
Di gerbang utara kota Bacau
Ada dua gerbang yang dapat dilalui orang-orang untuk memasuki kota Bacau, yang pertama adalah gerbang timur yang mengarah ke kota lain.
Biasanya gerbang ini di lalui oleh para pedagang dan pelancong dari kota lain yang ingin berkunjung atau pun meninggalkan kota Bacau.
Sedangkan yang lainnya adalah gerbang yang ada di bagian utara kota, gerbang ini menghadap langsung ke hutan besar Lamas.
Gerbang ini sebagian besar dilalui oleh warga desa atau pun karavan yang ingin memasuki kota.
Selain itu para petualang dan prajurit yang ingin menjelajahi hutan lamas akan melewati gerbang ini juga.
Sudah lebih dari sebulan sejak gerbang ini dipenuhi dengan orang yang berlalu lalang.
Mungkin karena labirin yang baru-baru ini ditemukan, banyak petualang yang berlomba-lomba memasuki hutan untuk mencari peruntungan.
Bukan hanya para petualang yang mendapatkan keuntungan dari kemunculan labirin, warga desa yang berada dipinggiran hutan juga mendapatkan untung dari hal ini.
Jumlah hewan buas dan bandit yang berkeliaran dipinggir hutan semakin menurun karena keberadaan para petualang.
Berkat hal ini, warga desa dapat dengan leluasa memasuki hutan untuk mencari buah-buahan atau pun tanaman obat yang dapat dijual.
Meskipun keuntungan yang didapatkan dari berjualan produk hutan tidak banyak, uang tetaplah uang, sekecil apa pun nominalnya.
Berkat kemunculan labirin ini, kehidupan warga desa menjadi sedikit lebih baik. Mereka berharap kalau hal ini dapat berlangsung selamanya.
Tapi..., siapa yang tau apa yang akan terjadi dimasa depan.
{ket: coba tanya Author, dia mungkin tau.}
Setiap hari, akan ada banyak orang yang mengantri untuk memasuki kota, para penjaga gerbang biasanya akan memeriksa mereka dengan teliti satu per satu untuk memastikan tidak ada musuh diantara mereka.
Tetapi, pedagang kaya yang berpengaruh, bangsawan, serta ksatria yang memiliki izin dari penguasa kota dapat masuk dengan bebas.
"Tunggu sebentar... "
Namun, ada seorang Ksatria yang dihentikan oleh penjaga gerbang saat ini.
"Hmm...!?"
Ksatria itu terlihat bingung, karena biasanya dia tidak akan ditahan saat ingin memasuki kota.
Alasan dia dihentikan karena penjaga gerbang ingin menyampaikan perintah dari jenderal pasukan ekspedisi, Rick.
"Terima kasih atas kerja kerasmu. Aku memiliki pesan dari Kapten Rick yang sedang menunggu laporan Anda. Dia memintamu untuk segera menghadap padanya begitu kamu kembali. " Penjaga itu melaporkan.
"...., Baiklah, aku mengerti. " Dia memberi jawaban singkat dan melanjutkan perjalannannya.
Dia berjalan menuju barak kota Bacau.
Melihat ksatria itu pergi begitu saja, penjaga gerbang bicara pada dirinya sendiri.
"Are... Ku pikir dia akan membuat satu atau dua komentar sarkastik. biasanya dia tidak akan senang mendengar apa pun yang berhubungan dengan jenderal Rick, sangat jarang melihatnya menyetujui perintahnya dengan mudah."
Ini hal yang aneh, tetapi dia tidak repot-repot memikirkannya terlalu dalam, karena dia tidak punya banyak waktu luang untuk memikirkan hal-hal seperti itu.
__ADS_1
Ada banyak antrian orang yang harus dia periksa, dia sangat sibuk saat ini.
Sebelum orang-orang itu mulai membuat keributan, ia kembali ke pekerjaannya secepat mungkin.
"Oi... Kau, jangan memotong antrian, kembali ke barisanmu"
Dia meneriaki petualang yang mencoba untuk menerobos anrian.
"Tchh... " petualang itu mendecakkan lidahnya karena ketahuan.
**************
Setelah berhasil memasuki kota, ia mulai menggali kembali kenangan orang yang dia tiru.
{pasar dibagian selatan kota adalah tempat para warga sipil berbelanja dan menjajakan produk dagangannya. Di samping pasar, ada Bar yang biasanya digunakan para petualang untuk berkumpul.
Guild Adventures, penginapan, para pedagang kaki lima, toko obat dan kantor pejabat pemerintahan berada di alun-alun pusat kota.
sedangkan untuk pengrajin seperti, penempa, penjahit, Pharmacist, pematung dan lain-lainnya berada disisi utara kota.
Zona elit berada disisi barat kota, tempat ini biasanya di isi oleh para pedagang kaya, bangsawan dan pejabat pemerintahan.
Barak, tempat para prajurit berkumpul, terletak disamping Zona elit. Hal ini bertujuan untuk mengamankan daerah tersebut dari kerusuhan.
Lalu bagian timur kota adalah tempat tinggal untuk warga sipil.
Tidak jauh dari sana ada daerah kumuh yang terlantar, tempat para gelandangan dan pengemis tinggal. }
Sambil mengingat tata letak kota dengan kasar, ia mulai menyurvei kota.
Penampilannya saat ini persis sama seperti ajudan jenderal pasukan ekspedisi, Rick.
Suaranya, gerak geriknya dan bahkan cara dia bertindak juga disalin dengan sempurna. Namun, karena ajudan telah mati untuk waktu yang lama, sebagian kenangan penting sudah hilang.
Contohnya seperti sebelumnya, saat dia berinteraksi dengan penjaga gerbang.
{Sial! Sepertinya aku melakukan beberapa kesalahan sebelumnya,.... seharusnya saat itu aku menyapanya dan sedikit mengumpat!}
Dia mengutuk dalam benaknya. Ini adalah suatu penghinaan untuknya yang menyebut dirinya sebagai master peniru.
Tidak seperti golem yang hanya mematuhi perintah dari penciptanya, Doppelganger adalah mahluk yang cerdas.
Mereka memiliki pengetahuan yang luas, kepribadian yang bebas dan dapat mengambil keputusan sepihak selama itu tidak melanggar perintah dari master mereka.
Selain itu, semua Doppelgangers bangga dengan keterampilan menyamar mereka. Dia juga salah satunya.
Itu sebabnya, dia tidak senang dengan transformasi cacat yang dia alami saat ini.
{Tenang… kamu harus tenang Liramus, Fokus pada misi. Lagipula Ini hanya penyamaran sementara, misi ku sekarang adalah mendekati target selanjutnya dengan bentuk ini, Lalu melakukan transformasi sekali lagi. Hmmm... Benar, ini tidak sulit, aku hanya perlu berubah sekali lagi.}
Dia berjalan menuju barak sambil menghibur dirinya sendiri.
Dalam perjalanan, dia awalnya khawatir akan bertemu dengan kenalan tubuh ini.
Tetapi sepertinya keberuntungannya sedang baik hari ini, karena dia tidak bertemu satu pun orang-orang itu.
__ADS_1
Dalam perjalanannya ke barak, dia memperhatikan area sekitarnya. Ada banyak orang-orang yang berlalu lalang di jalan, tetapi sebagian besar orang yang dia temui Memandangnya dengan sinis dan kesal.
{..... ?}
Doppelgangers bingung melihat ini, dia mencoba memeriksa kenangan yang dimiliki tubuh itu untuk mencari tau alasannya, tetapi dia tidak menemukan apa pun.
{Aneh!!! Apa yang sebenarnya terjadi disini?}
Dia melihat beberapa orang berbisik sambil sekali-sekali memandanginya.
karena penasaran, Doppelgangers memfokuskan pendengarannya untuk mendengar apa yang sedang mereka bicarakan.
"melihat dari armor yang dia kenakan, seharusnya dia antek-antek dari Rick. Tchh... Sekelompok lintah darat"
"Benar... Benar... Terakhir kali aku melihat mereka menindas pejalan kaki yang tidak sengaja menyenggol mereka"
"Aku juga melihatnya, pria itu sepertinya mengalami patah tulang dan beberapa tulang rusuknya retak karena dikeroyok oleh mereka"
"Cihhh... Sekelompok sampah, mereka hanya berani menindas warga sipil. Saat bertemu dengan pejabat, mereka akan mati-matian menjilatnya"
"Ahhh... Sebelumnya aku juga mendengar kalau mereka memeras sebuah keluarga petani karena tidak sengaja mengotori Armor yang mereka kenakan dengan lumpur"
"itu salah mereka sendiri karena pergi ke sawa dengan perlengkapan lengkap."
"keluarga itu benar-benar menyedihkan, mereka disuruh bertanggung jawab untuk kesalahan yang tidak mereka lakukan. Sebagian ternak mereka diambil dengan paksa, bahkan anak perempuan petani itu hampir diambil juga"
"Ehhh... Benarkah? "
"Tentu saja, tapi untungnya, jendral Hector melewati tempat itu. Karena takut, orang-orang itu mengurungkan niat mereka dan lebih memilih pergi"
"Tchh... Benar-benar sekelompok sampah, perusak pemandangan"
"mereka menyebut diri mereka prajurit, tetapi kerjanya hanya menindas warga sipil"
"Cuihhhh..."
Doppelgangers merasa telinganya mulai panas, sejak tadi dia hanya mendengar cacian dan makian dari orang-orang yang ada disekitarnya.
Mereka tidak secara personal membencinya, tetapi mereka membenci perilaku pasukan ekspedisi yang sewenang-wenang menggunakan kedudukan mereka untuk melakukan hal-hal buruk.
Dia berbalik memandangi ibu-ibu yang sedang menggosipinya, tetapi mereka membalikkan wajah mereka dan berjalan menjauh.
{ket: bisikan ibu-ibu yang ngerumpi lebih pedas daripada samyang yang ku makan sebelumnya. }
Sebenarnya mereka tidak hanya membenci pasukan ekspedisi, tatapi pasukan lainnya juga, terutama pasukan patroli yang dipimpin oleh Jasper.
Para warga membenci mereka sampai ke ubun-ubun, itu karena mereka yang paling parah menindas warga sipil.
Mereka ingin melawan, tetapi takut karena Jasper adalah anak dari penguasa kota ini. Mereka bahkan mungkin akan dituduh sebagai pemberontak jika berani melawan.
{Menarik, alih-alih rasa hormat dan kagum, orang-orang ini sepertinya lebih mendahulukan kebencian mereka terhadap para perwira…. Benar-benar, tempat yang damai.}
Doppelganger memutuskan untuk mengabaikan orang-orang itu dan mempercepat langkahnya menuju barak prajurit.
Dia ingin cepat-cepat melakukan transformasi, dia tidak tahan dengan tubuh cacat yang dia miliki.
__ADS_1