
Sementara itu disudut tempat hunian manusia.
Sebuah bangunan besar lima lantai menjulang tinggi ke langit dengan simbol ular yang melilit tongkat dapat terlihat jelas bahkan dari kejauhan.
Bangunan itu terbuat dari bebatuan berwarna putih susu, itu terlihat sangat indah dan elegan.
Disaat kau menginjakkan kaki didekat bangunan itu, kau akan merasakan ketenangan dan kedamaian yang membuat tubuhmu terasa lebih rileks.
"Hmm...? Entah kenapa tubuh ku yang sebelumnya terasa lelah menjadi lebih energik" ucap Bodil sambil memperhatikan perubahan kondisi tubuhnya.
"Ohhh, kau juga merasakannya! Ini sangat menarik, rasanya seluruh sel-sel tubuh ku bergerak dengan semangat" balas Raluk
"Sepertinya, ini adalah efek khusus dari bangunan itu, pantas saja aku melihat banyak prajurit goblin yang sedang tiduran disana! " kata Bodil sambil menunjuk kearah taman yang ada didekat Sanatorium.
Itu adalah taman bunga yang cukup luas, dangan air mancur indah ditengah-tengahnya.
Saat ini, tempat itu dipenuhi dengan prajurit goblin yang sebelumnya menjalankan misi, mereka terlihat sedang beristirahat disana.
"Kau benar! Tapi, mahluk apa itu? Apa itu kupu-kupu? " ucap Raluk terlihat penasaran.
Saat ini, dia sedang melihat makhluk kecil yang terbang disekitar taman.
"Hmmm... Aku tidak yakin kalau itu serangga, sepertinya mereka yang merawat taman bunga itu! " jawab Bodil.
"Sebelumnya, aku juga sempat melihat mahluk kecil berwarna merah yang terbang disekitar labirin, mungkin keduanya adalah mahluk baru yang dipanggil oleh tuan Aaron"
"Ahhh... Aku juga melihatnya, mereka terlihat imut. " ucap Bodil
"Haah, imut? Bagiku mereka terlihat sangat berbahaya. "
"Berbahaya apanya? Jelas-jelas mereka mahluk yang lucu dan menggemaskan"
"Jangan tertipu dengan penampilan mereka. Selain itu, tuan Aaron juga menugaskan mereka sebagai penjaga labirin. Jadi, seharusnya mahluk itu sangat berbahaya dan mematikan. " jelas Raluk.
"Meskipun begitu, kau tetap harus mengakui kalau mereka memang terlihat imut. " ucap Bodil, dia tetap ngotot dengan argumennya.
"huft.... Anak ini sudah tidak tertolong. " gumam Raluk dengan suara kecil.
'Inilah kenapa aku tidak terlalu menyukai manusia, mereka menganggap kami sebagai mahluk jahat karena penampilan kami yang jelek di mata mereka. ' kata Raluk dalam hati.
{ket: Good Looking Privilege, ada dimana-mana. Bahkan di isekai sekali pun. }
Sebenarnya selain para goblin, beberapa Pixie juga terlihat sibuk terbang kesana kemari merawat bunga-bunga yang ada ditaman.
Mereka terlihat sedang menaburkan bubuk-bubuk cahaya yang membuat warna-warna bunga menjadi lebih cerah dan aroma yang mereka keluarkan menjadi lebih wangi.
Raluk dan Bodil benar-benar kagum dengan pemandangan yang mereka lihat saat ini.
Kombinasi antara taman bunga yang indah dan desain bangunan yang elegan, membuat keduanya merasakan suasana baru yang belum pernah mereka rasakan sebelumnya.
Setelah merasa puas menikmati pemandangan, keduanya berjalan menuju pintu masuk Sanatorium.
Apa yang menyambut mereka di dalam sana adalah pemandangan yang tidak kalah indah dibandingkan dengan yang ada diluar bangunan itu.
Lampu gantung yang terbuat dari kristal menghiasi langit-langit bangunan, lantainya terbuat dari marmer putih yang indah.
Di dindingnya dihiasi dengan simbol-simbol aneh yang keduanya tidak mengerti, tetapi itu terlihat keren kerena perpaduan warna emas dan biru.
Saat ini, di dalam Sanatorium, beberapa orang terlihat sibuk membawa botol-botol kecil yang tampaknya berisi obat dan beberapa alat bedah.
__ADS_1
Penampilan orang-orang itu sangat aneh, mereka mengenakan jubah berwarna hitam dan topeng yang berbentuk kepala burung gagak.
Jika dilihat sekilas, mereka memang terlihat seperti manusia, Tapi siapa yang tau apa yang ada dibalik jubah itu.
"Ehhhh... Apa mereka dokter ditempat ini? Mereka terlihat menakutkan. " ucap Bodil spontan.
"Jangan menilai seseorang dari penampilan luarnya, kau mungkin akan menyakiti perasaan orang lain karena hal itu. " ucap Raluk memperingatkan Bodil.
"Maaf, maaf..., ini salah ku " kata Bodil sambil tersenyum masam.
Raluk memandangi sekitarnya dan berjalan menuju salah satu dokter yang terlihat sedang tidak sibuk, Bodil juga mengekor dari belakang.
"Maaf, apa kau salah satu dokter ditempat ini? " tanya Raluk
Mendengar seseorang bertanya padanya, mahluk itu berbalik memandang Raluk dan Bodil yang berdiri dibelakangnya.
Tinggi mahluk itu kira-kira lebih dari dua meter, Raluk bahkan harus menengadah keatas untuk memandangnya.
"Ahhh... Kamu seharusnya adalah pemimpin para goblin, Raluk dan salah satu petualang manusia, Bodil. Perkenalkan, namaku adalah Galenus Krates, senang bertemu dengan kalian. " ucap Galenus dengan suara jernih dan lembut.
"S, senang bertemu denganmu" jawab Bodil
Dia cukup terkejut mendengar suara dari Galenus, itu sangat berbeda dengan apa yang dia bayangkan.
"Senang bertemu denganmu juga, bagaimana kondisi para wanita sekarang" tanya Raluk.
"Jadi kalian datang kemari untuk memantau kondisi pasien rupanya, pada dasarnya mereka semua sudah baik-baik saja sekarang. Semua luka yang membahayakan nyawa mereka telah diobati. Tetapi jika kalian ingin menjenguk mereka, aku bisa mengantarmu kesana" jawab Galenus.
"Benarkah, kalau begitu tolong tunjukan arahnya" ucap Bodil.
"Ikuti aku, sebagaian besar dari mereka berada dilantai tiga, tetapi ada beberapa yang ditempatkan dilantai empat karena mengidap penyakit kelamin dan sisanya berada dilantai lima untuk melakukan operasi penyambungan organ tubuh yang terputus. " ucap Galenus
Disepanjang jalan Raluk dan Bodil mendengarkan penjelasan dari Galenus dengan serius.
Tetapi sejujurnya, mereka tidak mengerti sebagian besar apa yang dikatakan olehnya, Galenus menggunakan istilah-istilah yang keduanya tidak mengerti.
"Sebelumnya kamu mengatakan tentang penyakit kelamin, apa itu? " tanya Raluk
"Itu adalah penyakit yang akan menginfeksi organ reproduksi, orang-orang yang sering melakukan s*x bebas akan memiliki kemungkinan lebih besar terjangkit penyakit ini. bakteri atau virus jahat akan menginfeksi alat kelamin orang-orang dan secara perlahan membunuh mereka " jelas Galenus.
"Bakteri? Virus? Apa itu? Apa mereka sejenis kutukan? " tanya Bodil terlihat bingung.
"Untuk sederhananya, mereka adalah mahluk Mikroskopik yang akan menjadi sumber penyakit jika berada di dalam tubuh suatu makhluk hidup " jelas Galenus dengan tenang.
"Makhluk Mikroskopik? " Bodil menjadi tambah bingung.
"Mereka adalah makhluk yang sangat kecil, bahkan lebih kecil dari setitik debu. Kalian mungkin akan bingung dengan apa yang ku katakan sekarang dan sulit untuk membayangkannya.
Tetapi, jika teknologi di planet ini menjadi lebih maju, kalian pasti akan mengerti apa yang ku maksud! " ucap Galenus.
"Aku punya sebuah pertanyaan? " kata Raluk.
"Silahkan tanyakan apa yang tidak kau ketahui" balas Galenus.
"Maaf sebelumnya, aku tidak bermaksud menyinggung. Tapi, apa kalian semua bagian dari ras manusia? Jika aku perhatikan sekilas, perawakan kalian mirip manusia" tanya Raluk terlihat penasaran.
"Ehhh..., 'kalian' ...? "
"......"
__ADS_1
" ? "
Galenus berhenti berjalan setelah mendengar pertanyaan Raluk, dia memandang sekelilingnya dan tiba-tiba paham maksud dari pertanyaan Raluk.
"Ahhh... Sepertinya aku harus meluruskan sebuah kesalah pahaman terlebih dahulu. Sebenarnya, orang-orang yang kalian lihat di dalam Sanatorium ini semuanya adalah aku" ucap Galenus.
"Apa...? "
"Maksudmu? " ucap Raluk.
"Seperti yang ku katakan, mereka semua adalah aku. Aku mengkloning diriku sendiri menggunakan Skill rasial ku untuk menambah jumlah tenaga medis yang ada di dalam Sanatorium ini.
Kalau kamu tidak percaya, kalian semua katakan 'Hai Tampan' " ucap Galenus sambil memerintahkan semua Kloning yang dia lihat.
Setelah perintah muncul, semua Kloning yang ada disekitarnya mulai menjalankan perintah darinya.
Raluk dan Bodil yang menyaksikan hal ini, hanya bisa terdiam. Ini pertama kalinya mereka melihal hal menakjubkan seperti ini.
"Selain itu, aku juga bukan ras manusia. Meskipun postur tubuhku terlihat seperti manusia, aku berasal dari ras Tengu. Salah satu ras kosmik yang ahli dalam penyembuhan. " lanjut Galenus.
"J, jangan bilang kalau jubah dan topeng itu bukanlah pakaian melainkan kulitmu sendiri " tanya Bodil.
"Hahahhahhh... Kau terlalu banyak berpikir, ini hanyalah baju pengaman. Udara di planet ini tidak cocok untuk ku, aku akan terkena kanker kulit jika terpapar udara bebas" jawab Galenus.
"Ohhh... Begitukah! " ucap Bodil terlihat lega.
"Sebelumnya, kau mengatakan ras kosmik, apa itu? " tanya Raluk
"Penjelasan sederhananya, mereka adalah ras yang berhasil menjelajahi galaksi atau luar angkasa. "
"Ehhh... Apa manusia juga temasuk ras kosmik? " tanta Bodil.
"Tentu saja, ada banyak manusia yang menjadi penjelajah luar angkasa. Tetapi, mereka mengubah panggilan ras mereka menjadi High Human "
"Lalu, bagaiman dengan Goblin? "
"Goblin...? Tidak, Aku belum pernah melihat Goblin menjadi ras kosmik. Meskipun ada beberapa kesempatan, mereka malah gagal disaat-saat terakhir. "
"Begitu rupanya" kata Raluk terlihat sedikit kecewa.
Disaat ketiganya asik mengobrol, mereka akhirnya sampai ke kamar para pasien.
Raluk dan Bodil melihat kalau wanita-wanita itu sedang tertidur dengan tenang, penampilan mereka sudah jauh lebih baik sekarang.
Bekas luka yang ada ditubuh mereka sudah menghilang, kulit mereka yang awalnya terlihat pucat seperti mayat kembali mendapatkan vitalitasnya.
Berkat teknik pengobatan canggih yang Galenus gunakan, proses pemulihan wanita-wanita itu menjadi lebih cepat.
Seharusnya, tidak akan butuh waktu lama, sebelum mereka semua sembuh seperti sediakala.
"Aku sangat berterimah kasih padamu. Berkat bantuanmu, wanita-wanita itu dapat pulih lebih cepat" ucap Bodil.
"Kau tidak perlu berterima kasih, Itu sudah menjadi tugas ku sejak awal. lagipula aku juga mendapatkan untung dari hal ini" kata Galenus.
Setelah keduanya memastikan kalau kondisi para wanita baik-baik saja, Raluk dan Bodil pergi ke tempat mereka masing-masing untuk beristirahat.
***********
Setelah beberapa hari berlalu, seorang tamu tak terduga datang mengunjungi labirin.
__ADS_1