
Aaron memandang rendah para petualang yang menyerbu labirin Sambil bergumam.
"Tidak buruk"
Petualang yang menyerang mundur dengan pengorbanan yang dilakukan oleh rekan satu tim mereka.
Saat ini labirin di jaga oleh pasukan serangga, masing-masing dari mereka memiliki kemampuan bertarung yang cukup baik.
Air liur rotten flies memiliki kekuatan untuk menimbulkan korosi pada besi dan berkat bau mereka yang sangat busuk, banyak petualang yang tidak sanggup melawan mereka dan memilih untuk menghindari mereka
Adapan Arachnid paralytic, mereka mampu melumpuhkan para petualang yang terkena racunnya dengan mudah, Selain itu jaring yang mereka keluarkan juga sangat lengket dan sulit untuk dipotong. Berkat kedua kemampuannya ini, mereka adalah kelompok yang paling banyak membunuh petualang.
Sedangkan untuk ulat pemakan tulang, mereka dapat memanfaatkan medan pertempuran dengan baik. karena tubuh mereka yang kecil, mereka dapat bersembunyi dicelah-celah sempit dan menunggu para petualang datang sebelum menyerang mereka secara tiba-tiba.
Mereka melompat kesana kemari dengan lincah dan menggigit kepala petualang yang lengah dengan gigi-gigi mereka yang tajam.
Para petualang kesulitan untuk menyerang mereka, karena lendir yang ada diseluruh tubuh mereka membuat tubuh mereka menjadi licin.
Di alam liar, biasanya serangga-serangga ini akan saling menyerang satu sama jika bertemu. Yang menang akan memakan yang kalah, seperti itulah siklus hidup mereka. Serangga pekerja bertugas mencari makan dan serangga prajurid akan akan bertugas untuk melindungi ratu.
Tetapi semuanya berbeda di dalam labirin. Mereka akan bekerja sama untuk menyerang penyusup yang muncul di labirin.
Saat pertama kali melihat serangga-serangga ini, para petualang menganggapnya sebagai musuh yang mudah untuk dikalahkan, itulah kenapa mereka dengan percaya diri terus menerobos labirin.
Tetapi setelah masuk lebih dalam, mereka baru menyadari kalau mereka telah masuk kedalam perangkap. Semakin dalam mereka masuk semakin banyak juga serangga yang datang menyerang.
Selain itu cara menyerang serangga-serangga ini sangat aneh. Mereka seperti sudah memiliki tugas mereka masing-masing dan tau apa yang harus mereka lakukan.
"huuh...huft..., apa yang sebenarnya sedang terjadi disini? "
Kata seorang ksatria yang selamat setelah pertarungan panjang melawan pasukan serangga.
Meskipun dia berhasil selamat, tatapi tubuhnya dipenuhi dengan luka. full body armor dan pedang yang dia gunakan juga telah rusak parah.
Dia terlihat sangat lelah saat ini, tubuhnya juga dipenuhi dengan keringat dan darah
"rasanya kita sedang bertarung melawan prajurit veteran dibandingkan dengan serangga. "
"Iya, awalnya sangat mudah untuk mengalahkan mereka. tetapi setelah mereka berkumpul dan mulai bekerja sama, kita tidak memiliki kemampuan untuk menyerang balik."
"aku paling benci dengan ulat sialan itu"
Mereka adalah salah satu party petualang yang telah menyerang labirin, bisa dibilang mereka cukup beruntung karena berhasil lolos dari pemusnahan total.
Party mereka awalnya beranggotakan 10 orang, 1 ranger, 4 prajurid, 2 ksatria, 1 penyihir dan 2 Priest. Tetapi setelah mengalami pertempuran yang panjang, 5 teman mereka mati
"benar sekali, ini semua karena ulat-ulat brengsek itu. Jika bukan karena mereka yang telah membunuh Dira dan lior, luka-luka kita mungkin tidak akan separah ini dan kita mungkin bisa memenangkan pertarungan"
Dira dan lior adalah Priest dikelompok mereka. tetapi sayangnya, diawal pertarungan mereka dibunuh oleh ulat pemakan tulang yang melakukan serangan diam-diam.
Tanpa Priest, mereka tidak dapat menyembuhkan luka-luka yang mereka terima dalam pertarungan dan membuat kemampuan bertarung mereka semakin melemah.
__ADS_1
"tidak ada gunanya mengeluh saat ini, kita harus memikirkan rencana selanjutnya yang akan kita lakukan. Ketua, bagaimana menurutmu? "
Penyihir yang ada di dalam party bertanya kepada pria yang sedang berdiri dihadapannya. Pria itu memiliki tubuh yang tinggi dan berotot, rambut dan matanya berwarna coklat.
Wajahnya yang maskulin dan bekas luka tebasan di mata kirinya menambah ketampanannya, Wanita yang melihatnya pasti akan jatuh cinta dengan mudah.
Pria itu adalah Kiyan, ketua dari party [Sky High]. Mendengar pertanyaan dari temannya, dia memandangi anggota party nya yang tersisa. Kondisi mereka sudah sangat buruk saat ini, sebagian besar perlengkapan yang mereka kenakan juga telah huncur.
Ditambah dengan Priest yang telah mati, mustahil untuk melanjutkan penjelajahan.
"benar yang dikatakan Darius, tidak ada gunanya mengeluh sekarang. Dira dan yang lainnya telah mati, kondisi kita juga tidak baik saat ini. mustahil untuk melanjutkan penjelajahan, kita akan mundur"
"tunggu dulu, apa yang kau katakan? Kita sudah sampai sejauh ini dan kau bilang untuk mundur, apa kau bodoh?"
"benar, lihat harta yang kita dapatkan, kita baru menjelajahi bagian luar labirin dan sudah mendapatkan sebanyak ini. Aku yakin dibagian dalam ada lebih banyak harta yang tersimpan. "
"sebelumnya kita bertindak ceroboh dan masuk kedalam perangkap musuh, tetapi selama kita lebih hati-hati aku yakin kita bisa menjelajahi bagian dalam labirin ini"
Mendengar penolakan dari teman-temannya, Kiyan menjadi sedikit marah. Sebenarnya dia memiliki skill yang disebut [Danger Sense] berkat skill ini dia dapat menghindari bahaya yang akan datang.
Tetapi skill yang telah menyelamatkan nyawanya berkali-kali ini, tidak aktif disaat mereka menghadapi bahaya sebelumnya, Jadi kiyan merasa cukup cemas saat ini.
"aku tau maksudmu, tetapi tanpa Priest kita tidak bisa melanjutkan penjelajahan. Tidak ada gunanya mengumpulkan harta-harta itu jika kita tidak bisa membawanya keluar hidup-hidup.
Sebagai ketua party ini, aku memutuskan untuk mundur, terlalu berbahaya melanjutkan penjelajahan sekarang"
"kiyan, pertimbangkan kembali keputusanmu, selama kita..."
Dia memandang teman party nya dengan dingin dan memancarkan aura mendominasi diseluruh tubuhnya.
"berhenti menguji kesabaranku Brent, apa yang ingin kau lakukan saat ini akan membahayakan anggota lainnya. Keberuntungan tidak datang dua kali, kita mungkin selamat kali ini tetapi disaat berikutnya kita mungkin akan benar-benar dimusnahkan.
Kau tidak dapat membeli nyawamu dengan harta yang kau dapatkan. Yang lainnya mulailah berkemas, kita akan segera meninggalkan labirin ini"
Brent yang merasakan tekanan kuat yang dikeluarkan kiyan hanya bisa diam sambil menundukkan kepalanya. sedangkan anggota yang lainnya mulai berkemas untuk pergi.
Ini hanyalah salah satu penggalan kisah yang dialami oleh banyak party petualang yang memasuki labirin.
Beberapa petualang dapat melarikan diri dengan harta ditangan mereka, sedangkan sisanya hanya bisa terbujur kaku didalam labirin dan jiwa mereka dimakan oleh labirin.
Meskipun beberapa harta telah dicuri, bagi keduanya itu hanyalah kompensasi kecil untuk petualang yang berhasil bertahan hidup setelah mengorbankan nyawa teman mereka.
Alice yang asik menonton seluruh kejadian yang terjadi didalam labirin dari kristal proyeksi tertawa riang.
Conley yang menyaksikan sosok gadis imut yang lugu menertawakan mayat petualang yang digigit dan dimakan oleh serangga seolah-olah sedang menyaksikan pertunjukan pelawak sedikit mengernyitkan wajahnya.
Saat ini, mereka bertiga sedang berada di [Throne Room]
“Un, rasanya enak, Kakak!”
“Sepertinya monster yang aku tempatkan sejak awal telah memberikan hasil panen yang stabil. Jika kondisi ini terus berlanjut, kita akan memiliki kekuatan sihir yang cukup untuk memperkuat labirin dalam beberapa minggu. ”
__ADS_1
Mereka berbicara dengan santai seolah-olah nyawa manusia yang telah mereka bunuh hanyalah sebatas sumber energi untuk labirin.
conley yang berdiri di dekat mereka memperingatkan mereka.
“Petualang adalah eksistensi yang tangguh. Tolong jangan ceroboh. ”
Dia menyipitkan mata cokelatnya yang berwarna sama dengan rambutnya.
Rasa takutnya terhadap kedua saudara ini telah sangat memudar. Ini mungkin karena kemampuan manusia yang mampu beradaptasi dalam segala jenis lingkungan dan situasi.
Dia mulai terbiasa dengan kedua master labirin ini.
Menurutnya keduanya hanyalah anak muda yang murni dan dewasa sebelum waktunya.
Tapi, mereka merasa putus asa saat ini dan bingung bagaimana cara melampiaskannya.
Oleh karena itu, meskipun mereka tampak mudah dikendalikan dan dibimbing, tetapi pada kenyataannya itu sulit.
Ketika mereka memutuskan untuk memusnahkan petualangan yang terpikat oleh rumor, Derito menghentikan mereka dengan mengatakan
"Jika anda melakukan itu, maka rumor yang sebelumnya kita sebar akan menjadi tidak berarti. "
Mendengar alasannya masuk akal keduanya membatalkan rencana awal mereka.
Aaron adalah orang yang rasional, mendengar alasannya masuk akal, dia mengatakan.
"kamu benar, jika kita memusnahkan mereka semua sekarang, maka para petualang tidak akan datang lagi"
namun respon Alice sedikit berbeda, dia mengatakan
"Jika mereka berani untuk melubangi dinding labirin, aku akan membunuh mereka dengan kejam"
Alice adalah tipe orang yang bertindak sesuai dengan perasaannya sendiri.
Akhirnya, para petualang yang mencoba untuk melubangi dinding labirin dihancurkan dan terbunuh dengan tragis, setelah itu Alice bisa merasa tenang.
Disaat mereka mendiskusikan masalah itu, Conley diselimuti oleh niat membunuh mereka yang secara tidak sengaja merembes keluar dari tubuh keduanya 'Terutama dari Alice'.
Oleh karena itu, sekarang dia memiliki beberapa perlawanan ketika dia bersama mereka.
Mungkin pendapat mereka tentang apa yang benar dan apa yang salah berbeda dari orang lain, itu kenapa mereka bertindak seperti bencana berjalan setiap saat. Itu adalah apa yang Conley pikirkan tentang mereka.
Tapi, pada saat yang sama hal itu juga yang membuatnya tertarik kepada keduanya.
Seperti bagaimana seseorang takut terbakar saat bermain api, tetapi disisi lain mereka merasa senang dengan cahaya yang dipancarkan oleh api dimalam hari dan kehangatan yang akan mereka berikan dimusim dingin, conley saat ini mulai terpesona oleh keduanya.
'apa aku telah terkena korosi energi negatif keduanya……'
Berpikir demikian, Conley menggenggam lambang suci yang digantung di dadanya.
Tapi, kesannya yang baik terhadap master labirin tidak berubah sama sekali.
__ADS_1