
Jasper dan anggota pasukannya serta sang putri yang menunggangi kuda bersama Ingrid berhasil berkendara di jalan utama dengan lancar.
Dibutuhkan Waktu kira-kira 4 hari untuk sampai ke kota Bacau jika menggunakan kuda dengan kecepatan mereka saat ini.
Disepanjang jalan yang mereka lalui, Sesekali mereka akan melihat gerobak pedagang ataupun gorobak pengangkut yang membawa para pelancong bepergian antara kedua kota.
Selain itu, mereka juga beberapa kali mendapatkan serangan dari hewan liar seperti: babi hutan, anjing liar dan sekelompok serigala berbulu perak.
Tapi untungnya, mereka belum bertemu dengan monster ataupun bandit disepenjang jalan.
Jasper yang biasanya akan meminta biaya keamanan kepada pedagang dan pelancong yang dia temui di jalan, tentu saja tidak bisa melakukan hal itu saat ini.
Kalau tidak, Imagenya didepan tuan putri akan buruk, malahan saat ini dia akan mengambil inisiatif untuk membantu orang-orang yang sedang kesusahan disepanjang jalan.
Tujuannya saat ini adalah untuk meningkatkan kesan baik tuan putri padanya dan membentuk koneksi.
Selama dia berhasil melakukan hal ini, rencana-rencana selanjutnya akan menjadi lebih mudah untuk dieksekusi.
Untuk saat ini, dia akan mengawal sang putri dengan aman ke kota Bacau dan mengambil hadiah yang telah dijanjikan.
'Sesampainya di kota, Aku akan meminta ayah untuk menjadikan ku pengawal khusus sang putri selama dia ada di kota Bacau, dengan begitu aku akan memiliki lebih banyak kesempatan untuk berteman dengannya'
Pada hari kedua, mereka berhenti di salah satu desa di sepanjang jalan utama untuk mengisi kembali persediaan makanan dan minuman mereka yang mulai menipis.
Sampai saat ini, mereka belum bertemu dengan monster atau bandit sekalipun, hanya hewan liar yang sesekali menyerang mereka.
Tetapi dengan kekuatan tempur yang prajurit patroli miliki, itu bukanlah masalah besar.
Mereka dapat mengalahkan hewan-hewan itu dengan mudah, selain itu, orang yang mereka temui disepanjang jalan juga semakin jarang.
Ketika hanya ada satu hari yang tersisa sebelum mereka sampai ke kota Bacau, sebuah kecelakaan terjadi.
“Tuan Jasper, ada sesuatu yang tidak biasa di depan. " Ksatria dibagian terdepan berteriak.
Karena mereka sedang berada jalan utama, visi yang mereka memiliki sangat baik karena tidak ada yang menghalangi pandangan mereka.
Jasper dan Jeanne yang berada dibagian belakang kelompok juga dapat melihat sesuatu yang tidak biasa, sedang terjadi didepan mereka dengan mudah.
Saat ini, di tengah jalan utama, para ksatria yang mengenakan perlengkapan yang sama seperti yang dikenakan anak buah Jasper sedang bertarung.
Mereka adalah tim pengintai yang sebelumnya dia kirim untuk memantau ke amanan rute yang akan dilalui sang putri.
Awalnya, kelompok itu terdiri dari enam orang.
Tetapi, Sekarang hanya dua orang yang masih bernapas.
Kondisi kedua orang itu juga sudah tidak baik, armor yang mereka kenakan sudah hancur dan tubuh mereka dipenuhi dengan luka tebasan pedang.
Orang yang mereka lawan saat ini adalah ksatria yang mengenakan armor berwarna biru tua dengan rantai yang menjuntai dipanggangnya.
__ADS_1
Saat ini, Armor miliknya dipenuhi dengan warna merah. Bahkan dari jauh, orang-orang dapat menebak kalau itu berasal dari darah korbannya.
"M, mustahil! Ke... kenapa dia ada ditempat ini?"
Ingrid yang melihat pemandangan didepannya, menjadi sangat takut, bahkan cara bicaranya menjadi aneh.
Tubuhnya mulai menggigil dan dipenuhi dengan keringat dingin saat ingatan buruk yang sebelumnya dia coba lupakan kembali lagi.
"Apa yang terjadi padamu? Wajahmu terlihat sangat pucat! Apa kamu baik-baik saja?" kata Jeanne.
Dia memandang pengawal pribadinya yang saat ini terlihat sangat pucat dan ketakutan.
“T, tuan putri! Itu ksatria yang saya bicarakan sebelumnya. “ Ingrid hampir menggigit lidahnya karena takut.
"Hee... Dia rupanya!"
Jeanne memberi respons seolah sangat tertarik dengan tontonan yang ada didepannya.
Dia memandang ksatria yang sedang bertarung dengan tatapan penasaran.
"K, kita harus kabur sekarang! Saat ini, dia belum memperhatikan kita … ” Ingrid mengingatkan.
Dia benar-benar tidak ingin berurusan dengan Ksatria itu lagi.
"Kamu bisa pergi tanpa ku, Aku akan tetap disini" Kata Sang putri
Dia turun dari kuda yang ditungganginya dan melambaikan tangannya pada pengawal pribadi.
Ingrid, yang merupan pengawal pribadi sang putri, sebelumnya adalah wanita yang cerdas, kuat dan pemberani.
Tapi, setelah ingatan buruk di mana dia telah dikalahkan oleh ksatria biru itu muncul kembali, dia sadar kalau dirinya hanyalah seorang gadis lemah yang gemetar ketakutan tanpa bisa berbuat apa-apa.
Dia tidak memiliki kesempatan untuk menang melawan monster itu.
Bagi Ingrid, bertemu dengan Dustin mungkin adalah mimpi buruk yang menjadi kenyataan.
Tetapi bagi Jeanne, ini adalah keberuntungan yang menguntungkan.
'Sepertinya roda takdir telah berputar, aku tidak tahu apakah itu keberuntungan atau nasib buruk. Ini seharusnya menjadi awal dari jalan bercabang dalam hidup ku, Pilihan yang ku ambil saat ini akan menentukan nasib ku kedepannya' kata Jeanne dalam hati.
Sambil memikirkan apa yang harus dilakukan selanjutnya, dia menatap Jasper yang masih terkejut melihat anak buahnya yang dibantai.
"Kenapa kamu diam saja? Apa kamu tidak memiliki niatan untuk membantu anak buahmu? " tanya Jeanne.
“I, itu … Ero! Tangkap bajingan itu untuk ku! Tidak, bunuh dia! ” teriak Jasper pada bawahannya.
Dia kembali tersadar ketika mendengar perkataan Jeanne.
Saat ini, dia merasa sangat marah karena citra kuat dan dapat diandalkan yang sebelumnya dia bangun, telah hancur berkeping-keping setelah melihat anak buahnya dibantai tanpa perlawanan sedikitpun.
__ADS_1
Jasper memerintahkan bawahannya dengan ganas.
Namun, bawahannya terlihat sangat cemas dan tidak ada satupun yang mau bergerak mengikuti perintahnya.
"Kenapa kalian diam saja? Cepat serang orang itu! " Teriak Jasper
Dia menjadi semakin marah, karena bawahannya berani mengabaikan perintahnya, terlebih lagi ini terjadi didepan sang putri.
Dia merasa sangat malu saat ini.
Melihat tuannya yang menjadi sangat marah, bawahan terdekat Jasper memberanikan diri untuk maju dan berbicara.
"T, tuan, baru-baru ini … Ada rumor yang mengatakan kalau ada seseorang Ksatria yang secara khusus berkeliling memburu orang-orang kita dan membantai mereka tanpa ampun. A, aku pikir orang itu adalah Azure Knight yang dikabarkan! ” Kata Ero terlihat ketakutan.
Setelah melihat kekuatan tempur ksatria berzirah biru itu, dia yakin kalau orang itu sangat kuat.
Saat ini, dia mencoba untuk meyakinkan tuannya yang terlihat telah kehilangan ketenangannya.
“Selain itu, melihat kondisi kedua orang itu, aku pikir tidak akan menguntungkan untuk menolong mereka. Itu akan menjadi keputusan yang tidak bijaksana untuk bertarung saat ini" lanjut Ero.
“Aku tau apa yang kau maksud, Ero. Tapi kita tidak bisa mundur begitu saja tanpa memberikan perlawanan"
"Tapi, keselamatan tuan Putri akan... "
"Ero, Jangan jadi pengecut seperti ini, kita adalah pasukan Patroli kota Bacau yang bangga dan kuat. Kita tidak mungkin pergi tanpa membalas orang yang telah membunuh anggota kita"
Sebelum Ero sempat menyelesaikan kata-katanya, Jasper langsung menginterupsi perkataannya.
"T, tapi..."
"Selain itu, Perhatikan baik-baik! Pria itu berjalan kaki."
Mendengar perkataan tuannya, dia berbalik memandang ksatria yang masih bertarung dikejauhan.
Anggota lainnya juga melakukan hal yang sama.
"Di tempat ini, dengan bidang pandang yang luas tanpa hambatan, kita yang menunggangi kuda tidak akan kalah. Terlebih lagi jumlah kita jauh lebih banyak, pria itu tidak memiliki tempat untuk bersembunyi“ Jasper meyakinkan mereka semua.
Tentu saja, ketika anggota lainnya mengamati daerah disekitar tempat pertarungan dengan teliti, tidak ada satu pun kuda yang terlihat didekatnya.
Hal ini menandakan kalau ksatria itu seharusnya berjalan kaki seperti yang dikatakan tuan mereka.
Melihat situasi yang menguntungkan ini, mereka tentu memiliki keunggulan luar biasa sebagai Cavalry.
Setelah menerima pencerahan dari pemimpin mereka, kecemasan para bawahan menghilang seketika dan digantikan dengan semangat juang yang membara.
Jeanne yang sejak tadi memperhatikan perubahan situasi ini juga manjadi lebih bersemangat.
'Menarik, aku ingin melihat kekuatan tempur yang mereka miliki, ku harap pertarungan ini tidak akan mengecewakan'
__ADS_1
Melihat bawahannya yang menjadi bersemangat, Jasper memiliki senyum kejam di wajahnya saat dia memberi perintah penyerangan.
“Serang dengan formasi Crowd! Hancurkan dia sampai berkeping-keping! ”