Labyrinth Kingdom

Labyrinth Kingdom
Chapter 66. Gadis Penyendiri 2


__ADS_3

Di dalam kamar pribadi.


"Apa kamu menemukan barang yang ingin kamu beli di pelelangan Aaron? " tanya Arya.


"Hmm, Aku cukup tertarik dengan buku sihir yang akan mereka lelang. Jika harga penawarannya tidak terlalu tinggi, aku mungkin akan membelinya. " jawab Aaron


Sebelumnya mereka telah mengunjungi gedung yang akan mengadakan pelelangan dipusat kota, Ada banyak barang menarik yang akan dilelang disana.


Beberapa barang berasal dari labirin dan sisanya adalah harta yang ditemukan dari reruntuhan kuno.


"Lalu, bagaimana denganmu Roro? " tanya Arya


"Tidak ada yang menarik untuk ku. tapi, jika kamu membelikanku mutiara laut biru yang sebelumnya ku lihat sebagai hadiah. Aku akan menerimanya dengan senang hati" jawab Roro tersipu malu.


"Hahh..., kenapa malah aku yang harus membeli barang yang kamu inginkan? " ucap Arya.


"Apa kamu bilang? Jadi, kamu tidak ingin membelinya untuk ku. Hahhh..!!! " kata Roro sambil mengintimidasi Arya.


"A, aku hanya bercanda, mutiara itu sangat serasi dengan rambut birumu. Jika kita membuatnya menjadi kalung, aku yakin itu pasti akan sangat cocok untukmu. Hahahh hahh, Aku akan membelinya nanti. " jawab Arya.


"Un un, baguslah jika kamu sudah paham." ucap Roro sambil tersenyum bahagia.


Melihat pertengkaran kecil antara keduanya, Aaron berkata dalam hati.


'Saya harap kamu dapat menjalani hidupmu dengan bahagia dimasa depan teman ku yang menyedihkan. Huft... '


Aaron mengalihkan pandangannya ke Timoty, setelah merasa puas melihat wajah menyedihkan Arya.


"Bagaimana denganmu Timoty? " tanya Aaron.


"Aku akan membeli belati kuno yang sebelumnya. " jawab Timoty.


"Maksudmu belati berkarat itu? Emangnya benda itu akan berguna? " tanya Arya


"Entah, jika aku beruntung, aku mungkin mendapatkan harta yang tidak ternilai harganya. Tetapi, jika aku sial, itu juga tidak masalah, Aku hanya akan menambahkannya ke dalam barang koleksi ku. Jadi, aku tidak akan rugi. " jawab Timoty


"Sepertinya kamu sudah memikirkannya matang-matang sebelum membuat pilihan, seperti yang diharapkan dari Timoty" ucap Arya


"Tapi, ini cukup mengecewakan. Meskipun ada banyak barang-barang bagus disana, tidak ada satu pun Artefak yang di lelang. " ucap Timoty sambil menghela nafas.


"Itu hal yang wajar, para petinggi kerajaan Aria pasti sudah mengamankannya lebih dahulu. Tidak mungkin orang-orang itu membiarkan Artefak diperjualbelikan di kerajaan mereka dengan bebas. " kata Aaron.


"Hmm, itu masuk akal. Lalu, bagaimana denganmu Arya? " tanya Timoty.


"Aku...? Tentu saja jawabannya sudah jelas. Aku akan membeli telur Aqutic Beast itu apa pun yang terjadi. " jawab Arya


"Sesuai dengan yang ku prediksi. " ucap Timoty.


"Hahahhh, aku sudah mengincar telur itu saat pertama kali melihatnya. Bagaimana denganmu Alice~Chan, apa ada yang ingin kamu beli? " tanya Arya.


'Zzzzz zzzz'


Tidak ada jawaban dari Alice, hanya suara nafas kecil dari orang tertidur yang terdengar.


"Oya oya, Sepertinya tuan putri kecil kita telah tertidur rupanya. " ucap Roro.


"Mungkin dia kelelahan setelah seharian berkeliling di kota. " kata Timoty.


Saat ini, Alice sedang tertidur lelap di pangkuan kakaknya, Aaron mengelus-elus kepalanya untuk membuatnya tenang.

__ADS_1


"Dia memang terlihat sangat bersemangat sebelumnya. Karena Big Boss telah tertidur, sebaiknya kita sudahi pembicaraan ini sekarang. " ucap Arya sambil berdiri dari kursinya.


"Kamu benar, kita mungkin akan mengganggu tidurnya. " ucap Roro sambil mengelus kepala Alice.


"Kalau begitu, sampai jumpa lagi besok. Kebetulan, Aku masih memiliki tempat menarik yang akan dikunjungi. " kata Timoty


"Baiklah, sampai jumpa besok. " jawab Aaron.


Setelah semua temannya pergi, Aaron berdiri dari kursinya dan menggendong Alice ke kasurnya.


Awalnya, Alice mendapatkan kamar pribadinya sendiri.


Tetapi, karena dia takut tidur sendirian, terpaksa Kasurnya dipindahkan ke dalam kamar Aaron yang ukurannya cukup luas.


Dia gadis yang sangat manja pada kakaknya.


***************


Ke esokan harinya.


"Kemana kita akan pergi? " tanya Arya.


Mereka sedang berjalan menyusuri koridor saat ini.


Seperti biasa, Timoty bertugas sebagai pemimpin dalam kelompok kecil itu.


"Itu rahasia, kalian ikuti saja aku! " jawab Timoty dengan samar.


Yang lainnya mulai mengikuti Timoty dari belakang dengan tenang.


"Tapi, bukankah kamu sangat beruntung hari ini Aaron. Aku tidak menyangka kamu dapat kabur dari gerombolan gadis-gadis itu dengan mudah kali ini. " ucap Roro


"Hehehehhh, sebenarnya dia mengalami cukup banyak masalah sebelumnya. Bukankah begitu, pangeran cinta. Puft.... Hahahahhah hahahahh" ucap Arya sambil tertawa terbahak-bahak.


Dia tidak bisa menahan tawanya jika mengingat kejadian sebelumnya.


"Berhenti tertawa Arya atau akan ku bongkar semua rahasiamu! " kata Aaron.


"Ho ho, rahasia? Aku cukup tertarik dengan topik itu. " ucap Roro sambil menatap Arya dengan mata yang menyipit.


Melihat tatapan menakutkan dari Roro, seketika Arya berhenti tertawa.


'Glup..! '


"Hahahh hahh, rahasia? mana ada yang seperti itu. Aaron salah bicara sebelumnya, bukankah begitu! " ucap Arya sambil memberikan kode mata pada Aaron beberapa kali.


Melihat tingkah konyol Arya, Aaron tersenyum licik.


"Ahhh, benar. Rahasia itu berhubungan dengan hadiah kejutan yang dia siapkan untukmu, lupakan yang sebelumnya kamu dengar. Maaf Arya, ini salah ku. " ucap Aaron terlihat bersalah.


"Hadiah kejutan. Ara~ara, bukankah kamu cukup romantis Arya. Aku tidak sabar menantikan hadiah yang kamu siapkan. " kata Roro dengan mata berbinar.


"Ehhh, hadiah kejutan? Sejak kapan aku mengatakan... "


Kata-kata Arya berhenti ditengah jalan setelah melihat wajah bahagia Roro.


"A, aku yakin kamu pasti akan menyukainya, hahahh. " ucap Arya dengan tampang yang bermasalah.


Dia berbalik ke arah Aaron dan menatapnya dengan penuh dendam.

__ADS_1


Tetapi Aaron mengalihkan pandangannya ke tempat lain sambil bersiul, dia berpura-pura tidak menyadari tatapannya.


'Fu fu fu'


Melihat ini, Arya menjadi lebih kesal.


"Berhentilah berpura-pura bersiul, kamu bahkan tidak mengeluarkan suara apa pun dari mulutmu, Sialan! " ucap Arya terlihat kesal.


Aaron menatap wajah Arya yang terlihat marah dengan serius.


Lalu...


"Tehepero~ " ucap Aaron sambil menjulurkan lidahnya dan memukul kepalanya dengan ringan.


Dia berusaha bertingkah lucu saat ini.


{ket: (๑≧౪≦). }


"Tehe te nandayo! Bakatare ga! " bentak Arya.


Tingkah bodoh Aaron membuatnya makin kesal.


Timoty yang sejak tadi mengawasi tingkah mereka hanya bisa mengalihkan pandangannya dan berusaha menahan tawanya sekuat tenaga.


Alice dan Roro juga hanya cengengesan saat melihat tingkah bodoh Aaron.


******************


Beberapa saat kemudian.


Setelah kedua orang itu berbaikan lagi, mereka melanjutkan perjalanannya dengan dituntun oleh Timoty.


Aaron berjalan menyusuri koridor yang kemarin dia lewati dan sekali lagi, dia melihat gadis itu.


Gadis penyendiri yang terlihat kesepian.


Aaron memperlambat langkahnya dan menatap gadis itu.


Sama seperti kemarin, dia sedang duduk sendirian di gazebo tua sambil memainkan permainan 'WarZone' sendirian.


'Are, Kenapa dia masih memainkan permainan itu sendirian? Apa dia benar-benar tidak mempunyai teman untuk diajak bermain? ' kata Aaron dalam hati


Menyadari kalau kakaknya tidak mengikutinya, Alice berbalik dan memanggil Aaron yang tertinggal dibelakang.


"Kakak! Ada apa? " tanya Alice.


Mendengar perkataan Adiknya, Aaron mengalihkan pandangannya dari gadis itu.


"Tidak, tidak apa-apa! Aku segera kesana. " ucap Aaron sambil berjalan ke arah adiknya.


Gadis yang sedang bermain di gazebo juga merasakan tatapan dari seseorang ke arahnya.


Dia berbalik ke belakang dan seperti sebelumnya, dia melihat siluet Aaron yang berjalan menjauh.


Mata merah kecoklatan yang dia miliki, memancarkan warna yang lebih terang dari sebelumnya.


Dia bergumam dengan suara kecil.


"Aaron... "

__ADS_1


Setelah melihat Aaron menghilang dari pandangannya, dia kembali fokus pada Board Game yang sedang dia mainkan.


__ADS_2