Labyrinth Kingdom

Labyrinth Kingdom
Chapter 75. Kebodohan Arya.


__ADS_3

Beberapa hari kemudian.


Aaron sedang berada di taman saat ini, dia menemani Jeanne bermain 'WarZone'. Sepertinya, gadis itu menjadi sangat terobsesi ingin mengalahkannya.


Sudah tidak terhitung berapa banyak Jeanne mengalami kekalahan yang membuatnya merasa frustrasi.


Setiap strategi yang dia gunakan selalu berakhir dengan kegagalan.


Tetapi, dia tidak menyerah begitu saja. Malahan, itu membuatnya menjadi lebih bersemangat untuk mengalahkan Aaron.


Hanya saja, terkadang takdir berkata lain.


"Hahahahahhh, saya menang lagi. Huft... Sudah semakin sulit mengalahkanmu saat ini. Dibandingkan dengan saat pertama kali kita bermain, kamu memiliki banyak peningkatan sekarang.


Jika kamu terus mengasah kemampuanmu ini, saya yakin tidak akan lama lagi sebelum kamu berhasil mengalahkan ku. " ucap Aaron menyemangati Jeanne.


Dia menyusun kembali pasukannya untuk memulai game baru.


Tetapi, Jeanne hanya terdiam setelah mendengar perkataan Aaron, dia terlihat sedang memikirkan sesuatu.


"Nee~ Aaron... " ucap Jeanne terlihat ragu-ragu.


"Hmm? Ada apa? " jawab Aaron memandangnya.


"Apa ini akan baik-baik saja? "


"Apanya? " tanya Aaron terlihat bingung.


"Kau tahu, kamu sudah menemani ku bermain selama beberapa hari belakangan ini. Apa ini akan baik-baik saja untuk teman-temanmu? Mereka tidak akan memusuhimu kan? " tanya Jeanne dengan nada bersalah.


Aaron terdiam beberapa saat setelah mendengar pertanyaan dari Jeanne sebelum akhirnya tertawa.


"Hahaahahhh, Kamu terlalu banyak memikirkan hal-hal yang tidak perlu. Pertemanan kami tidak serapuh itu, meskipun kami memang sering bertengkar. Tetapi, itu hal yang wajar dalam pertemanan. " jawab Aaron sambil tersenyum.


"Benarkah? " tanya Jeanne.


"Tentu saja, kamu tidak perlu mengkhawatirkan hal itu. Atau begini saja, saya akan mengajakmu menemui mereka. Saya yakin mereka juga ingin bertemu denganmu. " ucap Aaron.


"Ehhh, apa kamu yakin ini akan baik-baik saja? " ucap Jeanne terlihat ragu-ragu.


"Tidak perlu khawatir, mereka anak-anak yang baik, Saya yakin kamu pasti akan segera akrab dengan mereka. Meskipun salah satunya memiliki beberapa masalah di kepalanya. " ucap Aaron mencoba meyakinkan Jeanne.


"...., Baiklah kalau begitu, aku mempercayai perkataanmu. " ucap Jeanne setelah berpikir beberapa saat.


Mendengar perkataan Jeanne, Aaron tersenyum dan menuntunya menuju markas rahasia mereka.


***************************


Sementara itu di dalam gua rahasia.


"Apa Aaron masih bermain dengan gadis itu? Sudah lama dia tidak berkumpul dengan kita. " tanya Arya.


"Mungkin saja, kamu tidak perlu memikirkan hal itu. Jika waktunya telah tiba, dia pasti akan datang dengan sendirinya. Ngomong-ngomong, kenapa Ugly Bastard lihat sangat lesu? " tanya Timoty dengan penasaran.


"Ahhh, Aku lupa telah mengurungnya di dalam pot sebelumnya. Saat aku mengeluarkannya dari sana, dia sudah jadi seperti itu. " jawab Arya tanpa rasa bersalah sedikitpun.


"Pantas saja dia terlihat seperti zombie yang sekarat. Sigh~ kamu pasti memiliki hari yang sulit setelah Arya menangkapmu. Ambil ini dan bersemangatlah! " ucap Timoty dengan kasihan.


Dia melempar salah satu ikan gemuk yang berhasil dia tangkap kearah kura-kura itu.


Melihat ikan gemuk yang tergeletak dihadapannya, Ugly Bastard memandang Timoty dengan rasa syukur beberapa saat sebelum dengan rakus memakan ikan itu.


"Hei, apa menurutmu kura-kura itu mengerti bahasa manusia? " tanya Timoty dengan penasaran setelah melihat reaksi Ugly Bastard sebelumnya.


"Entahlah, aku terlalu malas berbicara dengan kura-kura jelek itu. Selain itu, apa kamu pikir dia terlihat pintar? " tanya Arya terlihat tidak peduli.


Timoty memandang Ugly Bastard untuk beberapa saat sebelum berkata.


"Kamu mungkin benar, sepertinya aku yang salah lihat. " ucap Timoty setelah memandang wajah menyebalkan miliknya.


Mendengar perkataan Arya sebelumnya, Timoty juga mulai mengabaikan tingkah aneh Ugly Bastard dan fokus pada pancingan miliknya.


Setelah beberapa saat menunggu dengan sabar, umpan miliknya tiba-tiba disambar oleh ikan.

__ADS_1


"STRIKE!!! Uwah... Tarikannya sangat kuat. Hahaahahahhh, aku yakin ini pasti tangkapan besar. " ucap Timoty sambil menarik jorannya dengan kuat.


Dia terlihat sangat bersemangat saat ini.


Sementara itu, Arya yang duduk tidak jauh darinya menjadi sangat iri setelah melihat keberuntungan yang dimiliki temannya.


Dia memandang wadah hasil tangkapannya dan hanya bisa menghela nafas.


'Sial, kenapa aku hanya menangkap hal-hal aneh beberapa hari belakangan ini? Apa aku sedang dikutuk oleh penguasa danau? ' umpat Arya dalam hati.


Jika kau memperhatikan isi dari wadah penampungan miliknya, di dalamnya ada beberapa mahluk aneh seperti.


Glass Scolopendra, Aquatic Phoneutria, Angler Centruroides, Electrophorus electricus, dan Trappers Spodoptera. Mereka adalah jenis-jenis serangga yang entah kenapa hidup di dalam air.


'Aku datang ke tempat ini untuk menangkap ikan, bukannya serangga sialan! Apa yang sebenarnya sedang terjadi disini? ' umpat Arya dengan marah.


Dia benar-benar merasa frustasi dengan nasib sial yang dia miliki belakangan ini.


"Hei! Arya, lihat apa yang berhasil ku tangkap. " ucap Timoty sambil memamerkan hasil tangkapannya.


Itu adalah ikan yang sangat besar, panjangnya kira-kira lebih dari 3 meter, dengan sisik yang berkilau seperti permata.


Tetapi, bentuk kepala ikan itu sangat aneh. Dia memiliki dua tanduk bercabang seperti tanduk rusa dan memiliki gigi-gigi taring yang sangat tajam seperti hiu.


Ikan itu adalah....


"Dragon Head Xiphias Gladius! Ba, bagaimana bisa kau mendapatkan ikan itu ditempat ini? " teriak Arya dengan tidak percaya.


Xiphias Gladius adalah ikan predator yang tinggal di laut, mustahil kau bisa menemukannya di danau air tawar.


"Bagaimana, aku hebat bukan? Sepertinya aku memiliki bakat terpendam sebagai master memancing. " ucap Timoty dengan bangga.


"Ini bukan sekedar hebat lagi, tapi aneh kau tahu. " Arya benar-benar bingung dari mana ikan itu berasal.


Disaat Arya dan Timoty masih berdebat tentang keanehan ini.


Aaron dan Jeanne akhirnya telah tiba di gua rahasia itu tanpa mereka sadari.


Dia memandang teman-temannya yang terlihat sedang asik dengan rutinitas harian mereka.


"Ohhh, Aaron, kamu sudah datang rupanya. Selamat datang! " ucap Roro menyambut kedatangannya.


"Kakak... " teriak Alice sambil berlari kearah kakaknya.


"Aaron, Akhirnya kamu mengingat jalan untuk pulang ke sarangmu. " ucap Arya berjalan menghampirinya.


"Selamat datang! " sapa Timoty sambil tersenyum.


Melihat reaksi antusias teman-temannya, Aaron mulai memperkenalkan tamu rahasia yang dia bawa.


"Hari ini aku tidak datang sendirian, lihat siapa yang ku bawa. " ucap Aaron.


Dia mendorong Jeanne yang bersembunyi di belakangnya karena malu ke depan untuk memperkenalkan dirinya.


"Perkenalkan dirimu Jeanne! Tidak perlu takut, santai saja. " bisik Aaron ke Jeanne.


Setelah mengumpulkan keberaniannya beberapa saat, Jeanne mengangkat roknya sedikit dan mulai memperkenalkan dirinya.


"P, perkenalkan namaku Jeanne D'Hedwig, aku putri ketiga dari Kerajaan Liberas. Salam kenal semuanya. " ucap Jeanne dengan anggun.


Setelah mendengar pengenalan diri dari Jeanne, Arya tiba-tiba bergerak dengan cepat memegang tanganya dan memperkenalkan dirinya sendiri.


"Perkenalkan namaku adalah Arya Sukma Brawijaya. Kamu bisa memanggil ku Arya seperti yang lainnya, aku teman baik Aaron. Kamu terlihat sangat cantik, apa kamu sudah punya pacar? " tanya Arya sambil tersenyum.


Tetapi, bukannya jawaban yang dia dapatkan melainkan pukulan keras ke wajahnya.


[Lightning Blow]


Roro menamparnya menggunakan skill serangan, tepat di pipi kirinya. Arya yang tidak sempat menghindari pukulan itu, terlempar jauh ke samping.


'Aaaaaaaaaahhhhh!!! '


'Bruk...! '

__ADS_1


Arya jatuh, terguling-guling di tanah sejauh beberapa meter sebelum berhenti.


Dia tidak bergerak sedikitpun, sepertinya dia mengalami cidera yang cukup serius.


Tetapi, Roro yang merasa belum puas dengan itu. Dia melanjutkan memukuli Arya dengan ganas.


'Smash! Smash! Smash! Smash! Smash! Smash! Smash! Smash! Smash! Smash! Smash! Smash! Smash! Smash! Smash!


Smash! Smash! Smash! Smash! Smash! Smash! Smash! Smash! Smash! Smash! Smash! Smash! Smash! Smash! Smash! '


"I'm joke, I'm joking, Stop! Stop! Stop! Aaaaaaaaaahhhhh...!!! "


Dikejauhan suara teriakan Arya yang memohon pengampunan terdengar jelas.


Jeanne yang baru pertama kali melihat hal ini menjadi sangat terkejut.


"Perkenalkan namaku Timoty K. Walter, kamu bisa memanggil ku Timoty. Salam kenal! " ucap Timoty memperkenalkan dirinya.


"A, anoo... Apa kita tidak perlu membantunya? " ucap Jeanne sambil menunjuk kearah Arya yang disiksa.


"Ahhh, tidak perlu. Itu adalah cara keduanya untuk menunjukkan rasa kasih sayang mereka, abaikan saja. Nanti kamu juga akan terbiasa dengan hal itu. " ucap Timoty sambil tersenyum.


"Begituhkah! " ucap Jeanne dengan ekspresi bingung.


Karena ini pertama kalinya dia bertemu teman lain selain Aaron, dia menganggap kalau apa yang dia lihat saat ini adalah hal yang normal dilakukan antar teman.


'Aku mendapatkan informasi baru hari ini, aku harus mencatatnya nanti. ' ucap Jeanne dalam hati.


"Kamu pasti sudah mengenal gadis kecil ini bukan, dia adik ku yang paling manis. Ayo perkenalkan dirimu! " ucap Aaron pada adiknya.


"P, perkenalkan namaku adalah Alice Burnhill Windson von Elam, putri pertama kerajaan sihir. Senang berkenalan denganmu kak Jeanne. " ucap Alice dengan malu-malu.


"Aku juga merasa terhormat bisa berkenalan dengan anda, Putri Alice. " ucap Jeanne sambil menundukkan kepalanya sedikit.


"Kak Jeanne tidak perlu menggunakan bahasa formal padaku, kak Jeanne juga bisa memanggil ku Alice seperti yang lainnya, tidak perlu menggunakan gelar apa pun. " ucap Alice.


"Baiklah! Kalau begitu, aku akan memanggilmu Alice~chan. Apa itu tidak masalah? " tanya Jeanne.


"Tidak masalah. " jawab Alice sambil tersenyum.


Disaat keduanya sedang berbicara, Roro yang telah merasa puas menghukum Arya berjalan mendekati Jeanne.


"Aaron telah menceritakan banyak hal tentangmu sebelumnya, aku dengar kamu suka bermain 'WarZone'. Lain kali, kita bermain bersama oke! Aku juga cukup ahli memainkan game itu. " ucap Roro.


"Benarkah! Ayo lakukan itu. Tetapi, kalau aku boleh tahu siapa namamu? " tanya Jeanne.


"Ahhh, maaf atas ketidak sopanan ku, namaku adalah Raden Roro Qinthari Ariesta. Kamu boleh memanggil Roro atau apa pun yang kamu inginkan.


Aku juga minta maaf atas kejadian sebelumnya, anak itu sering melakukan hal-hal aneh. Jadi, kamu tidak perlu menanggapinya. " ucap Roro dengan nada bersalah.


"Baiklah, aku mengerti! " ucap Jeanne sambil menganggukkan kepalanya.


"Bagus! Kalau begitu, ikut aku. Kita akan mengobrol sesama wanita disana. " kata Roro sambil menuntun Jeanne pergi kearah Tea set yang telah dia siapkan sebelumnya.


Melihat para gadis telah pergi, Aaron dan Timoty pergi mengecek kondisi Arya yang menyedihkan.


Tubuhnya dipenuhi kotoran dan luka saat ini, dia terlihat seperti gelandangan yang tinggal diarea kumuh.


"Uhuk,uhuk.... Aaron, Timoty, sahabat baik ku. Sepertinya waktu ku tidak akan lama lagi, aku harap Uhuk,uhuk.... kalian berdua dapat merawat hewan peliharaan ku dengan baik. Aku sangat menyayangi Ugly Bastard seperti anak ku sendiri.


Dia hewan yang tidak pilih-pilih makanan, bahkan jika kamu memberinya batu, dia mungkin akan memakannya dengan senang hati. Uhuk... Uhuk... " ucap Arya dengan aktingnya yang buruk.


"Oke! Oke! Berhentilah bercanda, buka mulutmu dan minum ini. " kata Aaron sambil memaksanya minum Potion.


Dia membuka mulut Arya dengan paksa dan memaksanya meminum potion tingkat tinggi yang sering dia bawa.


"Ugh... Uhuk! Uhuk! Uhuk! Tidak bisakah kau melakukannya dengan lembut, aku benar-benar hampir mati karena tersedak. " ucap Arya dengan kesal.


"Berhentilah mengeluh! Lagipula, sejak kapan Ugly Bastard menjadi hewan peliharaan kesayanganmu, kamu bahkan hampir membunuhnya sebelumnya. " ucap Timoty dengan kesal setelah melihat Akting buruk Arya.


Tidak jauh dari mereka, Ugly Bastard juga menganggukkan kepalanya setelah mendengar perkataan Timoty.


Tetapi, tidak ada yang menyadari hal itu.

__ADS_1


__ADS_2