Labyrinth Kingdom

Labyrinth Kingdom
Chapter 58. Melawan Azure Knight 2


__ADS_3

Waktu perlahan-lahan berlalu dengan lambat.


Para prajurit yang mengawasi medan pertempuran menjadi lebih waspada.


Meskipun mereka yakin kalau ksatria itu pasti telah mati, entah kenapa mereka merasa kalau ada sesuatu yang janggal sedang terjadi.


Awan debu perlahan-lahan mulai memudar dan lokasi tempat ledakan terjadi perlahan-lahan mulai terlihat.


Jalan utama yang sebelumnya mulus tanpa hambatan, sekarang berubah seperti kawah gunung berapi.


Retakan-retakan yang ada ditanah menjalar dari pusat ledakan, terlihat seperti sarang laba-laba besar.


Orang-orang yang melihat pemandangan ini menjadi takjub dan lebih waspada karena sebentar lagi kebenaran akan muncul.


Disaat awan debu hampir menghilang sepenuhnya, suara aneh tiba-tiba terdengar dari pusat ledakan dan siluet dari sesuatu yang bergerak meliuk-liuk seperti ular dapat terlihat.


'Sringgg... Sringggg... Sringgg... Sringgg... '


Suara rantai yang saling bergesakan terdengar semakin jelas.


Setelah beberapa saat, awan debu benar-benar menghilang dan orang-orang dapat melihat dengan jelas dari mana sumber suara itu.


Dipusat ledakan, puluhan rantai yang saling melilit membentuk bola besar dapat terlihat. Benda itu terus bergerak meliuk-liuk solah-olah sedang hidup.


"A, apa itu? "


"Aku juga tidak tau, tapi sepertinya rantai itu milik Azure Knight"


"ehhh...! Jadi dia masih hidup, bahkan setelah terkena serangan dahsyat sebelumnya"


"Rantai-rantai itu sepertinya telah melindungi ksatria itu"


"J, jangan bilang kalau rantai itu sebuah Artefak!? "


"Melihat dari kemampuannya yang dapat menahan serangan kuat sebelumnya, kemungkinan besar rantai itu memang sebuah Artefak"


"B, bukankah ini berbahaya, kita sedang melawan pengguna Artefak, jika kita tidak mundur sekarang, semua orang akan mati"


Melihat pemandangan yang ada di depan mereka, para prajurit mulai berdiskusi satu sama lain, mereka terlihat khawatir saat ini.


Ero yang melihat suasana disekitarnya mulai gaduh berbalik ke arah tuannya.


"T, tuan, apa yang harus dilakukan sekarang? " tanya Ero terlihat ragu-ragu.


Di dunia ini, pengguna Artefak termasuk dalam kategori petarung yang sangat kuat.


Kau benar-benar tidak boleh mencari masalah dengan mereka, jika tidak, kau akan mati tanpa tau penyebabnya.


Ero menyadari seberapa berbahaya situasi mereka saat ini, Sejujurnya dia benar-benar ingin menarik mundur semua pasukan sakarang, tetapi dia tidak bisa melakukan itu tanpa perintah tuannya.


Jasper yang mendengar pertanyaan bawahannya tidak langsung menjawab, dia terlihat sedang memikirkan sesuatu.


'Haruskah aku mundur sekarang. tapi, Image ku di depan putri mungkin akan menjadi buruk.


Selain itu, meskipun ksatria itu berhasil menahan serangan kuat sebelumnya, seharusnya dia sedang terluka saat ini atau setidaknya kelelahan karena menggunakan terlalu banyak energi untuk mengaktifkan Artefaknya.


Jika tidak, dia mungkin akan melakukan serangan balik sekarang daripada tetap bersembunyi di dalam Artefaknya.


Jadi, apa yang harus ku lakukan sekarang? '


Sekilas dia melirik sang putri yang saat ini masih memandang medan pertempuran dengan tatapan tertarik.


'sepertinya aku harus bertaruh kali ini'


Setelah memutuskan apa yang harus dilakukan selanjutnya, Jasper berteriak ke arah pasukannya.


"SEMUANYA DIAM..... !!! "


Mendengar perintah dari tuan mereka, semua prajurit yang sebelumnya membuat kegaduhan mulai diam.


"Seperti yang telah kalian semua sadari, lawan kita adalah pengguna Artefak, jadi kemungkinan kita di bantai akan sangat tinggi jika melanjutkan pertarungan" kata Jasper.


Prajurit yang mendengar perkataannya menjadi lebih Khawatir, mereka semua tau seberapa berbahaya pengguna Artefak itu.


Di medan perang sesungguhnya, pengguna Artefak adalah senjata pembunuh massal yang menakutkan.


Jadi, para prajurit benar-benar ketakutan saat ini.


"Tetapi, itu jika dia berada dalam kondisi normal. saat ini orang itu seharusnya sedang terluka, jika tidak, dia tidak mungkin tetap bersembunyi saat ini" lanjut Jasper.


Para prajurit yang mendengar perkataannya, berbalik memandangi bola rantai yang ada dipusat ledakan.


"Benar juga, bukankah itu sangat aneh"


"Melihat dari sikap agresif yang dia miliki dipertarungan sebelumnya, seharusnya dia akan melakukan serangan balasan sekarang. Kenapa dia masih mengurung dirinya di dalam bola itu? "


"Apa dia sedang sekarat di dalam sana?"


Para prajurit saling berbisik satu sama lain, mereka sedang mengutarakan kecurigaannya.


Melihat suasana disekitarnya menjadi lebih baik, Jasper terlihat senang.


"Seharusnya orang itu sedang memulihkan dirinya di dalam bola rantai itu. semakin banyak waktu yang kita buang-buang, semakin banyak juga waktu yang kita berikan padanya untuk memulihkan diri.


Saat ini adalah kesempatan terbaik untuk membunuhnya. " Teriak Jasper.

__ADS_1


Saat ini, Jasper sedang mencoba untuk mengembalikan semangat juang bawahannya yang telah menurun, tentu saja dia menggunakan skill [Demagog] untuk mempermudahnya.


{ket: Demagog pada dasarnya adalah kemampuan untuk menghasut orang-orang, penjelasan lebih lengkapnya tanya om google.}


"Ini adalah kesempatan terakhir yang kita miliki untuk membunuhnya, Search and Destroy !!!! " teriak Jasper


"YAAAHHHH....!!!! "


"SEARCH AND DESTROY....!!!! "


"WOOOHHH... Serang!!!! "


"SERANGGG....!!! "


"Jangan beri dia kesempatan untuk menyembuhkan dirinya" teriak Jasper.


Meskipun masih memiliki sedikit keraguan di dalam hati mereka, para prajurit memberanikan diri untuk melakukan penyerangan gelombang kedua setelah mendengar perkataan Jasper.


Skill [Demagog] yang Jasper gunakan, sepertinya berhasil membuat semangat juang para prajurit kembali membara.


"WOOOOOOHHHHHH !!!!!! "


Teriakan para prajurit bergema di medan pertempuran, mereka memacu kudanya dengan cepat ke arah Dustin.


Dustin yang sejak tadi berdiam diri di dalam pelindungnya, perlahan-lahan membuka matanya setelah menyadari ke datangan mereka.


Mata yang sebelumnya memancarkan Cahaya biru dari balik helmnya, pelahan-lahan berubah menjadi merah darah dan aura membunuh memenuhi tubuhnya.


"Menarik, Kalian lebih memilih bertarung daripada mundur, kalau begitu aku dengan senang hati menerima tantangan kalian, PERTARUNGAN RONDE KEDUA DIMULAI !!! HAHAHAHHH HAHAHAHH.... "


"[Collar: Annihilation Mode] "


Saat Dustin mengaktifkan Artefaknya, rantai-rantai yang sebelumnya membentuk bola untuk melindunginya mulai bergerak memisahkan diri dan menciptakan celah untuknya.


Para prajurit yang mendekat dapat melihat dua Cahaya merah perlahan-lahan bergerak dari dalam kegelapan.


Dustin dengan santai berjalan keluar dari pelindungnya.


Meskipun dia berhasil menahan serangan sebelumnya, dia tetap mendapatkan luka parah. Dibeberapa bagian armornya telah rusak parah dan darah hitam menetes keluar dari sana.


Serangan sebelumnya jauh lebih kuat dari yang dia prediksi, dia benar-benar akan mati jika tidak mengaktifkan Skill [Ark Protector] miliknya.


Para prajurit yang melihat Dustin telah terluka parah, menjadi lebih bersemangat.


"HANCURKAN.... !!! " teriak para prajurit.


Mereka mulai mempercepat laju kudanya.


Melihat para penyerang yang semakin dekat, Dustin mulai mengaktifkan skill Artefak terkuatnya.


"[Forest of the Impaled] "


Para prajurit yang melihat ini, mengira kalau Dustin telah kehabisan energi untuk mengaktifkan Artefaknya.


Tetapi....


Disaat para prajurit semakin bersemangat ingin menyerangnya, tiba-tiba dari bawah tanah, rantai yang sebelumnya menghilang mencuat keluar.


Puluhan rantai tiba-tiba muncul dari bawah tanah dan membetuk hutan tombak disekitarnya.


Orang-orang yang gagal menghindari serangan dadakan itu, tertusuk dan tergantung diudara.


"Uhukk... Hukkk"


"Argggg...."


"Arhkkk... Huggg..."


"Hihik-Hihik... "


"Hihikkk... "


Bukan hanya para prajurit, bahkan kuda yang mereka tunggangi juga ikut disula.


Darah para korban menetes ke bawah, terlihat seperti hujan deras.


Serangan tiba-tiba itu membuat para prajurit yang berhasil selamat, sangat terkejut dan ketakutan.


Selain itu, ditambah dengan mata merah menyala milik dastin dan aura membunuh yang memancar dari tubuhnya serta hujan darah ditengah hutan tombak.


Efek visualisasi ini, membuat siapa pun yang melihatnya pasti akan ketakutan.


“Jumlah prajurit yang selamat lebih banyak dari yang ku kira. " Suara serak bisa terdengar dari dalam armor biru tuanya.


Dustin bergumam dengan sedikit ketidaksabaran dan kegembiraan tanpa rasa takut ketika dia dengan santai memegang pedangnya.


Sebagian besar prajurit yang sebelumnya ingin melakukan serangan menjepit dari kiri dan kanannya terbunuh oleh skillnya.


“Tapi, itu tidak akan menimbulkan masalah. " Dustin bergumam sambil berbalik ke arah lawannya yang masih tersisa.


Suaranya dipenuhi keyakinan.


Di sisi lain, Para prajurit yang berhasil selamat dari serangannya sangat ketakutan seolah-olah mereka telah melihat mimpi buruk yang menjadi kenyataan.


Mereka menggelengkan kepala beberapa kali, berusaha melarikan diri dari kenyataan.

__ADS_1


Tetapi itu sia-sia.


"Konyol …"


“Tidak Mungkin”


"Iblis gila… "


"Jangan mendekat.... "


"Jangan bunuh Aku.... "


Itu adalah kalimat-kalimat yang sudah bosan Dustin dengar.


Tapi, kata-kata gadis yang berdiri di belakang Jasper terdengar berbeda.


"…, Luar biasa" Jeanne bergumam dengan suara rendah sehingga tidak ada yang bisa mendengarnya.


Namun, kemampuan pendengaran ksatria yang dipanggil Dustin berbeda dari makhluk biasa.


Dia dapat mendengar kata-katanya dengan jelas, yang membuatnya membangkitkan minat pada wanita itu.


Seolah melihat ini sebagai celah, Jasper berteriak dengan keras.


"MUNDURRRR...!!! "


Meskipun dia melihat Dustin telah terluka parah, Jasper memutuskan untuk mundur.


Dia dapat menilai kalau orang yang dia lawan adalah Monster sejati, jika mahluk normal yang memiliki luka seperti itu, mereka pasti akan mati dalam waktu dekat.


Tetapi, Dustin tidak.


Malahan, dia masih bisa mengaktifkan Skill yang sangat kuat untuk membantai pasukannya.


Jika mereka terus bertarung, mereka hanya akan mati dengan cara yang kejam.


Pasukan yang tersisa, memahami hal ini dan segera menyebar.


Jasper juga mencoba melarikan diri, tetapi tiba-tiba mengingat putri yang harus dia lindungi.


Dia mencoba memastikan apakah sang putri telah melarikan diri dengan aman bersama pengawal pribadinya.


Tapi.....


apa yang dilihatnya adalah pemandangan yang sulit dipercaya.


Apa yang dilihatnya adalah Jeanne sedang berlari tanpa rasa takut menyusuri hutan penyulaan menuju Azure Knight yang berada ditengah-tengah tempat menakutkan itu.


"A, ap... Tuan Putri!!! "


"Putri!!"


Jasper dan Ingrid yang sejak tadi mematung kerena terlalu takut, berteriak pada saat yang bersamaan setelah melihat tuan putri yang seharusnya mereka lindungi berlari ke arah musuh.


Seolah tidak mendengar suara mereka, Jeanne terus berlari mendekati Dustin dan mengatakan sesuatu kepadanya.


Setelah mendengar kata-katanya, Dustin memandang wanita itu dengan tatapan waspada.


"Kau tau apa konsekuensi yang harus kau tanggung jika berani berbohong padaku? " kata Dustin dengan suara serak.


"Aku tau, cepat bawa aku kepadanya!" jawab Jeanne dengan tegas.


Dustin memandang wanita itu beberapa saat, sebelum.....


"[Collar: Manipulation Mode]"


Hutan penyulaan yang ada disekitarnya tiba-tiba menghilang, dan rantai yang sebelumnya digunakan untuk membuat hutan kembali bergelantungan dipinggangnya.


"[Hellhounds Creation]"


Rantai yang ada di pinggang Dustin tiba-tiba meluncur ke arah Jeanne.


Itu adalah keterampilan menjijikkan yang sebelumnya telah mempermalukan Ingrid sebagai manusia.


Tetapi disaat itu hampir Jeanne, arah rantai itu sedikit melenceng dan malah mengenai kuda sekarat yang ada dibelakangnya.


Dustin sebenarnya sedang menguji Jeanne, jika dia sedikit saja menunjukkan rasa takut dihadapannya, Dustin pasti akan menganggapnya berbohong dan langsung memperbudaknya.


Tetapi sayangnya dari awal hingga akhir, Jeanne tidak menunjukkan rasa takut sedikit pun, bahkan dia berani menatapnya.


Meskipun saat ini tubuhnya dipenuhi dengan keringat dingin karena telah menanggung aura kematian yang Dustin pancarkan.


Tetapi, Jeanne tidak takut.


Setelah menilai kalau Jeanne tidak berbohong, Dustin menempatkan putri Kerajaan Liberas itu di atas kuda yang telah dia perbudak.


Skill [Hellhounds Creation] tidak hanya berguna untuk manusia, tetapi semua mahluk hidup yang memiliki leher.


Mengabaikan para prajurit patroli yang melarikan diri, Dustin membawa Jeanne pergi ke arah barat laut.


Dibagian barat laut dari jalan Utama ada hutan besar Lamas, tempat Kerajaan labirin barada.


Di sisi lain, Jendral pasukan patroli Jasper, hanya bisa menyaksikan bayangan mereka menghilang dari pandangannya.


Dia tidak berusaha untuk mengejar, karena takut akan di bunuh.

__ADS_1


Sedangkan Ingrid yang sejak awal mengetahui tujuan keduanya, memacu kudanya dengan cepat mencoba untuk mengejar.


Meskipun dia merasa sangat takut saat ini, tetapi dia lebih takut meninggalkan tuannya sendirian bersama monster itu.


__ADS_2