LEGENDA SANG DEWA PERANG

LEGENDA SANG DEWA PERANG
Prolog (chapter 1)


__ADS_3


SAHRAN



Zhilong



Daratan ini di sebut daratan utama, daratan di dunia ini di bagi menjadi 6 daratan, Daratan utara, daratan selatan, daratan barat, daratan timur, daratan tengah dan daratan utama


Di daratan utama terdapat 9 negara dan 4 kekaisaran yaitu : kekaisaran tang, kekaisaran ming, kekaisaran chun, dan kekaisaran sojin;


Kekisaran Ming terkenal dengan 'pandai besinya'


kekaisaran Tang terkenal dengan 'hewan khayangannya'


kekaisaran chun terkenal 'tanaman mujarab dan ramuan nya;


Dan kekaisaran sojin terkenal dengan 'kemajuan teknologi nya'


Di setiap kekaisaran; berdiri sekte-sekte beladiri yang besar serta berpengaruh


Tapi tidak semua orang dapat belajar beladiri di dalam sekte, mereka yang miskin atau tidak punya bakat hanya menjadi orang biasa yang tidak punya kekuatan


Di kekaisaran Tang orang yang tidak menjadi bagian di dalam sekte hanya menjadi seorang pemburu


Seorang pemburu biasanya menjadi penyedia sumber daya bagi mereka yang berlatih bela diri; tapi tidak jarang banyak pendekar yang menjadi seorang pemburu, karna terbatas nya sumber daya serta sangat mahal, mereka terpaksa menjadi pemburu karna bagi mereka dengan kekuatan yang mereka miliki tidak sulit untuk berburu hewan buas


Salah satunya adalah Feng hu' seorang pemburu handal berpengalaman; walaupun dia tidak mempunyai kekuatan tetapi dia sangat mahir dan terampil menggunakan tombak dan membuat jebakan, hari ini dia mendapatkan sebuah buruan yang membuat nya sangat senang berupa seekor kadal langit yang merupakan hewan khayangan


walaupun hewan khayangan yang dia dapatkan bisa dikatakan masih muda tapi untuk mendapatkanya tidaklah mudah; tapi beruntungnya hewan itu terluka di bagian perut yang membuatnya kehilangan banyak darah dan mati


Hewan khayangan adalah hewan yang langka dan sangat buas; danging hewan tersebut bisa di jual dengan harga yang tinggi karna selain bisa di makan; juga bermanfaat sebagai obat, taring, kulit dan sisik hewan kahayangan juga sangat berharga dan sering di jadikan zirah dan alat pelindung lainnya


karna keberadaan nya yang sangat langka dan juga buas menjadikan hewan jenis ini yang paling di cari di setiap kekaisaran dan negara serta sekte sekte besar...


"Wahh..,.!! Akhirnya kita bisa kaya...Kita kaya.....kita kaya......haha..!! "teriak Feng hu kegirangan ditengah hutan bersama 4 orang teman yang juga seorang pemburu


"Ayo kita bawa hasil buruan ke desa dan kita bagi bagi secara adil...!! " ucap si A


"Jika kita bawa ke desa...! Maka kepala desa akan meminta setengahnya karna alat yang kita gunakan milik kepala desa!" Ujar si B


"Maksud mu...!! Kita tidak akan membaginya dengan kepala desa...??" tanya Feng hu melirik ke arah teman di belakang nya


Suasana menjadi hening beberapa saat, feng hu dan teman-temanya terlihat larut dalam fikiranya; memikirkan langkah apa yang sebaiknya mereka ambil,


"Jangan bergerak...!! Serahkan hewan itu jika kalian ingin kami biarkan hidup..!! " Teriak seorang peria berambut merah yang membawa sekitar sepuluh orang dengan pedang dan panah


Sontak feng hu dan semua pemburu terekjut melihat pria tersebut, tiba-tiba salah satu pemburu di sisi fenghu berbicara; dia tidak terima hasil buruan nya di ambil oleh orang lain "Tapi kami yang membu....'arghh'..!! " Panah menancap di tubuh pemburu tersebut..dan membuat Feng hu dan pemburu yang lain meundur beberapa langkah... lutut Feng hu menjadi lemas dan berkeringat dingin saat melihat teman nya meronta kesakitan dan akhirnya meninggal

__ADS_1


"Bunuh mereka semua...!! " Seru pria berambut merah yang menghunuskan pedang ke arah Feng hu dan yang lain nya; Seketika panah satu persatu menancap di tubuh para pemburu yang hanya berjumlah lima orang


Feng hu tentu saja tidak bisa melawan bagaimana pun mereka kalah jumlah, walaupun mereka menang jumlah pun mungkin tidak akan selamat karna pria berambut merah adalah seorang petarung mahir sementara Feng hu hanya petarung pemula


...Tingkatan bela diri dari yang ter-rendah sampai tertinggi :...


...Petarung pemula...


...Aura tenaga dalam...


...Petarung menengah...


...Mempunyai 5% tenaga dalam...


...Petarung mahir...


...Mempunyai 15% tenaga dalam...


...Prajurit petarung...


...Mempunyai 20% tenaga dalam...


...Pendekar pemula...


...Mempunyai 35% tenaga dalam...


...Pendekar menengah...


...Pendekar mahir...


...Mempunyai 55% tenga dalam...


...Pendekar senior...


...Mempunyai 70% tenaga dalam...


...Guru besar pendekar...


...Mempunyai 85% tenaga dalam...


...Dewa perang...


...Mempunya 100% tenaga dalam...


Dengan begitu Feng hu tau bahwa dirinya bukan tandingan nya... dia berlari tunggang-langgang; sebuah anak panah melesat dan menancap di perut samping kirinya tetapi dia tidak menghentikan langlahnya walaupun darah mengalir deras Feng Hu terus berlari sekuat tenaga ke pedalaman hutan hingga dirinya tiba di sebuah gua


karna dia kehilangan terlalu banyak darah, Feng hu kehilang kesadaran di dalam gua tersebut


cxxxx[]::::::::::::::::>


Setelah bangun dirinya di hadapkan dengan pemandangan langit-langit rumah yang terlihat familiar baginya

__ADS_1


"Apakah aku sudah mati...?? Aku dimana..??" ucap Feng hu


"Ayah....huhuhu...ayah syukurlah ayah bangun...!! " Seorang anak kecil berusia 7 tahun bernama Sahran yang sedang menggenggam tangan ayahnya dengan cemas...


Feng hu melihat kesedihan dan rasa cemas yang begitu dalam terlukis jelas di wajah sahran "Aku tidak apa apa nak...!! Kenapa aku ada disini? bukannya aku ada di tengah hutan?"


Sahran lalu menceritakan kisah singkat nya dengan terbata-bata


"Ke..kemarin ada seorang kakek membawa ayah kemari dan..dan katanya ayah sedang di kejar perampok... Pa...paman dan pemburu lain semua nya meninggal; tapi syukurlah ayah...ayah baik baik saja."


Dengan wajah yang penasaran Feng hu bertanya kepada sahran walau kemungkinan kecil sahran bisa mengingat wajah kakek tersebut mengingat saat itu pasti semua orang tengah panik


"Seorang kakek? Siapa dia...? apakah dia kakek momo?"


"Ayah tidak mengenal nya...?? tapi kakek itu mengaku teman ayah, dan kakek itu bukan kakek momo" Sahran menjelaskan apa yang sudah terjadi


Sahran mendengar informasi bahwa ada seseorang pemburu yang berlari ke kediaman kepala desa dan melaporkan bahwa ada sekelompok perampok yang merampas hasil buruan mereka dan membunuh para pemburu dan merampok hasil buruan mereka


karna informasi tersebut sahran dan ibu-nya yang bernama Jia Jiaren memohon untuk menemukan suaminya itu yang diyakini masih hidup; Selama 3 hari pencarian; Feng hu tak kunjung di temukan! selain lokasi hutan yang luas dan lebat serta banyak hewan buas, tak mudah bagi mereka untuk menemukan Feng hu; mereka menghentikan pencarian di perbatasan antara area dalam dan area luar hutan karna jika mereka masuk ke area dalam; mereka takut akan bertemu monster dan akan jatuh lebih banyak korban


Jiaren menjadi frustasi karnanya dan jatuh pingsan selama berhari-hari, saat dia bangun dia terus menangis memikirkan nasib Fenghu semalaman; Pada pagi hari nya ada seorang kakek membawa Feng hu dan mengatakan bahwa dia teman Feng hu yang menemukan Dia sedang terbaring lemas di sebuah gua; Jiaren merawat Fenghu hingga pulih selama 4 hari


Tentu saja Feng hu kebingungan dengan cerita Sahran karna menurut nya tidak ada kakek yang dia kenal selain kakek tukang pandai besi bernama Momo


Tapi Momo jarang ke hutan karna dia hanya bekerja sebagai pandai besi dan harus tetap menjaga toko nya..


"Dan ayah, kakek itu memberiku ini..!"


Sahran mengeluarkan sebuah cincin giok yang sangat cantik dari saku celananya cincin itu berlukiskan seekor naga dengan corak permata di atas nya...


"Ini...!! cincin ini sebaik nya kamu simpan baik baik untuk dirimu di masa depan!" Ucap Feng hu dengan wajah yang sedikit memucat


"Tidak ayah sebaik nya aku jual cincin ini untuk biaya pengobatan ayah...!!"


Sharan merasa sedih melihat ayah nya yang berbaring lemah di depan nya


"Tidak Sahran.. ini akan berguna sekali nanti bagimu di masa depan... jika ayah pakai itu untuk berobat.. maka itu akan sia sia karna ayah tidak akan lama lagi..."


Feng hu mulai merasa sakit di perutnya itu berangsur menghilang dan seperti mati rasa' nafasnya mulai tidak teratur, Tubuh nya menjadi dingin dan mulai mengigil;


"Ayah....ayah.....ayah....huhuhu...!!"


Sahran mulai menangis dan memanggil ibu nya


Jiaren mulai khawatir dengan kondisi feng hu dan memanggil tabib terdekat... Tabib itu datang bersama teman teman Feng hu karna mendengar Jiaren memanggil tabib Dengan mata penuh derai air mata;


Tabib itu mulai memeriksa nadi Fenghu dan dia menghela nafas setelah mengetahui luka dalam nya terlalu parah


"Dia mungkin tak akan bertahan lebih lama lagi.." tabib itu menjelaskan bahwa luka di tubuh Feng hu sangat dalam dan parah; di luar kemampuan nya untuk di sembuh kan..


Wajah Feng hu mulai pucat dan dingin, nadi-nya mulai melemah; akhirnya Feng hu menghembuskan nafas terakhirnya sesaat setelah dia di kabarkan tidak akan bertahan lama...

__ADS_1


"Suamiku...suamiku...hiks... !" ibu Sahran mulai menangis .. sementara tabib dan teman Feng hu menghela nafas panjang dan meninggalkan ruangan untuk menyampaikan kabar bahwa Feng hu telah meninggal


__ADS_2