
Di dalam [Throne Room].
Aaron saat ini sedang sibuk mengumpulkan bahan-bahan pengorbanan yang dibutuhkan untuk memanggil 'Dullahan'.
Mulai dari Armor terkutuk, senjata terkutuk, aksesoris terkutuk dan bahkan disalah satu barang-barang itu ada sebuah tabung kecil yang berisi janin di dalamnya.
"Aaron, apa itu? " tanya Jeanne dengan penasaran.
Aaron melihat ke arah yang Jeanne tunjuk dan menjawab.
"Itu janin yang tercemar energi kematian {Nero} dan bermutasi menjadi Ambar. Kamu bisa menyebutnya sebagai bayi terkutuk.
Ambar menghisap energi kehidupan milik ibunya saat masih dalam kandungan untuk memperkuat dirinya sendiri.
Dia adalah mahluk yang sangat jahat. " jelas Aaron.
Setelah mendengar penjelasan dari Aaron, Jeanne menatap tabung itu lebih dekat dan menemukan kalau janin yang ada di dalamnya masih hidup.
"Aaron! Aaron! Benda Itu masih hidup. " teriak Jeanne karena terkejut.
Awalnya dia mengira kalau bayi Ambar yang ada di dalam tabung itu sudah mati.
"Hmm, kata hidup tidak terlalu tepat untuknya. Dia tidak memiliki jiwa, itu hanyalah cangkang kosong yang mengikuti insting dasar untuk bertahan hidup.
Ambar adalah salah satu makhluk yang berdiri dipersimpangan antara hidup dan mati, sama seperti para Vampir. " jelas Aaron.
"B, begitu rupanya! Makhluk yang aneh. Tapi, sepertinya dia sangat membencimu. " ucap Jeanne.
Saat ini, bayi Ambar yang ada di dalam tabung itu memandang Aaron dengan tatapan penuh kebencian.
"Itu hal yang wajar! lagipula, saya yang menangkapnya saat dia ingin berevolusi ke wujud sempurnanya. " ucap Aaron.
"Ehhh, itu bukan wujud asli mereka? " tanya Jeanne.
"Bukan, Dia hanya bayi saat ini. Tetapi, jika mereka berhasil mengumpulkan energi yang cukup. Mereka akan memasuki fase dewasa dan berevolusi menjadi Ghoul.
Makhluk yang lebih berbahaya dari yang sekarang. " Jelas Aaron.
"Ghoul? Maksudmu Whisper of Death? " tanya Jeanne.
"Ya, itu mereka. " jawab Aaron dengan singkat.
"Ehhh, ku kira Ghoul adalah makhluk yang tercipta dari seseorang yang tergigit Vampir, soalnya mereka sering terlihat bersama. " ucap Jeanne dengan terkejut setelah mendengar info baru ini.
"Orang-orang sudah salah paham tentang mereka selama ini, keduanya adalah makhluk yang berbeda.
Mungkin karena sejak awal kedua Ras itu hampir mirip, sebagai makhluk yang hidup diperbatasan.
Itulah kenapa Vampir dan Ghoul sering terlihat bekerja sama saat berburu mangsa.
Lagipula, Vampir sejak awal hanya membutuhkan darah korbannya, sedangkan Ghoul dapat memakan daging mangsanya.
Jadi, itu adalah kombinasi yang pas antara keduanya. " jelas Aaron.
"B, begitu rupanya, aku baru tahu tentang hal ini. " ucap Jeanne.
__ADS_1
Dia cukup senang dengan informasi baru yang dia dapatkan, hal ini menambah wawasannya tentang para monster.
"Kakak! Aku sudah menemukan buku yang kamu cari. " teriak Alice.
Dia berjalan ke arah kakaknya sambil membawa buku tebal berwarna hitam dan perak di tangannya.
"Ini dia! " Alice menyerahkan buku itu ke kakaknya.
Dibagian sampul buku itu, terdapat simbol tengkorak perak yang menggigit bola mata besar berwarna hitam.
Selain itu, terdapat tulisan kuno yang terbuat dari darah asli di bawah simbol tengkorak itu.
"'The Chronicles of Necropolis'. Ya, ini yang saya butuhkan. Semua bahan juga sudah siap, kita bisa melakukan pemanggilan sekarang. " ucap Aaron memandang buku itu.
Sama seperti 'Scripture of Catasrope', 'The Chronicles of Necropolis' juga salah satu buku terkutuk yang kedua saudara itu miliki.
Buku itu berisi informasi tentang makhluk-makhluk berbahaya yang hidup di Netherworld.
"Ohhh, apa kakak juga akan menggunakan makhluk bodoh ini? " tanya Alice sambil tersenyum.
Dia memandang bayi Ambar yang terkurung di dalam tabung bersama dengan bahan pengorbanan lainnya.
"Ya, saya rasa tingkat kesuksesan pemanggilan ini akan jauh lebih tinggi jika kita menggunakan dia. " jawab Aaron.
"He he hehhh... Setiap malam kau selalu membuat suara-suara mengganggu yang menyebalkan di gudang.
Sekarang, ini akan menjadi momen terakhir dalam hidupmu yang singkat itu. Jadi, nikmatilah selagi bisa bayi bodoh! " ucap Alice sambil mengejeknya.
Mendengar perkataan Alice, bayi Ambar yang terkurung di dalam tabung menjadi sangat marah.
"Percuma saja! Jangan buang-buang tenagamu makhluk bodoh. " ejek Alice.
Dia sangat senang melihat ekspresi putus asa makhluk itu.
"Sudah cukup Alice, jangan terlalu banyak bermain dengan makhluk-makhluk seperti dia. Itu akan membuatmu kotor. " ucap Aaron mengingatkan adiknya.
Mendengar perkataan kakaknya, Alice tiba-tiba berhenti dan menatap Aaron dengan senyum ceria.
"Wakarimashita, Onii~sama! " ucap Alice dengan patuh.
Dia mundur beberapa langkah kebelakang untuk memberi kakaknya sedikit ruang.
Aaron berjalan ke depan dan ingin memulai pemanggilan.
Tetapi...
"Jeanne mundurlah agak jauh ke belakang, proses pemanggilan ini akan cukup berbahaya untukmu. " ucap Aaron.
"Kak Jeanne kemarilah, aku akan melindungimu. He he hehh. " Alice memanggilnya.
Tetapi, Jeanne menatap Alice dengan tatapan curiga.
'Rencana jahat apa lagi yang anak ini pikiran? ' gumam Jeanne dalam hati.
Melihat Jeanne yang mencurigainya, Alice mencoba untuk meyakinkannya.
__ADS_1
"Apa kak Jeanne sudah tidak mempercayai ku lagi? Itu membuat Alice sedih. Sob... Sob.. Sob.. " ucap Alice dengan aktingnya yang cukup meyakinkan.
"T, tidak! Aku percaya padamu Alice~Chan, jangan menangis. Kakak yang salah, maaf! " ucap Jeanne.
Dia memeluk Alice dan mengelus kepalanya, mencoba untuk menenangkannya.
Tetapi, Jeanne tidak tahu kalau gadis yang dia peluk sekarang, sedang tersenyum licik.
'Meskipun sebelumnya aku mengatakan kalau kau dapat dekat dengan kakak ku, bukan berarti kau dapat memilikinya dengan mudah.
Kau harus melewati semua rintangan yang ku siapkan terlebih dahulu, jika ingin mendapatkan persetujuan dari ku. He he hehhh... ' ucap Alice dengan senyum licik di wajahnya.
Tetapi...
'Aku tahu kamu pasti sedang merencanakan sesuatu yang jahat saat ini. Tetapi, kamu memilih lawan yang salah, He he hehhh... ' ucap Jeanne dalam hati.
Dia juga memandang Alice dengan tatapan jahat dimatanya.
Disaat kedua gadis ini sedang merencanakan hal-hal jahat, Aaron sudah memulai proses pemanggilannya.
“—Summon, Roh pahlawan yang terkutuk, 'Dullahan'. " teriak Aaron.
Sesaat kemudian, dari altar pengorbanan. Muncul asap hitam yang sangat pekat dan menghalangi pandangan semua orang.
Tekanan kuat langsung memenuhi seluruh [Throne Room] yang membuat Jeanne kesulitan untuk berdiri.
Melihat hal ini, Alice langsung mengaktifkan sihir pertahanannya.
“—Defense, Eternal Dome. "
Seketika, cahaya ungu berbentuk setengah lingkaran melindungi Alice dan Jeanne yang terlihat kesakitan.
Tekanan kuat yang Jeanne rasakan sebelumnya, menghilang seketika.
"{Refresh} Apa kamu baik-baik saja? " tanya Alice.
Dia mengaktifkan sihirnya sekali lagi, untuk mengobati Jeanne.
"Ya, terima kasih. " ucap Jeanne.
"Sama-sama! " balas Alice.
Sementara itu, di pusat altar pemanggilan, suara langkah kaki kuda yang berderak dapat terdengar jelas sedang mendekat.
Dari dalam kabut hitam, perlahan-lahan muncul sesosok pria yang menggunakan armor hitam pekat.
Pria itu menunggangi kuda besar berwarna hitam dengan mata yang berwarna merah.
Di tangan kiri pria itu, terdapat kapak besar yang memancarkan aura kematian yang sangat kuat sedangkan di tangan kanannya, dia memegang kepalanya sendiri.
Benar! ksatria berarmor hitam itu, tidak memiliki kepala yang menempel di lehernya.
Makhluk yang saat ini sedang berdiri dihadapan Aaron adalah 'Dullahan'.
Mantan pahlawan dari dunia lain.
__ADS_1