Labyrinth Kingdom

Labyrinth Kingdom
Chapter 76. Sumber Kesialan Arya


__ADS_3

"Aku dengar beberapa hari belakangan ini kamu sering menantang Aaron bermain 'WarZone'. Bagaimana, apa kamu berhasil mengalahkannya? " tanya Roro pada Jeanne.


Roro sedang menikmati Tea Partynya sambil mengobrol dengan Jeanne untuk mendekatkan diri dengannya.


"Sigh~ sayangnya belum pernah! Aaron terlalu hebat, dia dapat memprediksi semua strategi yang ku gunakan dan menghancurkannya dengan mudah. " jawab Jeanne terlihat sedih.


"Hehehehehhh, kamu tidak perlu merasa sedih tentang hal itu, gelarnya sebagai jenius nomor satu di benua ini bukan sekedar bualan belaka.


Bahkan Aku yang telah menantang Aaron selama beberapa tahun bermain 'WarZon' hanya pernah menang sekali melawannya. Hehehehehhh! " ucap Roro sambil tersenyum.


"Ehhh, Kamu berhasil mengalahkan Aaron? Luar biasa... " ucap Jeanne dengan ekspresi terkejut.


Dia telah menantang Aaron beberapa hari belakan ini, jadi dia tahu persis seberapa hebat strategi yang dia gunakan.


Sangat sulit untuk lolos dari jeratan perangkap yang sering Aaron buat dalam permainan.


"Ini tidak sehebat yang kamu kira, aku sedang beruntung saat itu. Aaron tidak sengaja melakukan sebuah kesalahan dalam rencananya, aku memanfaatkan celah kecil itu untuk keluar dari jebakan yang dia pasang dan berhasil membalikkan keadaan disaat-saat terakhir.


Jika aku mengingat kembali momen itu, Sigh~ Butuh banyak usaha untuk mangalahkannya bahkan setelah persentase kemenangan ku naik menjadi 80% " ucap Roro sambil menggelengkan kepalanya.


"Benar! Benar! Kakak tidak akan pernah mengalah pada siapapun yang dia lawan, Bahkan saya belum pernah sekalipun menang melawannya. Jika kak Jeanne merasa depresi saat ini, itu hal yang wajar. Saya juga sering merasakannya, hehehehhh. " ucap Alice sambil tertawa .


"Ehhh, benarkah! Lalu, apa ada orang yang dapat bersaing melawannya dengan merata? " tanya Jeanne.


Mendengar pertanyaan Jeanne, Roro berpikir beberapa saat sebelum menjawab.


"Seseorang yang dapat bersaing melawan Aaron dengan imbang mungkin tidak ada di benua ini. Tetapi, aku mengenal seseorang yang memiliki persentase cukup tinggi untuk menang melawan Aaron disetiap game. " jawab Roro dengan Samar


"Siapa? Siapa? " tanya Jeanne dengan penasaran.


Melihat Jeanne yang dihantui oleh rasa penasaran, Roro dan Alice saling bertatapan beberapa saat sebelum menjawab dengan serentak.


"Timoty... Kak Timoty. " jawab keduannya.


"Timoty? Maksudmu pria yang ada disana? " ucap Jeanne sambil menunjuk Timoty yang sedang memancing bersama Aaron dan Arya dikejauhan.


"Ya, itu dia. Timoty memiliki kemungkinan untuk menang melawan Aaron sekitar 40% tidak hanya di dalam game tetapi saat berlatih tempur juga. " kata Roro.


"Meskipun kak Timoty hanya berasal dari kerajaan kecil dan terlihat biasa-biasa saja, sebenarnya dia sangat luar biasa. " ucap Alice.


"Jadi, dia sehebat itu rupanya. " kata Jeanne.


Sejujurnya, dia sangat terkejut mendengar prestasi yang dimiliki oleh Timoty yang merupakan pangeran dari kerajaan kecil sepertinya.

__ADS_1


"Lalu, bagaimana dengan Arya? " tanya Jeanne dengan penasaran.


"Arya? Sigh~ dia terlalu bodoh untuk memikirkan rencana sederhana sekalipun. Yang dia tahu hanya serangan frontal, dia bahkan tidak bisa mengalahkan Alice~chan sekalipun. " jawab Roro sambil memandang si bodoh itu.


"Ahhh, begitu rupanya! " ucap Jeanne.


Dia mulai memahami karakter yang dimiliki teman-teman Aaron sekarang.


Jeanne awalnya merasa khawatir, apakah dia akan diterima dalam kelompok itu atau tidak. Tetapi, setelah melihat sikap ramah yang dimiliki teman-teman Aaron, dia mulai merasa tenang.


Mereka tidak memandang status ataupun bakat yang dimiliki orang lain melainkan sikap dan kepribadian seseorang.


Inilah yang membuat Jeanne merasa senang.


'Sepertinya, apa yang dikatakan Aaron benar, saya merasa dapat segera akrab dengan mereka. ' ucap Jeanne dalam hati.


******************


Disaat para gadis membicarakan banyak hal bersama dengan gembira.


Para pria juga sedang asik membahas masalah mereka sendiri di pinggir danau.


"Hei, Aaron lihat apa yang berhasil ku tangkap. " ucap Timoty sambil memamerkan ikan Dragon Head Xiphias Gladius yang dia dapatkan sebelumnya.


"Ehhh, kanapa ikan air laut bisa muncul di danau air tawar? " tanya Aaron terlihat heran.


"Lihat! Aaron bahkan menganggap ini aneh, aku yakin danau ini pasti terkutuk. " ucap Arya.


"Siapa yang peduli kalau ikan air laut muncul di danau atau di rawa sekalipun. Selama itu memiliki rasa yang enak, itu sudah cukup. " ucap Timoty.


Dia membantah argumen milik Arya.


"Selain itu, lihat ini! aku juga berhasil menangkap beberapa ikan langka lainnya. " lanjut Timoty sambil menunjukkan isi wadah penampungannya.


Aaron memeriksa isi wadah itu dan terkejut setelah melihat salah satu ikan yang berhasil Timoty tangkap.


"Rainbow Chanos! Kamu bahkan berhasil menangkap ikan ini, bukankah skill memancingmu menjadi semakin hebat setelah ku tinggal beberapa hari. " ucap Aaron.


Rainbow Chanos adalah ikan yang sangat langkah dan sulit untuk ditangkap, ikan itu juga memiliki cita rasa yang sangat enak bahkan jika kamu memasaknya tanpa bumbu tambahan apapun.


Ikan itu hanya disajikan di restoran-restoran yang paling mewah dan dihargai 500 sampai 1000 dukat per porsi.


"Kita akan memasak si gemuk ini nanti dan memakannya bersama. " ucap Timoty.

__ADS_1


"Baiklah! Saya tidak sabar menantikannya. Lalu, bagaimana denganmu Arya? Perlihatkan padaku hasil tangkapanmu master memancing. " tanya Aaron dengan penasaran.


Arya yang mendengar pertanyaan Aaron seketika terlihat grogi, dia mencoba menjawab pertanyaannya setenang mungkin.


"T, tidak ada yang istimewa, beberapa hari belakangan ini kondisiku tubuh ku sedang tidak baik. Jadi, aku belum berhasil menangkap ikan langka satupun.


Ahem, sebaiknya aku kembali ke tempat duduk ku sekarang, mungkin saja umpan ku sudah disambar ikan saat ini. " jawab Arya.


Arya berjalan ke spot memancingnya dengan cepat untuk menghilangkan barang bukti. Tetapi, Aaron menyadari gerak-gerik aneh darinya.


"Timoty, tahan dia! " ucap Aaron.


Timoty yang mendengar perkataan Aaron seketika melompat kearah Arya dan mengunci pergerakannya.


Melihat Arya yang berhasil dilumpuhkan, Aaron berjalan menuju wadah penampungan miliknya.


"Sialan! Lepaskan aku. Aaron berhenti! Pertemanan kita akan berakhir jika kamu berani melihatnya. " teriak Arya.


Tetapi, Aaron mengabaikan perkataannya dan mulai mengintip isi dari wadah itu.


"Uwahh!!! Nani kore? Kamu bahkan tidak menangkap ikan satupun. Kamu ini sebenarnya sedang memancing ikan di danau atau menangkap serangga di hutan. " ucap Aaron dengan nada mengejek.


"Berhenti! Jangan katakan lagi. " teriak Aaron sambil menutupi wajahnya karena malu.


"A~rere... Kemana perginya master memancing kita yang hebat? Aku tidak bisa melihatnya. " ucap Aaron menggoda Arya.


"Berhenti! Berhenti! Aaaaaaaaahhhhhh... " teriak Arya.


Dia berguling-guling ditanah beberapa saat karena terlalu malu menghadapi kenyataan yang pahit.


"Aaron, bagaimana bisa kau membully sahabatmu sendiri, Sob... Sob... Sob... Kamu sangat kejam! " ucap Arya sambil berpura-pura menangis.


"Oke! Oke! Berhentilah bertingkah seperti gadis yang telah dicampakkan oleh pacarnya, Kau mulai membuat ku jijik! " ucap Aaron.


"Siapa yang kau sebut menjijikkan, ini semua salahmu. " bentak Arya dengan kesal.


"Jangan menyalahkan orang lain karena nasib sial yang kamu miliki. Selain itu, perasaan sebelumnya kamu berhasil menangkap banyak ikan. Apa yang terjadi? " tanya Timoty dengan penasaran.


"Jangan tanya, aku sendiri juga tidak tahu apa yang sebenarnya sedang terjadi? Tetapi, aku curiga kalau penguasa danau ini sudah mengutuk ku." Ucap Arya dengan yakin.


Dia berjalan mengambil wadah penampungan yang ada di tangan Aaron dan melepaskan semua mahluk yang berhasil dia tangkap kembali ke danau.


'Mereka semua adalah sumber rasa malu ku. Jadi, harus disingkirkan. Jangan pernah memakan umpan ku lagi berengsek! ' umpat Arya dalam hati.

__ADS_1


Setelah insiden memalukan itu berlalu, ketiganya kembali menikmati waktu santai mereka sambil memancing.


Tetapi, tanpa mereka sadari Ugly Bastard yang juga sedang bersantai tidak jauh dari mereka setelah merasa kenyang, tersenyum dengan licik sambil memandang Arya dengan penuh dendam.


__ADS_2