Labyrinth Kingdom

Labyrinth Kingdom
Chapter 41. Penyerangan Markas Bandit 6


__ADS_3

Setelah selesai menyembuhkan lukanya, Bodil memandang Zarkhan sambil menyeringai. Dia melakukan sedikit peregangan tubuh sebelum berkata.


"maaf membuatmu menunggu, perang ini sudah berlangsung cukup lama. Jadi, aku akan mengakhiri pertarungan ini dengan cepat"


Sambil melompat-lompat ringan ditempat, Bodil terus menerus mengulangi gerakan itu berkali-kali. Zarkhan yang awalnya menganggap gerakan Bodil aneh, menyadari sesuatu.


Semakin lama Bodil bergerak naik turun, maka semakin banyak pula Afterimage yang tercipta dan perlahan-lahan, Bodil yang ada dihadapannya menjadi buram dan menghilang, berbaur dengan udara.


Ini berbeda dengan skill menghilang yang anak buahnya gunakan sebelumnya. Dia banar-benar tidak bisa merasakan keberadaan dari Bodil.


Melihat ini, Zarkhan meningkatkan kefokusannya dan memperhatikan daerah sekitarnya dengan teliti.


"[Phantom Step]"


Zarkhan yang saat ini meningkatkan kewaspadaannya ke level tertinggi mendengar suara bisikan samar disebelah kirinya.


Dia sekilas melihat siluet banyangan Bodil dari sisi kirinya yang berencana untuk menyerangnya secara tiba-tiba. refleks dia mengayunkan pedangnya ke kiri dengan sekuat tenaga, berniat untuk membunuh Bodil dalam satu serangan.


'Slash...'


Bodil yang terkejut karena serangan tiba-tiba ketahuan, terpotong manjadi dua bagian. Zarkhan yang melihat ini merasa senang karena berhasil membunuh musuhnya.


Tetapi...


"sangat disayangkan, kau salah menebak. seranganku yang sebenarnya akan dimulai sekarang"


Bodil yang sebelumnya dia potong, perlahan-lahan menghilang, Itu hanyalah bayangan dummy. Zarkhan tertipu, Bodil yang asli berniat menyerangnya dari sisi kanan.


"[Crushing Blow]"


'Krekk.. Krekkk'


Zarkhan yang tidak memiliki kesempatan untuk mempersiapkan pertahanan, terkena serangan kuat Bodil secara langsung. Dia terlempar jauh kebelakang, tulang rusuknya hancur dan organ dalamnya rusak. Beberapa pecahan tulang juga menusuk paru-parunya.


'Uhuk... Hukk..hukk'


Dia terus menerus terbatuk, darah keluar dari mulutnya. Tanah putih bersalju, sekarang dipenuhi dengan darah. dia merasa tubuhnya sangat sakit, terutama dibagian dadanya.


Dia menggunakan pedang yang ada ditangannya untuk menopang tubuhnya dan berusaha untuk berdiri. Penampilan saat ini benar-benar berantakan, dibagian dadanya terlihat tanda kepalan tangan dari pukulan kuat milik Bodil.


Dia memiliki pandangan sayu, sesekali dia akan terbatuk dan darah akan keluar dari mulutnya. Dia sedang sekarat saat ini.


**********************


"Aahhhh... Tidak... "


Dikejauhan, tempat pertarungan lainnya berlangsung, terdengar suara teriakan menyakitkan. Suara itu berasal dari Reis, itu adalah teriakan terakhir miliknya. Pertarungan telah berakhir disana, dengan kemenangan mudah untuk Amara.


Kondisi mayat Reis sangat tragis, seluruh tubuhnya dipenuhi dengan anak panah, dia terlihat seperti landak saat ini. armor yang dia kenakan juga hancur berantakan, kedua matanya tertusuk dengan belati dan tenggorokannya ditebas menggunakan pedangnya sendiri.


Sebenarnya, pertarungan atara Reis dan amara berlangsung sangat membosankan. Amara terus menerus menyerang Reis dari jarak jauh sambil mempertahankan posisi aman darinya.


Sedangkan Reis hanya bisa menghindar atau pun menahan serangan dari Amara sambil mencoba untuk mendekat. Itu adalah pertarungan daya tahan, siapa yang memiliki lebih banyak energi yang akan menang.


Tetapi karena sebelumnya Reis sudah mengalami pertempuran berat melawan Corpse golem. Dia sudah tidak memiliki banyak energi yang tersisa dan kondisi tubuhnya juga belum pulih sepenuhnya.


Jadi hasil akhirnya dapat ditebak, Reis hanya bisa bertahan selama beberapa menit, sebelum dia terkena panah dari Amara untuk pertama kalinya dibagian paha. Luka itu membuat gerakannya menjadi lambat dan sulit untuknya menghindari serangan Amara.


Satu-satunya cara yang tersisa adalah dengan menangkis, tetapi itu juga tidak berlangsung lama. Setelah menahan beberapa anak panah milik Amara, tangannya menjadi mati rasa dan sulit untuk digerakkan.

__ADS_1


Dia terkena panah keduanya tepat dibagian pundaknya, yang membuatnya jatuh tersungkur ke belakang. Amara sengaja menghindari menyerang organ vital miliknya, agar dia bisa merasakan rasa sakit yang sangat menyakitkan sebelum kematiannya.


Selanjutnya, Amara terus menyerang bagian tubuh Reis yang akan memberinya rasa sakit yang parah, tetapi tidak akan membunuhnya.


Penyiksaan itu berlangsung selama beberapa menit, sebelum Reis menghembuskan nafas terakhirnya.


setelah pertarungan selesai, Amara dengan santai berjalan ketempat Bodil bertarung. Disana, dia melihat Zarkhan yang sedang sekarat terhuyung-huyung mencoba untuk tetap berdiri.


"Yo... Kau menyelesaikan pertarungan lebih cepat dari yang ku kira" kata Bodil


"tidak ada yang dapat dibanggakan, orang itu benar-benar bodoh. Sepertinya otaknya dipenuhi dengan S*x, dia bahkan tidak menggunakan hutan sebagai tempat bertarung dan malah memilih melawan ku ditempat terbuka." jawab Amara


"hahahhahh... Jangan berkata seperti itu, lagipula mereka sudah sekarat sejak awal. Corpse golem telah menguras semua energi yang mereka miliki di pertarungan sebelumnya"


"itu memang benar, tetapi... Semua rencana yang telah ku persiapkan menjadi sia-sia. Huftt... Sudahlah, aku jadi malas memikirkannya. sekarang yang tersisa hanya dia bukan?"


"Ya, dia juga sudah sekarat. bahkan jika aku meninggalkannya sendirian, dia pasti akan mati dalam waktu dekat."


"ayo selesaikan misi ini secepatnya, lalu kembali. Conley masih butuh perawatan"


"benar juga, baiklah kalau begitu..... "


"GYAHAHAHA..., Ahahaha! HYAHAHAHA!Ahaha... ahahaha... hahaha!"


Disaat Bodil dan Amara sedang asik berbicara, Zarkhan yang merasa dirinya telah dianggap sebagai benda mati. Mulai tertawa terbahak-bahak seperti orang gila.


"apa yang terjadi padanya? " kata Amara


"entahlah, aku mungkin tidak sengaja melukai kepalanya sebelumnya dan membuatnya menjadi gila" kata Bodil


"kalian berdua kuat, sangat kuat. bahkan jika aku dalam kondisi normalku, Aku mungkin akan tetap kesulitan untuk membunuh kalian. Aku tidak tau siapa yang telah mempekerjakan kalian, tetapi jika kalian berfikir dapat membunuh ku dengan mudah, kalian salah besar"


Meskipun kondisi tubuhnya telah rusak parah, tetapi semangat juang masih terpancar di matanya.


"aku mungkin tidak akan selamat setelah menggunakan skill ini, tetapi itu tidak masalah. Selama aku dapat menyeret kalian berdua ikut bersamaku ke neraka, itu adalah pengorbanan yang memuaskan, Khahakhahhahhh... "


"[Fire Sword Art, Secret Move]"


Energi panas sekali lagi memancar keluar dari tubuh Zarkhan, tatapi kali ini jauh lebih kuat dan lebih ganas dari yang sebelumnya.


Dia memusatkan seluruh energi panas yang dia miliki ke padangnya dan mengayunkannya sekuat tenaga ke arah keduanya.


"rasakan serangan terkuat ku ini, dan berubalah menjadi abu, [Inferno Storm]..."


Disaat Zarkhan mengaktifkan skillnya, badai api besar setinggi 30m menghantam bumi. Tanah putih bersalju sebelumnya berubah menjadi lautan Lava, apa pun yang dilewati oleh badai itu berubah menjadi abu.


bahkan pohon-pohon yang berada dikejauhan mulai terbakar hebat, kegelapan malam yang sebelumnya memenuhi medan perang menjadi sangat terang. Bahkan orang-orang dari kota Bacau mungkin dapat melihat gunung Torli yang sedang terbakar di malam hari.


Amara dan Bodil yang melihat ini sangat terkejut, mereka tidak menyangka kalau orang sekarat yang bahkan kesulitan untuk berdiri, masih bisa menggunakan skill yang sangat kuat ini.


Karena dia tau kalau ajalnya sudah semakin dekat, Zarkhan mengorbangkan jiwanya untuk mengaktifkan skill terkuatnya ini. Dia melakukan hal ini untuk menyeret semua musuh yang telah menyerangnya ikut mati bersamanya.


Dia sedang melakukan serangan bunuh diri.


Badai itu bergerak sangat cepat menuju ke arah Amara dan Bodil, mustahil untuk menghindarinya.


Jadi, Amara bergerak kebelakang Bodil berniat untuk berlindung dibelakangnya.


Bodil yang merasakan suhu disekitarnya semakin meningkat, mulai mengaktifkan artefak yang telah di berikan oleh Aaron sebelumnya.

__ADS_1


"[Activate Artifacts, Glowdius]"


'Cring...cring... '


Gauntlet yang dia gunakan mulai memancarkan cahaya yang sangat terang berbentuk bola, itu jauh lebih terang dibandingkan dengan cahaya yang dihasilkan dari skill Zarkhan sebelumnya.


Bola cahaya itu bertambah besar dan bertambah besar setiap detiknya.


Disaat Bodil merasa kalau ukuran bola cahaya itu sudah terlalu besar untuk dia tahan. Dia melempar bola cahaya itu tinggi-tinggi ke langit


"[Elemental Devour]"


Mulut yang sangat besar muncul dari bola cahaya yang sebelumnya dia buat. Mulut itu terbuka dan mulai menghisap badai api yang menuju kearahnya.


Daya hisapan mulut itu sangat kuat, bahkan udara yang ada disekitarnya tiba-tiba menghilang dan menciptakan ruang hampa disekeliling mulut itu. Tapi untungnya mulut itu hanya menghisap element bukannya material. jika tidak, seluruh gunung Torli akan ikut terhisap.


Mulut itu hanya butuh waktu 30 detik untuk melahap seluruh Inferno Storm sampai tidak tersisa sedikit pun. Bahkan tanah yang dipenuhi lava dan hutan yang terbakaran akibat badai itu, juga ikut menghilang.


Setelah merasa puas, mulut itu perlahan-lahan menghilang dan kembali ke dalam Gauntlet yang Bodil gunakan.


Zarkhan yang melihat ini, terbatuk darah sekali lagi dan tubuhnya mulai menggigil. Dia tidak pernah menduga kalau skill terkuatnya yang dapat mengubah apa pun mejadi abu bisa dikalahkan.


"B, bagaimana bisa... "


"tidak perlu terkejut, lagipula ini belum berakhir. Untuk mencegahmu melakukan tindakan konyol sekali lagi, sebaiknya aku membunuhmu secepatnya. " kata Amara dengan dingin


"[Activate Artifacts, Kyrielle] "


Amara menarik tali busurnya kuat-kuat, tidak ada anak panah yang terpasang disana. Tetapi, perlahan-lahan energi hitam berkumpul dan membentuk anak panah berwarna hitam legam.


"[Void Shooter]"


Disaat Amara melepaskan tembakan, anak panah hitam itu meluncur dengan cepat ke arah Zarkhan. Tetapi ditengah jalanan, anak panah itu tiba-tiba menghilang.


"huhh... "


Zarkhan yang melihat ini bingung.


Tetapi, tidak lama setelah itu, sebuah lingkaran hitam muncul di atas kepalanya . Dari sana, keluar pilar cahaya hitam yang menghujani seluruh tubuh zarkhan dan menghapusnya sampai tidak tersisa apa pun.


Dia bahkan tidak memiliki kesempatan untuk berteriak sedikit pun, karena serangan itu datang sangat cepat dan mematikan.


Lubang berdiameter 1m, yang ke dalamnya tidak ada yang tau menjadi saksi seberapa kuat serangan itu.


Amara sengaja mengubah arah serangannya, jika dia menyerang lurus ke depan, maka para goblin yang berada dibelakang Zarkan akan ikut terbunuh. Itulah kenapa, dia mengubahnya menjadi dari atas ke bawah dan hanya menargetkan Zarkhan.


"Wow... Serangan itu sangat ganas bukan, semua musuh yang terkena serangan itu pasti akan menghilang menjadi ketiadaan" kata Bodil


"Berhentilah bersikap berlebihan, itu hanyalah kekuatan pinjaman, itu bukan kekuatan kita" Kata Amara


"tapi, meskipun begitu... "


"tidak perlu dibahas lagi, sebaiknya kita pergi membantu para goblin. aku ingin menyelesaikan misi ini secepat mungkin"


"Ahhh..., kamu pergilah lebih dulu, ada sesuatu yang ingin ku urus "


"...., Baiklah"


Amara berlari dengan cepat ke tempat para goblin bertarung. Sedangkan Bodil berjalan menuju, mayat dari Corpse golem berada.

__ADS_1


__ADS_2