaknya telah digunakan untuk waktu yang lama, hal itu menambah kesan jahat yang mereka miliki.
Tubuh mereka juga terlihat berotot yang menandakan kalau mereka sering berlatih dan terbiasa bertarung untuk bertahan hidup.
Sejak mereka memasuki ruangan, perhatian mereka hanya tertuju pada harta yang menghiasi ruang tahta. Mereka mengabaikan Alice yang sedang duduk di singgasananya.
Melihat kalau orang-orang ini benar-benar mengabaikannya, Alice akhirnya mulai berbicara kepada mereka.
"Lalu, siapa kalian?"
"Kami adalah anggota kelompok Mercenaries, yang disebut [Rotten Fengs]"
Orang yang sepertinya perwakilan dari kelompok itu, maju dan menjawab.
Dia memiliki rambut kusut berwarna coklat hitam yang sepertinya belum dicuci selama beberapa hari. selain itu setengah dari wajahnya ditutupi dengan tato yang menambah kesan liar pada pria itu.
Sepertinya dia telah mendapatkan perlakuan istimewa didalam kelompok, karena Dia mengenakan perlengkapan yang lebih baik daripada yang lainnya.
Saat dia mendengar jawaban pria itu, Alice mengingat informasi yang telah Conley bagikan kepadanya.
'tentara bayaran !? seharusnya tidak ada kelompok Mercenaries disekitar sini. selain itu melihat dari penampilan mereka yang lusuh jelas-jelas mereka adalah bandit'
"Kenapa kamu bersama dengan Gula?"
“Kami bertemu mereka di luar hutan. Melihat mereka sedang kesusahan, kami berinisiatif membantu mereka dan mengawalnya sampai kesini”
"Apakah mereka mengancammu?"
Setelah mendengar jawaban pria itu, Alice mengalihkan perhatiannya ke Gula dan bertanya kepadanya.
Gula memiliki ekspresi canggung di wajahnya dan terlihat kesulitan, tetapi dia perlahan-lahan mengangguk.
Melihat reaksi Gula, pria itu langsung berteriak dan memaki Gula dengan ekspresi marah.
"kamu memfitnah kami. Jangan dengarkan mereka, mereka berbohong. ketika kami pertama kali bertemu, mereka terlihat sangat menyedihkan. Mereka meminta pertolongan pada kami.
Karena merasa kasihan, Sulit bagi kami untuk menolak permintaannya.
Kau, berhenti berbohong. bukankah kami telah melindungimu seperti yang telah kami janjikan? ”
__ADS_1
“Semanis apa pun kata-kata yang kau ucapkan. di telinga ku, itu masih terdengar seperti ancaman. Apa kau mencoba untuk membodohi ku? ”