
Melihat Corpse golem yang sekarat ditanah, Zarkhan menginjak-injak kepalanya dan tertawa terbahak-bahak.
"HaHahHaahHah... Kau menunjukkan ekspresi yang lucu sebelumnya, itu benar-benar sangat menghibur" kata Zarkhan
"hahahhah... Benar, benar. Perutku sampai sakit karena harus menahan tawa" kata warrior
"aku tidak menyangka kalau monster ini akan menunjukan ekspresi bodoh yang biasa ditunjukan gadis-gadis itu saat ingin dibunuh" kata penyihir
"hahahhahhh... Kau sangat kejam boss, bisa-bisanya kamu memberinya harapan palsu. Lihat, dia benar-benar terlihat seperti sampah sekarang, hahhahahh" kata Assassin
Mereka terus-menerus mengejek Corpse golem yang sekarat.
Corpse golem yang mendengarnya sangat marah, tetapi tidak ada yang bisa dia lakukan. Energi Nero yang dia miliki hampir habis.
"Aku sudah bilang sebelumnya, ini adalah checkmate untukmu, aku yang memenangkan pertempuran ini. Kau mungkin kuat, tetapi kau tidak akan bisa mengalahkan kami sendirian. Jadi, aku benar-benar akan membunuhmu sekarang"
Zarkhan mengambil ancang-angcang, berniat untuk menebas kepala Corpse golem, tetapi dia dihentikan oleh anak buahnya.
"tunggu dulu boss, cuaca dingin ini membuatku ingin buang air kecil. Aku ingin membuat pertunjukan yang lebih menyenangkan" kata Assassin
"saat kau mengatakannya, aku juga jadi ingin melakukannya" Kata penyihir
"aku juga" kata Warrior
"lakukan dengan cepat bodoh... " kata Zarkhan
Anak buah Zarkan membuka celananya dan mulai mengencingi tubuh dari Corpse golem. Assassin itu bahkan mengencingi wajahnya.
"Hahahahahh... Cuaca dingin membuatmu haus bukan. Minum itu, itu akan menjadi minuman terakhirmu, haahahhhh" kata assassin
Awalnya dia berfikir kalau monster itu akan memberinya perlawanan. tetapi setelah melihat kalau Corpse golem tidak bergerak sedikit pun, Ini membuatnya kecewa.
"sangat mengecewakan" keluh assassin
Disaat dia sedang membetulkan celananya kembali, tiba-tiba terdengar suara gesekan udara.
'Wushh...Wusshhh... Wushh... wushh... '
Menyadari suara apa itu, Zarkan langsung berteriak pada anak buahnya.
"Menghindar...."
Tetapi....
"kuhg... "
"hampir saja.... "
"bere*gsek, lepaska... "
Sebelum assassin itu sempat menyelesaikan kata-katanya, sebuah anak panah menancap ditenggorokannya. Penyihir itu juga terkena panah tepat di dadanya, sedangkan warrior memiliki nasib yang lebih baik.
Dia berhasil menghindari anak panah itu dan tentu saja Zarkhan juga selamat dari serangan tiba-tiba itu.
"hehehehhh... Hehehhhh "
"sebentar lagi kami akan mati"
"kami sangat membencimu"
__ADS_1
"Setidaknya, kau harus ikut dengan kami ke Jahanam"
"Akh... B.. re.. N... se... K..."
Assassin itu mencoba untuk menghentikan pendarahannya, tetapi tidak bisa. Darah terus menyembur keluar dari tenggorokannya seperti air mancur. Bahkan kata-kata yang keluar dari mulutnya sulit untuk dimengerti.
Dia tidak tau apakah cuaca disekitarnya yang bertambah dingin atau tubuhnya yang perlahan-lahan kehilangan kehangatan. dia merasa sangat mengantuk dan perlahan-lahan energi hidupnya mulai habis.
Sebelumnya, dia sudah menyadari kedatangan anak panah itu sebelum Zarkhan memperingatinya dan berfikir kalau dia bisa menghindarinya dengan kecepatan yang dia miliki.
Tetapi, tapat sebelum dia akan menghindar, tubuhnya ditahan oleh Corpse golem dan tidak bisa bergerak. hal ini juga terjadi pada penyihir.
Keduanya gagal menghindari panah itu, karena gangguan dari Corpse golem.
"Sialan....."
Zarkhan mengutuk Karena kesal, dia mengayunkan pedangnya ke arah Corpse golem dan memotong kepalanya. Kali ini dia benar-benar telah mati.
Setelah membunuh Corpse golem, Zarkhan berbalik ke arah hutan dan berteriak dengan keras.
"Keluarlah bere*gsek ..., aku tau kau ada disana, berhenti jadi babi pengecut. Jika kau berani, lawan aku secara langsung"
Zarkhan mencoba untuk memprovokasi orang yang sebelumnya melakukan serangan tiba-tiba.
Setelah menunggu beberapa saat, sesosok orang, atau lebih tepatnya dua orang wanita berjalan keluar dari kegelapan hutan.
Yang satu terlihat jangkung dan memiliki bentuk tubuh yang ramping, rambut hitamnya terikat dengan rapi dan mata memiliki tatapan dingin. Selain itu, dia mengenakan baju kulit berwarna hitam yang dapat menunjukkan lekuk tubuhnya dengan sempurna.
dia memiliki dua belati yang tergantung di pinggangnya dan saat ini dia sedang memegang longbow berwarna hitam. Wanita itu adalah Amara, orang yang sebelumnya menyerang Zarkhan dan kelompoknya.
Sedangkan yang satunya memiliki tubuh yang berotot dan kekar, dia lebih tinggi daripada amara dan tersenyum lebar saat ini. Dia mengenakan apa yang tampak seperti pakaian dalam sebagai armor. Wanita itu adalah Bodil, orang yang bertugas sebagai pelatih dari goblin.
Selain itu dia tidak membawa pedang seperti sebelumnya, melainkan menggunakan gauntlet berwarna merah yang sepertinya terbuat dari campuran kristal dan baja.
Dia sudah berhenti menjadi warrior dan memilih menjadi Fighter, ini juga masukan dari Aaron.
Melihat kemunculan kedua orang itu dibawah sorotan cahaya bulan, Zarkhan menjadi lebih waspada.
"siapa kalian? Apa kalian pembunuh bayaran yang dikirim seseorang? "
Zarkan sudah beberapa kali bertarung melawan pembunuh bayaran yang dipekerjakan oleh orang lain untuk membunuhnya. Jadi dia mengira kalau Amara dan Bodil adalah pembunuhan bayaran yang sedang memanfaatkan situasi kacau saat ini untuk menyerangnya.
Dia tidak perfikir kalau, keduanya adalah teman dari para goblin. Dia menganggap itu adalah hal yang mustahil karena, siapa juga yang ingin berteman dengan mahluk level rendah seperti goblin. Dan juga, para wanita sangat membenci goblin sejak awal.
Amara yang mendengar perkataan Zarkhan, bukannya menjawab malahan menyerangnya dengan busurnya. Dia menembakkan empat anak panah sekali lagi ke arah Zarkhan.
Mungkin karena sebelumnya Zarkhan menghidari serangan Amara, jadi dia tidak tau seberapa kuat panah itu. di saat dia berhasil menangkis keempat anak panah itu, Zarkhan merasa kalau tangannya menjadi mati rasa dan ke semutan.
Jika dia dalam kondisi normal, mungkin adalah hal yang mudah untuk mengalahkan kedua orang ini sendirian. Tetapi, saat ini kondisi tubuhnya masih belum membaik setelah menggunakan skill terkuatnya saat melawan Corpse golem.
Selain itu, Warrior juga memiliki kondisi tubuh yang tidak jauh lebih baik daripada miliknya.
"Reis, kau urus pemanah berengsek itu dan aku akan melawan wanita tidak jelas disana"
"ehhh, Benarkah? Kalau begitu, bolehkah aku bermain dengannya setelah pertarungan selesai?"
{ket: akhirnya setelah sekian lama Warrior *****'an ini punya nama}
"lakukan sesukamu, bahkan jika kau ingin menyetubuhi mayatnya setelahnya. terserah kau, aku tidak peduli"
__ADS_1
"hehehehh, kau dengar itu gadis kecil, menyerahlah dan ikut dengan paman"
Reis berlari dengan semangat ke arah Amara, dia belum tau kalau orang yang akan dia lawan adalah orang yang sangat berbahaya.
Disaat dia melihat Reis berlari kearah amara, Zarkhan juga berlari kearah Bodil. Dia berencana untuk mengalahkan bodil lebih dulu, sebelum mengeroyok Amara. Jadi tugas Reis saat ini adalah untuk menahan Amara sampai dia mengalahkan Bodil.
Zarkhan memiliki keyakinan yang besar dapat mengalah Bodil dengan cepat. Ini bukan karena dia meremehkan lawannya. Tetapi ada beberapa faktor yang dia yakini dapat meningkatkan kemungkinannya untuk menang.
Yang pertama adalah Bodil petarung jarak dekat, jadi dia lebih mudah untuk menyerangnya. Berbeda dengan Amara yang dapat menyerangnya dari jarak jauh sambil mempertahankan jarak aman darinya.
Dia sejak awal tidak memiliki energi lebih untuk mengejar musuh.
Yang kedua adalah perlengkapan yang digunakan oleh Bodil lebih terbuka dibandingkan dengan Amara. Jadi pertahanannya jauh lebih lemah dibandingkan dengan Amara.
Dan yang ketiga adalah dia yakin dengan kekuatan yang dia miliki. selain itu, pedangnya juga cukup kuat untuk memotong baja.
Jadi, tubuh berotot Bodil bukanlah halangan baginya.
Disaat Zarkhan mencapai jarak ideal untuk menyerang, dia mengayunkan pedangnya dari samping untuk mengacaukan titik keseimbangan yang dimiliki Bodil.
Melihat serangan yang datang, Bodil dengan cepat menarik tangannya ke samping untuk melindungi tubuhnya.
'Tingg.... '
Pedang Zarkhan berbenturan dengan Gauntlet Bodil, dia cukup terkejut melihat ini. Dia tidak menyangka kalau Gauntlet yang digunakan Bodil jauh lebih kuat dari yang dia kira.
Tetapi meskipun begitu, rencananya telah berhasil. Titik keseimbangan Bodil runtuh, tubuhnya saat ini condong ke sisi kiri.
Tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan, Zarkhan langsung melancarkan serangan keduanya dengan cepat ke arah paha bodil. Dia berencana untuk membatasi kemampuannya untuk bergerak.
'slash...'
"[Iron Skin]"
Sesaat sebelum pedang mengenai pahanya, bodil menggunakan Skillnya dan membuat kulitnya sekeras besi. Meskipun itu tidak dapat menghalau serangan Zarkhan seutuhnya, setidaknya dia dapat meminimalisir kerusakan yang akan dia terima.
serangannya berhasil mengenai Bodil, tetapi, luka yang ditimbulkan jauh lebih dangkal dari yang dia kira.
Bodil yang terkena serangan tidak tinggal diam, dia membalikkan badannya dan menendang ke arah dada Zarkhan.
Karena serangan balasan datang terlalu cepat, Zarkhan tidak memiliki banyak waktu untuk merespon. Dia hanya menyilangkan kedua tangannya di depan dadanya sebagai bentuk perlindungan.
'Brukk...'
Zarkhan mundur beberapa langkah kebelakang.
Dia tidak menyangka kalau tendangannya akan sekuat ini, dia mengelap darah yang keluar dari mulutnya sambil menyeringai.
"kau jauh lebih kuat dari yang ku kira" kata Zarkhan.
"sama untukmu, meskipun kau dalam kondisi yang buruk saat ini. seranganmu masih cukup kuat untuk menembus pertahanan dari Iron Skin milik ku"
Sambil berbicara, Bodil mengeluarkan botol kecil dari tas pinggang yang dia bawa. Botol itu berisi serbuk-serbuk berwarna hijau yang mengeluarkan aura kehidupan yang sangat kuat.
Bodil menaburkan serbuk hijau itu ke luka yang ada di pahanya dan dalam sekejam luka yang dia miliki sembuh.
Alice memberikan botol kecil itu kepada mereka sebelum meninggalkan labirin.
Serbuk-serbuk hijau itu adalah 'healing dust', produk baru yang diciptakan oleh Alice, setelah dia membuat Alchemy Room sebelumnya.
__ADS_1
Zarkhan hanya tau Potion yang dapat menyembuhkan luka, dia belum pernah melihat benda itu sebelumnya.