Labyrinth Kingdom

Labyrinth Kingdom
Chapter 57. Melawan Azure Knight 1


__ADS_3

Seperti yang dia katakan sebelumnya, jalan utama sangat lebar dengan bidang visi yang luas.


Tanpa tempat untuk bersembunyi di sekitarnya, mustahil bagi seseorang untuk mengalahkan pasukan Cavalry yang cepat dan memiliki daya serang yang kuat.


Menanggapi perintah Jasper, dua puluh enam kavaleri yang kuat bergerak dengan cepat membentuk formasi penyerangan.


Meskipun Jendral Korps patroli memiliki sifat yang busuk, Jasper tetap memiliki kemampuan untuk memimpin pasukan.


Jika tidak, Julius tidak mungkin akan menempatkan dia diposisinya sekarang, bahkan jika dia adalah anaknya sendiri.


Melihat bawahannya yang bergerak dengan cepat ke arah musuh, dia mulai mengaktifkan skill [Improve Riding Skills], [Infringement Tactic], [Cavalry attack enhancement] dan [Cavalry Command] miliknya.


Semua skill yang dia gunakan bertujuan untuk meningkatkan kekuatan tempur bawahannya.


Kavaleri biasanya menggunakan tombak di medan perang, tetapi karena sebelumnya dia hanya melakukan tugas patroli biasa, mereka tidak dilengkapi dengan tombak, dan hanya memiliki pedang di tangan mereka.


Tetapi, itu tidak masalah.


Dengan gerakan cepat dan kuat para Cavalry yang tampak seperti arus sungai yang akan menyapu segalanya.


Itu saja sudah merupakan senjata yang mengerikan.


Kedua prajurit yang saat ini masih bertarung melawan Dustin merasa senang ketika melihat bala bantuan yang datang untuk menolong.


Awalnya, mereka merasa putus asa setelah melihat anggota tim lainnya meninggal satu per satu ditangan Azure Knight itu.


Mereka berfikir kalau sebentar lagi, giliran mereka yang akan dibunuh.


Tetapi setelah melihat pasukan patroli yang datang untuk membantu, harapan hidup keduanya menjadi meningkat.


Sementara itu, Dustin yang sejak tadi mempermainkan kedua prajurit itu sudah lama menyadari kedatangan pasukan patroli.


Bahkan jauh sebelum salah satu bawahan Jasper melihatnya, dia sudah menyadari keberadaan mereka sejak awal.


Alasan kenapa dia tidak membunuh kedua orang ini secara langsung kerena dia ingin menggunakan mereka sebagai umpan untuk memancing para pasukan patroli menyerangnya.


Karena kedua orang itu telah menjalankan tugas mereka dengan baik, Dustin memutuskan untuk menyingkirkannya.


'Slash... Slashh... '


Dia menebas tubuh kedua orang itu saat mencoba untuk melarikan diri darinya menggunakan skill [Dramatic Cut] dan membunuh mereka seketika.


Ekspresi bahagia masih terlihat jelas di wajah keduanya, bahkan setelah mereka mati.


Ini adalah Efek dari skill yang Dustin gunakan, siapa pun yang terkena serangan itu tidak akan merasakan rasa sakit sedikitpun.


Setelah membunuh keduanya, korps Cavalry yang dipimpin oleh Ero sudah tiba di dekatnya, dia tidak memiliki waktu untuk menghindari serangan mereka.


Dustin sekilas mengamati sekitarnya dan menyadari kalau dirinya telah dikepung oleh pasukan musuh, tidak ada tempat untuk bersembunyi.


"HAHAHAHHAH..... "


Melihat ksatria yang hanya menunggu untuk diinjak-injak, Jasper tertawa riang.


“Injak-injak dan hancurkan dia! Jangan tinggalkan sepotong tulang pun tetap utuh! ” Dia memerintahkan.


Suara kuku kuda bergema menuju ke arahnya dengan cepat.

__ADS_1


Para prajurit Cavalry dibarisan terdepan mulai bersiap untuk menyerangnya dengan senjata yang ada di tangan mereka.


Dustin yang melihat ini hanya berdiri diam ditempat, menyambut datangnya serangan musuh.


Dua prajurit yang berada dibarisan terdepan memanfaatkan kesempatan ini untuk menyerang.


Keduanya mengayunkan pedang mereka dengan kuat ke arah Dustin dari sisi kanan dan kirinya, memotongnya menjadi tiga bagian.


'Slash... Slashh...'


Tetapi sebuah ke anehan muncul sedetik kemudian, tidak ada darah yang terciprat sedikit pun dari tubuh Dustin yang telah terpotong.


malahan tubuhnya perlahan-lahan mulai memudar dan menghilang.


Melihat ke anehan ini, kedua prajurit itu sangat terkejut dan tiba-tiba mereka merasa kalau pandang mereka berputar dengan cepat.


"A, ap... "


"...."


Sesaat, sebelum keduanya mati, mereka sempat melihat tubuh mereka yang tidak memiliki kepala masih menunggangi kuda seperti sebelumnya.


Mereka tidak merasakan rasa sakit sedikitpun.


Bahkan sampai detik terakhir hidupnya, mereka mengira sedang berhalusinasi dan apa yang mereka lihat adalah ilusi.


Sebenarnya, sesaat sebelum serangan kedua prajurit itu mengenainya, Dustin menggunakan Skill [Gale Movement] untuk menghindari serangan mereka.


Selain itu, dia juga melakukan serangan balasan dengan cepat dan berhasil memenggal kepala mereka menggunakan [Dramatic Cut].


Tidak hanya sampai disitu, setelah membunuh kedua prajurit sebelumnya, dia melanjutkan serangan berikutnya.


Dia terus mengamuk ditengah-tengah pasukan Patroli dan membunuh tanpa pandang bulu.


"K, ksatria gila... "


"Mustahil... "


"J, jangan bun.... "


"Akhhh.... "


Hampir setengah dari bawahan Jasper, mati ditangan Dustin setelah bertarung selama 10 menit dengannya.


Semangat juang para prajurit yang sebelumnya membara perlahan-lahan mulai padam setelah melihat pembantaian yang dilakukan oleh Azure Knight yang ada di depan mereka.


Meskipun begitu para prajurit belum menyerah, mereka tau kalau mustahil untuk mengalahkannya jika bertarung sendiri-sendiri.


Jadi...


"Semuanya, pusatkan serangan ....." teriak Ero.


Dia berencana menyerang Dustin dengan serangan gabungan. Prajurit lain yang mendengar teriakannya, paham dengan apa yang ingin dia lakukan.


Jadi mereka semua mulai mengaktifkan skill terkuat mereka disaat yang bersamaan untuk menyerang Dustin.


"[Lightning Slash], [Split the Moon], [Falling Star], [Sword Rain], [Shadow Slash], [Radiant Light Thrust], [Twilight Light], [Endless Dark Valley], [Sonic Slash] dan dll... " teriak para prajurit.

__ADS_1


Sesaat setelah semua bawahan Jasper mengaktifkan skill terkuat mereka.


Sebagai penutupan, dia juga mengaktifkan skill rahasianya.


"[Harmoni]" teriak Jasper.


Semua serangan kuat yang sebelumnya saling menolak, tiba-tiba menyatu menjadi satu setelah Jasper mengaktifkan skillnya.


Serangan kuat itu meluncur dengan cepat ke arah Dustin.


Serangan gabungan itu menjadi sangat kuat setelah menyatu menjadi satu, bahkan Raja Orc Diram, yang terkenal dengan pertahanan dan regenerasi yang luar biasa mungkin akan mati jika terkena serangan itu.


Tetapi bukannya takut, Dustin malah terlihat lebih bersemangat.


"HAHAHAHHAHHH.... ini dia, ini yang ku cari, ketegangan yang ku rasakan saat 'Red Star War' dimasa lalu, akhirnya ku rasakan sekali lagi, HAHAHAHAHAH HAHAAHHAH" kata Dustin dengan suara seraknya.


Dustin memandangi serangan yang meluncur karahnya dengan semangat, dia sedang menikmati nuansa kematian yang datang menghampirinya.


'BOOMM.... BOOOMMM... BOOOOMMMM...'


Suara ledakan keras terdengar sesaat setelah serangan skala besar itu berhasil mengenai Dustin.


Ledakan itu sangat kuat sampai-sampai membuat tanah disekitarnya ikut bergetar.


Angin kencang akibat ledakan juga, memukul mundur prajurit yang paling dekat dengan pusat ledakan, mereka terhempas beberapa meter kebelakang.


Tapi untungnya, tidak ada yang mengalami luka parah karena hal itu.


Kepulan asap kecokelatan yang bercampur debu, membumbung tinggi ke langit.


Tanah yang sebelumnya lapang, kini menjadi kawah yang besar dan dalam, tempat itu terlihat seolah-olah telah dihantam oleh meteor.


"A, apa dia sudah mati? "


"Seharusnya seperti itu, aku bahkan ragu kalau tubuhnya masih utuh saat ini"


"Mustahil ada yang bisa selamat setelah terkena serangan sekuat itu"


"Benar, benar, lihat efek yang ditimbulkan dari serangan gabungan kita. Aku yakin dia sudah hancur berkeping-keping"


Para prajurit sangat terkejut setelah melihat efek dahsyat dari Skill gabungan mereka.


Ero yang melihat efek yang ditimbulkan dari serangan sebelumnya ingin mengatakan sesuatu, tetapi terlihat ragu-ragu.


"T, tuan, apa ini akan baik-baik saja?"


"Kau tidak perlu mengkhawatirkan masalah jalan yang rusak, aku akan menjelaskan apa yang telah terjadi pada ayahku saat kita tiba di kota" Jasper meyakinkan bawahan kepercayaannya


"Kalau tuan berkata seperti itu, aku merasa tenang" jawab Ero


Apa yang dia khawatirkan saat ini adalah Jalan utama yang rusak, tuan feodal kota Bacau dan kota Ra'Vella mengeluarkan banyak uang untuk membangun jalan ini.


Siapa yang akan tau, seberapa besar konsekuensi yang akan mereka tanggung jika jalan itu sampai rusak.


Tapi untungnya saat ini mereka memiliki alasan yang jelas, jadi seharusnya mereka tidak akan terseret ke dalam masalah besar.


Awan debu masih menghalangi pandangan orang-orang saat ini.

__ADS_1


Mereka hanya bisa menunggu sampai awan debu itu menghilang, untuk memastikan kemenangan mereka.


Tidak ada yang tau nasib dari Azure Knight yang terkena serangan itu, tetapi melihat dari efek yang telah ditimbulkan seharusnya dia telah mati.


__ADS_2