Labyrinth Kingdom

Labyrinth Kingdom
Chapter 60. Pembagian Hadiah


__ADS_3

Di pusat labirin.


"Masuk... " kata Aaron dengan nada datar.


Gerbang [Throne Room] terbuka secara otomatis saat mereka bertiga sampai.


Ketiganya memasuki ruangan setelah mendapatkan izin dari tuan mereka.


Seperti biasa, Aaron dan Alice sedang duduk di tahta mereka, sambil memandangi ketiga bawahannya.


"Lapor tuan! Kami telah berhasil menjalankan misi yang sebelumnya diberikan" ucap Raluk sambil menundukkan kepalanya dan berlutut.


Amara dan Bodil juga melakukan hal yang sama.


"Selamat datang, sepertinya kalian telah banyak bersenang-senang diluar sana. Haahh... aku sangat iri, aku juga ingin menghancurkan sesuatu.


Membangun ruangan dan memperbaiki labirin setiap hari sangat membosankan." ucap Alice.


"Hmmm...? Jika kamu memang merasa lelah atau bosan, kamu bisa pergi kepermukaan untuk liburan. Tapi kamu tidak boleh melakukan hal-hal yang bisa menarik perhatian musuh-musuh yang merepotkan. " kata Aaron sambil memandang adiknya.


"Aku hanya bercanda kak! Membangun labirin adalah hobi favorit ku, hehehheh... "


"Begitukah...? Tapi, jika nanti kamu memang merasa bosan katakan padaku! "


"Baik kak! " jawab Alice sambil tersenyum.


Setelah mendengar jawaban adiknya, Aaron kembali menatap ketiga bawahannya.


"Pertama-tama, Saya ucapkan selamat untuk kemenangan pertama kalian. Hasil kinerja kalian lebih baik dari yang saya harapkan, meskipun dibeberapa titik masih ada beberpa kesalahan yang harus diperbaiki. Tetapi, secara keseluruhan hasil akhirnya cukup memuaskan. Sekali lagi, saya ucapkan selamat! "


"Terima kasih atas pujian tuan, tetapi kemenangan kita tidak sepenuhnya karena hasil usaha kami. Tetapi ada campur tangan tuan juga didalamnya, jadi rasanya tidak terlalu pantas untuk.... "


"Raluk, bersikap rendah hati itu memang baik, tetapi jika kamu merendahkan dirimu terlalu banyak, orang-orang akan mulai meremehkanmu.


Memang benar kalau kami memberi kalian bantuan sebelumnya, tetapi itu hanya untuk menyamakan kekuatan tempur kalian dengan musuh.


Jadi faktor utama kemenangan kalian adalah usaha dan kegigihan kalian sendiri, bukankah kalian berdua juga sependapat denganku? " ucap Aaron sambil memandang Amara dan Bodil


"Aku rasa kata-kata tuan memang benar, sebagai pelatih para goblin, sejak awal aku tau kalau kekuatan tempur mereka jauh lebih lemah dari para bandit meskipun mereka sudah berlatih keras.


Jadi, jika mereka bertempur tanpa bantuan tuan, mungkin hasil pertempuran akan menjadi pembantaian sepihak" ucap Bodil.


"Aku setuju dengan perkataan Bodil, para bandit jauh lebih kuat dari yang ku pikirkan. Tanpa Artefak yang sebelumnya tuan pinjamkan, kami semua mungkin telah berubah menjadi abu karena serangan kuat dari pemimpin bandit.


Jadi, ku pikir tindakan tuan yang menyamakan ke kuatan tempur kami dengan musuh adalah hal yang wajar. " ucap Amara.


"Baguslah jika kalian mengerti, sedikit percaya diri itu baik. Karena kalian telah menjalankan misi yang diberikan dengan baik, sebagai imbalannya masing-masing dari kalian akan mendapatkan hadiah.


Tapi, sebelum itu. Alice! "

__ADS_1


Saat mendengar panggilan kakaknya, Alice mengelurkan tiga kotak hitam dari udara kosong dan menempatkannya di depan ketiganya.


Melihat kotak hitam yang ada di depan mereka, ketiganya tau apa itu.


Amara, Bodil dan Raluk, satu persatu meletakkan Artefak yang sebelumnya dipinjamkan ke dalam kotak itu.


Amara meletakkan Busur hitam yang ada dipunggungnya, Bodil melepas Gauntlet yang dia gunakan dan meletakkannya di dalam kotak itu juga.


Raluk melepas kalung perak berbentuk awan yang dia gunakan dan meletakkan kedalam kotak.


Setelah ketiga Artefak dikembalikan, kotak itu tiba-tiba menghilang seolah-olah tidak pernah ada disana sebelumnya.


Untuk sesaat ketiganya merasa sedih dihati mereka setelah melihat Artefak itu menghilang.


"Sayangnya Artefak adalah Item yang sangat penting, jadi kami tidak bisa memberikanmu benda-benda itu sabegai hadiah.


Tetapi sebagai gantinya kami bisa mengabulkan satu permintaan kalian, selama itu masih dalam jangkauan kami tentunya. " Ucap Aaron


"Pikiran baik-baik sebelum membuat pilihan, jangan sampai kalian menyesalinya nanti, ~hehehhehh... " ucap Alice dengan nada jahil.


Setelah mendengar perkataan tuan mereka, ketiganya berfikir beberapa saat sebelum mengajukan permintaannya.


"Aku ingin mengajukan permintaan ku"


"Ini lebih cepat dari yang ku kira, apa kau yakin?" ucap Alice


Sebenarnya mereka sudah memikirkan apa yang ingin mereka minta saat berjalan menuju Throne Room.


"katakan keinginanmu? " ucap Aaron dengan nada datar.


"Aku ingin senjata"


"Senjata...? Itu hal yang sederhana, kami akan memberimu Magic Item. Seharusnya masih ada beberapa Gauntlet yang cukup kuat di dalam gudang" Ucap Alice


"Tapi, aku memiliki permintaan khusus untuk kekuatan yang dimiliki Gauntlet itu"


"Permintaan tambahan...? Memangnya kekuatan seperti apa yang kau inginkan? " ucap Alice


Bodil mengeluarkan kristal berwarna Abu-abu dari tas pinggangnya, kristal itu adalah [Arwa] milik Corpse Golem.


"...?"


"Sebelumnya aku mengambil benda ini dari mayat Corpse Golem. Dia memiliki skill yang sangat ku inginkan, apa tuan Alice dapat mengekstrak skill [Gigantic Punch] miliknya dan memasangnya di Gauntlet ku? "


"Hmmm.... Itu bukan hal yang sulit, tetapi aku tidak bisa melakukannya sekarang. Ruangan Khusus untuk mengekstrak skill masih belum bisa dibuat, pengorbanan belum cukup"


"Tidak masalah, aku akan menunggu sampai ruangan itu tercipta"


"Kalau begitu, aku akan memberi tahumu saat waktunya telah tiba, kau bisa menyimpan [Arwa] itu untuk saat ini" ucap Alice.

__ADS_1


"Untuk sementara waktu, permintaan Bodil akan ditangguhkan karena kurangnya Fasilitas, jadi apa keinginan kalian berdua? " kata Aaron sambil memandang Amara dan Raluk.


"Aku tidak tau apakah pantas meminta hal ini kepada tuan, tetapi aku ingin meningkatkan kekuatan Ras ku. Selama ini Ras kami dipandang buruk, ditindas dan dikucilkan dari ras-ras lainnya. Mereka memandang kami dengan jijik dan membantai orang-orang kami tanpa sebab yang jelas.


Kami sudah lelah menjadi Ras pelarian. "


"Bukankah kekuatan kalian sudah menjadi lebih kuat setelah dilatih oleh Bodil" ucap Aaron.


"I, itu memang benar dan aku sangat bersyukur karena hal itu. Tetapi, setelah bertarung melawan para bandit, aku sadar kalau kekuatan kami masih terlalu lemah.


Selain itu, musuh yang harus dihadapi kerajaan labirin akan semakin kuat setiap waktunya. Karena kami ras yang tidak terlalu pintar, butuh waktu yang lama untuk menjadi kuat hanya dengan berlatih. " kata Raluk.


"Itu mungkin benar, musuh yang akan kita hadapi selanjutnya jauh lebih kuat dari para bandit. Jadi, kami butuh pasukan kuat untuk melindungi labirin." ucap Aaron sambil berfikir.


Setelah beberapa saat, sebuah ide tiba-tiba muncul, dia memandang adiknya yang sedang memainkan rambut hitamnya yang panjang.


"Alice, apa kamu sudah bisa membangun ruangan itu? " ucap Aaron dengan samar.


"Hmm...? Ahhh... Ruangan itu, aku bisa " jawab Alice setelah memahami maksud perkataan kakaknya.


"Kalau begitu, bangun ruang itu terlebih dahulu" ucap Aaron


"Baiklah Kak! "


Mendengar percakapan keduanya, Raluk benar-benar bingung dengan apa yang mereka bahas.


Tetapi, melihat isi percakapan mereka, sepertinya itu hal yang baik untuk Rasnya.


"Alice akan membawamu ke ruangan yang akan mengabulkan keinginanmu saat itu jadi, untuk saat ini bersabarlah " ucap Aaron


"Baik tuan! Terima kasih karena telah ingin mengabulkan keinginan egois ku" ucap Raluk.


"Kalau begitu, kamu yang terakhir Amara. Katakan keinginanmu " ucap Aaron.


Mendengar perkataan Aaron, Amara mulai berbicara.


"Setelah memikirkannya untuk waktu yang cukup lama, sejujurnya aku juga bingung apa yang harus ku minta saat ini. Apa aku bisa menyimpan keinginan ku ini untuk nanti" ucap Amara.


"Tidak masalah ~kamu bisa mengajukan permintaanmu, saat kamu siap" ucap Alice.


"Karena pembagian hadiah telah selesai, kalian pasti sudah capek setelah menjalankan misi, Kalian boleh pergi beristirahat sekarang " Ucap Aaron.


"Beristirahat sebanyak mungkin, agar besok pagi kalian dapat kembali bekerja dengan rajin. Sampai jumpa lagi, ~Hehehhehh... " ucap Alice.


Setelah menyelesaikan pertemuan dengan master labirin, ketiganya pergi meninggalkan Throne Room.


Mereka benar-benar lelah saat ini, tetapi masih ada beberapa hal yang perlu mereka kerjakan sebelum pergi beristirahat.


Para wanita masih harus diurus

__ADS_1


__ADS_2